Showing posts with label Menulis. Show all posts
Showing posts with label Menulis. Show all posts

Friday, January 6, 2017

6 CARA AGAR TETAP PRODUKTIF MENULIS BLOG DI 2017



Assalamu'alaikum.

Apakah kamu seorang blogger? Adakah keinginanmu untuk melakukan beberapa perubahan di tahun yang baru ini?

Saya yakin kamu sering dihadapkan dengan masalah produktivitas, terlebih lagi mengalami apa yang dinamakan Writer's Block. Writer’s Block merupakan sebuah kondisi di mana kamu mengalami kebuntuan dalam menulis dan kamu tidak tahu lagi apa yang harus kamu tuliskan karena kamu merasa sudah kehabisan ide.

Memang tak bisa dipungkiri saya juga sering mengalami hal semacam itu. Sebelnya lagi, Writer's Block pernah terjadi ketika saya sedang bersemangat menulis. Tapi namanya sudah buntu, tidak tahu lagi apa yang hendak saya tulis. Pokoknya saya merasa sangat tidak produktif. Ujung-ujungnya dalam sebulan saya cuma bisa menghasilkan satu postingan di blog. Arrghhh, bete!

Nah, kamu pasti tidak mau 'kan hal itu terjadi juga sama kamu? Tahun baru tentunya harus ada perubahan dong! Tidak cuma tampilan blog saja yang selalu dipoles, kamu pun juga harus lebih produktif menulis artikel di blogmu *saya sambil ngaca, he he he*. Untuk itu, melalui postingan ini, saya akan bagikan 6 cara agar kamu tetap produktif dalam menulis artikel di blog. Tulisan ini tentunya akan menjadi motivasi saya juga agar sukses membangun blog di 2017. 

Source: http://pinterest.com


#1: BUATLAH AGENDA KERJA

Salah satu kunci sukses menjadi blogger produktif adalah dengan membuat jadwal kerja. Dengan memiliki jadwal menulis, kamu akan merasa lebih siap untuk menyiapkan lebih banyak artikel serta terhindar dari kebuntuan. Di samping itu, dengan melakukan penjadwalan terlebih dahulu, kamu akan lebih punya banyak waktu untuk mencari ide tulisan. Jujur selama ini saya belum bisa mempraktekkannya. ðŸ˜€ Saya cenderung tipikal seorang accidental writer yang lebih sering menulis secara tiba-tiba. Jadi ketika ide itu muncul, di situ pula saya akan mencoba menuliskannya di blog. Sebagai permulaan, buatlah agenda kerja yang simpel untuk jangka waktu satu bulan. Buatlah list yang berisi topik-topik artikel yang akan kamu tulis dalam sebuah note, atau bisa juga ditulis di ponsel. Tak perlu khawatir jika topik yang sudah kamu siapkan tadi pada akhirnya tidak jadi kamu tulis. Bisa saja 'kan saat itu kamu sedang mengikuti sebuah blog competition yang topiknya berbeda dengan apa yang sudah kamu buat sebelumnya? Meskipun begitu, tetaplah membuat jadwal menulis agar kamu pun bisa lebih konsisten terhadap waktu dan cenderung lebih disiplin terhadap diri sendiri.


#2: MENULISLAH SESUAI DENGAN PASSION-MU

Salah satu yang menghambat produktivitasmu dalam menulis blog adalah menuliskan hal-hal yang kurang berkaitan dengan minat atau passion kamu. Tak jarang seorang blogger dituntut untuk menulis sesuatu yang kurang mereka sukai dan pahami, terutama jika itu menyangkut urusan bisnis. Tapi sebenarnya inspirasi dan ide akan akan lebih mudah kita dapatkan jika kita berusaha menuliskan hal-hal yang membuat kita merasa terobsesi olehnya. Nah, biasanya minat atau passion seorang blogger akan terlihat dari identitasnya, apakah dia seorang beauty, lifestyle, travel atau food blogger. Seorang beauty blogger, misalnya, akan cenderung menuliskan berbagai hal tentang dunia kecantikan, mulai dari review produk hingga tips make-up. So, cobalah untuk mengurangi menulis artikel di luar passion kamu, maka saya jamin kamu akan lebih semangat dan produktif dalam menulis. ðŸ˜€
Menulislah karena kamu menyukainya. Dengan begitu, kamu akan memulai dan menyelesaikannya. - Irin Sintriana (Menulis Negeri) 

#3: MULAILAH MENGIKUTI KOMPETISI BLOG

Alasan lain di balik produktivitas yang rendah adalah kurangnya ide untuk bisa ditulis. Kamu mungkin sudah membuat agenda kerja di awal bulan. Kamu pun sudah membuat daftar topik tulisan yang bisa kamu tampilkan dalam blogmu. Tapi seringkali masalah muncul ketika kamu tak memiliki bahan untuk mulai menulis topik yang sudah kamu siapkan tadi. Apalagi jika kamu hanyalah seorang blogger paruh waktu (seperti saya). Alhasil, lagi-lagi semuanya jadi buntet... eh, buntu. Don't worry, guys! Saat ini banyak sekali peluang menulis yang ada di dunia maya, yakni dengan mengikuti beragam kompetisi blog. Kompetisi blog tidak hanya membuat kamu menjadi lebih produktif dalam menulis, tapi juga membuka kesempatan bagi kamu untuk memenangkan sejumlah hadiah yang ditawarkan dalam kompetisi tersebut. Jangan sedih jika pada akhirnya kamu tidak terpilih sebagai juara, tapi gunakan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kemampuan menulismu. Saya yakin dengan mengikuti sebuah kompetisi blog, kamu tidak hanya akan dikenal oleh penyelenggara tapi juga berbagai komunitas yang bernaung di bawahnya. Asyik 'kan jadi bisa menambah jaringan? ðŸ˜€


 #4: GUNAKANLAH WAKTU LUANG UNTUK MEMBACA & BEREKSPERIMEN

Katanya mau jadi blogger yang produktif, tapi masih juga suka membuang-buang waktu - bermain sosmed, contohnya  he he he. ðŸ˜€ Untuk bisa tetap produktif menulis blog, manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya. Waktu luang yang ada bisa kamu gunakan untuk mencari bahan tulisan, membaca atau melakukan eksperimen yang terkait dengan ide yang akan kamu tulis. Mencari bahan tulisan bisa dilakukan dengan membaca dari berbagai sumber informasi, seperti buku, koran atau pun internet. Jika terpaksa waktu yang ada hanya cukup untuk mencari bahan, maka sementara simpanlah, lalu bacalah di sela-sela waktu berikutnya. 


Mulailah membaca buku dan temukan surga informasi di dalamnya.

Di sisi lain, melakukan eksperimen tentunya akan membuatmu menjadi lebih menguasai topik yang akan kamu tulis. Perlu kamu tahu bahwa bahan tulisan yang paling ampuh adalah dari pengalaman pribadi kamu sendiri. Misalnya, kamu berencana akan menulis tentang 'Cara Memasak Pancake yang Empuk'. Pastinya kamu akan coba bereksperimen membuat pancake sendiri (homemade) hingga menghasilkan pancake yang empuk dan fluffy. Setelah berhasil, tentu kamu akan lebih yakin membagi pengalamanmu dalam tulisan. Untuk itu, lakukan sesuatu di waktu luangmu, entah itu untuk membaca atau bereksperimen, karena saya yakin waktu akan terasa lebih berharga. 😀


#5: CARILAH IDE MELALUI BLOG WALKING

Cara ampuh lainnya untuk memunculkan produktivitas dalam menulis blog adalah dengan mencari ide melalui blog walking (baca: membaca blog orang lain). Selain memperbanyak dan memperluas jaringan komunikasi antara kamu dengan blogger lain, blog walking membawa manfaat lain, yaitu meng-update berita atau informasi baru yang mungkin belum kamu tahu. Informasi tersebut tentunya akan berguna buat kamu dalam mencari ide baru untuk ditulis. Blog walking juga bisa menjadi sarana menimba ilmu ngeblog, jadi kamu juga bisa belajar dari mereka. Selain tentang berbagai hal yang sama-sama kalian minati, tapi kamu juga bisa mendapatkan kiat dari mereka tentang cara mereka tetap aktif dan produktif menulis. Percaya tidak, dengan sering mengunjungi blog orang lain, kamu juga jadi semangat buat ngeblog, lho!

Blog walking untuk mencari ide tulisan? Oh, bisa banget!


#6: BERGABUNGLAH DI KOMUNITAS ATAU KURSUS MENULIS
"Ide tulisan padahal sudah ada, tapi kok tidak ada satu tulisan pun yang jadi? Mau menulis satu artikel yang menarik rasanya sulitnya sekali - kok kayaknya susah banget buat ditulis. Terus saya kudu piye? Saya harus tulis pakai bahasa apa ya?" 
Eh, tenang kawan! Untuk bisa produktif menulis di blog, kamu memang harus lancar menulis. Tapi tidak semua orang punya kemampuan menulis yang baik, termasuk blogger *tunjuk diri sendiri ðŸ˜€Menulis blog sebenarnya tidak ada pakem khususnya, tapi yang menjadi persoalan mampukah kamu mengubah ide yang sudah membumbung itu menjadi artikel yang menarik bagi pembaca? Banyak cara yang bisa dilakukan supaya kamu bisa lebih lancar menulis di blog. Salah satunya adalah bergabung di komunitas blogger atau penulis. Dengan menjadi anggota sebuah komunitas blogger secara tidak langsung kamu akan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan menulismu. Tak jarang komunitas blogger atau penulis yang mengadakan workshop seputar blogging, dan itu pun gratis. Namun demikian, kalau kamu merasa membutuhkan ilmu yang lebih mantap, tak ada salahnya juga kok mengikuti kursus menulis yang diadakan oleh beberapa yayasan, contohnya Zetta Media. Mbak Triani Retno, seorang blogger asal Bandung, berbagi informasi tentang beberapa tempat belajar menulis dari ahlinya di blognya. 

Nah, itulah sedikit tips saya agar kamu tetap produktif menulis blog di 2017. Mungkin tips tadi agak sulit untuk direalisasikan ya?! He he he. Tapi yang terpenting adalah bahwa semakin banyak kamu menulis artikel di blog, maka kamu akan semakin produktif, dan kemampuan kamu pun juga akan semakin terasah. Selamat menulis! ðŸ˜€

Saturday, May 23, 2015

CERITA DI BALIK SETIAP CERITA

Assalamu'alaikum.

Setelah sempat nggak ikutan IHB April Blog Post Challenge karena dihimpit kesibukan, maka kali ini saya putuskan untuk ikut meramaikan challenge selanjutnya. Kebetulan tema kali ini adalah "Behind the Scene of Your Blog Post". Wah menarik!

Sebenarnya saya belum terbilang blogger yang sukses, lho. Sering kali saya kena penyakit writer's block. You know what it is, kan? Kalau hari kerja, biasanya saya paling sulit menulis. Setiap malam sehabis pulang bekerja, saya sudah tidak punya gairah menulis lagi. Alih-alih capek, membuka laptop pun rasanya sudah malas bukan main. 

Memang tidak mudah untuk menjadi seorang blogger. Tapi, saya yakin banyak blogger di luar sana yang sukses menulis setiap saat tanpa mengalami penyakit seperti yang saya alami. Salah satunya adalah sahabat dunia maya saya, dek Primadita Rahma. Blognya bisa dilihat sini (Eh, saya nggak sedang promosi lho!). Menurut saya, dia itu patut dijadikan salah satu contoh blogger sejati karena dia mampu membagi waktunya untuk blogging di samping menyelesaikan kuliahnya. Pasti dia punya resep tersendiri hingga bisa rajin menulis di blog dan bisa menghasilkan tulisan yang bagus. Lantas, bagaimana dengan saya? 

Ada cerita apa di balik setiap cerita di blog saya?

Getting my inspiration
Kata orang, mencari ide atau inspirasi itu gampang-gampang sulit. Kalau udah mentok, rasanya susah banget mau mengeluarkan ide dari kepala. Tapi bagi sebagian orang, memunculkan ide itu semudah membalikkan telapak tangan. Buat saya, hal itu bisa berlaku keduanya. Kadangkala, rasanya mudah sekali memunculkan inspirasi menulis, mulai dari hanya dengan mendengarkan lagu, menonton televisi, bahkan dari apa yang dialami sehari-hari. 

Ide tulisan dalam blog saya biasanya muncul dari pengalaman pribadi, misalnya dari perjalanan atau travelling saat liburan hingga kegiatan memasak resep-resep menarik yang saya peroleh dari internet atau tayangan di televisi. Selain pengalaman pribadi, saya juga sering memperoleh ide tulisan dari pengalaman orang lain. Ini biasanya saya tuangkan pada cerita-cerita flashfiction yang saya buat untuk kompetisi menulis cerita di blog. Sudah beberapa kali saya menggunakan karakter dari pengalaman pribadi orang lain, termasuk keluarga atau teman. Tapi, identitas mereka tentu saja tidak saya munculkan di dalam cerita. 

Tuliskan!
Setelah mendapat ide, maka selanjutnya yang saya lakukan adalah langsung menuliskannya di dalam blog. Meskipun saya sering kewalahan dalam hal membagi waktu untuk menulis, tapi saya lebih senang langsung menuliskan ide-ide tadi ke dalam blog saat itu juga. Hal ini juga berlaku untuk tulisan saya berupa cerita flashfiction. Untuk jenis tulisan ini, saya bahkan bisa menghabiskan waktu hingga 2 jam, he he he. Saya harus terus berada di depan komputer dan menjaga agar aliran ide cerita yang sudah membumbung di kepala tidak menguap begitu saja. Oleh karena itu, waktu yang tepat untuk menulis bagi saya adalah malam hari. Selain lebih tenang, saat malam hari paling tidak saya sudah menyelesaikan rutinitas saya, termasuk sholat lima waktu yang tidak boleh begitu saja ditinggalkan.

"Cek dan Ricek"
Istilah ini mungkin sering kalian dengar di televisi. Ya, re-checking menjadi sebuah keharusan saat menulis blog (meski saya suka kelupaan sama yang satu ini). Cek setiap tulisan yang dibuat dan akan dipublish di dalam blog, mulai dari tata letak, bahasa, kesalahan penulisan hingga pengaturan gambar dan warna tulisan. Saya yakin ini bisa mempengaruhi pembaca. Tulisan yang berantakan dan tidak disusun dengan semestinya tentu saja bisa mengganggu mereka yang membaca tulisan kita. Bahasa juga faktor penting. Salah seorang teman saya pernah berpesan kepada saya bahwa bahasa itu cerminan diri kita. Bahasa formal memang tidak selalu dituntut dalam sebuah blog pribadi, tetapi kalau terlalu informal juga tidak enak dibacanya. Selain itu, jangan lupa untuk memasukkan tautan sumber, baik dari gambar atau tulisan yang kita gunakan pada blog kita (jika memang ada). Hal ini penting supaya tidak ada unsur plagiat dan pelanggaran hak cipta. 

Preview first
Selain mengecek draft tulisan yang sudah siap dipublish, biasanya saya juga akan melihat tinjauan setiap halaman dari tulisan saya tersebut. Dengan begitu, saya bisa memastikan bahwa tulisan saya telah layak untuk ditampilkan. 

Nah, jika keempat langkah tadi sudah dilakukan, maka selanjutnya ya tinggal klik publish. Ketika sudah mengklik tombol tadi, rasanya tuh lega dan campur senang banget lho, he he he. Jadi, itu tadi cerita di balik setiap cerita yang saya tampilkan pada blog ini ya. Semoga bisa membantu menginspirasi teman-teman sekalian.

Selamat menulis!

Tulisan ini diikutsertakan dalam #IHBMayBlogChallenge 

Tuesday, December 31, 2013

SANG PEMIMPI


"Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina"
Kutipan perkataan Rasulullah SAW tadi mungkin secara harfiah tidak berlaku buat saya karena pada kenyataannya saya (sebentar lagi) akan menuntut ilmu di negeri kangguru, bukan di negeri Cina, hehe. Mimpi saya untuk merasakan bagaimana sekolah di luar negeri akhirnya terjawab sudah. Meski bukan di Jerman seperti Pak B.J. Habibie atau di Amerika Serikat seperti (alm) mantan Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih - dua orang hebat yang saya kagumi - melainkan di Australia, benua sekaligus negara terdekat dengan Indonesia. 

Saya bersyukur bisa menggapai cita-cita tersebut yang tentu saja sekarang sudah ada di depan mata. Tapi kali ini saya tidak akan bercerita tentang pengalaman saya tentang 'mimpi yang jadi kenyataan' karena saya sudah pernah share disini. Saya akan berbagi tentang mimpi saya yang lain (anggap pernah jadi resolusi di tahun ini) yang mudah-mudahan bisa terwujud di tahun-tahun yang akan datang.

I dream of being... a book writer.

Yup! Menjadi seorang penulis buku adalah cita-cita saya berikutnya. Saya sangat menginginkan hal ini, yah.. seperti pepatah pungguk merindukan bulan. Saya selalu iri (jujur saja ya..hehe) dengan teman-teman sesama blogger yang sudah lebih dulu sukses menerbitkan buku. Saya ingin sekali bisa seperti mereka yang mampu membagi cerita-cerita luar biasa mereka ke khalayak pembaca. Pasti sangat berkesan mengetahui orang lain membaca karya kita :)

Oh ya, lupa! Saya ingin sekali bisa menulis sebuah buku kumpulan cerpen (antalogi) lho. Kenapa cerita fiksi? Well, kalau saya ingat-ingat kapan pertama kali menyukai hobi baru saya ini, terus terang saya lupa. Yang pasti saya ingat siapa saja orang yang pertama kali memunculkan minat saya ini. Yang pasti orang pertama adalah sahabat SMA saya, Ratna Ayu H.P. atau biasa saya sebut Bunda, karena memang sosoknya yang keibuan (blognya bisa ditengok juga disini).  

Hmm, jumlahnya saya rasa tidak perlu banyak, cukup sebuah buku, karena saya sadar kapabilitas saya sebagai seorang penulis fiksi masih sangat minim. Saya yang seorang peneliti kesehatan dan lebih sering berkecimpung dalam dunia logika dan nalar harus ekstra lebih keras untuk menuliskan alur kisah yang seringkali tidak berlogika atau sulit ditangkap dengan nalar manusia ini. Jadi dengan satu buku saja yang nantinya (insha Allah) bisa saya terbitkan, saya pastinya sudah sangat bersyukur.

Lantas, bagaimana ya saya bisa mewujudkannya? Tentu saja, saya harus punya komitmen tinggi untuk menulis, yang saya yakini sangatlah tidak mudah. Apalagi mimpi saya ini ingin saya mulai di tahun depan, waktu dimana saya akan sibuk dengan kuliah. Tapi saya yakin saya bisa. Mungkin di Australia nanti saya bisa dapat banyak ide. Mungkin banyak pengalaman-pengalaman hidup yang berbeda dan bisa saya tuangkan dalam cerita saya. Hal lain tentu saja mulai belajar mendalami gaya menulis. Hmm, kalau saya perhatikan dari banyak buku novel atau cerpen, tiap penulis punya gayanya masing-masing, dari yang simpel kasual dengan menggunakan bahasa-bahasa gaul hingga yang lebih serius dan formal. Berarti saya harus lebih sering baca buku novel dong?! Hehe, pastinya, dan harus lebih sering main ke toko buku - tempat yang setahun cuma beberapa kali saya kunjungi :p.

Terakhir, saya harus lebih banyak lagi mengenal penulis bahkan penerbit. Jaman sekarang saya akui sudah tidak sulit lagi mencari koneksi seperti ini, yang dibutuhkan tinggal sambungan internet, hehe. Saya bisa langsung menfollow teman-teman penulis atau penerbit, sekelas Gagas Media dan Bukune, hanya dengan sekali klik. Alhamdulillah, kebetulan sudah ada beberapa teman dan saudara saya yang memiliki jaringan penerbit. Mereka sendiri sudah menawari saya agar segera memasukkan artikel ke penerbit-penerbit tersebut. Oleh sebab itu, saya jadi makin menggebu-gebu ingin mewujudkan mimpi saya ini. Insha Allah, aamiin. Do'akan saya yaaa.... :) 

Cerita dan mimpi di atas didedikasikan khusus untuk mengenang Moments to Remember #MTR2013 part 9 'Dream, Believe, Achieve'

Wednesday, December 26, 2012

ENAM JURUS MENULIS CERPEN

Siapa di antara teman-teman pembaca yang suka membaca cerpen? Atau yang bahkan suka menulis cerpen? Bagaimana sih cara menulis cerpen itu? Apakah cerpen sama dengan novel? 

Saya kebetulan punya tips menulis cerpen yang saya ulas dari tulisan Mbak Naning Pranoto, salah satu penulis Kumpulan Cerpen "Sebilah Pisau dari Tokyo". Berikut ulasannya.

Apa sih cerpen itu?
Cerpen atau cerita pendek merupakan cerita yang ditulis pendek, umumnya ditulis 5.000-8.000 kata, namun tema dan persoalan yang ada di dalam cerpen dibahas hingga tuntas secara utuh. Awal cerita (opening) dari sebuah cerpen ditulis secara menarik dan eye-catching, kemudian ditutup dengan akhir cerita yang memberikan sebuah kejutan bagi pembacanya.

Lalu bagaimana tips menulis cerpen?

Menurut Mbak Naning Pranoto, ada 6 jurus dalam menulis sebuah cerpen.
  1. Buatlah dunia dan seluruh kejadian di dalamnya menjadi sumber inspirasi
  2. Bacalah karya-karya para pengarang terkemuka
  3. Petakan apa yang ingin kau tulis
  4. Buatlah setting cerita dan penokohannya
  5. Ciptakan konflik dan masalah
  6. Ciptakan cerita bak mendaki gunung
Buatlah dunia dan seluruh kejadian di dalamnya menjadi sebuah inspirasi
Menurut Mbak Naning, menulis cerpen adalah sebuah proses kreatifitas seseorang, dari tidak ada menjadi ada yaitu sebuah cerita. Kita mungkin setuju dengan pendapatnya tersebut. Oleh karena itu, segeralah menulis dan janganlah menunda-nunda. Seorang sastrawan terkemuka dari Amerika Serikat, 

Ernest Hemingway, pernah mengatakan, "Jika Anda mengalami kesulitan pada saat akan memulai menulis, buka jendela lebar-lebar, lihat keluar sejauh mungkin. Dunia dan semua isinya adalah sumber cerita dan setiap kejadian adalah sebuah keajaiban!". Jadi jangan katakan bahwa kita tidak segera menulis karena tidak ada inspirasi. Carilah inspirasi dari lingkungan sekitar teman-teman. Siapa tahu inspirasi menulis ternyata muncul dari dalam kisah kehidupan teman-teman sendiri.

Bacalah karya-karya para pengarang terkemuka
Pengarang sebuah cerpen adalah seseorang yang kreatif. Dia akan menampilkan berbagai kisah dan jalan cerita dengan gaya penulisan yang berbeda-beda pula. Kreatifitas tersebut tidak hanya tergantung dari sebuah inspirasi, melainkan juga dari daya imajinasi, kekayaan materi yang ditulis, wawasan akan berbagai pengetahuan, penguasaan tata bahasa dan kosa kata, serta kelihaian dalam mengolah kata maupun merangkainya menjadi kalimat-kalimat yang eye-catching. Tentu saja hal-hal tersebut dapat diperoleh salah satunya dengan membaca karya para pengarang atau penulis terkemuka. Seraplah bacaan tersebut agar dapat digunakan sebagai pembanding karya teman-teman nanti. Selain itu, menulis secara rutin dan disiplin ternyata sangat dianjurkan, serta berpikirlah bahwa menulis itu pekerjaan yang menyenangkan. Berambisi menghasilkan cerpen yang bermutu dan bagus juga ternyata dapat mendorong kita untuk selalu giat menulis.

Petakan apa yang ingin kau tulis
Memetakan materi yang akan kita tulis dalam sebuah cerpen ternyata juga penting, lho teman-teman! Susunlah tema cerita, judul, para pelaku atau tokoh cerita, serta setting atau tempat kejadian dari cerpen kita nanti. Plot atau jalan cerita juga penting untuk disusun. Selain membantu kita untuk berkreatif dan berimajinasi, memetakan materi cerita juga penting untuk mempersiapkan pengolahan kata yang akan digunakan dalam merangkai tiap kalimat di dalam cerita kita. Proses pemetaan ini juga dapat disebut sebagai mind mapping. Seperti contoh mind mapping membuat novel di bawah ini. 

Happiness Novel Mind Map
(http://soilnanowrimo.wordpress.com)

Buatlah setting cerita dan penokohannya
Sebuah cerpen yang menarik untuk dibaca adalah cerpen yang mampu menciptakan karakter tokoh yang kuat serta mampu memainkan emosi pembacanya. Di sisi lain, hal ini terkadang dapat menimbulkan pro dan kontra, bahkan opini-opini baru. Lantas, bagaimana menciptakan karakter tokoh seperti itu. Menurut Mbak Naning, hal yang harus digali adalah nama pelaku/tokoh, umur, pekerjaan, tempat tinggal, penampilan, perilaku, status (belum menikah/menikah), status sosial (kaya atau miskin), teman dan sahabatnya, lawan jenis impiannya, obsesi serta kebencian, dan sebagainya. Banyak yang bisa digali dari suatu karakter tokoh. Jangan lupa untuk membuat setting terkait dengan kehidupan si tokoh dan juga kejadian-kejadian di dalam cerita. Pelaku/tokoh bisa menjadi orang pertama, orang kedua, atau orang ketiga.

Ciptakan konflik dan masalah
Selain penokohan, hal yang membuat sebuah cerpen menarik pembacanya adalah jalan cerita yang disuguhkan. Seringkali pembaca menjadi benar-benar merasakan bahwa cerita yang dibacanya terjadi di dalam kenyataan.  Hal tersebut dapat terjadi dari adanya permasalahan atau konflik yang timbul di dalam plot cerita. Konflik dan permasalahan dapat mempengaruhi emosi pembaca. Oleh karena itu, buatlah cerpen yang eye-catching sehingga konflik dapat ditangkap. Mbak Nining memberika tipsnya, yakni dengan cara "melukiskan bukan menceritakan". Contohnya:
Sepasang alisnya yang tebal menyatu, membuat keningnya berkerut-kusut, dan matanya merah menyala memandang ke arah saya. Suaranya lirih serak menekan "Keluar!" giginya menggegat.
Menarik bukan?

Ciptakan cerita bak mendaki gunung
Konflik atau permasalahan dalam sebuah cerita dapat menjadi sebuah penentu (turning-point) untuk mencapai suatu titik yang dramatik. Hal ini dapat juga disebut sebagai klimaks atau puncak cerita. Klimaks disajikan sebelum menuju akhir cerita (ending). Dalam menuju akhir cerita, buatlah penuturan kata yang cenderung melandai atau anti klimaks, sehingga seperti seseorang yang tengah mendaki gunung.

***

Bagaimana tips-tipsnya? Sudah cukup bermanfaat? Semoga tips dari Mbak Naning Pranoto tadi bisa menambah wawasan teman-teman dalam menulis cerpen, sekaligus membantu teman-teman untuk tetap semangat membuat cerpen. Saya pun demikian. 

Enjoy writing!!

Sumber: Tips Singkat Enam Jurus Menulis Cerpen oleh Naning Pranoto dalam Creative Writing Workshop

Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...