Showing posts with label Love. Show all posts
Showing posts with label Love. Show all posts

Sunday, April 2, 2017

Kado Spesial Untukmu



The best thing about having a sister was that I always had a friend - Cali Rae Turner
***

Siapakah orang yang paling saya sayangi? Dialah adik perempuan saya satu-satunya, Puspita Anggasari. Perempuan yang akrab dipanggil Sari dilahirkan ke dunia 20 bulan setelah saya lahir. Dia adalah sosok yang sudah menemani hari-hari saya selama 29 tahun ini. Sepintas wajah kami mungkin seperti pinang dibelah dua, tapi kami berdua memiliki sifat dan karakter yang tak sama. Berbeda dengan saya yang cenderung serius, Sari termasuk perempuan yang santai, pandai bicara dan senang bersolek. 

Kini, Sari telah menjadi perempuan yang lebih dewasa dari sebelumnya. Berada jauh dari keluarga, telah membuat dia menjadi perempuan yang tangguh dan berani, apalagi saat dihadapkan pada situasi kehidupan yang sangat berbeda dengan ibukota. Tinggal di Papua Barat mungkin menjadi hal yang menantang bagi Sari, tapi alhamdulillah dia mampu bertahan dalam 2 tahun ini. Saya sungguh bangga padanya!


Dia mungkin pernah membuat saya marah dan kecewa, tapi dia juga yang akan selalu hadir memberi saya tawa

Suka, duka bahkan segala hal yang menyebalkan tentunya pernah kami alami bersama. Tak jarang kami berdua saling beradu mulut atau justru saling diam saat bertengkar mengenai hal-hal yang mungkin menurut sebagian orang sepele. Walau bagaimana pun, pada akhirnya kami akan tetap saling mencari dan mengabari. Dia tak pernah jemu mengirimkan pesan singkat manakala dia harus menjalani tugas dinas ke beberapa kabupaten di Papua Barat. Dia juga tak bosan mengajak saya dan orang tua untuk melakukan panggilan video saat akhir pekan tiba. Hingga terkadang Sari senang memberi kejutan dengan tiba-tiba  pulang ke rumah tanpa mengabari saya sekeluarga lebih dulu. Kami benar-benar dibuatnya kaget setengah mati. Ah, dia memang selalu memberi cerita hepi bagi rumah dan seisinya, dan karena alasan itu juga saya begitu menyayanginya *uhuk*  😀 


Dia memang tak pandai membereskan perabotan di rumah, tapi dia paling gemar membuat orang senang dengan kue-kue andalannya

Karena sifatnya yang santai, Sari terkadang lebih senang menikmati akhir pekan dengan melakukan aktivitas yang dia suka, salah satunya memasak. Dia pun lebih senang memasak kue dibandingkan memasak makanan yang lain. Jujur, kemampuannya dalam baking patut diacungi jempol, lho! Sebagai contoh adalah saat dia sukses membuat donat kentang super lembut yang saya sendiri harus berulang kali mencoba dan pada akhirnya gagal, he he he. Meski begitu, saya bersyukur karena sejak kecil kami berdua sama-sama sudah diajarkan oleh Mama bagaimana menjadi perempuan 'penakluk' dapur. Dengan kelebihan itu pun, saya dan Sari tak jarang berkolaborasi membuat sesuatu yang spesial untuk keluarga.

Donat kentang empuk buatan Sari

Dia ingin membangun sebuah toko kue, jadi mungkin kado ini bisa menjadi kado yang spesial baginya.

Kegemarannya membuat kue dan berbagai panganan yang terbuat dari pastri membuat Sari berkeinginan membuka sebuah bakery suatu saat nanti. Dia ingin sekali bisa sukses membuat kue seperti Anna Olson, pastry chef yang sering muncul di acara TV favorit kami berdua, Bake with Anna Olson. Dia pernah berucap pada saya tentang keinginannya tersebut, tapi mungkin cita-cita ini membutuhkan waktu untuk ditebusnya. Tak hanya karena posisinya sekarang yang harus mengemban tugas negara jauh di pelosok timur Indonesia, tapi dia harus memiliki modal yang cukup untuk mewujudkan mimpinya. 

Untuk itu, saya berharap Sari bisa segera mulai menekuni passion-nya tersebut dengan memberikannya sebuah kado spesial, yaitu stand mixer dari KitchenAid. Mikser ini sudah menjadi salah satu barang idamannya sejak pertama kali menonton acara TV Bake with Anna Olson. Mikser ini tergolong multifungsi karena mampu mengaduk berbagai adonan kue, roti bahkan pasta. Selain itu, mikser ini dibuat dari bahan metal dan stainless steel yang tentu saja terlihat kokoh dan stabil saat beroperasi. Hmm, pantas kan mikser ini jadi salah satu barang favorit baker di seluruh dunia, he he he. 😀

Nah, salah satu tempat belanja online terkemuka yang menjual produk ini adalah Elevenia. Eits, sudah tahu Elevenia belum? Elevenia merupakan e-commerce terdepan yang menjual berbagai produk berkualitas dan tentunya lengkap. Selain itu, Elevenia juga sering memberikan promo, dan asyiknya lagi, online shop ini memberikan banyak benefit atau keuntungan bagi setiap orang yang sudah terdaftar menjadi member Elevenia. Semakin sering berbelanja, maka semakin besar kemungkinan anggota Elevenia untuk memperoleh hadiah berupa gift voucher. Seru ya?! 

Pencarian produk melalui kolom pencarian

Cara berbelanja di Elevenia juga ternyata mudah. Kamu bisa melakukan pencarian produk yang diinginkan dengan menuliskan nama atau jenis produk di kolom pencarian. Kamu juga bisa mencari berdasarkan kategori produk yang terdapat di Elevenia, contohnya dengan mengklik http://www.elevenia.co.id/ctg-perlengkapan-rumah untuk memilih produk perlengkapan rumah tangga. Setelah menemukan pilihan produk yang cocok, selanjutnya kamu dapat melihat rincian harga, informasi produk, informasi penjual (seller) hingga ulasan (review) produk yang bisa membantu kamu dalam mengambil keputusan untuk membeli produk tersebut. Mudah bukan? 😀

Sumber: https://elevenia.co.id

Rincian harga dan informasi produk

Jadi, sudah tahu 'kan salah satu tempat belanja online favorit saya? Saya yakin Elevenia akan membantu saya mewujudkan impian orang yang saya sayangi untuk menjadi seorang baker yang handal dan insya Allah sukses. I love you, adek! 😍



Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Cerita Hepi Elevenia yang diselenggarakan oleh Elevenia.

Saturday, January 16, 2016

5 THINGS I LEARNED FROM ONLINE DATING


Buat kamu yang jomblo (*nunjuk ke diri sendiri), menemukan cinta sejati pasti menjadi hal yang sangat dinanti. Apalagi jika umurmu sudah terbilang tidak belia lagi. Pemikiranmu tentu saja sudah mengarah ke tahap yang lebih jauh, yaitu menemukan calon pasangan hidup. Bagi saya, pembahasan tentang pasangan hidup bisa jadi pembahasan yang cukup serius dan saya suka give up kalau membicarakan tentang hal yang satu ini. Soalnya ada rahasia Tuhan yang nggak akan bisa kita ketahui tentang jodoh kita.

Nah, bicara perihal mencari cinta sejati, adakah di antara kalian yang pernah mencoba online dating? Ada yang pernah berhasil? Atau justru malah gagal? Jujur saja, saya salut sama orang-orang yang berikhtiar mencari jodoh dengan cara ini. Mereka itu tergolong orang yang berani karena mau open sama orang yang baru saja dikenal. Memang sih, nggak bisa dipungkiri, semakin umur kita bertambah, tanpa kita sadari semakin terbatas ruang lingkup pertemanan kita. Yang saya maksud di sini adalah jika kita sudah bekerja dan banyak teman-teman sekolah kita yang sudah menikah, maka ruang lingkup pertemanan juga terbatas. Kecuali kalian adalah orang yang tergabung di komunitas tertentu atau sangat aktif mengikuti kegiatan sampingan di sana-sini, baik kegiatan sosial atau kewirausahaan, kalian akan dengan mudah bertemu dengan orang baru. 

Maka tak heran jika jaman sekarang banyak laki-laki dan perempuan single yang berhasil menemukan pasangan dengan cara dijodohkan teman atau keluarga bahkan melalui online dating. Dalam tulisan ini, saya akan mencoba mengulas sedikit hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membangun hubungan percintaan melalui online dating, termasuk plus dan minusnya. Tips ini murni berdasarkan pengalaman saya yang pernah sekali menjalaninya. Awalnya saya ragu, tapi entah mengapa saya terdorong juga untuk mendaftar ke salah satu situs perjodohan online terkenal di Indonesia. Saya nggak menyangka ada tiga pria yang cocok dengan saya pada saat itu dan ketiganya sama-sama berniat untuk menikah. Hanya saja, dari ketiga pria tersebut hanya satu yang (berani) memulai. Hmm, singkat cerita, hubungan saya dengan pria tersebut sayangnya nggak bisa diteruskan. Tapi, jangan khawatir ada juga kok contoh pasangan di luar sana yang justru malah berhasil membawa hubungan mereka ke jenjang pernikahan. So, berikut 5 hal yang saya pelajari dari proses online dating yang pernah saya jalani. Mudah-mudahan bisa membantu memberikan gambaran kepada teman-teman yang berniat mencoba ikhtiar dengan cara ini.



SAFETY FIRST

Being safe adalah hal utama yang mesti diperhatikan oleh para pencari jodoh melalui online dating. Kita harus paham betul bahwa kita akan berhadapan dengan orang asing. Boro-boro sudah kenal, kita cuma bisa dapat informasinya pertama kali dari situs perjodohan tersebut, yang kita nggak tahu mereka jujur apa nggak! Nah, kalau itu yang bikin kamu maju-mundur ikhtiar dengan cara ini, saya yakin kalian nggak akan pernah mau nyoba. Iya kan? Hehe. Pilihlah situs perjodohan yang memang dikenal memiliki kualitas baik. Hmm, biasanya sih rekomendasi paling bagus itu ya dari promosi mulut ke mulut, misalnya ada teman kita yang pernah mencoba dan berhasil. Kita juga bisa lihat dari siapa pemiliknya atau founder-nya, kegiatan-kegiatan seminar atau love education yang dilakukan atau review penggunanya. Jadi, coba untuk tetap positif dan yakin kalau mungkin ini memang ikhtiar yang mesti kita tempuh. Kalau kita sudah yakin dan hendak memulai registrasi, usahakan seminimal mungkin kita tidak terlalu mengumbar informasi tentang diri kita. Jangan lantas kita ingin cepat ada orang yang mengenal kita, kita terlalu banyak menceritakan siapa diri kita di bagian profil. Ingat, safety is still priority. Gunakan nama samaran untuk nama profil kamu. Tips ini pernah saya peroleh dari internet. Saya bukannya mengajarkan untuk berbohong, tapi nama samaran bisa kita gunakan dari nama panggilan yang orang tidak tahu. Jika namamu Ratna Wulandari, coba gunakan nama Ari misalnya. 


JANGAN BURU-BURU MENJATUHKAN CINTA

Saya ngerti kalau banyak dari mereka yang mendaftar online dating adalah mereka yang pada dasarnya sudah siap menikah, jadi mereka cenderung tidak ingin bertele-tele dan terlalu lama menjalin hubungan. Hanya saja, situs perjodohan yang saya bahas di sini berbeda dengan sistem ta'aruf yang memang lebih aman. Mengapa? Karena di dalam sistem ta'aruf, kita nggak hanya berhadapan dengan sang "calon" tetapi kita didampingi oleh orang ketiga yang sudah kenal dengan sang "calon" dan diri kita. Orang ketiga tersebut bisa orang tua, murobbi, saudara atau teman dekat. Bahkan seringkali orang ketiga yang berperan sebagai perantara dalam memilihkan sang "calon". Jadi, komunikasi yang terjalin tentunya akan lebih aman karena kerahasiaan akan dijaga oleh orang ketiga ini. Namun, di situs perjodohan online, kita sudah bisa langsung berkomunikasi dengan sang "calon". Kita "mau-nggak-mau" harus telah siap menghadapi sang "calon" dengan tangan kosong, karena informasi yang kita tahu selama ini tentang dia hanya bisa kita lihat melalui profilnya di situs. Oleh karena itu, kita jangan langsung buru-buru menjatuhkan cinta dan "menembak" ingin serius dengan dia, ataupun sebaliknya, seolah-olah kita sudah yakin bahwa dia jodoh kita *uhuk. Tetap jelaskan pada sang "calon" bahwa kecocokan yang terlihat dari situs tetap harus dibuktikan dengan proses pengenalan yang lebih jauh. Kita juga harus sampaikan bahwa jika nanti di dalam proses tersebut, ada hal yang membuat kita tidak yakin dan tidak terjadi kecocokan, kita bisa mengakhiri proses ke arah yang lebih serius tersebut. 


FIRST IMPRESSION TELLS EVERYTHING

Pertemuan pertama kali mungkin akan jadi hal yang sangat dinanti. Dari seringnya komunikasi via online, akhirnya kita bisa bertatap muka langsung dengan sang "calon" untuk pertama kalinya. Deg-degan? Pastinya ya, hehe. Tapi jangan salah, pertemuan pertama inilah yang sebenarnya menjadi kesempatan kita untuk menemukan hal-hal menarik dari dirinya yang tentunya menjadi kunci penting apakah kita perlu melanjutkan proses pengenalan ini ke arah yang lebih jauh atau tidak. Hmm, mungkin kita sudah sedikit demi sedikit mengenal dia dari komunikasi yang terjalin via online tapi kita tak akan pernah tahu bagaimana dia dalam bersikap kalau kita nggak melihatnya secara langsung 'kan? Cobalah memaksimalkan pertemuan pertamamu dengan si dia dengan mencari tahu banyak hal tentangnya. Jangan lupa perhatikan juga ekspresinya dan bagaimana dia menanggapi semua ceritamu. Salah satunya, jika dia seorang muslim yang baik, dia akan berusaha mengajakmu untuk menunaikan shalat wajib terlebih dahulu. Banyak contoh lain yang bisa kamu coba untuk lebih mengenal karakternya dan sedikit "mengetes" dirinya. Tapi, saran saya, be honestAlways! Jangan pernah berbohong tentang dirimu hanya untuk memberikan first impression yang bagus kepadanya. Sebaliknya, kamu juga harus tetap waspada mana tahu dia yang ternyata sedang berbohong untuk bisa memikat hatimu.


DOUBLE DATE IS (ALWAYS) PREFERABLE

Alangkah lebih baik jika setiap momen pertemuanmu dengannya dijalani bersama orang lain. Tujuannya balik lagi ke nomor satu, safety first. Mungkin kita akan kehilangan sisi romantisme dari pertemuan-pertemuan itu, tapi kita harus kembali ingat bahwa yang kita temui adalah orang asing. Titik. Bagaimana pun lancarnya kalian berkomunikasi via SMS, BBM atau Whatsapp, tapi kita nggak akan pernah tahu bagaimana dia yang sebenarnya jika tidak bertemu langsung. Cobalah untuk mengajak teman dekat atau saudaramu setiap bertemu dengannya, apalagi jika kalian baru bertemu satu atau dua kali. Hal ini juga akan membantumu mendapatkan masukan dari teman dekat atau saudaramu tentang pandangan mereka terhadap sang "calon". Yakinkan dia agar juga mengajak teman dekat atau saudaranya. Jika kita merasa lebih nyaman bertemu dengan ditemani orang lain, katakan saja sejujurnya. Seharusnya sang "calon" paham atas pilihan kita tersebut, karena kalian 'kan baru kenal. Hitung-hitung kamu juga bisa tahu bagaimana pergaulannya dan seperti apa teman-temannya. 


WHEN IT COMES TO A DECISION...

Menurut saya, kita perlu sedikit lebih serius dengan diri kita. Maksudnya di sini kita jangan terlalu membiarkan diri kita terbuka untuk kemungkinan-kemungkinan yang kita sendiri nggak yakin. Apalagi kita baru kenal dia dalam hitungan hari atau minggu. Kalau kamu merasa sudah cukup mengenal dia dan kamu nggak merasakan kecocokan dengannya atau kamu merasa dia bukan jodoh yang tepat, maka putuskan segera, apakah tetap dilanjutkan atau tidak. Jika kita sendiri sudah ragu, tapi tetap berusaha menunggu ada keajaiban dengan menemukan hal-hal yang baik tentang dirinya, hmm.. lebih baik jangan dilanjutkan. There always comes a point where you should make a decision in many parts of your life. Kita akan selalu bertemu dengan satu waktu di mana kita harus membuat keputusan-keputusan penting dalam hidup, termasuk dalam hal kelanjutan hubungan melalui online dating ini. Apalagi jika niat kita untuk mencari calon pendamping hidup, kita nggak akan mungkin main-main bukan. Jangan pernah malu atau enggan meminta pendapat dari orang terdekat, khususnya orang tua. Biasanya orang tua itu punya instinct yang kuat terhadap anaknya sehingga akan lebih baik jika kita bisa mempertimbangkan pendapat mereka. Perbanyaklah berdo'a dan tak lupa berserah diri kepada Tuhan agar senantiasa diberikan petunjuk. Bagi yang muslim, melakukan amalan-amalan sunah seperti menjalankan shalat istikharah dan shalat hajat adalah beberapa hal yang bisa dilakukan agar bisa diberikan keyakinan atas kegundahan dan kegalauan terhadap pilihan yang ada. Jika memang tidak berhasil, maka jangan putus asa. Jangan pernah merasa ragu dan lelah dalam berikhtiar dan berdoa kepada Tuhan. Sertakan selalu hati dan prasangka yang baik agar Tuhan membukakan hati kita untuk bisa menangkap jawaban dari setiap ikhtiar dan doa yang kita minta kepada-Nya :)

Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...