Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Sunday, October 1, 2017

Wisata Terapung di Lok Baintan



Ada yang sudah pernah ke Kalimantan Selatan? Kira-kira apa ya yang terkenal dari Kalimantan Selatan? Batu akik? he he he. Batu akik atau permata asal Kalimantan Selatan - atau lebih tepatnya Martapura - memang tersohor sampai ke pelosok nusantara. Tapi, sebenarnya banyak hal lain yang unik dari Kalimantan Selatan.

Kamu tentu tahu 'kan kalau Kalimantan Selatan memiliki satu sungai terpanjang di Indonesia? Yup, sungai Barito. Sungai ini adalah sungai terpanjang ketiga di Indonesia setelah sungai Kapuas dan Mahakam. Sungai Barito menjadi sungai terpenting di Kota Banjarmasin, karena merupakan salah satu pusat perdagangan dan perekonomian warga. Kenapa begitu? Di sungai ini terjadi transaksi jual beli yang tidak biasa karena dilakukan di atas air. Tak heran lantas disebut sebagai pasar terapung.

Konon, dulu sebenarnya ada banyak pasar terapung di Kalimantan Selatan. Bahkan salah satunya sempat menjadi tempat syuting iklan 'RCTI Oke', lho! (mungkin kamu masih ingat ya?) Pasar ini dinamakan pasar terapung Muara Kuin. Namun, makin ke sini, banyak pasar yang akhirnya 'punah' . Sekarang hanya tersisa dua yang masih bertahan, yaitu Muara Kuin dan satu lagi Lok Baintan. Lokasi keduanya cukup berjauhan - Muara Kuin sendiri berada di Kota Banjarmasin, sementara Lok Baintan ada di Kabupaten Banjar. Meskipun Muara Kuin pernah menjadi primadona, tapi geliatnya sudah tidak seperti dulu. Pasar terapung Lok Baintan kini justru tengah 'naik daun'. Bahkan menurut orang Banjar sendiri, pasar terapung ini lebih banyak dicari oleh  wisatawan dari luar Kalimantan Selatan.

Suasana pasar yang sudah mulai ramai di kala hari sudah mulai terang

Berbeda dengan Muara Kuin yang berada di hulu sungai Barito, pasar terapung Lok Baintan berada di sungai Martapura. Untuk sampai ke pasar terapung Lok Baintan, kamu bisa menempuh jalur sungai selama 45 menit. Waktu mau ke sana, saya kebetulan sedang dalam perjalanan dinas di Kota Banjar Baru. Setelah dipikir-pikir, rasanya sayang banget kalau sampai tak sempat datang ke Lok Baintan. Dalam waktu yang terbilang mepet, saya dan kelima teman dinas saya akhirnya memutuskan berkunjung ke Lok Baintan sebelum melakukan tugas penelitian. Mengingat kami berenam menginap di Banjar Baru, kami pun harus menempuh jalan darat ke Banjarmasin terlebih dahulu, baru menyambung dengan menaiki perahu klotok ke Lok Baintan.

Alhamdulillah, perjalanan darat ke Banjarmasin hanya ditempuh kurang lebih 45 menit karena jalanan terbilang masih sepi. Sesampainya di Banjarmasin, kami kemudian harus menyewa perahu klotok. Perahu klotok adalah semacam perahu kayu kecil bermotor yang bisa diisi hingga 10 orang. Salah satu dermaga yang biasa melayani perjalanan sungai menuju Lok Baintan adalah dermaga bawah jembatan di daerah Banua Anyar. Lokasinya tepat di Rumah Makan Soto Bang Amat. Harga sewa perahunya sendiri Rp300.000,-. 

Suasana saat berangkat menuju Lok Baintan, langit masih gelap



RM Soto Bang Amat yang jadi dermaga perahu-perahu menuju Lok Baintan

Perahu klotok kami (kanan) yang terparkir di dermaga

Setelah menyempatkan diri sholat subuh di langgar dekat dermaga, saya dan teman-teman berangkat menuju Lok Baintan dalam kondisi langit masih gelap. Udara waktu itu juga masih dingin dan belum ada pemandangan yang bisa dilihat, he he he. Ketika sampai di pasar terapung jam 6 pagi, kami pun disambut dengan wajah ceria ibu-ibu penjual sayur dan buah. Sambil menaiki perahu kayu atau jukung, dalam bahasa Banjar, mereka satu per satu menghampiri klotok kami. Beberapa di antara mereka ada yang menggunakan topi capil, bahkan ada yang memoles wajahnya dengan bedak dingin. Lucu deh, he he he.

Ibu-ibu itu ternyata ramah banget dan mereka tidak bosan menawarkan barang dagangannya kepada kami dengan wajah tersenyum. Mereka bahkan tidak segan menawarkan kami untuk berfoto di atas perahu mereka sambil memegangi barang jualan. Kalau mau pakai topi capilnya si ibu juga boleh banget kok. Mungkin itu juga trik si ibu untuk menggaet pembeli. 

Suasana pasar yang mulai ramai dengan ibu-ibu penjual

Para pedagang pasar terapung yang selalu ceria dan tersenyum

Sensasi menaiki jukung bersama ibu penjual, benar-benar pas di badan, he he

Saya dan teman-teman dinas selama di Banjar Baru - dua orang bapak itu adalah penduduk asli Banjar

Dagangan yang dijual ibu-ibu ini bermacam-macam, mulai dari sayur, buah, ikan asin, ikan basah, hingga panganan nasi bungkus dan kue khas Banjar. Yang tak boleh terlewat untuk dibeli adalah buah-buahan khas Kalimantan dan ikan asinnya. Salah satu yang jadi incaran saya adalah jeruk siam Banjar yang bentuknya hijau besar dan rasanya seperti jeruk sunkist. Manis dan segar. Kalau kamu berani, kamu juga bisa mencicipi buah khas Kalimantan lainnya, seperti buah mentega, mundar dan kasturi. Rasanya unik. 

Buah-buahannya dijual dalam keranjang, jadi tidak ditimbang. Satu keranjang jeruk dihargai Rp50.000,-, sedangkan seplastik ikan asin dibandrol Rp25.000,-. Mahal memang, tapi tak apalah, hitung-hitung bagi rejeki ke mereka. Mereka kebetulan memetik buah dari kebun yang berada di luar desa. Kalau mau menawar, tentu boleh saja. Tapi sepanjang saya nawar, ujung-ujungnya tetap tidak dikasih sama si ibu, he he he. Akhirnya saya putuskan hanya membeli setengah keranjang jeruk dan seplastik ikan asin untuk dibawa pulang. Lumayan, mungkin kalau ditimbang jeruknya bisa sampai 1,5 kilo. Barang dagangan pun dibungkus menggunakan tas anyaman... sangat tradisional.

Buah mundar, manggis mini yang rasanya asam manis

Hasil belanjaan saya dari Lok Baintan

Menikmati jeruk siam Banjar yang manis dan segar saat kembali ke hotel

Oya, perlu diingat ya bahwa pasar terapung ini hanya buka saat pagi hari saja, yaitu sejak sekitar jam 6 hingga jam 9 pagi. Jadi jangan sampai telat! Waktu yang paling pas untuk datang ke pasar terapung Lok Baintan adalah sekitar jam 6-7 pagi. Di jam-jam ini, pedagang sudah banyak yang berkumpul. Jangan lupa membawa uang tunai secukupnya. Kalau mau ikutan pakai sistem barter seperti penduduk lokal, mungkin juga tak apa, he he. Lalu setelah puas berfoto dan berbelanja, kamu juga bisa sekalian sarapan di atas perahu. Kamu bisa membeli nasi kuning dan aneka kue khas Banjar seperti bingka, apang dan kue pisang. Tapi kalau kamu lebih senang membeli sarapan saat kembali ke Banjarmasin, jangan lupa untuk mampir dulu di Soto Bang Amat ya, biar jadi pelengkap perjalananmu di Lok Baintan. Semoga bisa menyusul ya! :)


Sunday, February 12, 2017

Mengintip Surga di Negeri Laskar Pelangi


Wherever my travels may lead, paradise is where I am - Voltaire
Assalamu'alaikum.

Kalau ingat film Laskar Pelangi, pasti yang pertama kali terbayang adalah pantai bebatuan yang ada di Pulau Belitung. Ada yang sudah pernah ke sana? Kalau belum, saya mau ajak kamu untuk mengintip beberapa hal yang menarik dan unik dari tanah kelahiran sang penulis sekaligus sutradara film Laskar Pelangi, Bang Andrea Hirata. 

Pada akhir Desember 2016 lalu, alhamdulillah saya sekeluarga mendapat kesempatan berlibur ke Pulau Belitung. Rencana ini sebenarnya sudah kami susun jauh-jauh hari karena sudah ditagih janji sama ibu saya agar bisa segera diajak ke sana. Akhirnya kami memilih pergi menjelang libur akhir tahun. Perjalanan udara dari Jakarta ke Kota Tanjung Pandan, Belitung ternyata hanya memakan waktu sekitar satu jam - hampir sama dengan waktu tempuh pesawat dari Jakarta ke Yogyakarta. Selain jaraknya yang nggak terlalu jauh dengan ibukota, Pulau Belitung - atau sering disebut Belitong dalam bahasa setempat - ternyata juga salah satu hidden paradise-nya Indonesia, lho!

Mau tahu apa saja surga yang tersembunyi di pulau ini? Berikut saya informasikan sedikit bocorannya ya! Percaya deh, setelah membaca ini kamu pasti jadi ingin cepat-cepat merencanakan liburan di Belitung juga, he he he. Semoga bisa terlaksana! 

Keindahan Pulau Belitung memang nggak usah diragukan lagi. Pulau Belitung menurut saya adalah salah satu pulau terindah di wilayah barat Indonesia. Pulau ini memiliki banyak pulau kecil yang eksotis dan nggak kalah dengan Pulau Bali, contohnya Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang, Pulau Pasir dan masih banyak lagi. Selain itu, pantai-pantai di Belitung juga memiliki pasir putih yang halus dan bersih, serta dipenuhi oleh batuan granit raksasa yang tersebar hampir di seluruh penjuru pulau. Batu-batuan inilah yang sampai sekarang menjadi daya tarik bagi sebagian besar wisatawan domestik maupun mancanegara, dan tentu saja menjadi salah satu keunikan yang belum tentu bisa kamu temukan di tempat lain.

Nah, beberapa pantai yang menjadi primadona wisata dari Pulau Belitung dan patut kamu kunjungi di antaranya Pantai Tanjung Kelayang, Pantai Tanjung Tinggi, Pantai Burung Mandi dan Pantai Tanjung Pendam. Salah satu aktifitas yang bisa kamu lakukan yaitu berkeliling dari satu ke pulau lainnya (island hopping) untuk menikmati beberapa pantai yang ada di perairan Belitung. Dengan menggunakan perahu boat, kamu akan diajak melewati luasnya samudera dan mengunjungi sejumlah pulau sambil menikmati pemandangan batuan granit besar yang muncul di permukaan air.

Selain itu, kamu juga bisa menikmati pemandangan bawah laut dengan melakukan aktifitas snorkeling. Kalau cuaca cerah, kamu akan sangat jelas melihat berbagai terumbu karang yang masih bagus dan baik kondisinya, serta menemukan puluhan ikan yang akan berenang menghampirimu. Nah, setelah puas ber-snorkeling ria, jangan lupa juga untuk bersantai melepas lelah di Pulau Batu Berlayar dan bermain bersama bintang laut, atau menghabiskan waktu dengan berfoto bersama batu-batu raksasa di Pantai Tanjung Tinggi - pantai fenomenal yang menjadi salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi.

Pantai Tanjung Tinggi, salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi

Pulau Burong, atau Pulau Burung, yang memiliki tumpukan granit raksasa menyerupai seekor burung.

Pemandangan menarik yang bisa kamu lihat salah satunya adalah sebuah pulau yang memiliki tumpukan batu granit menyerupai kepala burung. Pulau ini yang kemudian sering disebut dengan Pulau Burong (atau Pulau Burung) oleh penduduk setempat. Kegiatan seru lain yang nggak boleh ketinggalan adalah menikmati sensasi menaiki mercusuar di Pulau Lengkuas. Pulau Lengkuas telah menjadi destinasi wajib bagi siapa saja yang akan berkunjung ke Belitung. Di pulau ini, kamu akan menemukan sebuah bangunan mercusuar yang begitu kokoh berdiri di tengah-tengah pulau. Menara mercusuar setinggi kira-kira 70 meter ini memiliki 18 lantai. Wohoo...! Butuh kesabaran dan ekstra tenaga ya untuk bisa berhasil naik sampai ke puncak menara. Tapi, jangan khawatir, rasa lelah dari hasil menapaki tiap anak tangga insyaa Allah terbayarkan dengan pemandangan laut biru yang menakjubkan dari puncak mercusuar. Belum lagi perahu-perahu yang merapat di pesisir pantai turut menambah keindahan laut di sekitar Pulau Lengkuas. Cantik banget deh pokoknya!

Keindahan laut yang berwarna biru kehijauan di sekitar Pulau Lengkuas

Salah satu pemandangan indah Pulau Lengkuas - buah perjuangan mendaki puncak mercusuar

Selain terkenal akan pantainya, Belitung juga menghadirkan berbagai jenis wisata kuliner yang nggak kalah menarik. Salah satu daerah di Pulau Belitung bahkan dikenal sebagai surganya pecinta kopi. Kota Manggar, yang berada di Kabupaten Belitung Timur, merupakan kota yang dijuluki sebagai kota 1000 kedai kopi. Di kota ini, kamu bisa menemukan deretan warung kopi yang buka sejak pagi hingga malam, dipenuhi oleh para penikmat kopi hitam yang umumnya adalah kaum adam. Nah, kalau kamu nggak sempat singgah di kota Manggar, kamu masih bisa mencicipi segelas kopi o atau kopi susu di Kota Tanjung Pandan. Di ibukota Belitung ini pun banyak sekali kedai kopi bernama Kong Djie yang bisa kamu singgahi, mulai dari kedai kopi yang masih sangat tradisional hingga yang sudah agak fancy. Yang unik dari kedai kopi di Belitung tentu saja ada pada tiga teko raksasa yang digunakan untuk merebus air kopi.

Menyeruput segelas kopi susu di warung kopi Kong Djie yang nikmat banget

Rekomendasi saya adalah warung kopi Kong Djie yang berlokasi dekat dengan pasar ikan Tanjung Pandan. Terus terang, tempat ini sering sekali penuh, sudah persis seperti ****bucks (malah ****bucks kalah kali yah). Apalagi menjelang sore dan malam hari. Ternyata kedai kopi yang dibangun tahun 1943 ini telah menjadi incaran banyak turis serta tempat favorit penduduk lokal untuk kongkow dan nongkrong selepas melakukan rutinitas. Harga segelas kopi di kedai ini pun sangat terjangkau, cocok banget dinikmati bersama roti bakar atau pisang bakar. Nah, kuliner menarik lainnya adalah mie Belitung dan sup gangan ikan. Tak lengkap rasanya perjalanan kita jika tak mencicipi mie Belitung. Kalau diperhatikan, mie ini sekilas mirip dengan mie celor yang ada di Palembang. Rasa kuah yang dihasilkannya juga berasal dari kaldu udang. Hanya saja, kuah dari mi Belitung tidak menggunakan santan, lebih bening dan berwarna kecoklatan.

Salah satu warung kopi yang fenomenal di Kota Tanjung Pandan

Tiga teko besar untuk merebus kopi yang tersusun sesuai tingginya

Meski mie Belitung ini sangat terkenal, tapi saya justru lebih suka sama sup gangannya. Masakan ini 'teope begete' (top banget) deh! Rasanya nggak cuma gurih, tapi juga pedas dan segar, karena ikannya dimasak bersama buah nanas - salah satu buah yang banyak dibudidayakan di Pulau Belitung. Oh ya, satu lagi kuliner yang wajib dicicipi jika singgah ke Belitung yaitu nasi bedulang. Bedulang adalah tradisi makan bersama oleh satu keluarga dalam satu dulang. Dulang di sini maksudnya adalah nampan besar untuk meletakkan aneka makanan dalam piring-piring kecil. Di dalam tradisi bedulang ini, makanan harus ditutup menggunakan tudung saji saat disajikan, untuk kemudian dihidangkan sesuai urutan. Anggota keluarga yang termuda harus mengambil nasi untuk yang paling tua, lalu yang paling tua dipersilahkan mengambil lauknya lebih dulu, baru kemudian diikuti yang muda secara bergiliran. Hehe, repot ya? Tapi, inilah tradisi turun temurun penduduk Belitung. Pastinya banyak nilai-nilai kearifan lokal yang diajarkan, termasuk tentang makna kebersamaan, ungkapan syukur dan juga penghormatan terhadap yang lebih tua.

Mie Belitung yang dihidangkan di atas daun simphor

Sup gangan yang menyegarkan dan bikin makan lahap

Satus set nasi bedulang di RM Belitong Timpo Duluk, Kota Tanjung Pandan

So, Pulau Belitung itu nggak cuma menarik karena keindahan alamnya, melainkan juga tradisi serta budaya yang kaya dan juga tercermin dari kuliner-kulinernya. Sebenarnya masih banyak pesona lain yang ditawarkan oleh Negeri Laskar Pelangi ini. Replika Sekolah Dasar (SD) Laskar Pelangi di Kecamatan Gantong, misalnya, sejenak membawa kita kembali ke masa-masa sulit Andrea Hirata dan kawan-kawan seusianya saat mengenyam manisnya pendidikan dasar, termasuk ketika berkunjung ke Museum Kata yang sungguh sangat menginspirasi saya. Tak lupa, jejak-jejak hasil pertambangan kaolin yang masih menjadi salah satu sumber kekayaan Pulau Belitung.

Lokasi replika SD di film Laskar Pelangi

Berfoto sejenak sebagai ungkapan euforia, tapi dalam hati sungguh prihatin membayangkan kondisi sekolah ini dulu

Replika sebuah ruangan kelas di SD Muhammadiyah Gantong yang terlihat sangat tak layak

Again, sebelum masuk ke dalam museum, belum sah kalau nggak berfoto di halaman muka

Sejumlah quotes kesukaan Andrea Hirata dan foto sebagian adegan film Laskar Pelangi

Buku Laskar Pelangi dalam berbagai versi bahasa

Tiba-tiba, mendapat kesempatan bertemu dan berfoto bersama Ibu Muslimah, guru Bang Andrea Hirata

Sisa-sisa pertambangan kaolin yang membentuk danau biru nan cantik

Berfoto di hamparan danau biru hasil tambang kaolin

Oh ya, promosi sedikit ya! Saat mengunjungi Pulau Belitung akhir 2016 lalu, saya menggunakan jasa travel lokal, yaitu Simphor travel. Informasi tentang travel ini pun saya dapat via googling di internet. Dari begitu banyak daftar travel yang saya temukan, saya akhirnya mengambil paket wisata 3D2N di travel ini, yang menurut saya harganya sangat bersaing dan pilihan wisatanya juga menarik. Saya dan keluarga bahkan diberi kesempatan untuk bebas merevisi itinerary yang mereka tawarkan jauh-jauh hari sebelum tiba di Belitung. Meski hujan mungkin menjadi satu-satunya kondisi yang 'kurang menyenangkan' selama saya dan keluarga di sana, alhamdulillah kami ditemani oleh seorang guide yang asyik. Namanya Bang Atan (sayang saya nggak ambil fotonya waktu itu, he he).

Tapi, balik lagi ke pilihan personal-mu masing-masing ya. Kamu pun juga bisa memutuskan untuk tidak menggunakan jasa travel, melainkan hanya menyewa kendaraan bersama guide-nya saja. Di sini, kamu bersama sang guide meng-arrange sendiri tempat-tempat yang mau kamu kunjungi saat sudah sampai di Belitung.

***

Bagaimana? Sudah puas melihat bocorannya? Nah, sekarang tinggal kamu membuktikannya sendiri dengan datang langsung ke Pulau Belitung ya! Saya yakin mungkin akan ada lebih banyak 'surga' yang kamu temukan di negeri ini. Happy traveling! ðŸ˜€


* Psst, sebelum memutuskan berangkat ke Belitung, cek dulu tips berikut ya!

  1. Pastikan kamu datang bukan pada saat musim penghujan. Banyak warga lokal yang bilang bahwa waktu terbaik untuk berwisata ke Pulau Belitung adalah antara bulan Maret sampai November. Pada bulan-bulan ini, air laut pun cenderung lebih tenang. 
  2. Selain musim penghujan, usahakan juga untuk datang bukan pada saat libur anak sekolah atau libur panjang hari nasional. Selain tempat-tempat wisata yang jadi kebanjiran sama banyak turis lokal, hotel dan tempat-tempat menginap pun akan cenderung penuh.
  3. Mampirlah ke pasar tradisional yang ada di Kota Tanjung Pandan. Kamu bisa menemukan berbagai hal yang unik dari daerah setempat, termasuk buah tangan yang bisa kamu bawa pulang ke rumah.
  4. Bawalah pakaian dan alas kaki senyaman mungkin. Siapa sih yang nggak mau tampil cantik dan ganteng saat berfoto? Saya yakin semua traveler juga ingin tampil oke saat melakukan traveling. Meski ngakunya backpacker pun, penampilan juga harus cihuy biar bisa mendukung foto yang bagus. Eits, tapi kamu juga harus memikirkan urusan kenyamanan (dan keselamatan) ya! Apalagi saat berfoto dengan memanjat batu-batu granit yang besarnya bukan main. Using heels is a big NO! 
  5. Perlu diketahui bahwa di Kota Tanjung Pandan sendiri tidak ada angkutan umum, dan kata guide saya, taksi sendiri cuma ada 4 armada. Jadi, kalau pun kamu ingin berkeliling kota, kamu harus menyewa kendaraan bermotor. Meski begitu, menggunakan jasa travel bisa jadi opsi buat kamu yang nggak mau repot, he he.
  6. Selain kerupuk kemplang ikan, oleh-oleh yang bisa kamu bawa pulang adalah ketam isi, atau rajungan isi. Daging rajungan yang telah dipisahkan dari cangkangnya dicampur dengan bumbu, daun bawang dan telur kemudian dimasukkan kembali ke dalam cangkang dan digoreng. Rasanya gurih dan enak - cocok jika disantap dengan saos sambal atau dihidangkan bersama saus lada hitam. Karena makanan ini termasuk makanan rumahan (homemade), jadi kamu perlu googling tempat jualnya, atau menanyakan langsung ke warga setempat. 

Panganan lontong yang dibungkus dengan daun simphor

Terasi khas kepulauan Babel: yang berbentuk bulat berasal dari Belitung, sedangkan yang persegi dari daerah Bangka

Ketam isi yang bisa menjadi buah tangan khas Belitung

Thursday, November 24, 2016

LIMA HAL MENARIK DARI KOTA AMBON



Assalamu'alaikum.

Ada yang sudah pernah plesir ke kota Ambon? Ambon adalah ibukota Propinsi Maluku dan merupakan salah satu kota yang berada di gugus Kepulauan Maluku. Mendapat julukan sebagai 'The City of Music', Ambon ternyata punya beragam hal menarik yang sayang untuk dilewatkan. Berbagai destinasi wisata alam dan budaya yang menarik, hingga kuliner lokal yang lezat memanjakan lidah akan kita jumpai di kota ini.

Saya bersyukur akhirnya berkesempatan juga untuk melakukan penelitian di kawasan timur Indonesia, salah satunya di kota Ambon manise. Sekitar seminggu berada di Ambon ternyata nggak membosankan. Meski teriknya matahari hampir menemani saya seharian di lapangan saat turun ke Puskesmas, tapi keletihan saya tergantikan saat sore hampir tiba. Sejumlah pondok kuliner bahari yang terdapat di pusat kota tentunya siap untuk saya cicipi. Belum lagi tempat-tempat wisata yang nggak kalah oke.

Jadi, jika kamu berkesempatan untuk mengunjungi kota Ambon, lima hal menarik berikut mungkin akan membuatmu jatuh cinta dan ingin kembali lagi ke sana. Who knows!? :)
1. Mencicipi kuliner seafood 

Kalau bicara tentang makanan, Ambon mungkin jadi salah satu surga wisata kuliner seafood yang dijamin enak dan fresh. Apalagi beragam ikan laut hidup di wilayah perairan Maluku menjadikan Ambon sebagai destinasi wajib untuk mencicipi aneka hidangan seafood, mulai dari ikan bakar, udang bakar hingga sup ikan kuah asam yang begitu menyegarkan. Belum lagi jika sudah disantap dengan sambal colo-colo yang rasanya khas dan sayur bunga pepaya.

Salah satu rumah makan ikan bakar yang sempat saya datangi adalah RM Sari Rasa, yang berlokasi di Jalan Anthony Rhebok, Ambon. Rumah makan ini konon adalah salah satu restoran seafood terbaik. Ikannya nggak hanya segar, tapi rasa masakannya pun cocok di lidah saya dan teman-teman. Harga juga masih ramah di kantong. Nggak heran jika banyak warga lokal maupun turis yang mampir ke restoran ini.

RM Sari Rasa, Ambon
(photo credit: http://malukuhebat.blogspot.co.id/)


Menu ikan bakar di RM Sari Rasa Ambon
(photo credit: http://traveldetik.com/)


2. Bermain di pantai pasir putih

Hal menarik berikutnya dari kota Ambon tentu saja wisata pantainya. Sudah nggak diragukan lagi deh kalau pantai di Kepulauan Maluku itu memang indah banget. Tidak cuma pasirnya yang putih bersih, namun air lautnya yang berwarna biru kehijauan benar-benar menambah kecantikan pantai-pantai yang mengelilingi kota Ambon. Benar-benar menenangkan hati.

Pantai yang sempat saya kunjungi adalah Pantai Natsepa, sekitar 40 menit berkendara dari pusat kota. Pantai ini terbilang nggak sepi pengunjung. Penduduk lokal juga sepertinya senang menghabiskan waktu di pantai Natsepa. Maklum saja, pantai ini sangat terkenal dengan penjual rujak buahnya. Kalau kamu baru tiba di pantai ini, kamu akan langsung melihat sejumlah mama (ibu) yang menjajakan rujak buah di sepanjang pantai.

Rujak natsepa pada dasarnya sama dengan rujak buah pada umumnya. Yang berbeda hanyalah suasananya, dimana kita bisa memandang laut lepas sambil menikmati rujak yang pedas nan nikmat. Selain penjual rujak, beberapa remaja perempuan juga terlihat berkeliling pantai sambil menggendong tampah berisi pisang goreng beserta sambalnya.

Jika kamu memiliki waktu lebih di Ambon, kamu tentu juga bisa mengunjungi destinasi pantai lainnya yang saya jamin nggak kalah mempesona seperti pantai Natsepa. Pantai Liang, pantai Pasir Panjang dan pantai Pintu Kota merupakan beberapa pantai terindah di Ambon.

Pantai Natsepa dengan pasirnya yang putih


Salah satu mama penjual rujak di Pantai Natsepa

Sepiring penuh rujak buah Natsepa



3. Berburu senja di pinggiran kota

Jika kamu sering mencari pemandangan sunset di laut lepas atau pantai, maka nggak ada salahnya kamu berburu senja ke tempat lain. Beberapa daerah di pinggiran kota Ambon ternyata 'diam-diam' menawarkan pemandangan senja yang nggak kalah cantik. Salah satu spot terbaik untuk menikmati sore hari adalah monumen patung Christina Martha Tiahahu.

Lokasi monumen ini memang berada di dataran tinggi sehingga kamu bisa sangat jelas menangkap senja saat sore hari. Kebetulan patung Christina Martha Tiahahu juga menghadap ke arah barat jadi kamu bisa mengambil gambar senja yang spektakuler dari sudut berbeda.

Patung Christina Martha Tiahahu


Salah satu pemandangan senja di Ambon, diambil dari lokasi monumen


4. Menyantap bubur sagu papeda yang unik 

Satu lagi makanan khas Ambon yang harus kamu cicipi yaitu papeda. Papeda sebenarnya makanan yang akan sering dijumpai jika berpergian ke wilayah timur Indonesia, seperti Papua. Penyajian Papeda di wilayah Ambon pun sama seperti yang ada di Papua, yakni disantap bersama dengan ikan kuah kuning. Untuk rasa, jangan ditanya ya, susah jelasinnya karena makannya tinggal telan, he he he. Yang pasti tekstur papeda kenyal-kenyal seperti lem.

Pengalaman saya mencicipi papeda di Ambon sendiri terasa istimewa. Kenapa? Saya menyantap papeda ternyata bukan di sebuah rumah makan, melainkan di rumah salah satu petugas Puskesmas. Beliau dengan baik hati menjamu saya dan teman-teman dari Jakarta dengan hidangan khas Ambon tersebut, lengkap bersama sambal colo-colo, ikan masak cabai dan sayur bunga pepaya. Penyajian papedanya sendiri masih sangat tradisional karena papeda ditempatkan pada wadah keramik besar yang berbentuk seperti tembikar dan menggunakan tongkat kayu mirip seperti sumpit. Selanjutnya, tak lupa papeda dihidangkan di atas piring bersama sambal colo-colo yang ternyata rasanya sangat segar. Sungguh pengalaman yang luar biasa!

Teman saya saat mencicipi satu piring penuh papeda dan sambal colo-colo




5. Menyeruput kopi rarobang

Buat kamu pecinta kopi, kamu nggak boleh ketinggalan untuk menyeruput kopi khas Ambon, yaitu kopi Rarobang. Kopi ini konon adalah minuman khas dari wilayah Maluku dan sudah dikenal oleh para penikmat kopi hingga ke mancanegara. Bedanya apa ya sama minuman kopi lain yang biasa kita nikmati sehari-hari?

Kopi Rarobang merupakan minuman kopi yang sudah dicampurkan sejumlah rempah-rempah ke dalam penyajiannya. Bahan-bahan utamanya adalah kopi berjenis Arabica, jahe, cengkeh, kayu manis, gula pasir dan tentu saja tak lupa irisan kacang kenari yang ditabur setelah kopi sudah tersaji di dalam cangkir. Kopi Rarobang pun bisa ditambah dengan susu jika tidak terlalu menyukai kopi hitam.

Sayangnya, saya dan teman-teman tak sempat mencicipi kopi ini. Andai saya bisa mampir ke salah satu kedai kopi Rarobang di kota Ambon, seperti kedai kopi Sibu-sibu, mungkin saya akan tanya resep ke si empunya, hehe.

Kopi Rarobang
(photo credit: http://jendelakuliner.com)

Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...