Showing posts with label Liburan. Show all posts
Showing posts with label Liburan. Show all posts

Tuesday, October 31, 2017

Serunya Bermain Air di Hawai Water Park Malang



Halo sobat travelers,

Lagi merencanakan liburan akhir tahun ke Malang? Tapi bosan ke tempat yang gitu-gitu aja dan nggak ada tantangannya? Nggak perlu bingung dengan destinasi liburan bareng keluarga atau mau solo traveling di Malang, karena ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Salah satunya adalah Hawai Water Park yang terletak di Perumahan Graha Kencana, Jl. Raya Karanglo, Singosari, Malang. 

Sejak dibuka beberapa tahun lalu, tempat wisata di Malang ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, tidak hanya wisatawan lokal, tapi juga para wisatawan dari luar kota Malang, bahkan turis asing. Mau tahu apa yang membuat tempat wisata ini begitu populer? Yuk, simak ulasannya berikut ini.


BANYAK WAHANA

Nggak heran kalau Hawai Water Park jadi 'jujugan' atau tujuan tempat wisata di Malang, karena ada banyak wahana yang bisa kamu temukan di dalamnya. Seperti namanya, semua wahana di Hawai Water Park ini berbasis air, jadi kamu bisa puas bermain air di sini. Wahana Tsunami adalah wahana air yang menjadi andalan. Kalau kamu takut tergulung ombak Tsunami yang benar-benar menantang nyali, coba deh main seluncur air dengan papan warna-warni. Sama serunya kok! 

Sumber: hawaiwaterpark.com

Sumber: hawaiwaterpark.com

Selain itu, kamu juga bisa bersantai menyusuri Lazy River yang bisa membawamu berkeliling kawasan Hawai Water Park di atas air yang tenang. Yang tak kalah menarik adalah kursus Scuba atau menyelam yang merupakan kursus Scuba pertama di Malang. Kamu bisa mengikuti kursus menyelam di kolam dalam (diving) yang disediakan khusus di Hawai Water Park, baik untuk tingkat dasar maupun tingkat profesional dengan sertifikat yang bisa kamu gunakan untuk mengambil lisensi ke level yang lebih tinggi.


JAM BUKA

Hawai Water Park buka setiap hari, yaitu sejak pukul 08.00 sampai 16.00 pada hari kerja, dan 08.00 hingga 17.00 pada akhir pekan dan libur nasional. Jadi, kamu bisa mengunjungi Hawai Water Park kapan saja, tanpa harus terbentur waktu di saat weekend. Mau cuti kerja beberapa hari cuma untuk main air di sini? Boleh banget, he he he.

Harga tiket masuk ke Hawai Water Park juga lumayan terjangkau lho! Cukup membayar Rp 75.000,- untuk hari biasa (weekday), atau 
Rp 100.000,- untuk akhir pekan dan hari libur nasional (weekend), kamu sudah bisa puas seseruan dan main air di Water Park ini. 

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Hawai Water Park adalah pada pagi hari atau setelah tengah hari. Karena di waktu-waktu ini, kulitmu nggak bakal gosong terkena paparan sinar matahari yang menyengat. Kamu tentu nggak mau dong setelah asyik main air di Hawai Water Park, kamu justru mengalami sunburn? Jadi jangan lupa juga untuk selalu menggunakan sunblock minimal 15 menit sebelum bermain air, agar mencegah kulitmu tidak terbakar oleh sinar matahari.



FASILITAS

Di dalam Hawai Water Park, kamu bisa mengandalkan loker yang tersedia untuk menyimpan barang berharga kamu. Kamu bisa menyewa loker single ataupun untuk keluarga yang ukurannya lebih besar.

Selain itu, terdapat juga kamar bilas, tempat ibadah bagi umat Muslim yang ingin shalat, serta titik-titik tempat peristirahatan untuk keluarga pendamping atau yang tidak ikut bermain ke dalam air. Toilet pun mudah dijangkau, jadi kamu nggak perlu bingung mencari ketika mendadak harus ke kamar kecil.

Kalau kamu lapar, nggak perlu khawatir! Aneka penjual makanan yang ada di dalam Hawai Water Park siap mengisi perutmu yang kelaparan setelah bermain air. Namun, tolong diingat ya bahwa pengunjung dilarang membawa makanan dan minuman dari luar.


MALANG NIGHT PARADISE

Keseruan Hawai Water Park ternyata tidak hanya itu. Setelah matahari terbenam dan semua wahana air sudah tutup, kawasan ini berubah menjadi tempat wisata penuh lampu yang amat cantik, namanya Malang Night Paradise.

Sumber: dakatour.com

Tiket untuk masuk ke Malang Night Paradise berbeda dengan Hawai Water Park, namun tidak terlalu mahal kok. Tempat ini juga buka setiap hari, dan paling cantik jika dikunjungi saat malam hari dan langit sudah benar-benar gelap.

Berbagai sudut cantik yang terbuat dari lampu dan lampion di kawasan Malang Night Paradise menjadi daya tarik tersendiri. Kamu bisa menemukan spot-spot foto yang sangat Instagram-able, jadi cocok buat ngeksis atau bermain seru dengan keluarga.

Sumber: trivindo.com

JALAN MENUJU JALUR HAWAI WATER PARK

Buat kamu yang tertarik untuk mengunjungi tempat wisata di Malang ini, lokasi Hawai Water Park berada tepat sebelum masuk ke kawasan kota. Tepatnya di daerah Karanglo, bagian utara Kota Malang yang menjadi perbatasan antara kota Malang dengan kabupaten Malang.

Jika kamu naik kendaraan umum, kamu harus menuju terminal Arjosari terlebih dahulu, kemudian oper menggunakan taksi atau ojek menuju Hawai Water Park. Karena lokasinya yang berada di dalam perumahan dan cukup menguras tenaga jika ditempuh dengan berjalan kaki, maka disarankan agar menggunakan jasa ojek untuk masuk ke dalam tempat wisata ini.

Dengan berbagai wahana dan keseruan kegiatan selama di Hawai Water Park, nggak heran tempat wisata ini jadi favorit keluarga di Malang hanya dalam waktu singkat. Penasaran dan tertarik untuk ikutan seru-seruan di sana? 

-->

Sunday, February 12, 2017

Mengintip Surga di Negeri Laskar Pelangi


Wherever my travels may lead, paradise is where I am - Voltaire
Assalamu'alaikum.

Kalau ingat film Laskar Pelangi, pasti yang pertama kali terbayang adalah pantai bebatuan yang ada di Pulau Belitung. Ada yang sudah pernah ke sana? Kalau belum, saya mau ajak kamu untuk mengintip beberapa hal yang menarik dan unik dari tanah kelahiran sang penulis sekaligus sutradara film Laskar Pelangi, Bang Andrea Hirata. 

Pada akhir Desember 2016 lalu, alhamdulillah saya sekeluarga mendapat kesempatan berlibur ke Pulau Belitung. Rencana ini sebenarnya sudah kami susun jauh-jauh hari karena sudah ditagih janji sama ibu saya agar bisa segera diajak ke sana. Akhirnya kami memilih pergi menjelang libur akhir tahun. Perjalanan udara dari Jakarta ke Kota Tanjung Pandan, Belitung ternyata hanya memakan waktu sekitar satu jam - hampir sama dengan waktu tempuh pesawat dari Jakarta ke Yogyakarta. Selain jaraknya yang nggak terlalu jauh dengan ibukota, Pulau Belitung - atau sering disebut Belitong dalam bahasa setempat - ternyata juga salah satu hidden paradise-nya Indonesia, lho!

Mau tahu apa saja surga yang tersembunyi di pulau ini? Berikut saya informasikan sedikit bocorannya ya! Percaya deh, setelah membaca ini kamu pasti jadi ingin cepat-cepat merencanakan liburan di Belitung juga, he he he. Semoga bisa terlaksana! 

Keindahan Pulau Belitung memang nggak usah diragukan lagi. Pulau Belitung menurut saya adalah salah satu pulau terindah di wilayah barat Indonesia. Pulau ini memiliki banyak pulau kecil yang eksotis dan nggak kalah dengan Pulau Bali, contohnya Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang, Pulau Pasir dan masih banyak lagi. Selain itu, pantai-pantai di Belitung juga memiliki pasir putih yang halus dan bersih, serta dipenuhi oleh batuan granit raksasa yang tersebar hampir di seluruh penjuru pulau. Batu-batuan inilah yang sampai sekarang menjadi daya tarik bagi sebagian besar wisatawan domestik maupun mancanegara, dan tentu saja menjadi salah satu keunikan yang belum tentu bisa kamu temukan di tempat lain.

Nah, beberapa pantai yang menjadi primadona wisata dari Pulau Belitung dan patut kamu kunjungi di antaranya Pantai Tanjung Kelayang, Pantai Tanjung Tinggi, Pantai Burung Mandi dan Pantai Tanjung Pendam. Salah satu aktifitas yang bisa kamu lakukan yaitu berkeliling dari satu ke pulau lainnya (island hopping) untuk menikmati beberapa pantai yang ada di perairan Belitung. Dengan menggunakan perahu boat, kamu akan diajak melewati luasnya samudera dan mengunjungi sejumlah pulau sambil menikmati pemandangan batuan granit besar yang muncul di permukaan air.

Selain itu, kamu juga bisa menikmati pemandangan bawah laut dengan melakukan aktifitas snorkeling. Kalau cuaca cerah, kamu akan sangat jelas melihat berbagai terumbu karang yang masih bagus dan baik kondisinya, serta menemukan puluhan ikan yang akan berenang menghampirimu. Nah, setelah puas ber-snorkeling ria, jangan lupa juga untuk bersantai melepas lelah di Pulau Batu Berlayar dan bermain bersama bintang laut, atau menghabiskan waktu dengan berfoto bersama batu-batu raksasa di Pantai Tanjung Tinggi - pantai fenomenal yang menjadi salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi.

Pantai Tanjung Tinggi, salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi

Pulau Burong, atau Pulau Burung, yang memiliki tumpukan granit raksasa menyerupai seekor burung.

Pemandangan menarik yang bisa kamu lihat salah satunya adalah sebuah pulau yang memiliki tumpukan batu granit menyerupai kepala burung. Pulau ini yang kemudian sering disebut dengan Pulau Burong (atau Pulau Burung) oleh penduduk setempat. Kegiatan seru lain yang nggak boleh ketinggalan adalah menikmati sensasi menaiki mercusuar di Pulau Lengkuas. Pulau Lengkuas telah menjadi destinasi wajib bagi siapa saja yang akan berkunjung ke Belitung. Di pulau ini, kamu akan menemukan sebuah bangunan mercusuar yang begitu kokoh berdiri di tengah-tengah pulau. Menara mercusuar setinggi kira-kira 70 meter ini memiliki 18 lantai. Wohoo...! Butuh kesabaran dan ekstra tenaga ya untuk bisa berhasil naik sampai ke puncak menara. Tapi, jangan khawatir, rasa lelah dari hasil menapaki tiap anak tangga insyaa Allah terbayarkan dengan pemandangan laut biru yang menakjubkan dari puncak mercusuar. Belum lagi perahu-perahu yang merapat di pesisir pantai turut menambah keindahan laut di sekitar Pulau Lengkuas. Cantik banget deh pokoknya!

Keindahan laut yang berwarna biru kehijauan di sekitar Pulau Lengkuas

Salah satu pemandangan indah Pulau Lengkuas - buah perjuangan mendaki puncak mercusuar

Selain terkenal akan pantainya, Belitung juga menghadirkan berbagai jenis wisata kuliner yang nggak kalah menarik. Salah satu daerah di Pulau Belitung bahkan dikenal sebagai surganya pecinta kopi. Kota Manggar, yang berada di Kabupaten Belitung Timur, merupakan kota yang dijuluki sebagai kota 1000 kedai kopi. Di kota ini, kamu bisa menemukan deretan warung kopi yang buka sejak pagi hingga malam, dipenuhi oleh para penikmat kopi hitam yang umumnya adalah kaum adam. Nah, kalau kamu nggak sempat singgah di kota Manggar, kamu masih bisa mencicipi segelas kopi o atau kopi susu di Kota Tanjung Pandan. Di ibukota Belitung ini pun banyak sekali kedai kopi bernama Kong Djie yang bisa kamu singgahi, mulai dari kedai kopi yang masih sangat tradisional hingga yang sudah agak fancy. Yang unik dari kedai kopi di Belitung tentu saja ada pada tiga teko raksasa yang digunakan untuk merebus air kopi.

Menyeruput segelas kopi susu di warung kopi Kong Djie yang nikmat banget

Rekomendasi saya adalah warung kopi Kong Djie yang berlokasi dekat dengan pasar ikan Tanjung Pandan. Terus terang, tempat ini sering sekali penuh, sudah persis seperti ****bucks (malah ****bucks kalah kali yah). Apalagi menjelang sore dan malam hari. Ternyata kedai kopi yang dibangun tahun 1943 ini telah menjadi incaran banyak turis serta tempat favorit penduduk lokal untuk kongkow dan nongkrong selepas melakukan rutinitas. Harga segelas kopi di kedai ini pun sangat terjangkau, cocok banget dinikmati bersama roti bakar atau pisang bakar. Nah, kuliner menarik lainnya adalah mie Belitung dan sup gangan ikan. Tak lengkap rasanya perjalanan kita jika tak mencicipi mie Belitung. Kalau diperhatikan, mie ini sekilas mirip dengan mie celor yang ada di Palembang. Rasa kuah yang dihasilkannya juga berasal dari kaldu udang. Hanya saja, kuah dari mi Belitung tidak menggunakan santan, lebih bening dan berwarna kecoklatan.

Salah satu warung kopi yang fenomenal di Kota Tanjung Pandan

Tiga teko besar untuk merebus kopi yang tersusun sesuai tingginya

Meski mie Belitung ini sangat terkenal, tapi saya justru lebih suka sama sup gangannya. Masakan ini 'teope begete' (top banget) deh! Rasanya nggak cuma gurih, tapi juga pedas dan segar, karena ikannya dimasak bersama buah nanas - salah satu buah yang banyak dibudidayakan di Pulau Belitung. Oh ya, satu lagi kuliner yang wajib dicicipi jika singgah ke Belitung yaitu nasi bedulang. Bedulang adalah tradisi makan bersama oleh satu keluarga dalam satu dulang. Dulang di sini maksudnya adalah nampan besar untuk meletakkan aneka makanan dalam piring-piring kecil. Di dalam tradisi bedulang ini, makanan harus ditutup menggunakan tudung saji saat disajikan, untuk kemudian dihidangkan sesuai urutan. Anggota keluarga yang termuda harus mengambil nasi untuk yang paling tua, lalu yang paling tua dipersilahkan mengambil lauknya lebih dulu, baru kemudian diikuti yang muda secara bergiliran. Hehe, repot ya? Tapi, inilah tradisi turun temurun penduduk Belitung. Pastinya banyak nilai-nilai kearifan lokal yang diajarkan, termasuk tentang makna kebersamaan, ungkapan syukur dan juga penghormatan terhadap yang lebih tua.

Mie Belitung yang dihidangkan di atas daun simphor

Sup gangan yang menyegarkan dan bikin makan lahap

Satus set nasi bedulang di RM Belitong Timpo Duluk, Kota Tanjung Pandan

So, Pulau Belitung itu nggak cuma menarik karena keindahan alamnya, melainkan juga tradisi serta budaya yang kaya dan juga tercermin dari kuliner-kulinernya. Sebenarnya masih banyak pesona lain yang ditawarkan oleh Negeri Laskar Pelangi ini. Replika Sekolah Dasar (SD) Laskar Pelangi di Kecamatan Gantong, misalnya, sejenak membawa kita kembali ke masa-masa sulit Andrea Hirata dan kawan-kawan seusianya saat mengenyam manisnya pendidikan dasar, termasuk ketika berkunjung ke Museum Kata yang sungguh sangat menginspirasi saya. Tak lupa, jejak-jejak hasil pertambangan kaolin yang masih menjadi salah satu sumber kekayaan Pulau Belitung.

Lokasi replika SD di film Laskar Pelangi

Berfoto sejenak sebagai ungkapan euforia, tapi dalam hati sungguh prihatin membayangkan kondisi sekolah ini dulu

Replika sebuah ruangan kelas di SD Muhammadiyah Gantong yang terlihat sangat tak layak

Again, sebelum masuk ke dalam museum, belum sah kalau nggak berfoto di halaman muka

Sejumlah quotes kesukaan Andrea Hirata dan foto sebagian adegan film Laskar Pelangi

Buku Laskar Pelangi dalam berbagai versi bahasa

Tiba-tiba, mendapat kesempatan bertemu dan berfoto bersama Ibu Muslimah, guru Bang Andrea Hirata

Sisa-sisa pertambangan kaolin yang membentuk danau biru nan cantik

Berfoto di hamparan danau biru hasil tambang kaolin

Oh ya, promosi sedikit ya! Saat mengunjungi Pulau Belitung akhir 2016 lalu, saya menggunakan jasa travel lokal, yaitu Simphor travel. Informasi tentang travel ini pun saya dapat via googling di internet. Dari begitu banyak daftar travel yang saya temukan, saya akhirnya mengambil paket wisata 3D2N di travel ini, yang menurut saya harganya sangat bersaing dan pilihan wisatanya juga menarik. Saya dan keluarga bahkan diberi kesempatan untuk bebas merevisi itinerary yang mereka tawarkan jauh-jauh hari sebelum tiba di Belitung. Meski hujan mungkin menjadi satu-satunya kondisi yang 'kurang menyenangkan' selama saya dan keluarga di sana, alhamdulillah kami ditemani oleh seorang guide yang asyik. Namanya Bang Atan (sayang saya nggak ambil fotonya waktu itu, he he).

Tapi, balik lagi ke pilihan personal-mu masing-masing ya. Kamu pun juga bisa memutuskan untuk tidak menggunakan jasa travel, melainkan hanya menyewa kendaraan bersama guide-nya saja. Di sini, kamu bersama sang guide meng-arrange sendiri tempat-tempat yang mau kamu kunjungi saat sudah sampai di Belitung.

***

Bagaimana? Sudah puas melihat bocorannya? Nah, sekarang tinggal kamu membuktikannya sendiri dengan datang langsung ke Pulau Belitung ya! Saya yakin mungkin akan ada lebih banyak 'surga' yang kamu temukan di negeri ini. Happy traveling! ðŸ˜€


* Psst, sebelum memutuskan berangkat ke Belitung, cek dulu tips berikut ya!

  1. Pastikan kamu datang bukan pada saat musim penghujan. Banyak warga lokal yang bilang bahwa waktu terbaik untuk berwisata ke Pulau Belitung adalah antara bulan Maret sampai November. Pada bulan-bulan ini, air laut pun cenderung lebih tenang. 
  2. Selain musim penghujan, usahakan juga untuk datang bukan pada saat libur anak sekolah atau libur panjang hari nasional. Selain tempat-tempat wisata yang jadi kebanjiran sama banyak turis lokal, hotel dan tempat-tempat menginap pun akan cenderung penuh.
  3. Mampirlah ke pasar tradisional yang ada di Kota Tanjung Pandan. Kamu bisa menemukan berbagai hal yang unik dari daerah setempat, termasuk buah tangan yang bisa kamu bawa pulang ke rumah.
  4. Bawalah pakaian dan alas kaki senyaman mungkin. Siapa sih yang nggak mau tampil cantik dan ganteng saat berfoto? Saya yakin semua traveler juga ingin tampil oke saat melakukan traveling. Meski ngakunya backpacker pun, penampilan juga harus cihuy biar bisa mendukung foto yang bagus. Eits, tapi kamu juga harus memikirkan urusan kenyamanan (dan keselamatan) ya! Apalagi saat berfoto dengan memanjat batu-batu granit yang besarnya bukan main. Using heels is a big NO! 
  5. Perlu diketahui bahwa di Kota Tanjung Pandan sendiri tidak ada angkutan umum, dan kata guide saya, taksi sendiri cuma ada 4 armada. Jadi, kalau pun kamu ingin berkeliling kota, kamu harus menyewa kendaraan bermotor. Meski begitu, menggunakan jasa travel bisa jadi opsi buat kamu yang nggak mau repot, he he.
  6. Selain kerupuk kemplang ikan, oleh-oleh yang bisa kamu bawa pulang adalah ketam isi, atau rajungan isi. Daging rajungan yang telah dipisahkan dari cangkangnya dicampur dengan bumbu, daun bawang dan telur kemudian dimasukkan kembali ke dalam cangkang dan digoreng. Rasanya gurih dan enak - cocok jika disantap dengan saos sambal atau dihidangkan bersama saus lada hitam. Karena makanan ini termasuk makanan rumahan (homemade), jadi kamu perlu googling tempat jualnya, atau menanyakan langsung ke warga setempat. 

Panganan lontong yang dibungkus dengan daun simphor

Terasi khas kepulauan Babel: yang berbentuk bulat berasal dari Belitung, sedangkan yang persegi dari daerah Bangka

Ketam isi yang bisa menjadi buah tangan khas Belitung

Saturday, July 30, 2016

WARNA-WARNI LEBARAN 2016


Assalamu'alaikum.

Lebaran memang sudah berlalu, tapi kenangannya tak akan pudar oleh waktu. Seperti perayaan Hari Raya Idul Fitri sebelumnya, tahun ini alhamdulillah saya beserta keluarga masih diberikan kesehatan untuk bisa berangkat ke kampung halaman kami di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bagi saya dan keluarga, berkunjung ke kampung halaman akan selalu jadi agenda yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya karena di saat itulah saya bisa bercengkerama dan menghabiskan waktu bersama si Mbah. 

Tahun 2016 ini saya dan keluarga kebetulan hanya menghabiskan waktu selama 5 hari di Yogya. Buat kebanyakan perantau, pastinya waktu 5 hari itu sangat sebentar ya?! He he.. saya juga merasa begitu. Liburan kali ini memang lebih singkat karena saya sengaja tidak meminta cuti ke kantor. Jatah cuti 8 hari sudah pernah saya gunakan sebagian bulan Maret lalu saat liburan ke Jepang. Niatnya, sisa cutinya mau saya simpan untuk keperluan keluarga sewaktu-waktu atau untuk liburan akhir tahun. Semoga.

Baca juga 10 Tips Liburan Tanpa Tour ke Jepang dan Wisata Malam di Tokyo dan Osaka yang Patut Dicoba

Nah, cerita Lebaran saya tahun ini sangat menyenangkan meski tak banyak aktivitas yang kami lakukan selama di Yogya, selain bersilaturahim dengan keluarga besar. Seperti biasa, beberapa hari sebelum Lebaran kami sibuk menyiapkan beragam kue kering di rumah. Kue-kue tersebut nantinya akan dibawa ke Yogya untuk dihidangkan di rumah Mbah dan juga sebagai hantaran untuk beberapa sanak keluarga. Tak tanggung-tanggung, saya dan mama kali ini berhasil membuat 5 macam kue kering Lebaran lho, antara lain kue nastar, kastengel, corn-flakes, chocolate chips dan sagu keju. Kue chocolate cookies adalah salah satu yang jadi favorit keluarga karena dibuat dengan sangat crispy dan cokelat banget!! Resepnya juga sudah saya share lho di blog.. He he he. 






Selain kue kering (dan tentunya sayur ketupat), makanan yang juga selalu ada pada saat Lebaran adalah tape ketan! Tape ketan memang telah lama menjadi panganan khas Lebaran di lingkungan tempat si Mbah tinggal jadi saat di Yogya, tape ketan pasti selalu tersaji di meja tamu. Berbeda dengan yang ada di Jakarta, tape ketan di Yogya dibungkus dengan daun pisang dan umumnya menggunakan beras ketan putih. Penyajiannya pun tidak menggunakan ketan uli, melainkan dengan keripik melinjo, atau biasa disebut emping. Jadinya, rasa manis, asam dan gurih semua jadi satu. Saya suka banget pokoknya sama kudapan yang satu ini.  

Cerita Lebaran seru saya kemudian berlanjut tentang melakukan sesuatu yang unik di Yogya. Jika tahun lalu saya menikmati liburan Lebaran dengan menonton pertunjukkan sendratari Ramayana di kompleks Candi Prambanan, tahun ini saya dan keluarga melakukan pemotretan foto keluarga sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Nah, yang unik dari pemotretan foto keluarga saya kali ini adalah dari segi tema. Kalau kebanyakan foto keluarga bertema black and white (hitam putih) atau semi-formal dengan dresscode kebaya, jas atau jenis seragam lainnya, salah satu studio foto yang berlokasi di dekat Tugu ini justru mengusung tema yang unik yaitu Jawa tempo dulu. Bahkan properti yang disediakan pun benar-benar jadul, termasuk dresscode-nya. Saya bahkan menemukan beberapa perangkat gamelan, sepeda ontel dan alat penumbuk padi atau lesung di dalam studio. Saya, adik dan orang tua saya benar-benar disulap menyerupai keluarga Jawa sederhana. Seru deh pokoknya! He he he. 

Photo credit: Studio Sinten

Photo credit: Studio Sinten
Cerita menarik lainnya adalah jalan-jalan ke Malioboro. Jujur saja, saya dan keluarga selalu enggan jalan-jalan ke sana saat liburan. Kenapa? Karena pas liburan Malioboro itu ramai banget! Parkir mobil juga lumayan susah, plus macetnya. Hanya saja, tahun ini saya dan keluarga menyempatkan waktu untuk mampir ke Malioboro dengan niat... mencari wedang uwuh di Pasar Beringharjo! Ha ha ha. Ibu saya kebetulan sedang cinta-cintanya dengan minuman herbal yang satu ini. Tapi jangan sampai salah mengartikan ya! Wedang Uwuh dalam bahasa Jawa berarti minuman sampah. Kenapa disebut sampah? Karena bahan-bahannya memang layaknya 'sampah' yaitu berupa daun-daunan dan akar tumbuhan. Racikannya biasanya terdiri dari jahe, kayu secang, cengkeh, kayu manis, pala, daun sereh dan kapulaga, yang kemudian dimasak dengan cara direbus jadi satu lau diberi gula batu saat dihidangkan. Poko'e nikmat!






Saat itu suasana jalan Malioboro memang cukup ramai dan sempat macet setelah melewati Malioboro Plaza. Ternyata kemacetan tersebut disebabkan oleh penutupan jalan karena akan digunakan untuk rombongan iring-iringan Grebeg Syawal. Benar saja! Setelah jalanan terlihat sudah lowong (dan saya pun menyempatkan diri berfoto di tengah-tengah jalan Malioboro), saya menyaksikan arak-arakan para abdi dalam Keraton Yogyakarta membawa gunungan hasil bumi menyusuri jalan Malioboro. Gunungan tersebut diantar dari alun-alun Keraton menuju ke Balai Kota. Beberapa gajah pun turut ikut dalam pawai yang diadakan setiap tahunnya itu. Wah, beruntung sekali saya hari itu! Warga dan turis yang berada di sekitar lokasi tampak antusias untuk melihat pawai dari dekat. Saya pun tak ketinggalan mengambil beberapa foto.

Nah, itu tadi warna-warni kisah keceriaan saya dan keluarga saat merayakan hari Lebaran tahun ini. Semoga keceriaan Lebaran juga teman-teman rasakan bersama keluarga ya! Salam hangat selalu~

Kiri-kanan: Saya, Si Mbah, Adik

Lokasi Studio Foto Sinten:
Jalan Diponegoro No. 1B, Yogyakarta
Telp: 0821 24 980777 / (0274) 544567
(Harus reservasi)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blogging Competition "Cerita Lebaran Asyik" yang diadakan oleh Blogger Perempuan dan Diaryhijaber

Buat kamu yang Muslim, ayo dukung Hari Hijaber Nasional yang jatuh pada tanggal 7 Agustus 2016 mendatang. Caranya, jangan lupa untuk datang ke upcoming event-nya Diaryhijab ya! Ada berbagai kegiatan menarik lho! Berikut detail acaranya:

HARI HIJABER NASIONAL
Tempat: Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat
Waktu:  7-8 Agustus 2016

So, catat tanggalnya dan ajak sebanyak-banyaknya keluarga ataupun teman-teman kamu! See you there, insya Allah.


Wednesday, April 6, 2016

10 TIPS LIBURAN TANPA TOUR KE JEPANG

Pemandangan indah gunung Fuji dengan berlatar pagoda merah Arakura, Fujikawaguchiko-machi

Halo pembaca sekalian! 

Sudahkah kamu merencanakan liburan untuk tahun ini? Apakah Jepang jadi salah satu dalam daftar listing negara yang akan kamu kunjungi? Jika iya, maka kamu perlu tahu tips mengenai liburan ke Jepang, khususnya untuk kamu yang akan pergi tanpa tour (a.k.a ngeteng sendiri).

Minggu lalu saya dan keluarga baru saja menghabiskan liburan ke Jepang. Sebenarnya kemarin itu bukan lah waktu liburan yang tepat, tapi di Jepang sendiri bulan Maret-Mei adalah waktu yang tepat untuk melihat bunga sakura mekar. Saya dan keluarga pun memutuskan untuk pergi sendiri alias ngeteng tanpa tour. Bukan hanya karena dari segi biaya, namun juga lebih ke pemanfaatan waktu selama di sana. Pasalnya, berpergian sendiri memberikan lebih banyak kebebasan dan ruang untuk mengeksplor tempat-tempat wisata.

Untuk itu, saya coba merangkum apa saja kira-kira tips yang perlu kamu ketahui seandainya kamu berencana liburan sendiri ke Jepang. Silahkan disimak ya!


  1. Kenali musim dan waktu yang tepat untuk berkunjung ke Jepang. Waktu yang menyenangkan untuk pergi ke Jepang adalah saat musim semi atau ketika bunga sakura mulai bermekaran. Namun, mengunjungi beberapa tempat di Jepang saat musim gugur atau dingin juga sama menyenangkannya kok, seperti bermain ski di Sapporo, berendam air panas di onsen (mata air panas) saat musim dingin di prefektur Nagano atau menikmati keindahan momiji matsuri (pepohonan berwarna-warni) saat musim gugur. Biasanya kedua musim ini bukan tergolong sebagai 'peak season' di Jepang. Hindari musim panas jika kamu nggak mau menikmati panasnya Jepang yang bisa hampir 40 derajat Celcius.
  2. Berburu tiket murah di travel fair. Sekarang udah nggak sulit untuk mendapatkan tiket promo alias murah ke luar negeri. Pasalnya, travel fair yang diadakan baik oleh maskapai penerbangan tertentu maupun oleh beberapa bank atau agen perjalanan wisata (travel) kini sudah mulai menjamur, salah satunya adalah event Garuda Travel Fair yang saya datangi saat membeli tiket Jepang kemarin. Satu tips buat kamu jika ingin mendatangi travel fair, siapkan tanggal keberangkatan secara pasti dan bawa serta paspor kamu! Karena di sana tentunya kita harus langsung memesan tiket pesawat dan membayarnya di tempat. Jadi jangan lupa juga menyiapkan cukup uang tunai atau paling tidak membawa kartu debit atau kredit yang saldonya mencukupi ya!
  3. Mencari akomodasi di airbnb. Jika menginap di hotel terlalu 'fancy' buat kamu, maka menyewa apartemen adalah alternatif terbaik yang bisa kamu lakukan. Airbnb adalah salah satu situs penyewaan akomodasi seperti apartemen atau flat yang dilakukan oleh perorangan atau individu. Menyewa apartemen melalui situs ini memungkinkan kamu untuk bisa menghemat biaya akomodasi, khususnya jika kamu berencana datang ke Jepang bersama teman atau rombongan mencapai 3-6 orang. Fasilitas yang disediakan juga beragam dan harganya bervariasi. Tips tambahan dari saya adalah pilihlah akomodasi yang dekat dengan stasiun kereta api! Hal ini tentunya akan memudahkan kamu untuk mengakses transportasi di sana, yang notabene lebih banyak mengandalkan kereta api. Selain itu, sewalah apartemen yang paling tidak memiliki elevator (lift), seandainya kamu nantinya mungkin terlalu berat untuk mengangkat koper saat naik-turun tangga. Pastikan pula apakah ada mini market di dekat akomodasi tersebut! Saya yakin hal ini akan sangat berguna saat kamu perlu membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari. 
  4. Pelajari kebudayaan dan kebiasaan orang Jepang. Jepang memang memiliki bahasa nasional sendiri yakni bahasa Jepang, dan inilah yang seringkali menjadi kendala bagi turis mancanegara termasuk turis asal Indonesia yang akan berlibur ke sana sendiri. Pastinya akan sulit berkomunikasi dengan orang lokal yang jarang bisa berbahasa Inggris. Namun, jangan langsung stress ya! Cobalah untuk mengenali dengan baik apa saja yang berlaku di Jepang, yaitu dengan melakukan browsing di internet. Misalnya saja, tahu tentang bagaimana kebiasaan orang Jepang saat berpergian, cara menaiki bus maupun kereta, cara makan menggunakan sumpit dan masih banyak lagi. Hal ini penting mengingat kamu akan berada di negara yang bahasanya tidak terlalu familiar di telinga. Dengan mengetahui kebudayaan dan kebiasaan masyarakat di sana, kamu setidaknya nggak akan dilanda 'cultural shock' dan inshaAllah akan lebih mudah berinteraksi dengan mereka. Bawalah pocket dictionary atau minimal daftar percakapan sehari-sehari dalam bahasa Jepang yang bisa kamu print saat masih di Indonesia atau bisa kamu unduh melalui ponsel. 
  5. Siapkan itinerary dengan cermat. Itinerary berguna dalam menyusun rencana-rencana berpergian kamu selama di Jepang. Pada prinsipnya, prepare, prepare dan prepare! Buatlah list mana saja tempat yang akan kamu kunjungi kemudian tambahkan detail waktu untuk mempermudah pengaturan jadwalnya. Saran saya, tuliskan pula alamat lokasi tempat-tempat tersebut atau bahkan detail transportasi yang akan digunakan, contohnya nama stasiun dan kereta, nama line atau jalurnya serta jam keberangkatan. Kalau perlu, buatlah itinerary sefleksibel mungkin. Siapkan plan A dan B seandainya kamu tidak sempat mengunjungi beberapa tempat yang sudah kamu list. Setidaknya buatlah alternatif tempat lain jika ternyata cuaca tidak mendukung dsb. Siapkan selalu catatan kecil dan pulpen beserta print-out itinerary di tasmu sehingga memudahkanmu mencatat hal-hal penting tentang jadwalmu tersebut. 
  6. Gunakan internet di manapun dan kapan pun. Selama di Jepang, internet akan menjadi andalan kamu selalu. Ponsel smartphone di Jepang hampir sebagian besar dijual dengan sistem paket bundling, sehingga tidak mudah untukmu mencari kartu prabayar di sana. Kalau pun ada kamu harus menyewa! Untuk mensiasatinya, kamu bisa menyewa ponsel atau pocket wifi selama berada di Jepang. Tapi jangan salah lho! Biaya sewa ponsel juga tidaklah murah. Harga sewa satu hari bisa dipatok hampir ¥970 atau setara dengan kira-kira Rp120.000,-. Itu pun belum termasuk biaya administrasi dan asuransi jika ada kerusakan. Nah, enaknya kalau kamu menginap di akomodasi via airbnb, kamu bisa diberikan fasilitas free pocket wifi dari host-nya. Asyik kan? Internet sendiri akan sangat membantu kamu saat kamu mencari lokasi tempat wisata atau restoran yang ingin kamu datangi. Selain itu, internet akan sangat berguna saat kamu menggunakan aplikasi-aplikasi ponsel yang penting seperti Accu Weather, Hyperdia, Kyoto Rail Map Lite, Kyoto Simple Bus dll. FYI, Hyperdia adalah aplikasi yang selalu menjadi andalan saya untuk melihat jadwal kereta api di seluruh wilayah Jepang, jadi jangan lupa untuk menginstalnya ya! 
  7. IC card, JR pass atau one-day pass? Bingung sama banyaknya kartu transportasi yang disediakan di Jepang? Hmm.. iya saya juga sih. Tapi don't worry! Buat kamu yang akan berpergian ke Tokyo, cobalah untuk menggunakan IC card selama di sana. Kenapa? Karena IC card akan lebih memudahkan kamu untuk menggunakan segala jenis transportasi umum seperti kereta dan bus, kecuali taksi. Apalagi kereta di Tokyo memiliki banyak sekali jalur/line (what??) Yup, setelah saya perhatikan ada lebih dari 10 jalur kereta yang melintasi daratan kota Tokyo. Daripada repot membeli tiket tiap akan menaiki kereta dan menentukan fare/biayanya, lebih mudah pakai IC card. IC card sendiri bermacam-macam. Kalau di wilayah Tokyo, namanya adalah Suica card. Kartu ini dikeluarkan oleh JR East. Sementara di Kyoto, namanya Icoca card dan dikeluarkan oleh JR West. Yang mesti diperhatikan, meskipun kartu ini sama-sama keluaran JR dan bisa digunakan di seluruh kereta JR line, kamu tidak bisa merefund-nya sesuka kamu. Suica card sendiri hanya bisa dikembalikan di wilayah JR East, begitu pula dengan Icoca. Jadi perhatikan ketika kamu hendak berpindah kota dan kamu menggunakan IC card. Khusus untuk Kyoto, transportasi bus masih lebih umum digunakan untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata di sana, jadi tidak ada salahnya kamu menggunakan tiket city bus one day pass yang bisa kamu gunakan untuk berkeliling ke Kyoto seharian penuh. Mengingat tarif bus di Kyoto itu juga flat (jauh-dekat ¥230 khusus dewasa) maka menggunakan tiket pass adalah pilihan yang baik. Bagaimana dengan JR pass? Nah JR pass ini 'kan memang priviledge buat turis-turis asing termasuk orang Indonesia yang akan berplesir ke Jepang. Tapi yang mesti kamu ketahui adalah JR pass ini punya masa berlaku (7, 14 dan 21 hari) dan akan sangat menguntungkan jika kamu berencana ke beberapa kota di Jepang serta menggunakan kereta cepat (Shinkansen).
  8. Cek selalu ramalan cuaca. Pada beberapa musim di Jepang, cuaca seringkali berubah. Kadang dalam satu hari cuaca panas, tapi bisa juga berawan atau hujan. Pastikan kamu selalu mengecek ramalan cuaca sehari sebelum berpergian. Apalagi jika kamu berencana mengunjungi Gunung Fuji di musim semi atau panas. Cuaca di sekitar gunung Fuji dikenal cepat berubah. Pagi hari biasanya langit di sekitar gunung tampak cerah, namun dalam sekejap siang atau sore harinya ditutupi awan tebal. Jadi, pastikan kamu sudah mengecek ramalan cuaca sebelum berpergian ke sana ya, dan siap-siap mereschedule jadwal itinerary-mu jika ternyata kamu sama sekali tidak bisa berangkat karena cuaca. Sama seperti pepatah, sedia payung sebelum hujan.. hehe.
  9. Cerdik mencoba berbagai makanan Jepang. Siapa yang tak kenal sushi, sashimi atau tempura? Kamu tentunya sangat mengenali makanan khas dari negeri sakura tersebut, bahkan sudah sering mencicipinya di tanah air. Tapi, kamu tentunya harus mencoba berbagai makanan Jepang di negeri asalnya. Tentunya banyak jenis makanan yang dapat kamu coba, mulai dari yang murah sampai mahal sekali pun. Wah, kalau mahal apa masih bisa mencicipi? Tentu bisa! Daging wagyu Jepang, misalnya, biasanya dibandrol dengan harga yang cukup mahal untuk sekali makan. Satu set yakiniku atau Japanese grilled meat yang menyuguhkan empuknya daging sapi wagyu panggang khas Jepang bisa berharga hingga ¥5000 atau sama dengan sekitar Rp600.000. Namun jika kamu cerdik memilih waktu makanmu di restoran semacam ini, kamu akan mendapat harga yang lebih murah. Cobalah untuk makan saat jam makan siang karena biasanya restoran menyediakan menu lunch set yang umumnya lebih terjangkau dibandingkan dinner set. Untuk pagi harinya, tentu kamu tidak perlu menghabiskan uangmu untuk jajan banyak terlebih dahulu. Satu buah onigiri seharga ¥180 yang dijual di hampir seluruh mini market atau convinient store (konbini) bisa mengganjal perutmu sebelum memulai aktivitas. Lebih hemat, bukan?
  10. Pintar-pintarlah menyisihkan uangmu untuk belanja. Lho, emang kenapa? Harga barang-barang di Jepang itu mahal. Jadi, kalau kamu berpikiran ingin membawa oleh-oleh ke Indonesia, hmm sepertinya kamu juga perlu berpikir dua kali. Apalagi jika kamu senang berbelanja barang elektronik atau produk fashion seperti pakaian atau sepatu yang terkenal modis-modis. Usahakan untuk membeli oleh-oleh di toko 100 yen yang menjual barang-barang dengan harga rata-rata ¥100, contohnya Daiso, Seria atau Cando. Kalau beruntung, kamu bisa mendapatkan barang-barang menarik yang tentunya "made in Japan". Tapi, jangan salah harga per barangnya biasanya masih ditambah dengan pajak sebesar ¥8. Kalau souvenir dirasa mahal, kamu juga bisa membeli makanan snack atau panganan manis khas Jepang seperti rice cracker, mochi dan cookies lidah kucing aneka rasa sebagai buah tangan. Atau, alat tulis Jepang umumnya memiliki desain menarik dan multifungsi yang juga bisa jadi pilihan kamu. Di tambah lagi, produk-produk seasonal yang sayang untuk dilewatkan. Yang penting, kamu harus selalu ingat sisa saku di dompet ya! :) 
Bunga sakura yang sudah mulai bermunculan di Ueno Park, Tokyo saat awal musim semi 

Suica card, IC card yang saya gunakan selama berada di Tokyo

Suasana salah satu bagian di Kyoto station sesaat sebelum kami kembali ke Indonesia menuju Kansai airport di Osaka

Menu lunch set menu tempura rice dengan komplemen white miso soup khas Kyoto seharga ¥1500 saja

Aneka souvenir menarik dan barang tradisional khas Jepang yang dijual di Nakamise st., Tokyo

Mata aimashou, Japan! See you again one day! Arigatou~


Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...