Showing posts with label Food. Show all posts
Showing posts with label Food. Show all posts

Saturday, June 30, 2018

Berburu Kuliner Maknyus di Kudus




Dijuluki sebagai kota kretek, siapa sangka kalau Kudus punya beragam kuliner yang mampu menggoyang lidah. Kudus tidak hanya terkenal dengan sotonya, tetapi ada beberapa kuliner Kudus yang terbilang unik dan menurut saya tidak ada di kota-kota lain. Dalam kunjungan kerja saya ke Kudus September 2017 silam, saya dan teman saya sengaja menyempatkan waktu berburu makanan khas Kudus yang terkenal di sana. Penasaran apa saja kuliner maknyus yang saya coba? Yuk, cari tahu di sini!


Garang Asem Gasasa


Garang asem adalah salah satu makanan khas Jawa Tengah, yaitu sejenis lauk yang dibungkus dengan daun pisang lalu dimasak dengan cara dikukus, atau dalam bahasa Jawa-nya digarang. Biasanya makanan ini menggunakan bahan dasar ayam kampung yang dipotong kecil-kecil serta memiliki citarasa asam dan pedas karena menggunakan irisan tomat hijau dan potongan cabai rawit. Hmm, pokoknya maknyus deh! Apalagi kalau disantap dengan nasi hangat. Jadi untuk kalian yang suka dengan makanan pedas, saya rekomendasikan untuk mencoba makanan yang satu ini.


Selain ayam, ada juga garang asem yang dibuat dengan jeroan ayam, ikan atau tahu. Makanan ini juga bisa kalian temukan di beberapa kota lain di Jawa Tengah, seperti Pekalongan, Demak dan Pati. Salah satu rumah makan garang asem yang terkenal di Kudus adalah Rumah Makan Garang Asem Sari Rasa atau sering disebut Gasasa. Lokasinya persis di seberang mesjid JHK. Konon katanya, rumah makan ini favoritnya Pak SBY. Kalau lagi singgah di Kudus, jangan lupa mencicipi garang asem.

RM Garang Asem Sari Rasa (Gasasa)
Alamat: Jl. Raya Agil Kusumadya No. 20, Kudus, Jawa Tengah
Jam buka: Setiap hari 07.00 - 21.30


Sate Kerbau Pak Djastro


Kuliner ini mungkin terdengar asing ya di telinga, tapi ternyata sate kerbau lebih mudah ditemui di kota Kudus dibandingkan dengan sate sapi. Asal muasalnya, pada zaman dahulu kala, banyak masyarakat Kudus yang beragama Hindu, sehingga sapi tidak disembelih dan dikonsumsi karena dianggap hewan yang suci. Hingga ketika Islam diperkenalkan oleh Sunan Kudus di kota ini, beliau kemudian melarang pengikutnya untuk menyembelih sapi sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat Hindu. Nah, sejak saat itu, daging sapi digantikan dengan daging kerbau. Di Kudus sendiri, olahan daging kerbau ternyata bermacam-macam, namun, sate kerbau inilah yang menurut saya paling unik.



Kalian mungkin membayangkan sate kerbau memiliki daging yang alot dan liat. Eits, siapa bilang? Daging sate kerbau di Kudus justru punya tekstur yang empuk, lho! Itu karena daging kerbau dicincang dan ditumbuk dahulu, sebelum diberi bumbu dan didiamkan semalaman. Setelah itu, daging baru ditusukkan ke tusukan sate lalu dibakar. Sate kerbau Kudus memiliki citarasa yang manis dan gurih, dengan aroma ketumbar dan jintan yang kuat. Sambal satenya juga sedikit berbeda karena dibuat dari campuran kacang goreng tumbuk, bawang, cabai, kentang yang dihaluskan dan kelapa serundeng. Hmm, sudah kebayang ‘kan bagaimana maknyusnya sate ini?

Baca juga Resep Se'i Sapi Saus Tiram

Salah satu warung makan terkenal yang menjual sate kerbau di kota Kudus adalah warung makan Nusantara Pak Min Djastro yang terletak di kompleks ruko KH Agus Salim. Warung ini adalah warung turun temurun dan penjualnya sendiri sudah generasi ketiga dari empunya yang pertama, yaitu Pak Djastro Djani. Untuk kisaran harga satenya, saya lupa berapa tapi yang jelas harganya terjangkau dan satenya dijual per tusuk ya, bukan per porsi. Jadi kalian bisa kira-kira berapa banyak sate yang akan dipesan sehingga pas di perut, pas juga di kantong, he he he. Oh ya satu lagi, sambal kacangnya disediakan terpisah jadi kalian bisa tambah sambal sepuasnya, dan disediakan juga acar cabai rawit buat kalian yang suka pedas.




Sate Kerbau Khas Kudus Nusantara “Pak Min Jastro”
Alamat: Ruko KH Agus Salim, Getas, Kudus, Jawa Tengah
Jam buka: Setiap hari 17.00 - 21.00


Nasi Pindang H. Sulichan


Satu lagi kuliner Kudus yang berbahan dasar daging kerbau yaitu nasi pindang kerbau. Makanan apa lagi ya ini? Jika dilihat dari penampilannya, sekilas sego pindang atau nasi pindang ini mirip dengan rawon karena kuahnya hitam menggunakan biji kluwek. Namun bedanya, kuah pindang tidak segelap kuah rawon karena  menggunakan santan encer. Nasi pindang kerbau adalah makanan khas Kudus yang tidak akan kalian temukan di kota-kota lain di Jawa Tengah. Nasi yang berisi potongan daging dan disiram kuah ini disajikan dalam piring yang telah dilapisi daun pisang. Tak lupa di atasnya diberi daun so atau daun melinjo muda. Rasanya sendiri manis dan gurih, pokoknya nikmat banget. 


Kalian bisa dengan mudah menemukan nasi pindang kerbau Kudus di pusat kuliner Taman Bojana yang terletak di samping kantor Kabupaten Kudus. Tempat ini memang terkenal sebagai sentra pedagang nasi pindang di Kudus. Ada beberapa warung di sana, namun yang selalu ramai dengan pembeli adalah nasi pindang Pak H. Sulichan. Lokasi warungnya ada di pojok kanan dalam pujasera, lurus saja dari pintu masuk arah parkiran. Warungnya terbilang sederhana karena hanya ada satu bangku memanjang di depan kios warungnya dan beberapa kursi plastik tanpa meja. Karena tempatnya tidak besar jadi kalian harus siap antri jika datang saat jam makan siang atau malam. 

Buat kalian yang tidak ingin makan daging kerbau, ada menu lain yang ditawarkan di warung Pak H. Sulichan antara lain nasi pindang ayam dan soto kudus yang juga berbahan dasar ayam. Seperti layaknya soto kudus, nasi pindang juga bisa juga dinikmati dengan “teman-teman” pelengkapnya seperti rambak atau kerupuk kulit, sate telur puyuh, perkedel kentang dan sate jeroan. Tak lengkap rasanya jika mengunjungi Kudus tanpa mencicipi nasi pindang.



Nasi Pindang H. Sulichan Taman Bojana Kudus
Alamat: Pusat Kuliner Taman Bojana, Jl Simpang Tujuh, Kudus, Jawa Tengah
Jam buka: Setiap hari 07.00 - 21.30


Ayam Goreng Mentog Hj. Kasmini


Kalian mungkin sering menemukan warung makan yang menjual ayam goreng di daerah kalian, tapi jika kalian bertanya pada masyarakat Kudus apa makanan khas di daerah mereka selain sate, soto dan pindang kerbau, mereka pasti menyebutkan salah satunya adalah ayam goreng mentog Pasar Kliwon. Saya dan teman saya tahu kuliner ini dari salah satu warga lokal yang kebetulan adalah mantan atasan teman saya. Kami ke sana saat malam hari, dan warung makan ini ternyata ramai! Konon katanya, ayam goreng mentog di sini sudah jadi langganan banyak pejabat. Bahkan beberapa artis juga sudah banyak yang mampir berkunjung ke warung makan ini.


Ayam goreng mentog Bu Hj. Kasmini menggunakan ayam kampung sehingga ayamnya empuk. Bumbunya pun meresap sempurna jadi rasanya gurih dan nikmat. Nah, kenapa dinamakan ayam mentog? Ini karena daging ayamnya yang besar. Maknyus deh pokoknya. Satu porsinya berisi nasi putih, satu potong ayam goreng kampung yang bisa kalian pilih mau bagian dada atau pahanya, serta sayur semur tahu. Sambal ayam gorengnya juga tak kalah nikmat, lho! Selain ayam goreng, menu lain yang disajikan di warung ini di antaranya ayam bakar dan ayam opor. Harga satu porsi ayam goreng berkisar antara 25 ribu hingga 30 ribu. 

Warung makan ini buka dari sore hingga dini hari. Lokasinya terletak di depan ruko Pasar Kliwon, tapi saya lupa persisnya dimana. Jika kalian sedang ada di Kudus dan kesulitan mencarinya, tanya saja pada warga setempat, pasti kalian akan langsung diarahkan. 



Ayam Goreng Mentog Hj. Kasmini
Alamat: Jl. Cempaka Barat, Pasar Kliwon, Kudus, Jawa Tengah
Jam buka: Setiap hari 17.00 - 01.00


***


Itu tadi kuliner maknyus yang saya coba saat berada di Kudus. Poko'e recommended. Sebenarnya masih ada ragam kuliner Kudus yang sayang saya lewatkan, seperti Lentog Tanjung dan Opor Panggang. Jadi buat kalian yang akan berwisata ziarah ke Kudus, atau mungkin sedang singgah sebentar di kota ini, boleh lah mampir ke tempat-tempat yang saya sebutkan tadi. Nggakbakal nyesel, deh! Selamat berburu kuliner enak Indonesia ya!


Salam hangat, 

Anissa Rizkianti

Friday, November 25, 2016

RESEP SE'I SAPI SAUS TIRAM



Assalamu'alaikum.

Ada yang pernah mendengar daging Se'i sebelumnya? Buat kamu yang belum tahu Se'i itu apa, daging Se'i adalah daging asap yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), lebih tepatnya dari Pulau Rote. Tapi daging ini banyak juga dijual di kota Kupang dan merupakan salah satu buah tangan yang nggak boleh kelupaan untuk dibawa pulang jika berkunjung ke kota ini.

Daging Se'i sendiri dimasak melalui proses pengasapan yang terbilang masih tradisional lho! Daging diawetkan dengan menggunakan asap dan panas yang dihasilkan dari pembakaran kayu. Kayu yang dipakai pun bukan sembarang kayu ya. Kayu yang dipakai haruslah kayu Kosambi. Jika tidak, maka akan mempengaruhi rasa daging asapnya. Kayu ini memang banyak tumbuh di daerah yang relatif panas dan kering seperti NTT. Jadi penduduk lokal pun menggunakan kayu Kosambi agar tetap menghasilkan cita rasa daging Se'i yang khas.

Sebelum dilakukan pengasapan, daging Se'i dipotong memanjang kemudian diolah dengan memberikan garam dan sedikit rempah. Ada pula beberapa produsen daging Se'i yang menutup bagian atas daging dengan daun kosambi yang dimaksudkan agar aroma rempah menjadi lebih terasa. Dan, karena daging Se'i sudah diawetkan, daging ini bisa disimpan beberapa hari di dalam freezer sebelum diolah. 
Bagi kamu yang Muslim, kamu harus sedikit hati-hati ya! Pasalnya, daging Se'i nggak hanya dibuat dari daging sapi saja, melainkan juga dibuat dari ikan dan, yang umum, justru dari daging babi yang kita tahu non halal. So, jika kamu ingin membeli daging Se'i sapi atau ikan sebagai oleh-oleh, kamu harus membeli di tempat yang sudah terjaga kehalalannya. Salah satunya adalah di toko Ibu Soekiran. yang terletak di seberang Rumah Sakit Wirasakti, Kupang. Toko ini nggak hanya menjual daging Se'i beku saja, tetapi juga aneka makanan dan cemilan khas Kupang yang bisa dijadikan pelengkap buah tangan untuk keluarga dan orang-orang terdekat.

Daging Se'i sapi halal yang dijual di toko Ibu Soekiran

Toko Ibu Soekiran di kota Kupang
(photo credit: http://adadikupang.com)

Oke, tadi saya sudah cerita sedikit tentang daging Se'i ya, lalu sekarang pertanyaannya, daging Se'i bisa dimasak apa saja sih? Beberapa resep yang pernah direkomendasikan oleh teman saya di Kupang dan beberapa restoran di sana adalah hotplate Se'i sapi dan Se'i saus tiram. Hidangan ini bisa kamu nikmati dengan menu pendamping lain seperti tumis bunga pepaya, atau kalau nggak ada bisa juga dengan tumisan sayur lainnya.

Jika kamu sempat mengunjungi Kupang atau daerah lain di NTT dan membeli daging Se'i, berikut saya bagikan resep daging Se'i saus tiram yang bisa kamu coba di rumah. Kalau nggak ada daging Se'i, menggunakan daging biasa yang belum diasap pun nggak masalah kok. Selamat mencoba!


SE'I SAPI SAUS TIRAM



Bahan-bahan:

200 gram daging Se'i sapi, dipotong tipis-tipis kurang lebih selebar 1 cm
1/2 buah paprika merah, potong-potong
1 buah kecil bawang bombay
2 siung bawang putih, diulek/dihaluskan
1 buah daun bawang
50 ml air matang
2 sdm saus tiram
1 sdm kecap manis
1 sdm minyak wijen
2 sdm larutan maizena
2 sdt lada hitam bubuk
Garam sedikit saja (karena daging Se'i sudah cukup asin)
Gula pasir secukupnya
Minyak goreng untuk menumis


Cara membuat:
  1. Panaskan sedikit minyak goreng untuk menumis. Tumis bawang bombay sampai layu dan harum, tambahkan bawang putih dan paprika merah. Masukkan air matang. Masak hingga bumbu dan paprika matang.
  2. Tambahkan bubuk lada hitam, saus tiram, kecap manis dan minyak wijen, aduk rata. Jika tumisan sudah agak mendidih dan saus mulai menyusut, kecilkan api sedikit lalu masukkan daging. Aduk rata daging bersama bumbu. 
  3. Tambahkan garam sedikit saja dan gula pasir sebagai penyedap. Masak sebentar kurang lebih 3 menit.
  4. Masukkan irisan daun bawang dan larutan maizena agar saus mengental. Aduk sebentar, kemudian angkat. Sajikan dengan nasi hangat.

*Tips:

-  Memasak daging Se'i jangan terlalu lama agar daging tetap empuk dan nggak menjadi alot (keras).
- Penambahan garam nggak perlu terlalu banyak karena daging Se'i sudah digarami saat proses pengasapan.
- Saat membeli daging Se'i, pilihlah daging dengan sedikit urat sehingga saat dimasak daging nggak mudah untuk menjadi alot dan terlalu kenyal.

Daging Se'i yang sudah diiris tipis

Potongan bawang bombai dan paprika yang sudah disiapkan sebelum ditumis

Sunday, October 4, 2015

RESEP SOP BUNTUT



Masih seputar dunia per’daging’an, kali ini saya akan share resep sop yang pastinya sangat istimewa, yaitu Sop Buntut. Sop buntut adalah salah satu menu favorit saya dari begitu banyak menu masakan Indonesia yang pasti enak-enak (he he, ketahuan kalau saya doyan makan). Sampai sekarang saya nggak tahu tempat asal masakan ini, tapi terakhir kali saya mencicipi sop buntut yaitu di Rumah Makan Bu Ugi di kawasan dataran tinggi Tawangmangu, Jawa Tengah. Jadi, sebenarnya sop buntut bisa kita temukan di berbagai wilayah di pulau Jawa.

Kalau dari harga, masakan ini memang masuk daftar makanan Indonesia kelas mahal. Saya ingat sekali harga satu porsi sop buntut plus nasi di warung makan dekat kantor saya cuma sekitar 30 ribuan, tapi kalau sudah dijual di restoran, harganya bisa sampai dua kali lipat, sekitar 60-70 ribu. Nggak heran, harga buntut sapi juga tergolong mahal, jadi memang sebanding. Eits, tapi jangan sering-sering juga mengonsumsinya ya, nanti kolesterolnya bisa naik, he he he.

Nah, kalau kamu lagi dermawan sekali sama perut kamu, nggak ada salahnya lho sesekali memanjakan lidah kamu dengan sop buntut, apalagi buatan sendiri. Jadi, bagaimana kalau kamu coba membuatnya di rumah? InshaAllah nggak kalah deh rasanya sama yang kamu cicip di restoran. Bahan-bahannya juga nggak sesulit yang dibayangkan. Yuk, silahkan disimak resepnya :)



RESEP SOP BUNTUT

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF


Bahan-bahan:

Bahan utama:
  1. 1 kg buntut sapi (oxtail)
  2. 2,5 liter air (kurang lebih)
  3. Minyak sayur secukupnya, untuk menumis
  4. 1 batang kayu manis
  5. 5 butir cengkeh
  6. 1 sdt pala bubuk
  7. 250 gram (+/- 3 buah) wortel ukuran besar, kupas lalu potong
  8. 250 gram (+/- 3-4 buah) kentang, kupas lalu potong menjadi 8 bagian
  9. 1 sdm lada putih halus
  10. Garam dan gula pasir secukupnya
Bumbu halus:
  1. 8 butir bawang merah
  2. 5 butir bawang putih
  3. 1/2 buah bawang bombai
  4. 2 cm jahe
Bahan pelengkap:
  1. 1 buah tomat, buang bijinya lalu potong dadu
  2. 2 buah daun bawang, potong tipis
  3. 2 buah daun seledri, potong tipis
  4. Jeruk nipis limau, belah memanjang
  5. Bawang goreng
  6. Sambal kecap (campuran dari kecap manis dan irisan cabai rawit)

Cara membuat:
  1. Didihkan air bersama dengan buntut sapi yang sudah dipotong-potong dan dibersihkan. Jika sudah mendidih, kecilkan api kemudian masak dengan api sedang selama kurang lebih 2 jam.
  2. Setelah matang, keluarkan daging dari panci kemudian saring air rebusan daging. Sisihkan terlebih dahulu.
  3. Panaskan minyak sayur dan tumis bumbu halus, kayu manis, cengkeh dan pala bubuk hingga harum selama kurang lebih 5 menit. Sisihkan.
  4. Masak kembali daging bersama air rebusannya yang sudah disaring di atas api sedang. Masukkan tumisan bumbu. Masak hingga mendidih.
  5. Masukkan wortel dan kentang, kemudian bumbui dengan garam, gula pasir dan lada putih bubuk. Kecilkan api lalu masak hingga wortel dan kentang matang. Jika rasanya belum pas, bisa ditambahkan garam atau gula pasir kembali.
  6. Setelah mendidih dan semua bahan masak sempurna, matikan api. Hidangkan sop bersama dengan irisan tomat, daun bawang, daun seledri dan bawang merah goreng. Sop juga bisa dinikmati dengan menambahkan perasan air jeruk nipis limau dan sambal kecap.

Sunday, February 1, 2015

MARTABAK MANIS (TANPA RAGI)




Dear food lover,

Siapa yang nggak pernah bosen makan martabak manis?! He he he.

Makanan yang satu ini jelas sudah menjadi favorit bagi kebanyakan orang termasuk saya sendiri. Rasanya yang tentu saja manis dan legit paling pas disajikan sebagai sajian penutup. Istilah martabak manis ternyata ada macam-macam lho! Mulai dari martabak Bangka, martabak Terang Bulan sampai martabak manis Bandung. Ayo, kamu lebih suka beli yang mana? He he he. Isian martabak pun kini beragam, dari yang sangat sederhana seperti coklat meises, susu dan ketan item, sampai isian yang mahal sekali pun seperti selai coklat Nutella atau Toblerone.

Kalau kamu salah satu penyuka panganan yang satu ini, wajib sesekali mencobanya di rumah. Memang sih nggak usah pusing-pusing kalau lagi pengen. Tinggal keluar rumah sebentar, penjual martabak manis biasanya udah menjamur di pinggir-pinggir jalan. Tapi nggak ada salahnya lho kalau kamu mau membuatnya di rumah. Selain hemat, isiannya bisa kamu gunakan dengan bahan yang lebih variatif.

Setelah sebelumnya saya sudah pernah posting resep martabak manis di sini, kini saya mau membagi resep martabak manis yang tanpa menggunakan ragi. Memang apa sih bedanya? 

Yang jelas, ada perbedaannya. Pertama dari tingkat kemiripan dengan yang dijual oleh penjual martabak. Kedua adalah tekstur martabak itu sendiri. Martabak manis yang tanpa menggunakan ragi dikenal sebagai resep yang biasa digunakan penjual martabak pada umumnya. Kalian bisa membedakannya dari tekstur kulit dan kue martabak. Rahasianya ada pada penggunaan BAKING SODA atau SODA KUE! 

Nah, resep yang akan saya share sekarang telah saya modifikasi dari resep berikut ini. Karena adonan yang dibuat dalam resep tersebut terlalu banyak, jadi saya kurangi jumlah takarannya pada resep saya. Tapi jangan khawatir, martabak yang saya buat pun berhasil.

Penasaran? Yuk, dicatat bahan-bahan dan cara membuatnya. Selamat mencoba ya!!
Bahan-bahan:
  1. 300 gram tepung terigu, ayak
  2. 1/4 sdt vanili bubuk/ esens vanili
  3. 1/4 sdt garam
  4. 2 butir telur
  5. 4 sdm gula pasir
  6. 250 ml susu cair
  7. 1/2 sdt soda kue/baking soda
  8. Gula secukupnya, sebagai taburan
  9. Margarin, sebagai olesan
  10. Pisang/meises coklat/selai coklat, kacang atau buah-buahan/keju cheddar parut/susu kental manis, sebagai topping
Cara membuat:
  1. Campurkan tepung terigu yang sudah diayak bersama garam dan vanili pada wadah kering. Sisihkan.
  2. Pada wadah terpisah, kocok telur bersama gula pasir menggunakan mikser dengan kecepatan tinggi selama kurang lebih 5 menit hingga adonan telur berwarna putih pucat.
  3. Setelah itu kurangi kecepatan mikser lalu masukkan terigu dan susu cair secara bergantian ke dalam adonan telur hingga tercampur rata.
  4. Terakhir masukkan soda kue/baking soda, aduk rata lalu matikan mikser.
  5. Tutup wadah dan diamkan adonan selama kurang lebih 1 jam.
  6. Setelah 1 jam, siapkan wajan anti lengket berdiameter kurang lebih 20 cm (di sini saya menggunakan wajan dengan ukuran yang lebih kecil). Panaskan di atas api sedang.
  7. Tuang kurang lebih 2-3 sendok sayur adonan ke dalam wajan, kecilkan api. Tutup wajan dan masak hingga muncul banyak pori pada permukaan martabak.
  8. Jika sudah muncul banyak pori seperti itu, taburkan gula pasir secukupnya di atas permukaan martabak. Tutup wajan kembali dan masak hingga matang.
  9. Setelah martabak matang dan permukaannya telah berwarna kecoklatan, angkat martabak.
  10. Selagi panas, oleskan margarin di atasnya. Kemudian, taburkan topping sesuai selera. Lipat martabak lalu potong-potong. Sajikan.

Campur tepung terigu, garam dan vanili bubuk ke dalam satu adonan.


Kocok telur dan gula pasir hingga putih pucat.



Masukkan sedikit demi sedikit terigu bergantian dengan susu cair


Adonan yang sudah siap didiamkan selama 1 jam.


Taburkan gula pasir ketika pori-pori pada martabak telah muncul


Martabak yang telah matang dan siap diangkat


Olesi martabak yang baru diangkat dengan margarin secukupnya.


Olesi dengan topping sesuai selera (saya menggunakan selai coklat dan irisan pisang)

Wednesday, December 24, 2014

CILOK SAUS KACANG SEDERHANA

Dear all,


Assalamualaikum.

Hayo di antara kamu siapa yang suka jajan cireng, cimol atau cilok? Saya termasuk generasi yang sewaktu kecil (sampai sekarang) senang jajan cireng dan cimol. Meski sudah jarang dilakoni, tapi makanan sederhana ini selalu ada di hati. Tssaahh. 


Karena itu, saya ingin sekali berbagi resep cilok dengan saus kacang yang dijamin bisa jadi alternatif cemilan di sore hari. Bahan untuk resep cilok sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bahan yang digunakan dalam resep cireng dan cimol. Hanya saja cara memasaknya saja yang berbeda. Cilok umumnya tidak menggunakan isi layaknya cireng, dan tidak digoreng layaknya cireng dan cimol.

Nah, saya kali ini berhasil mencoba memodifikasi resep cilok yang banyak beredar di internet yang tentunya disesuaikan dengan kondisi saya sebagai anak kosan. Jadi, memang bahan dasarnya semua serba sederhana dan dijamin mudah dipraktekkan (untuk anak kosan), he he he. Selain itu, kebetulan saya juga masih punya beberapa bahan makanan yang sayang saja kalau tidak dipergunakan. 

Langsung aja yuk disimak bahan dan cara membuatnya.
Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF

Bahan-bahan:

Cilok:
  1. 200 gr (1 cup kurang lebih) tepung kanji
  2. 200 gr (1 cup kurang lebih) tepung terigu
  3. 3 batang daun bawang, diiris halus
  4. 2 sdm bawang putih bubuk
  5. air 300-400 ml
  6. garam secukupnya
  7. kaldu bubuk secukupnya
  8. lada secukupnya
Saus kacang:
  1. 4-5 sdm selai kacang (pilih yang crunchy)
  2. cabe bubuk secukupnya
  3. 1/2 sdt bawang putih bubuk
  4. garam dan gula pasir secukupnya
  5. 1 tetes cuka atau secukupnya
  6. air matang
Cara membuat:
  1. Pertama-tama kita buat adonan cilok terlebih dahulu. Campur jadi satu semua bahan kering (tepung kanji, tepung terigu, bawang putih bubuk dan irisan daun bawang). Aduk rata. Sisihkan.
  2. Rebus air bersama dengan kaldu bubuk, garam dan lada.
  3. Jika rebusan air sudah mendidih, tuang air sedikit demi sedikit ke dalam adonan tepung tadi sambil diaduk dan diuleni. Jangan tuang air sampai habis. Uleni sampai adonan mudah dibentuk, tapi jangan terlalu padat juga ya supaya nanti tidak keras saat sudah direbus.
  4. Bentuk adonan berbentuk bulat.
  5. Didihkan air kembali lalu rebus cilok hingga cilok mengapung dan benar-benar matang. Angkat, tiriskan.
  6. Sementara itu, untuk saus kacangnya, campur selai kacang, garam, gula pasir, cabe bubuk, bawang putih bubuk dan cuka bersama air matang secukupnya di dalam wadah/mangkuk.
  7. Masak campuran tersebut dalam panci atau bisa juga dididihkan menggunakan microwave selama 60-90 detik hingga saus jadi mengental.
  8. Jika sudah selesai, sajikan cilok bersama saus kacangnya.

Menurut saya sederhana sekali resepnya. Menurut kalian bagaimana? Mudah-mudahan bisa langsung dipraktekkan ya. Insyaa Allah.

So, selamat mencoba! :)

Wassalam.

Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...