Showing posts with label Hobbies. Show all posts
Showing posts with label Hobbies. Show all posts

Tuesday, November 14, 2017

Lima Keunggulan Berbelanja dengan Aplikasi Honestbee


Hari gini memang jamannya serba online. Kalau perlu sesuatu tinggal klik saja aplikasi di handphone. Semuanya ada, mulai dari pesan antar makanan dan minuman, belanja elektronik, hingga belanja untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Pokoknya udah nggak ribet lagi deh. Nggak ada lagi drama panas-panasan ataupun macet-macetan di jalan demi belanja bulanan di toko atau supermarket. Belum lagi kalau sampai bawaan kita terlalu banyak, pasti ribet dan jadinya bikin malas 'kan? 

Nah, sekarang sudah ada aplikasi Honestbee yang bisa menjawab kebutuhan kamu untuk lebih smart dalam berbelanja. Honestbee adalah aplikasi belanja online yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penggunanya. Yup, dengan aplikasi Honestbee, kamu bisa dengan mudah berbelanja grocery di gerai supermarket atau toko khusus terdekat yang bekerja sama dengan Honestbee. Mau tahu apa saja keunggulan berbelanja menggunakan aplikasi Honestbee? Monggo disimak ya!



Harga jujur dan transparan

Biasanya kalau mau belanja, kita pasti akan perhatian banget sama harga produknya 'kan? Nah, kamu nggak perlu khawatir lagi bakalan over budget jika belanja melalui aplikasi Honestbee, karena harga produk yang tertera di aplikasi sesuai dengan harga toko. Ini nih yang saya dan mak saya suka. Harganya nggak dimahalin alias transparan. Nggak heran deh kalau aplikasinya dinamakan Honestbee, he he he.

Respon cepat

Di aplikasi Honestbee, seorang shopperbee atau asisten belanja akan membantu kamu memilihkan produk-produk yang kamu pesan. Shopperbee juga dapat membantu kamu mencari tahu promo apa yang sedang berlangsung di toko atau supermarket. Selain itu, jika produk yang kamu inginkan ternyata sedang kosong atau tidak tersedia, shopperbee akan segera menghubungi kamu dan menyarankan produk pengganti yang sesuai.


    

Bebas pilih waktu pengantaran

Hal lain yang saya suka saat berbelanja menggunakan aplikasi Honestbee adalah bebas memilih waktu pengantaran (delivery time). Kurir Honestbee atau disebut dengan deliverybee siap mengantarkan semua pesananmu sejak pukul 10 pagi hingga 9 malam pada hari yang sama. Kamu juga bisa memilih pengantaran keesokan harinya. Nggak perlu lama menunggu karena maksimal 1 jam kiriman akan sampai ke rumah. Cepat 'kan?

Bayar tunai di tempat (cash on delivery)

Saat ini Honestbee menyediakan dua macam cara pembayaran, yakni menggunakan kartu kredit atau bayar tunai di tempat (cash on delivery). Cash on delivery tentunya sangat mudah karena cukup membayar kepada deliverybee saat pesanan telah sampai di tempat tujuan. Praktis 'kan? Kuitansi pembayaran (receipt) kemudian akan dikirimkan melalui email sekitar 15 menit setelah proses pembayaran selesai. Oh ya, jangan lupa untuk selalu memastikan produk yang diantar apakah telah sesuai dengan pesanan atau tidak.



Promo free ongkir

Selain dikenakan biaya concierge atau biaya layanan shopperbee sebesar 10 ribu, Honestbee juga men-charge biaya ongkos kirim (ongkir) dengan nilai yang sama. Namun, kamu tak perlu khawatir! Dengan minimal pembelanjaan sejumlah 600 ribu, kamu otomatis tak perlu membayar ongkir alias gratis. 

Eh, tapi tunggu dulu! Ada kabar gembira nih. Sehubungan dengan kegiatan Beelanja Challenge selama bulan September hingga November 2017, kamu berkesempatan mendapatkan free ongkir hanya dengan belanja minimal 250 ribu. Caranya? Cukup masukkan kode kupon BELANJAUNTUNG sebelum melakukan check out ya. Asyik 'kan?


Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai belanja bulanan dan kebutuhanmu sehari-hari menggunakan aplikasi Honestbee! Saat ini, Honestbee telah bekerja sama dengan sejumlah gerai supermarket seperti Superindo dan Transmart, serta beberapa toko khusus lainnya, seperti Office 2000, Baby World, Kultur, Stevan Meat Shop, The Cook Shop dan Javara. Aplikasi Honestbee bisa kamu unduh secara gratis di App Store atau Google Play Store. Untuk tahu lebih lanjut mengenai cara menggunakan aplikasi Honestbee, kamu bisa cek di sini

Selamat berbelanja! 

Saturday, May 23, 2015

CERITA DI BALIK SETIAP CERITA

Assalamu'alaikum.

Setelah sempat nggak ikutan IHB April Blog Post Challenge karena dihimpit kesibukan, maka kali ini saya putuskan untuk ikut meramaikan challenge selanjutnya. Kebetulan tema kali ini adalah "Behind the Scene of Your Blog Post". Wah menarik!

Sebenarnya saya belum terbilang blogger yang sukses, lho. Sering kali saya kena penyakit writer's block. You know what it is, kan? Kalau hari kerja, biasanya saya paling sulit menulis. Setiap malam sehabis pulang bekerja, saya sudah tidak punya gairah menulis lagi. Alih-alih capek, membuka laptop pun rasanya sudah malas bukan main. 

Memang tidak mudah untuk menjadi seorang blogger. Tapi, saya yakin banyak blogger di luar sana yang sukses menulis setiap saat tanpa mengalami penyakit seperti yang saya alami. Salah satunya adalah sahabat dunia maya saya, dek Primadita Rahma. Blognya bisa dilihat sini (Eh, saya nggak sedang promosi lho!). Menurut saya, dia itu patut dijadikan salah satu contoh blogger sejati karena dia mampu membagi waktunya untuk blogging di samping menyelesaikan kuliahnya. Pasti dia punya resep tersendiri hingga bisa rajin menulis di blog dan bisa menghasilkan tulisan yang bagus. Lantas, bagaimana dengan saya? 

Ada cerita apa di balik setiap cerita di blog saya?

Getting my inspiration
Kata orang, mencari ide atau inspirasi itu gampang-gampang sulit. Kalau udah mentok, rasanya susah banget mau mengeluarkan ide dari kepala. Tapi bagi sebagian orang, memunculkan ide itu semudah membalikkan telapak tangan. Buat saya, hal itu bisa berlaku keduanya. Kadangkala, rasanya mudah sekali memunculkan inspirasi menulis, mulai dari hanya dengan mendengarkan lagu, menonton televisi, bahkan dari apa yang dialami sehari-hari. 

Ide tulisan dalam blog saya biasanya muncul dari pengalaman pribadi, misalnya dari perjalanan atau travelling saat liburan hingga kegiatan memasak resep-resep menarik yang saya peroleh dari internet atau tayangan di televisi. Selain pengalaman pribadi, saya juga sering memperoleh ide tulisan dari pengalaman orang lain. Ini biasanya saya tuangkan pada cerita-cerita flashfiction yang saya buat untuk kompetisi menulis cerita di blog. Sudah beberapa kali saya menggunakan karakter dari pengalaman pribadi orang lain, termasuk keluarga atau teman. Tapi, identitas mereka tentu saja tidak saya munculkan di dalam cerita. 

Tuliskan!
Setelah mendapat ide, maka selanjutnya yang saya lakukan adalah langsung menuliskannya di dalam blog. Meskipun saya sering kewalahan dalam hal membagi waktu untuk menulis, tapi saya lebih senang langsung menuliskan ide-ide tadi ke dalam blog saat itu juga. Hal ini juga berlaku untuk tulisan saya berupa cerita flashfiction. Untuk jenis tulisan ini, saya bahkan bisa menghabiskan waktu hingga 2 jam, he he he. Saya harus terus berada di depan komputer dan menjaga agar aliran ide cerita yang sudah membumbung di kepala tidak menguap begitu saja. Oleh karena itu, waktu yang tepat untuk menulis bagi saya adalah malam hari. Selain lebih tenang, saat malam hari paling tidak saya sudah menyelesaikan rutinitas saya, termasuk sholat lima waktu yang tidak boleh begitu saja ditinggalkan.

"Cek dan Ricek"
Istilah ini mungkin sering kalian dengar di televisi. Ya, re-checking menjadi sebuah keharusan saat menulis blog (meski saya suka kelupaan sama yang satu ini). Cek setiap tulisan yang dibuat dan akan dipublish di dalam blog, mulai dari tata letak, bahasa, kesalahan penulisan hingga pengaturan gambar dan warna tulisan. Saya yakin ini bisa mempengaruhi pembaca. Tulisan yang berantakan dan tidak disusun dengan semestinya tentu saja bisa mengganggu mereka yang membaca tulisan kita. Bahasa juga faktor penting. Salah seorang teman saya pernah berpesan kepada saya bahwa bahasa itu cerminan diri kita. Bahasa formal memang tidak selalu dituntut dalam sebuah blog pribadi, tetapi kalau terlalu informal juga tidak enak dibacanya. Selain itu, jangan lupa untuk memasukkan tautan sumber, baik dari gambar atau tulisan yang kita gunakan pada blog kita (jika memang ada). Hal ini penting supaya tidak ada unsur plagiat dan pelanggaran hak cipta. 

Preview first
Selain mengecek draft tulisan yang sudah siap dipublish, biasanya saya juga akan melihat tinjauan setiap halaman dari tulisan saya tersebut. Dengan begitu, saya bisa memastikan bahwa tulisan saya telah layak untuk ditampilkan. 

Nah, jika keempat langkah tadi sudah dilakukan, maka selanjutnya ya tinggal klik publish. Ketika sudah mengklik tombol tadi, rasanya tuh lega dan campur senang banget lho, he he he. Jadi, itu tadi cerita di balik setiap cerita yang saya tampilkan pada blog ini ya. Semoga bisa membantu menginspirasi teman-teman sekalian.

Selamat menulis!

Tulisan ini diikutsertakan dalam #IHBMayBlogChallenge 

Monday, November 3, 2014

TIPS MEMBUAT HEADER

Assalamualaikum.

Dear all, 

Alhamdulillah saya bisa mewujudkan keinginan saya yang sudah lama belum kesampaian. Saya akhirnya bisa memberikan tips dan tutorial seputar blog. Yup, tutorial tentang bagaimana mempercantik halaman blog atau personal website. Jujur lho, saya bukan lulusan desain grafis ataupun ahli komputer, tapi kecintaan saya akan desain grafis membuat saya senang belajar secara mandiri alias otodidak. Alhasil saya bisa membuat personal blog yang menurut saya sudah sangat lumayan dan menarik. Sudah banyak juga teman yang meminta kepada saya agar diberi tahu cara-cara membuat blog dan bagaimana mempercantiknya. Well, here it comes

Tutorial yang pertama tentu saja bagaimana membuat header. Header itu menurut saya hal pertama yang harus diperhatikan para blogger atau pemilik situs, karena header adalah hal pertama yang dilihat oleh pengunjung situs. Sebisa mungkin buatlah yang eye-catchy. Tidak harus sophisticated atau bagus sekali, kalau menurut saya yang penting header itu menampilkan ciri khas blog atau situs kita. Header dibuat sesuai dengan isi dari blog kita. 



Header blog saya di atas sederhana kalau menurut saya. Tapi saya sengaja memberikan ilustrasi diri saya yang kebetulan saya buat sendiri. Menurut saya, dengan meletakkan gambar ilustrasi saya tersebut, header di atas sudah cukup menampilkan ciri khas saya.

Bagaimana? Sudah siap membuat header untuk blogmu? Tanpa panjang lebar, yuk disimak tips berikut.

1.  Tentukan ukuran halaman blog

Pertama kita harus mengetahui besar pixel halaman blog kita. Caranya mudah. Cukup masuk ke halaman template designer. Pada contoh di bawah, saya menggunakan ukuran halaman standar (default), yaitu lebar (width) keseluruhan 960 pixel dan 310 pixel khusus untuk sidebar atau bagian kolom di sebelah kanan yang biasa digunakan untuk menaruh widget atau link.


Setelah sudah merasa yakin dengan ukuran halaman blog kita, tahap selanjutnya adalah menyesuaikan warna yang akan digunakan dalam keseluruhan tampilan blog.


2.   Sesuaikan warna header dengan keseluruhan warna pada blog

Mengapa sebelum membuat header kita perlu tahu warna apa saja yang akan digunakan, termasuk warna untuk seluruh tampilan blog (warna tulisan pada judul postingan, judul widget, tanggal, dll)? Karena pada dasarnya kita ingin header kita bisa senada dengan keseluruhan warna pada tampilan blog. Istilahnya, kita tidak mau 'kan kalau warna yang kita gunakan untuk memperindah blog kita malah justru jadi tidak karuan dan saling bertabrakan. Percaya deh, mengetahui sedikit tentang teknik ini akan membuat kita makin asyik memperindah blog kita. 

Untuk menyesuaikan warna yang akan digunakan, saya biasa menggunakan color swatches atau color palette. Jadi, istilahnya seperti kombinasi warna. Misal, hijau tosca itu bagusnya digunakan bersama warna seperti ungu, putih susu, dll. Mau lebih mudahnya, cek ke colourlovers.com. Kamu tinggal klik kombinasi warna yang kamu suka, kemudian nanti akan muncul detail masing-masing warna termasuk kodenya yang penting saat kamu membuat header.




Untuk situs yang lebih lengkap, kamu bisa baca di artikel berikut ini.


3.   Membuat header 

Waktunya membuat header!! Untuk membuat header kamu perlu memiliki software photo editor dan design seperti Adobe Photoshop. Kamu mungkin mengenal banyak software lain yang sejenis, tapi sementara ini, saya cuma bisa memberikan tutorial dengan menggunakan Photoshop, he he he. Oya saya menggunakan Adobe Photoshop 7.0. Kalau teman-teman ada yang menggunakan versi yang lebih up to date akan lebih baik :)

Oke, pertama kita perlu membuat dasar (background) dari header kita dengan membuat image baru.


Sesuaikan ukuran lebar gambar header kita dengan lebar halaman blog kita. Ukuran panjang (height) kita buat 350 pixel. Perlu diperhatikan untuk pilihan contents, jika warna dasar blog kita putih (seperti blog saya), lebih baik warna dasar untuk header (contents) pun dibuat putih. Tapi jika tidak, ganti dengan warna transparan.


Selanjutnya, aktifkan Ruler untuk memudahkan meletakkan tiap objek dalam header. Caranya dengan klik View dan Ruler.

Jika diperbesar, tampilan akan seperti di bawah ini. Tentukan unit pengukur (ruler), apakah dalam cm atau pixel. Untuk lebih mudahnya kita gunakan pixel. Double click skala ukuran (lihat tanda merah pada gambar di bawah). Kemudian pilih skala unit pixel. 

Setelah itu, buat garis tengah yang akan menjaga objek dalam header tetap seimbang. Caranya, dengan menampilkan garis petunjuk (guide). Klik View --> New Guide, kemudian pilih Vertical dan isi kotak lebar pixel dengan setengah dari ukuran header kita, yakni 480 pixel. Jika sudah, pada layar akan muncul garis tengah berwarna biru. 


Nah, tadi itu baru persiapan, sekarang kita mulai berkreasi membuat header-nya. Di sini, saya coba membuat header baru untuk blog saya. Kamu bisa memulai membuat tulisan dengan judul blog kamu. Gunakan jenis font seunik mungkin. Kamu bisa mengunduhnya dari situs penyedia font gratis seperti dafont.com

Jika sudah, sesuaikan besar dan warna tulisan sesuai dengan yang kamu inginkan. Untuk mengubah warna, klik dua kali kotak warna, kemudian pilih warna yang sesuai dengan keinginan kamu tersebut. Kamu bisa menggunakan color swatches yang telah disediakan oleh Photoshop atau kamu juga bisa menggunakan kombinasi warna yang sudah kamu cari di situs color palette. Kamu cukup copy kode warnanya, lalu pastekan pada kotak kode. 

Kita sudah buat tulisan dengan judul blog kita, sekarang saatnya memberikan objek gambar pada header. Di sini saya masukkan gambar ilustrasi yang saya unduh secara gratis. Kamu juga bisa mengunduhnya di sini. Jangan lupa sesuaikan ukuran gambar secara proposional dengan judul blog tadi. Cukup dengan menekan tombol ctrl T, maka kamu akan dengan mudah membesarkan atau mengecilkan ukuran objek. Atau untuk mudahnya, kamu bisa menentukan berapa persen ukuran objek akan dikecilkan (lihat baris atas dibawah Window). Misalnya pada tutorial ini, saya set 70% untuk panjang dan lebar objek.


Langkah selanjutnya, saya ingin memberikan sedikit sentuhan warna agar header tidak terlalu 'garing'. Sentuhan warna ini bisa diberikan dengan menggunakan brush. Pertama-tama, buat layer baru. Letakkan layer baru tersebut di antara tulisan judul blog dan objek gambar ilustrasi tadi. Jika sudah, klik tombol brush di kolom kiri kemudian atur ukuran brush dan warna yang kamu inginkan. Di sini saya menggunakan warna merah muda agar senada dengan ilustrasinya. Ukuran brush saya setting 130 dengan tipe no. 19, opacity saya buat 56 px. 


Setelah setting warna dan ukuran brush sudah siap, maka sapukan brush tadi di tengah-tengah header. Jangan khawatir jika bentuk pulasan yang akan dihasilkan sedikit tidak rapi. Jika sudah, jangan lupa set layer baru tersebut menjadi multiply (lihat gambar di bawah). Fungsinya agar pulasan brush tidak tumpang tindih dengan tulisan judul dan objek gambar. 

Sebagai final touch, rasanya kita perlu memberikan sedikit tulisan yang mungkin merupakan penjelasan dari judul blog kita tadi. Pada tutorial ini, saya hanya memberikan tambahan keterangan tulisan "A blog by Anissa Rizkianti". Detailnya bisa kamu lihat step-by-step pada gambar di bawah ini. 

Ingat, ini optional ya! Jadi, kalo menurut kamu tiga elemen tadi sudah cukup, kamu bisa selesai membuat headernya. :)






*Membuat garis pembatas untuk dua tulisan pada header

Jika kamu suka, kamu bisa menambahkan garis pembatas di antara dua tulisan dalam header kamu. Caranya pilih line tool, dengan ukuran tebal garis 1 px. Kemudian tentukan warna garis tersebut. Di sini saya pilih warna pink muda (lihat gambar di bawah).




4.  Menampilkan header pada blog 

Wah, headernya sudah selesai dibuat. Selanjutnya tentu saja menampilkan header tadi dalam blog kita. Sebelum itu, kita harus menyimpan header secara tepat. Simpan header menggunakan perintah Save for web. Mengapa? Kalau tidak salah, agar ukuran pixel tetap disesuaikan untuk tampilan web

File >> Save for web.



Lalu pilih Optimized  dengan tipe gambar .png dan transparan. Hal ini dimaksudkan agar header yang nanti akan dipasang tetap berwarna latar putih.

Setelah disimpan, kamu sudah bisa memasangnya pada bagian Layout, widget Header. 

Bagaimana? Susah-susah gampang ya? He he he. Yang pasti kamu bisa latihan membuatnya sendiri dari komputer atau laptop kamu. Sekian dulu tutorial pertama saya. Jika kurang jelas, silahkan komen di bawah artikel ini ya. Good luck! :)

Sunday, September 28, 2014

BLUEBERRY ALMOND YOGURT CAKE

Assalamualaikum. 

Apa kabar teman-teman? Terima kasih ya sudah mampir ke blog saya. Saya mau berbagi resep kue lagi nih. Kok nggak bosen-bosen ya saya masak, hehe. Well, ceritanya saya membeli produk yogurt yang belum pernah saya coba sebelumnya. Ternyata rasanya tidak terlalu saya suka. Alhasil saya mencoba mencari ide dan memutar otak bagaimana ya caranya supaya yogurt ini bisa habis dimakan. Sayang 'kan kalau makanan sampai dibuang. Mau kasih teman sekosan pun rasanya nggak enak. Nah, akhirnya pencarian ide saya pun berujung dari rasa penasaran saya untuk membuat kue berbahan dasar yogurt. Saya pun saat itu lagi iseng membeli buah blueberry. Kenapa nggak coba bikin kue bolu yogurt dengan blueberry? Ide bagus 'kan? :)

Hasil jadi kue bolu yogurtnya setelah dipotong. I love blueberry.

Resep ini sudah saya modifikasi dari beberapa resep yang saya lihat di internet. Silahkan ditengok bahan dan cara pembuatannya. 
Bahan-bahan:
  1. 1 cup gula pasir kastor (caster sugar)
  2. 2 1/2 sdm mentega
  3. 2 butir telur
  4. 1 sdt esens vanila
  5. 3 sdm plain yogurt
  6. 3 sdm krim kental
  7. 1 1/2 cup terigu yang sudah dengan pengembang (self-raising flour) 
  8. 100 gr blueberry
  9. 100 gr almond (almond flakes
Cara membuat:
  1. Siapkan bahan-bahan. Kocok gula dan mentega sampai adonan halus dan kental.
  2. Tambahkan telur satu per satu sambil dikocok hingga adonan sedikit mengembang dan warnanya memucat.
  3. Kemudian tambahkan esens vanila, yogurt dan krim kental. Kocok kembali menggunakan kocokan manual (whisk) atau mikser. 
  4. Jika sudah tercampur, matikan mikser. Masukkan terigu lalu aduk rata menggunakan spatula.
  5. Terakhir tambahkan blueberry dan almond. Sisakan beberapa jumlah almond sebagai taburan. Aduk kembali adonan menjadi satu kemudian sisihkan. 
  6. Panaskan oven hingga bersuhu 180 derajat celcius. 
  7. Sementara itu, siapkan loyang brownies berukuran 20 x 20 cm. Alasi bagian tengahnya dengan baking paper dan olesi sekelilingnya dengan mentega agar kue nanti tidak lengket.
  8. Tuang adonan kue ke dalam loyang dan ratakan ke seluruh permukaan.
  9. Taburi sisa almond di atasnya lalu panggang selama kurang lebih 40 menit hingga matang.
  10. Jika kue sudah matang, potong-potong kue sesuai selera lalu hidangkan dalam keadaan hangat.

Resep kurang lebih untuk 15-18 potong.


Adonan sesaat setelah dituang ke dalam loyang

Hasil jadi setelah matang

Kue yang sudah matang. Hmm, wangi blueberry-nya suka!

Foto kue lebih dekat, full of blueberry! :)

Itu tadi resep coba-cobanya. Alhamdulillah lumayan lah sukses dan manisnya pas. Pokoknya rasanya blueberry banget, hehe. Teman-teman kosan yang saya bagi pun suka. Cocok deh sebagai teman minum teh atau kopi di sore hari. Jadi kalau kalian penasaran bagaimana rasanya, silahkan mencoba ya :)

Saturday, September 13, 2014

Two Minutes Chocolate Mug Cake

Assalamu'alaikum.

Dear fellas,

Are you craving for heavy snack to accompany you studying? If your answer is definitely yes, you probably should follow this recipe. :)

Di saat sedang banyak assignment atau tugas, kita pasti kadang suka bosan setelah seharian belajar. Tiba-tiba perut mendadak lapar atau mulut rasanya ingin mengunyah sesuatu. Tenang! Buat kamu yang ingin menikmati snack di sela-sela waktu belajar tapi justru tidak mau menghabiskan banyak waktu untuk memasak, mungkin resep ini bisa jadi pilihan. Siapa sih yang tidak suka makan chocolate cake? Percaya nggak kamu ternyata bisa membuat chocolate cake dengan menggunakan microwave? It is not a magic, but it is absolutely worth trying. Kamu nggak perlu loyang kue yang ukurannya bermacam-macam. Cukup bermodalkan mug atau cangkir biasa kamu pakai untuk membuat teh, susu atau kopi, kamu sudah bisa menikmati chocolate cake yang nggak kalah nikmat. Pokoknya it is easy peasyYuk disimak resepnya.



Bahan-bahan:

4 sdm minyak sayur/vegetable oil, atau bisa menggunakan olive oil
2 butir telur
1 sdt esens vanila
120 ml susu cair
80 gram (2/3 cup) self-raising flour
100 gram (1/2 cup) gula halus (icing sugar)
4 sdm bubuk coklat (cocoa powder)
80 gram (2/3 cup) chocolate chips

    Cara membuat:
    1. Siapkan bahan-bahan. Pisahkan antara bahan kering dan bahan cair.
    2. Kocok jadi satu bahan cair (minyak sayur, telur, esens vanila dan susu cair) menggunakan alat kocok whisk hingga tercampur rata. 
    3. Kemudian tambahkan bahan-bahan kering (tepung terigu, gula halus dan bubuk coklat). Aduk rata.
    4. Masukkan chocolate chips, aduk kembali hingga semua tercampur.
    5. Siapkan 4 buah cangkir atau mug berukuran sedang. Gunakan cangkir atau mug yang tahan panas dan tentu saja tahan microwave. Oleskan sedikit minyak sayur di sekeliling lapisan dalam cangkir atau mug.
    6. Tuang adonan kue ke dalam masing-masing mug sebanyak kurang lebih setengah mug.
    7. Masak di dalam microwave satu persatu. Set microwave pada suhu panas (80 derajat) lalu masak selama 90 detik. Setelah 90 detik, cek kue. Jika masih kurang matang, tambah 30 detik lagi.
    8. Keluarkan mug dari dalam microwave dengan hati-hati. Dinginkan kue sejenak lalu sajikan dengan taburan gula halus.
    Resep setara untuk 4 porsi

    Adonan setelah semua bahan tercampur sebelum chocolate chips masuk.

    Adonan yang sudah dituang ke dalam cangkir. Siap untuk dimasak.


    Letakkan adonan dalam microwave. Jangan lupa ditutup saat dimasak ya.


    Hasil jadi kue saat matang. Yeah!
    Tips:
    • Ini percobaan pertama saya dan hasil kue terlihat seperti sponge cake. Jika ingin hasil kue menjadi lebih lembut di dalam, ganti minyak sayur dengan margarin cair.
    • Kue ini juga bisa kamu buat seperti lava cake yang melting saat disantap. Caranya, selain menambahkan chocolate chips, tambahkan pula potongan coklat batangan. Coklat batangan cukup dimasukkan ke tengah adonan. Saat dimasak coklat akan meleleh. *Hmm, I definitely must try this in my second attempt
    • Kue ini juga mungkin bisa kamu nikmati ditemani ice cream (masukan dari teman)
    Bagaimana? Mudah kan? Selamat mencoba ya...! ;)

    Wassalam.

    Hasil jadi. 4 porsi untuk saya dan teman-teman :)

    Saturday, August 9, 2014

    KUE SAGU KEJU (CASSAVA STARCH COOKIES WITH CHEESE)


    Halo sobat semua!


    Kalian suka keju? Kali ini saya akan berbagi resep favorit saya, yaitu kue sagu keju. Saya suka sekali sama kue ini. Rasanya tidak hanya manis gurih tetapi teksturnya juga garing-garing crunchy gitu. Setiap lebaran, ibu saya pasti selalu menyediakan kue ini khusus untuk saya, paling tidak minimal satu toples. Berhubung kue ini relatif sulit dalam proses pembuatannya, oleh karena itu ibu saya selalu membelinya. 

    Nah, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini saya harus merayakan lebaran jauh dari keluarga. Satu hal yang paling mencolok perbedaannya adalah saya tidak membantu ibu saya membuat kue. Selain itu, toko atau usaha yang menjual kue lebaran juga sangat sedikit di sini. Saking rindunya saya sama masakan rumah, alhasil saya memutuskan untuk membuat kue lebaran sendiri. Apalagi saya dapat lungsuran tepung sagu tani dari salah satu teman saya yang sudah kembali ke tanah air, he he he. Alhamdulillah banget. Jadi tergoda kan membuat kue sagu keju sendiri. Seperti biasa, karena keterbatasan alat (tidak ada mikser), saya hanya menggunakan whisk dan otot tangan saya yang kuat untuk mengocok, he he he. Tapi saat itu saya juga dibantu oleh dua orang teman saya, Ika dan Emmi. 

    Hmm, kalau untuk hasilnya, sejauh ini saya puas. Kuenya enak, lumayan garing crunchy dan manis, lumayan.. sesuai dengan yang biasa saya makan di rumah. Apalagi saya membuatnya dengan menambahkan sedikit bubuk kayu manis. Bukannya narsis lho, alhamdulillah beberapa teman yang sudah mencicipi juga suka. Tapi resep ini saya peroleh dari internet lalu saya modifikasi lagi sedikit biar adonan dan rasanya pas. Maklum saja, saya terbilang masih novelty dalam dunia baking. :) Penasaran? Yuk disimak resepnya.
    Bahan-bahan:

    500 gr atau 5 cup tepung sagu tani
    1 sdm bubuk kayu manis (resep asli: 2 lbr daun pandan)
    150 gr atau 3/4 cup margarin
    100 gr atau 1/2 cup mentega
    250 gr atau 2 cup gula halus atau gula kastor
    2 butir kuning telur
    250 gr atau 2 cup keju edam yang sudah diparut
    100 ml santan kental

    Cara membuat:
    1. Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan dan takar sesuai ukuran yang diperlukan.
    2. Sangrai campuran tepung sagu dan bubuk kayu manis dengan api kecil sambil diaduk sesekali agar tepung tidak cepat gosong. Jika ingin mengikuti resep asli, bubuk kayu manisnya diganti dengan daun pandan dan dimasak hingga daun terlihat layu. Maklum, daun pandan di sini agak susah dicari. 
    3. Jika tepung sudah mulai terlihat sedikit kecoklatan, matikan api dan angkat lalu diamkan hingga suhu tepung kembali dalam suhu ruangan.
    4. Sementara itu, kocok margarin dan mentega hingga lembut, lalu masukkan gula halus. Kocok hingga rata. 
    5. Tambahkan kuning telur satu per satu lalu kocok kembali hingga rata. Jika kalian menggunakan mikser, maka matikan mikser. 
    6. Saat adonan sudah tercampur rata, masukkan parutan keju lalu aduk dengan spatula. Kemudian masukkan tepung sagu secara bertahap ke dalam adonan sambil diaduk. 
    7. Terakhir tambahkan santan kental kemudian aduk kembali.
    8. Siapkan plastik segitiga atau alat spuit (yang biasa digunakan untuk membuat kue semprit). Gunting bagian ujung plastik lalu pasang spuit bentuk bintang. Masukkan adonan ke dalam plastik sebanyak kurang lebih sepertiga bagian, jangan terlalu penuh. 
    9. Semprotkan adonan ke dalam loyang kue yang sudah dialasi baking paper atau diolesi mentega. Panggang kue dalam oven selama kurang lebih 40-45 menit. Karena tekstur kue yang mudah meleber di atas loyang, usahakan tiap semprot adonan tidak terlalu besar. 
    10. Setelah kue matang, keluarkan lalu dinginkan sejenak sebelum dihidangkan.
    Selamat mencoba ya! :)

    *Resep kurang lebih untuk 2-3 toples

    Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

    Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...