Showing posts with label Sydney. Show all posts
Showing posts with label Sydney. Show all posts

Saturday, October 1, 2016

8 HAL MENARIK DAN SERU YANG BISA DILAKUKAN SAAT TRAVELING KE SYDNEY





Assalamu’alaikum.

Kalau saya ditanya dimana tempat paling menyenangkan di dunia ini...? I guess I would say SYDNEY! Ya, Sydney merupakan salah satu kota terbaik di dunia dan pernah disandingkan dengan Melbourne sebagai kota paling layak huni. Nggak heran, sebagai kota terbesar di Australia, Sydney punya daya tarik wisata tersendiri bagi banyak turis mancanegara, termasuk turis asal Indonesia lho. Saya seketika merasa jadi orang yang paling beruntung karena pernah menginjakkan kaki ke sana dan tentunya pernah merasakan menjadi bagian dari Sydneysiders*.

Nah, kalau kamu berencana untuk traveling ke Sydney, jangan sampai kamu melewatkan kesempatan untuk mencoba beberapa hal menarik dan seru di kota tersebut. Kota yang punya julukan Harbour City ini menawarkan beragam tempat menyenangkan yang bisa kamu kunjungi. Berikut 8 hal menarik dan seru yang bisa kamu lakukan saat traveling ke Sydney. Semoga menjadi bekal referensi ya!

1. BERCENGKERAMA DENGAN MATAHARI DI BONDI & COOGEE BEACH

Sydney punya sejuta pantai yang indah dan fenomenal, di antaranya Pantai Bondi dan Coogee. Di sana, kamu nggak hanya bisa menikmati suasana di tepi pantai, tapi kamu juga bisa melakukan hal seru lain, seperti berjalan kaki menyusuri pesisir pantai, atau sering disebut coastal walk. Pantai Bondi dan Coogee kebetulan terhubung satu sama lain jadi kamu bisa melakukan coastal walk baik dari Bondi ke Coogee, atau pun sebaliknya. Percaya deh, kamu dijamin nggak akan nyesel karena it’s so so so worth trying. Untuk bisa finish berjalan kaki menyusuri pesisir pantai sampai ke Coogee, kamu harus menempuh waktu hingga 2 jam lho. Wah, kok lama banget?! Oh iya, soalnya jaraknya lumayan jauh, kalau nggak salah lebih dari 5 km, belum lagi kamu harus melalui beberapa anak tangga di tiap track-nya. Tapi tenang aja, perjalananmu semua sebanding dengan indahnya pemandangan hamparan laut biru dan tebing-tebing eksotis yang mengelilingi garis pantai. Apalagi selama perjalanan, kamu akan melewati tiga pantai kecil yang terhubung di antaranya, yaitu Bronte, Tamarama dan Clovelly beach. Seru 'kan?

Pantai Bondi yang fenomenal

Saya ketika menyusuri jalanan di tepi pesisir pantai menuju pantai Coogee 

Coastal walk track dengan pemandangan cantik pesisir pantai

Pemandangan tebing-tebing yang breathtaking 

Pastikan kamu cukup membawa perbekalan saat melakukan perjalanan ya! Bawalah handuk kecil, beberapa permen atau snack ringan dan air mineral secukupnya dalam botol yang bisa kamu isi ulang di sejumlah refill water tap yang disediakan di sepanjang track. Nah, supaya kamu bisa membawa semua perbekalanmu, a good backpack is must have! Seperti backpack Herschel yang terkenal nggak cuma memiliki desain yang stylish, tapi juga ringan dan multifungsi. Kamu bisa menemukan koleksi lengkapnya di sini.



2. MENIKMATI ALUNAN MUSIK KLASIK DI SYDNEY OPERA HOUSE

Siapa sih yang nggak pernah mendengar Sydney Opera House? Gedung ini telah mendunia dan menjadi ikon kota Sydney, bahkan negara Australia sekali pun. Banyak orang bilang belum sah jalan-jalan ke Australia kalau belum berfoto di depan Sydney Opera House. Yup, that’s absolutely true! Tapi masa jauh-jauh ke Sydney cuma foto di depannya aja? Nggak seru dong! Kamu harus coba masuk ke dalamnya. Salah satu yang bisa kamu lakukan adalah menikmati pertunjukkan konser musik klasik yang rutin diselenggarakan di Sydney Opera House. Sebenarnya, ada juga pertunjukkan lain yang bisa kamu tonton di gedung Sydney Opera, di antaranya seni tari, drama, opera, konser musik pop, jazz hingga folksong. Harga tiket masuknya pun bervariasi, mulai dari $35 hingga $150-an, tergantung posisi duduk di ruang teater. Kalau kamu seorang penikmat musik klasik, nggak ada salahnya kok mencoba untuk mendengarkan pertunjukkan Sydney Symphony Orchestra yang sangat apik membawakan alunan lagu-lagu gubahan Mozart hingga Beethoven. Supaya nggak kehabisan tempat, saya sarankan kamu untuk membeli tiketnya secara online terlebih dahulu, melalui website Sydney Symphony Orchestra.

Suasana di dalam gedung teater Sydney Opera House sebelum pertunjukkan dimulai

Tiket masuk konser orkestra di Sydney Opera House


3. MENCICIPI ANEKA JAJANAN DITEMANI SECANGKIR KOPI FLAT WHITE

Jika kamu seorang foodie, senang kulineran atau bahkan doyan ngopi-ngopi cantik, you would definitely love this city! Sydney memiliki banyak sekali cafe-cafe cantik yang tentunya menyuguhkan berbagai aneka jajanan yang menarik. Cobalah menyambangi daerah Newtown, Alexandria dan The Rocks, karena di daerah tersebut terdapat banyak café danrestoran yang direkomendasikan para foodie hampir di seluruh duniaStrawberry Watermelon Cake di Black Star Pastry, es krim Gelato di Cow and The Moon, Black Forest Cherries Pancake di Pancakes on The Rocks serta sepiring breakfast platter di The Grounds of Alexandria adalah beberapa pilihan terbaik yang patut kamu coba. Kalau kamu pecinta kopi, secangkir kopi flat white di Moors Espresso bar, Brewtown atau St. Ali café bisa menjadi teman melepas lelahmu setelah seharian jalan-jalan. FYI, flat white adalah minuman kopi espresso yang originally berasal dari Australia lho. Jadi jangan sampai kamu tidak mencicipinya di daerah asalnya.

Strawberry Watermelon Cake yang jadi favorit di Black Star Pastry

Es krim gelato Affogato di Cow and The Moon, Newtown

Untuk makanan lokal lain, Australia sangat terkenal dengan fish and chips-nya, yakni ikan goreng tepung yang disajikan kentang goreng dan saus Tartar. Salah satu tempat untuk menemukan the best fish and chips adalah Sydney Fish Market. Di pasar ikan ini, kamu juga bisa mencicipi berbagai jenis ikan segar baik dalam bentuk sashimi atau yang sudah dimasak dengan cara dibakar. Pokoknya yum! :)

Sajian seafood platter di Sydney Fish Market


4. MENIKMATI MALAM MINGGU DITEMANI KEMBANG API DI DARLING HARBOUR

Mau menikmati malam Minggu yang nggak biasa di Sydney? Kamu bisa datang ke Darling Harbour, sebuah pelabuhan di sisi barat pusat kota Sydney. Di Darling Harbour, sebenarnya ada banyak tempat untuk menghabiskan malam Minggu kamu, mulai dari mal, tempat rekreasi, restoran hingga bioskop IMAX yang katanya memiliki layar sinema terbesar di dunia. Tapi, nggak afdhol rasanya kalau ke Darling Harbour tanpa melihat atraksi kembang api yang menakjubkan. Di Sydney, kamu nggak perlu harus menunggu acara perayaan besar seperti Tahun Baru untuk dapat menikmati hiburan gratis seperti melihat kembang api. Kamu tentu bisa menikmatinya setiap Sabtu malam mulai dari jam setengah sembilan waktu setempat. Don’t miss out!

Semburan kembang api di Darling Harbour


5. MENIKMATI KECANTIKAN VIVID SYDNEY

Sydney merupakan kota yang memiliki banyak event dan festival menarik sepanjang tahun. Salah satu yang paling dinanti adalah Vivid Sydney! Saat festival ini berlangsung, Sydney seketika menjadi kota yang sangat cantik di malam hari. Kelap-kelip lampu berwarna-warni menghiasi hingga ke sudut-sudut kota. Beberapa pusat hiburan dan taman kota seperti Circular Quay, Darling Harbour, Hyde Park hingga Sydney Opera House disulap bermandikan cahaya. Yang menarik, kamu bisa menikmati pementasan visual sinar lampu (video-mapping) yang disorotkan ke beberapa gedung seperti Museum of Contemporary Art di Circular Quay, Sydney Town Hall, St. Andrews’s Cathedral di sisi Hyde Park, termasuk gedung Quandrangle di kampus saya, The University of Sydney. Tak ketinggalan, pesta kembang api yang dipadukan dengan vivid laser di Darling Harbour. Mau yang lebih seru? Coba deh mengambil paket vivid cruise yang akan membawamu berkeliling Port Jackson sambil menikmati kelap-kelip keindahan Sydney Opera House dari atas laut. Dijamin kamu langsung terpesona sama cantiknya atap Opera House yang disorot oleh spektrum cahaya animasi yang memukau mata. So pretty!

Keindahan Sydney Opera House saat Vivid Sydney

Pertunjukkan sinar laser di festival Vivid Sydney di gedung Museum of Contemporary Art



6. MENCOBA OLAHRAGA MENANTANG DI PORT STEPHENS

Butuh kegiatan yang memacu adrenalin? Sydney punya satu tempat buat kamu pecinta tantangan, yaitu Port Stephens. Port Stephens adalah pelabuhan alam besar yang terletak sekitar dua setengah jam ke utara Sydney. Port Stephens memiliki pasir berwarna keemasan dengan teluk yang ukurannya melebihi dua kali Sydney Harbour Bridge. Di sana kamu bisa mencoba kegiatan seru seperti sandboarding dari ketinggian 30 dan 50 meter. Berani nggak? :)

Berseluncur di hamparan pasir pantai yang ada di Port Stephens ternyata asyik! Meskipun saya sendiri belum pernah mencoba, tapi setelah mendengar dari cerita teman-teman yang pernah ke sana, sandboarding memang layak jika masuk kategori olahraga sedang. Untuk mendaki sampai ke atas saja perlu usaha sendiri. Karena pasirnya lembut, langkahnya jadi terasa berat. Tapi menurut mereka kalau sudah meluncur, semua terasa cepat dan yang pasti jadi “nagih”. Untuk bisa menikmati permainan ini, kamu harus mengikuti tur yang disediakan di sana. Nah, kalau kamu penasaran (seperti saya), mendingan coba deh.

Photo credit: cyberspaceandtime.com


7. BERBURU DISKON SAAT BOXING DAY

Kalau kamu gemar shopping dan ternyata berencana mengunjungi Sydney pada bulan Desember ini, ada kabar gembira buat kamu. Sebagai salah satu surga belanja kelas dunia, Sydney menghadirkan berbagai diskon yang gila-gilaan saat Boxing Day. Seperti halnya di Inggris, Australia juga merayakan Boxing Day lho! Boxing Day biasanya dimulai sejak tanggal 26 Desember, dan berlangsung hingga akhir tahun. Pada perayaan tersebut, semua produk retail seperti pakaian, aksesoris, kosmetik hingga elektronik menawarkan sejumlah diskon hingga 70%.  Jadi, kesempatan besar buat kamu untuk turut ber-euphoria bersama warga Sydney. Kapan lagi ‘kan kamu bisa berebut barang dan ngantri panjang bareng penduduk lokal? :p

Banyaknya orang yang hendak berbelanja di sekitar mal QVB dan Westfield 

Antrian panjang di salah satu toko perhiasan di mal QVB



8. MENIKMATI SYDNEY NYE YANG SPEKTAKULER

Pesta malam Tahun Baru (New Year’s Eve) di Sydney adalah salah satu yang terbesar dan paling sering diliput oleh jaringan televisi dan kantor berita di seluruh dunia. Tak heran jika lebih dari satu juta orang berkumpul setiap awal pergantian tahunnya di tepi Pelabuhan Sydney untuk merayakan pesta malam tahun baru. Apalagi malam Tahun Baru di Australia jatuh pada musim panas. Saya terbilang beruntung pernah menyaksikan momen paling spektakuler ini awal tahun 2015 lalu. Atraksi yang paling ditunggu tak lain dan tak bukan adalah pertunjukkan kembang api di Sydney Harbour Bridge dan Sydney Opera House. Benar-benar panggung sempurna untuk pesta akhir tahun yang tak terlupakan. Jika kamu merencanakan liburan akhir tahun ini di Sydney, maka saya sarankan untuk tidak melewatkannya. Meski saya yakin harga tiket dan tarif kamar hotel pastinya melambung tinggi ya pada saat itu. 

Sydney New Year's Eve 2015
Photo credit: Mas Tawon

Ribuan orang yang sudah memasang tenda sejak pagi hari

Karena banyak spot yang disediakan untuk menyaksikan kembang api, tentu kamu perlu memilih dan merencanakan terlebih dahulu tempat yang paling sesuai. Sebagian besar tempat tersebut merupakan public area alias gratis, tapi ada juga tempat yang disediakan untuk turis dan tamu VIP sehingga harus membayar dan memesannya lebih dulu. Pastikan juga ya untuk mempersiapkan perbekalan yang sangat cukup termasuk tenda kecil untuk menunggu waktu, karena tak jarang banyak orang yang sudah berkumpul sejak pagi hari. Cek informasi penting seputar lokasi, transportasi hingga apa saja yang boleh dan tidak boleh untuk dibawa di website resmi Sydney NYE. Nantinya akan ada petugas yang berjaga dan memeriksa setiap barang yang dibawa sebelum masuk ke tiap spot menonton kembang api. Are you ready?

My recent sketch. Sydney and its beauty will be unforgettable 

*Sydneysiders: istilah Bahasa Inggris untuk penduduk yang tinggal di Sydney

Saturday, August 22, 2015

How-to Survive in Sydney (Part 1)


Adakah di antara kalian yang ingin sekali melanjutkan sekolah ke luar negeri? Saya yakin beberapa dari kalian akan menggangguk bahkan ada yang menjawab dengan lantang, "Ya, saya!", he he he. Great, lalu apakah Australia menjadi salah satu negara destinasi kalian untuk kuliah? Kalau iya, lantas di kota manakah itu? Jika Sydney jawabannya, maka ada beberapa survival tips yang patut kalian ketahui sebagai pelajar Indonesia. 

Sydney itu kota destinasi wisata nomor satu di Australia (versi 2015's Travelers Choice Tripadvisor). Selain itu, Sydney masih masuk dalam daftar 10 negara paling nyaman untuk ditinggali. Jadi, tak heran 'kan kalau banyak warga di seluruh dunia yang ingin sekali ke sana, termasuk warga Indonesia. Nggak hanya untuk sekedar berlibur, tetapi juga untuk melanjutkan studi. Bahkan menurut data Departemen Pendidikan Australia, jumlah pelajar Indonesia di Sydney meningkat seiring waktu hingga lebih dari 15 ribu pelajar (http://www.studiesinaustralia.com/studying-in-australia/why-study-in-australia/international-students-in-australia). Wuih, luar biasa! Semoga mereka ini yang akan menjadi calon agent of change Indonesia di masa depan ya. Aamiin. :)

Oke, Sydney itu emang destinasi favorit semua orang, tapi Sydney juga terkenal sebagai kota di Australia dengan biaya hidup paling mahal. What?! Yup, itu benar banget lho! Oleh karena itu, buat pelajar Indonesia yang sudah terbiasa memperoleh barang dengan harga murah di tanah air (seperti saya, he he he), harus pintar-pintar supaya bisa tetap survive tinggal di sana. Tips berikut adalah hasil pengalaman saya selama tahun 2014, jadi maaf kalau sedikit bersifat subjektif.  Mungkin saja tidak bisa diaplikasikan oleh semua orang. Maklum, saya sekolah karena menerima beasiswa, sehingga cara hidupnya akan berbeda dengan sebagian orang. Silahkan disimak ya!


MERUBAH MIND SET RUPIAH KE DOLLAR

Img source: http://topnews.net.nz/


Yang satu ini nih, susah banget nget nget. Mungkin kamu harus tinggal paling tidak lebih dari 6 bulan supaya kamu bisa membiasakan "berhitung" dalam Dollar, he he he. Mata uang Indonesia dan Australia memang jelas berbeda, yang satu pakai Rupiah, yang satu pakai Dollar (baca: Australian Dollar/AUD). Pecahannya pun berbeda. Kalau di tanah air, pecahan Rupiah itu mulai dari 100 Rupiah, nah kalau di sana, 5 sen pun masih ada lho. Meski penggunaannya terbatas, biasanya buat change atau kembalian. Biarpun begitu, barang-barang di sana rata-rata mulai dijual dari harga 1 AUD. Bahkan di Sydney, makanan jadi yang dijual di pinggir jalan, misalnya sandwich atau sushi dijual mulai dari 2 sampai 5 AUD. Ya.. kalo diconvert ke Rupiah sekitar 30-60 ribuan. Mihil ya? Sudah pasti. Kita aja bisa dapat bubur ayam komplit enak dengan harga 7 ribu atau kurang dari 1 AUD. Jadi, jangan lantas buru-buru kita menganggap hidup kita akan menderita saking mahalnya. Justru kalau mindset perhitungan kita diubah ke Dollar, kita akan cepat menyesuaikan diri dengan kehidupan di sana, dan lama-lama mengganggap, "Ah, cuma 2 AUD.", he he he.


SUSAH NEMU MAKANAN INDONESIA? MASAK SENDIRI!


Teman saya yang habis masak tumis sayur

Kalau ini mungkin udah jadi kebiasaan banyak pelajar Indonesia yang tinggal di Australia, nggak cuma di Sydney. Tapi berhubung Sydney itu kota mahal, jadi (sangat) diwajibkan untuk masak makanan sehari-hari sendiri. Bayangkan saja, satu porsi nasi ayam kremes yang bisa kita makan di Indo dengan harga sekitar 15-20 ribu Rupiah saja, di sana bisa seharga 10-15 AUD. Widih, fantastis! Maka dari itu, buat kamu yang nggak bisa jauh-jauh dari masakan rumah (apalagi masakan emak), tapi pengen tetap bisa menikmatinya tanpa membuat kantong cepat kempes, caranya ya masak sendiri. 


Pas lagi pengen Bubur Kacang Ijo tapi nggak ada yang jual, akhirnya masak sendiri :p











Hal ini juga berlaku buat kamu yang muslim. Kita pasti sangat paham bahwa Islam di Australia adalah minoritas, jadi makanan halal kadang menjadi barang langka di sana. Ada sih makanan halal seperti masakan Timur Tengah atau India yang bisa dikonsumsi. Tapi, kalau keseringan bosen juga, he he he. Oleh karena itu, tips aman supaya kamu tetap dalam koridor agama adalah dengan memasak makananmu sendiri. Saat ini, sudah banyak kok beragam bumbu jadi masakan Indonesia yang mudah ditemukan di supermarket Asia. Lumayan lah, kalau masak sendiri, makanannya bisa untuk 1-2 hari. Hemat 'kan?


Salah satu bumbu jadi yang dijual di pasar swalayan



MICROWAVE TO THE MAX

Percobaan saya membuat mug cake menggunakan microwave

Buat pelajar yang super sibuk, tentunya memasak akan sangat menyita waktu. Oke, I agree! Tapi, kita 'kan mau berhemat, jadi kenapa harus repot? Hampir di setiap tempat tinggal mahasiswa Indonesia  (bahkan di kampus!) biasanya terdapat microwave yang kegunaannya bahkan menandingi kompor lho! He he he, maaf saya lebay. Menurut saya, microwave itu patut dijadikan sebagai barang "berharga" karena memudahkan hidup kita. Misalnya, makanan yang kita beli atau masak hari ini atau semalam, bisa kita simpan di dalam kulkas lalu dihangatkan kembali esok hari untuk bekal ke kampus. Praktis 'kan? Tinggal membeli wadah kontainer untuk menyimpan makanan di kulkas. Microwave juga bisa menghangatkan roti yang sudah hampir expired. Biasanya, 2-3 hari sebelum expired, roti tawar saya simpan di kulkas. Kalau mau dimakan, tinggal dihangatkan dulu di microwave lalu dikasih isian selai dsb  ;)


JANGAN BOSAN INTIP KATALOG BELANJA


Katalog belanja supermarket Coles




Nah kalau tips yang satu ini saya terinspirasi dari dua orang teman saya, laki-laki dan perempuan. Tapi keduanya agak bertolak belakang. Teman saya yang laki-laki alasannya karena ingin berhemat, yang perempuan karena hobi belanja, he he he. Kalau saya? Ya boleh dibilang dua-duanya. Di Sydney, ada banyak supermarket lengkap dan terkenal, di antaranya ALDI, Coles, Woolworths (atau biasa disebut Woolies), IGA, Harris Farm hingga Supabarn. Selain itu, Sydney juga memiliki beragam department store sekelas Matahari hingga Metro atau Sogo, seperti Kmart, Target, Big W, Myer hingga David Jones. Biasanya supermarket atau department store ini akan menampilkan katalog belanja mereka setiap hari atau setiap minggunya. Bahkan canggihnya, mereka juga memiliki aplikasi ponsel (apps) yang bisa dengan mudah diunduh di handphone kamu sehingga kamu lebih mudah mengakses harga-harga terkini dari barang yang dijual di sana. Kalau sudah begitu, tinggal siapin catatan kebutuhan harian apa saja yang harus kita beli deh.


SAVE THE BEST FOR THE LAST


Berakhir pekan bersama teman-teman menikmati kuliner seafood di Sydney Fish Market

Maksudnya di sini, berhematlah pada waktu sibukmu dan simpan untuk akhir minggumu. Cara ini biasanya disiasati oleh mereka yang hobi traveling atau nongkrong sambil ngopi di cafe. Jangan salah, Sydney punya banyak cafe dan tempat ngopi asyik yang jadi favorit mahasiswa Indonesia, lho. Kalau saya sih dasarnya bukan pecinta kopi, jadi jarang banget ke tempat-tempat tersebut. Biasanya saya cuma lunch atau dinner bareng teman di resto, nonton di bioskop atau jalan-jalan keliling kota. Selain itu, kamu juga bisa ajak teman-temanmu untuk berpiknik pada saat musim panas (summer). Piknik sambil barbekyu (BBQ) (atau barbie istilah slangnya) adalah hal yang sangat menyenangkan. Sebagian besar taman dan tempat umum lainnya di Sydney sudah dilengkapi dengan public BBQ lho. Kamu bisa cek disini. Kamu tinggal bawa bahan makanan dan alat masak yang dibutuhkan, termasuk alat makannya. Jadi, anggap saja hal ini adalah reward dari kerja kerasmu dalam menjaga penghematan selama kuliah. Lagi pula nggak ada salahnya kok menikmati akhir pekan. Hari-hari tidak melulu diisi dengan belajar, tetapi juga perlu refreshing supaya pikiran nggak penat dan kita juga nggak bosan. 

Kegiatan piknik sambil barbekyu di salah satu taman pinggir kota bersama teman jemaah pengajian
(img source: arsip Pengajian USYD-UTS)







So far, itu dulu survival guides di Sydney versi saya ya. InshaAllah nanti ada lanjutan tulisannya di part ke-2. Jadi stay tune terus, oke?! Jika ada di antara kamu yang mau tanya-tanya lebih jauh, boleh silahkan. Semoga bermanfaat :)
    

Friday, July 24, 2015

KETIKA GARUDA INDONESIA HARUS MENJEMPUTKU PULANG


Another aeroplane
Another sunny day
I'm lucky, I know
But I wanna go home
Mmm, I've got to go home

(Michael Bublé - Home)

Sydney, 5 Januari 2015

Tak terasa hari ini saya harus pulang. Cerita satu tahun berada di negeri orang sebentar lagi harus saya sudahi. Sedih rasanya meninggalkan segenap kisah suka dan duka menjadi salah satu mahasiswa Indonesia yang mengenyam pendidikan di Australia. Tak terbayang saya harus meninggalkan teman-teman, sahabat, tempat tinggal, tempat kuliah dan berbagai kenangan yang terangkai di antaranya. Ah.. satu tahun menurut saya sudah cukup menghasilkan memori yang tidak akan saya lupa.

Pagi tadi, saya diantar seorang sahabat saya yang juga berkuliah di Sydney. Saya pun alhamdulillah sudah sempat berpamitan dengan penjaga apartemen atau caretaker yang sudah saya anggap paman saya sendiri. 

              "You'll have a great trip, dear", katanya seraya melepas kepergian saya.

Tiba di bandara, suasana terlihat hiruk pikuk. Sejumlah orang sudah rapi mengantri di dekat check-in counter Garuda Indonesia. Saya yang kali ini harus sendirian berpergian kembali ke Indonesia, dengan sibuk menggeret troli yang beratnya minta ampun. Satu buah koper berukuran sangat besar,  satu koper ukuran sedang, satu koper ukuran kabin, satu tas ransel, satu tas jinjing kecil dan tas selempang kecil harus saya bawa selama perjalanan. Waah... Bisa dibilang saya seperti hendak pulang kampung... he he he. Yup, saya memang mau pulang kampung. 

Awalnya saya hampir was-was karena jumlah barang bawaan saya yang tergolong seabrek, plus berat-berat. Tapi alhamdulillah saya masih mendapat keleluasaan dari pihak Garuda Indonesia mengingat saya seorang student. Saya mendapat tambahan bagasi sebesar 10 kg, sehingga jumlah berat bagasi yang saya peroleh adalah 40 kg. Saya benar-benar bersyukur pada saat itu. Entah apa jadinya andaikan saya hanya diperbolehkan membawa barang dengan total berat 30 kg, dan saya harus menambah pembelian kuota bagasi tambahan agar semua barang saya bisa terangkut, he he he. 

Foto perpisahan saya sang bersama penjaga apartemen atau caretaker, Laurie









Setelah check-in selesai, saya pun sempat diantar oleh sahabat saya hingga pintu masuk ruang keberangkatan (departure gate). Tak lupa saya berfoto bersamanya di dekat pintu masuk. Waahh... perasaan saya saat itu sedih dan haru, pokoknya campur aduk. Usai saling berjabat tangan, berpelukan dan melempar salam perpisahan, saya bergegas masuk ke dalam ruang keberangkatan. Di sana, saya harus melewati bagian pemeriksaan, bagian yang paling merepotkan bagi saya, he he he. Pasalnya barang yang harus saya bawa masuk ke kabin ternyata banyak sekali. Tangan saya sampai hampir penuh mendorong satu koper kabin dan memegang satu tas jinjing. Tapi alhamdulillah, pemeriksaan berjalan lancar dan tidak ada barang saya yang dicurigai.

Duduk menunggu panggilan masuk pesawat di ruang tunggu keberangkatan rasanya sungguh menyiksa. Ada kebahagiaan yang tak terbendung ketika mengetahui dalam 7 hingga 8 jam ke depan saya akan kembali ke pelukan keluarga. Melihat beberapa pesawat terparkir, termasuk pesawat Garuda Indonesia yang akan saya tumpangi menambah semangat saya untuk cepat-cepat tiba di tanah air. Perjalanan saya akan menjadi perjalanan yang sangat panjang, pikir saya. Karena bertepatan dengan libur tahun baru dan mahalnya harga tiket pada saat itu, saya tidak mendapat tiket penerbangan langsung (direct flight) ke Jakarta, melainkan harus transit dulu di Denpasar, Bali. Tak terbayang bagaimana repotnya saya nanti saat di bagian imigrasi Bandara Ngurah Rai.


Saya dan sahabat yang mengantar saya, Kartika

Di dalam pesawat, saya duduk bersama satu keluarga, ayah, ibu dan seorang anak mereka, yang sepertinya warga negara Australia yang hendak melakukan perjalanan bisnis sekaligus liburan di Indonesia. Saya yang duduk paling pinggir atau rear side, seketika melihat sekeliling pesawat. Hmm, pesawat ini terlihat penuh dengan penumpang. Selama perjalanan, saya pun sangat senang karena akhirnya saya bisa menonton film Doraemon terbaru berjudul Stand By Me. Maklum, film itu tidak tayang di Australia, he he he. Selain itu, saya juga menghabiskan waktu bermain game sampai-sampai bocah yang duduk di samping saya ikut bermain game seperti saya, he he he. 

Enam jam perjalanan ke Denpasar akhirnya berakhir saat saya tiba di Bandara Ngurah Rai. Saya sempat mendengar bahwa bandara ini sedang mengalami renovasi dan perombakan. Betul saja, saya hampir tak mengenali bandara internasional tersebut. Begitu saya sampai, saya harus melewati bagian  imigrasi Indonesia. Mengingat saya masih harus melanjutkan perjalanan berikutnya ke Jakarta dalam waktu yang tidak lama, saya buru-buru bergegas ke counter. Lucunya, saya bingung harus menuju counter yang mana, hingga pada akhirnya saya melihat seseorang yang saya kenali sebagai orang Indonesia yang juga mahasiswa Australia menuju ke arah counter service passport. Saya pun mengikutinya berharap saya pun bisa masuk karena saya menggunakan paspor dinas selama tinggal di Australia. Alhamdulillah, saya pun tidak harus antri berlama-lama, he he he. 

Setelah masuk, saya harus mengambil semua bagasi saya, masuk ke bagian pemeriksaan x-ray, dan check-in kembali di terminal domestik. Astaga, badan saya rasanya hampir remuk! Belum mengangkat dan menurunkan koper-koper saya yang berat itu tadi, saya juga harus berjalan jauh dari terminal internasional ke terminal domestik seorang diri. Alhasil, saya cari bantuan seorang porter. Lumayan lah, semenjak bandara ini direnovasi, jalanan penghubung ke terminal domestik cukup panjang dan berliku, ditambah beberapa tanjakan dan turunan. Hmm.... 

Tiba di terminal domestik, saya langsung mencari kedai kopi untuk rehat sejenak. Sayangnya saya tak boleh lama-lama berleha-leha disana, mengingat setengah jam lagi saya harus sudah boarding untuk penerbangan selanjutnya ke Jakarta. Alamak! Ternyata pesawat yang saya tumpangi kali ini lebih kecil dari jenis pesawat dari Sydney sebelumnya. Alhasil, saya kerepotan memasukkan barang-barang yang saya bawa ke kabin, he he he. Tapi, senangnya kalau naik Garuda Indonesia, saya bisa terhibur dengan adanya sarana entertainment di dalam pesawat. Dua jam perjalanan saya habiskan dengan menonton film Merry Riana yang belum pernah saya tonton di bioskop Indonesia. 

Waktu menunjukkan hampir jam 6 sore. Matahari terlihat samar-samar pergi meninggalkan cahaya keemasan. Dari atas pesawat, terlihat bandara Soekarno-Hatta sudah di depan mata. Alhamdulillah, saya tiba di Jakarta dengan selamat. Perjalanan melelahkan namun menyenangkan ini akhirnya berakhir juga. Meskipun ini bukan perjalanan holiday atau liburan saya, tapi paling tidak ini adalah perjalanan pulang saya yang tidak akan terlupakan bersama Garuda Indonesia. Terima kasih Garuda Indonesia! Saya pun kembali disambut dengan pelukan hangat mereka, ayah, ibu dan adik saya tercinta.

Kisah perjalanan ini diikutsertakan dalam Blog Competition Garuda Indonesia #GADreamHoliday.

Disclaimer: Tulisan ini di luar tanggung jawab PT. Garuda Indonesia dan tidak melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun.



Thursday, December 4, 2014

TIGA PULUH HARI YANG TERSISA



Assalamualaikum.

Dear all,

This is it. The day 30 before I leave Sydney, my second home where I have mostly spent my time for the last one year. 

Setelah saya pernah menulis bagaimana perasaan saya akan berpisah meninggalkan tanah air di sini, sekarang saya harus kembali mengulang perasaan itu. Hari ini tepat 30 hari sebelum saya kembali ke Indonesia, tanah kelahiran saya. Sedih? Ya, sejujurnya. Akan tetapi, di sisi lain saya juga bahagia karena pada akhirnya saya bisa kembali ke pelukan keluarga setelah kurang lebih satu tahun berpisah.

Sydney is such a beautiful place to live. Banyak kenangan yang dia tinggalkan untuk saya, termasuk kenangan saya bersama kedua orang tua saat mereka tengah menjenguk saya minggu lalu. Meski hanya cuma sebentar, tapi waktu terasa lama saat saya bisa berkesempatan untuk bercengkerama dan melihat senyum mereka dari jarak dekat. Sayang, ada satu hal yang terasa kurang. Adik saya tidak bisa turut serta dalam perjalanan mereka ke Sydney karena dia kini tinggal dan bekerja di Manokwari, Papua Barat. 

Mama, saya dan Papa di depan Harbour Bridge

Saya benar-benar bersyukur, selama kurang lebih 11 bulan tinggal jauh dari orang tua, saya merasakan kehangatan dari teman-teman Indonesia yang sudah saya anggap seperti keluarga. Meskipun kadang kala, kami disibukkan dengan agenda kami masing-masing, tapi saya senang bisa menghabiskan waktu bersama mereka. Terlebih jika kami sudah dibebani dengan tumpukan tugas essay dan berbagai persiapan menghadapi ujian. Selain itu, teman-teman saya lainnya yang berasal dari  Australia dan penjuru dunia lain telah banyak mengisi keseharian saya. Suka, duka bahkan kesal pernah saya alami. Tapi, dengan begitu saya jadi belajar menjadi wanita yang lebih dewasa dan mandiri. Tidak hanya mandiri mengurus urusan pribadi, tapi mandiri dalam bersikap. Terlebih lagi pada kondisi budaya dan tradisi yang jauh berbeda dengan kondisi di tanah air. Saya bersyukur pernah tinggal jauh dari orang tua saat kuliah S1, jadi saya mungkin tidak terlalu banyak menemui kesulitan beradaptasi dengan hal-hal yang semua "serba sendiri", he he he.

30 hari ini akan saya tandai dengan baik dan insha'Allah saya akan coba mempergunakan waktu yang tersisa ini dengan lebih bijak. Saya akui persiapan berangkat dan pulang itu sama-sama berat. Banyak hal yang harus diselesaikan, termasuk satu mata kuliah terakhir saya, Independent Study. Saya berniat menerbitkan tugas terakhir saya ini ke dalam jurnal ilmiah internasional dan jika berhasil, ini akan menjadi tulisan pertama saya di kancah internasional. Aamiin.

Sementara ini saja ya. Sydney makin panas tapi hujan selalu mengguyur kota dalam beberapa hari terakhir. Terima kasih atas segala ucapan selamat yang dihaturkan kepada saya. Saya senang sebentar lagi bisa menyelesaikan studi ini. Semoga 30 hari ke depan, saya bisa menemukan pengalaman dan kisah menarik lainnya yang akan menjadi penutup dari satu fase kehidupan saya. 

Foto bersama Australia Awards scholars pada acara Completion Ceremony, 26 November 2014

Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...