Showing posts with label Jepang. Show all posts
Showing posts with label Jepang. Show all posts

Saturday, July 16, 2016

10 PACKING ESSENTIALS FOR TRAVELLING IN JAPAN





Assalamualaikum.

Jepang merupakan negara empat musim yang selalu menyenangkan untuk dikunjungi. Tidak hanya alamnya yang menakjubkan, tapi juga orang-orangnya yang ramah dan sopan. Selain itu, makanan Jepang yang terkenal lezat dan sehat menjadi daya tarik tersendiri bagi turis-turis mancanegara untuk datang ke Jepang. Namun, mengingat Jepang adalah negara yang sedikit unik, diperlukan sedikit tips jika ingin berpergian ke sana, termasuk salah satunya tips packing!

Jika kamu merencanakan perjalanan ke Jepang, ada beberapa hal yang harus kamu catat sebagai daftar bawaan wajib. Tentu saja, daftar bawaan yang akan kamu siapkan perlu disesuaikan dengan musim pada saat kamu berada di Jepang. Tip terpenting dari saya? Jangan overpack! Pastinya ada begitu banyak barang dan buah tangan menarik yang ingin kamu beli dan membutuhkan ruang tersendiri di koper kamu. Berikut 10 packing essentials yang wajib kamu persiapkan saat melakukan perjalanan wisata ke Jepang.





Sepatu kets (sneakers) – Kalau kamu hendak berpergian ke Jepang tandanya kamu harus siap untuk banyak berjalan kaki. Meskipun moda transportasi di Jepang sudah terbilang maju dan beragam, tetapi beberapa sudut kotanya mengharuskan kamu untuk lebih sering berjalan kaki. Misalnya saja di stasiun kereta, dimana kamu bisa menjangkau peron kereta yang jaraknya mencapai 1 km. What? Yup, that's trueSo, gunakan sepatu yang nyaman seperti kets atau sneakers. Sepatu berjenis flat yang compact dan ringan juga bisa kamu bawa. The most important thing is comfort!

Light luggage – Buat kamu yang senang berpergian ala backpacker, maka membawa koper besar is totally a big NO! Nantinya kamu akan melihat kalau ternyata orang Jepang itu terbiasa membawa koper kemana-mana. Tapi percaya deh, akan sangat merepotkan buatmu jika harus menarik-narik koper besar, apalagi saat menaiki kereta yang penuh sesak. Oleh karena itu, gunakan koper berukuran kecil atau sedang selama berada di Jepang dan bawalah pakaian secukupnya. Salah satu travel tips yang juga bisa kamu lakukan adalah dengan menggunakan baju berlapis, khususnya pada saat musim dingin, dan juga musim semi, dimana udara umumnya masih terasa sejuk.

Uang tunai – Tidak semua tempat wisata, tempat perbelanjaan maupun tempat makan di Jepang menerima pembayaran menggunakan kartu debit ataupun kartu kredit. Menyiapkan sejumlah besar uang tunai saat berpergian ke Jepang merupakan salah satu hal wajib. Jika uang yang kamu bawa dari tanah air terbatas, tukarkan Rupiah saat masih berada di bandara di Jepang dibandingkan harus mencari-cari money changer di pusat kota. Kalaupun nanti kamu terdesak untuk memperoleh uang tunai tapi sulit menemukan money changer, maka carilah ATM di 7-Eleven terdekat. Mesin ATM milik Japan Post Office dan Seven Bank dapat digunakan untuk mengeluarkan uang tunai dari kartu kreditmu, baik yang berlogo Visa maupun MasterCard. Tapi tetap perlu diingat ya, kamu akan dikenai biaya charge yang tidak sedikit untuk transaksi ini.

Dompet koin (coin purse)  Nah, selain membawa uang tunai, kamu juga perlu menyiapkan dompet koin selama berada di Jepang. Mengapa? Uang kertas (banknotes) Jepang dimulai dari pecahan 1000, dan 1000 yen itu nilai yang cukup besar lho. Hmm, kira-kira setara dengan 100000 Rupiah. Untuk pecahan 1 sampai 500 yen hanya tersedia dalam bentuk koin. Jadi, tidak jarang ketika kamu berbelanja di Jepang, kamu akan mendapati uang kembalian berupa koin. Selain itu, uang koin akan sering dipakai pada saat menggunakan moda transportasi, seperti bus atau kereta. 

Kamera digital – Barang yang satu ini sudah pasti masuk ke dalam daftar checklist utama para traveller. Kalau bisa diumpamakan, berwisata tanpa membawa kamera is a huge disaster, he he he. Kamera jenis apapun tentunya bisa kamu bawa, baik kamera saku sampai yang sophisticated seperti DSLR ataupun mirroless camera. Tapi yang terpenting, jangan cuma mengandalkan kamera ponsel ya! Kamera ponsel memiliki memory yang cenderung terbatas. Bisa-bisa kamu kehabisan memory untuk menyimpan 500 foto narsis kamu, he he he.

Universal travel adapter – Selama berpergian ke Jepang, tentunya kamu akan membawa berbagai jenis alat elektronik dan perangkat digital, mulai dari ponsel, tablet hingga kamera. Tapi jangan sampai, sudah jauh-jauh ke Jepang, banyak barang elektronik yang kamu bawa dari Indonesia ternyata tidak dapat dipakai di sana ya. Setiap negara pastinya memiliki tipe steker yang berbeda-beda, termasuk Jepang. Selain itu, Jepang dan Indonesia juga memiliki perbedaan tegangan listrik. Jika di Indonesia voltase  yang digunakan 220 Volt, maka di Jepang menerapkan voltase 110 Volt. Hal ini akan cukup memusingkan jika kamu tidak well-prepared lho! Karenanya, lengkapi barang bawaanmu dengan universal travel adapter yang tentunya tidak hanya menyesuaikan dengan jenis steker yang biasa dipakai tetapi juga dengan besar tegangan listriknya. Dengan begitu, gadget kamu akan aman dan tidak akan rusak saat digunakan di Jepang.

Hand sanitiser – Jangan kaget jika terkadang kamu akan sulit untuk menemukan wastafel atau tempat cuci tangan di restoran atau kedai makan di Jepang. Pihak restoran biasanya akan menyiapkan handuk basah hangat yang berfungsi untuk membersihkan tangan yang kotor sehabis makan. Beberapa toilet juga tidak menyediakan sabun untuk cuci tangan. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk selalu membawa satu botol kecil pembersih tangan (hand sanitiser) yang akan membantu kamu untuk tetap bersih dan sehat kapan pun dan di mana pun.

Kamus saku Bahasa Jepang (pocket dictionary) – Salah satu kendala yang sering dialami para traveller saat berpergian ke Jepang adalah bahasa. Jepang memiliki bahasa tersendiri yang tulisan dan pengucapannya berbeda dengan bahasa asing pada umumnya. Sama halnya dengan negara Asia Timur lainnya yakni Cina dan Korea, Bahasa Jepang tidaklah mudah bagi sebagian besar wisatawan asing yang datang ke Jepang. Di samping itu, tak banyak penduduk asli Jepang yang bisa berbahasa Inggris. Untuk itu, bawalah selalu kamus saku Bahasa Jepang kemana pun kamu berpergian di Jepang. Kamus yang dibawa pun tidak harus tebal. Setidaknya kamu dapat berkomunikasi dengan bahasa percakapan sehari-hari yang sederhana, misalnya saja “sumimasen” yaitu ucapan permisi saat hendak bertanya pada orang asing atau “kore wa ikura desu ka” pada saat menanyakan harga barang. Alternatif lain, kamu juga bisa menginstal kamus Bahasa Jepang digital atau aplikasi Bahasa Jepang di ponsel kamu. Percaya deh, orang Jepang akan semakin menghargaimu jika kamu sedikit bisa berbicara dalam bahasa mereka.

Handuk kecil – Tak jarang kamu akan menemui sejumlah toilet umum yang tidak menyediakan tissue untuk mengelap tangan yang basah sehabis mencuci tangan. Mereka bahkan tidak memiliki pengering tangan. Karenanya, kebanyakan orang Jepang membawa sapu tangan atau handuk kecil di dalam tas atau saku mereka. Handuk kecil juga sangat berguna untuk menyeka hidung saat cuaca dingin atau untuk menghapus keringat dari wajah selama cuaca lembab di musim panas. Sebenarnya, kamu bisa saja membawa tissue dan menyimpannya selalu di dalam tas, but hey, it’s not environmentally friendly, is it?

Jilbab dan aksesorisnya – Jika kamu adalah seorang wanita Muslim dan berhijab, maka bukan hanya pakaian nyaman saja yang perlu dipikirkan, tetapi juga jilbab yang akan dikenakan. Bawalah jilbab yang ringan tetapi tetap memberikan kesan nyaman. Pilihan jilbab yang akan dibawa juga bisa disesuaikan dengan baju yang akan kamu pakai. Jilbab pashmina instan mungkin dapat sedikit membantu kamu untuk mengurangi penggunaan jarum. Tapi, saya yakin kamu tidak akan tahan untuk sedikit bergaya saat travelling. Hmm, why not?

Nah, itu tadi 10 packing essentials yang bisa menjadi referensi kamu. Menurutmu, adakah hal lain yang perlu disiapkan saat berpergian ke Jepang? Bagikan tips dan komentarmu ya! Cheers~

Sunday, May 8, 2016

WISATA MALAM DI TOKYO & OSAKA YANG PATUT DICOBA


Assalamu'alaikum.

Hi guys!

Apa kabar liburan panjang 4 hari kemarin? Ada yang sempat menghabiskan waktu di luar kota? Masih ngomongin soal liburan, entah mengapa saya nggak pernah bosan untuk berbagi cerita dan pengalaman tentang perjalanan wisata saya ke Jepang Maret lalu. Kali ini saya akan memberikan sedikit ide berwisata di sekitar Tokyo dan Osaka khususnya pada malam hari. Tempat-tempat wisata di Jepang umumnya memang dibuka sejak pagi hingga sore hari, tapi kamu tentunya juga bisa berwisata di Jepang saat malam hari. Malam di Jepang tidak selalu harus dihabiskan di tempat-tempat hiburan seperti pub, club atau karaoke. Kamu juga bisa melakukan hal menarik lainnya. Beberapa ide berikut mungkin dapat menambah referensi kamu yang akan berencana menikmati indahnya suasana malam di kota Tokyo - Osaka. 

WISATA KULINER

Jepang memiliki banyak pilihan surga wisata kuliner malam yang sayang untuk dilewatkan. Banyak restoran atau kedai makan yang sengaja buka lebih lama saat malam hari. Di Osaka, misalnya, ada sebuah daerah yang sangat populer dengan pusat wisata kulinernya. Penasaran?


1.  Takoyaki & Okonomiyaki di Dotonbori, Osaka

Menyusuri malam dan menikmati kuliner di kawasan Dotonbori

Tempat yang satu ini mungkin menjadi salah satu destinasi wajib wisatawan yang datang ke kota Osaka. Osaka dikenal merupakan kota asal kuliner Jepang berbahan dasar gurita. Yup, apalagi kalau bukan Takoyaki dan Okonomiyaki. Rasanya nggak afdhol jika nggak sempat mampir mencicipi makanan khas negeri Sakura ini. Di Osaka, terdapat kawasan yang merupakan surga Takoyaki dan Okonomiyaki, apalagi kalau bukan jalan Dotonbori. Di kawasan ini sendiri, terdapat berbagai kedai Takoyaki dan Okonomiyaki yang hampir-hampir mirip cara penyajiannya, lengkap dengan proses pembuatan Takoyaki yang dilakukan di depan kedai sehingga pengunjung bisa melihat langsung. Kedai makannya pun terbilang unik dan antik, dengan berbagai ornamen gurita yang terpasang di atas kedai, menandakan secara jelas bahwa kedai tersebut menjual Takoyaki dan Okonomiyaki. Seru ya?!

Lokasi: Creo-ru Takoyaki and Okonomiyaki, Dotonbori, Osaka


2.  Crepés di Takeshita - Harajuku, Tokyo


Etalase crepés yang menggugah selera di Marion Crepés, Harajuku

Kalau tadi kita udah icip makanan yang enak di kota Osaka, kali ini saya mengajak kamu berwisata kuliner yang patut kamu coba di sekitaran Tokyo. Siapa yang nggak pernah mendengar daerah Harajuku? Daerah ini merupakan salah satu pusat belanja dan wisata malam yang seru banget. Harajuku sendiri berdekatan dengan jalan Omotesando yang juga merupakan pusat belanja di Tokyo. Kalau ngomongin soal wisata kuliner di Harajuku, maka kamu perlu mampir ke jalan Takeshita (Takeshita Dori). Pasalnya di sini banyak penjual Crepés yang tentunya bisa kamu coba. Salah satunya yang terkenal adalah Marion Crepés. Yang menarik adalah semua menu Crepés yang dijual bisa kamu liat di depan etalase toko tersebut. Wah, pastinya menggoda banget ya! Saya sendiri sampai bingung mau pilih yang mana. Harga seporsi Crepésnya terbilang cukup terjangkau, yaitu sekitar ¥300-¥800. Jadi, kamu mau pilih yang mana nih?

Lokasi: Marion Crepés, Takeshita dori, Harajuku


3.  Cat Cafe di Shinjuku, Harajuku dan Ikebukuro, Tokyo

Bermain bersama kucing sepuasnya di Mocha Café

Mocha Café di Harajuku

Ingin menghabiskan malam yang nggak biasa di Tokyo? Maka mengunjungi Neko Cafe atau kafe kucing bisa jadi alternatif kamu lho! Sesuai namanya, cafe ini memberikan kesempatan kepada pengunjungnya untuk bisa bermain dengan berbagai jenis kucing yang dipelihara oleh pemilik cafe tersebut. Pastinya kamu akan betah berlama-lama berada di dalam cafe karena kamu nggak cuma disuguhi makanan dan minuman yang enak tapi juga teman yang nggak biasa. Di Neko Cafe sendiri kamu bisa bermain dengan kucing sepuasnya dengan cukup membayar biaya rata-rata ¥1000-1200 per jam. Kamu tentu saja bisa menyesuaikan waktu bermain kamu bersama si kucing. Beberapa cafe bahkan menyediakan waktu yang lebih fleksibel, misalnya Mocha Cafe di Harajuku, Tokyo menawarkan waktu minimal yaitu 10 menit yang akan ditambahkan biayanya untuk 10 menit berikutnya, dan seterusnya, dengan lama kunjungan maksimal 1 jam atau seharga ¥1200. Jadi kamu tidak perlu menghabiskan waktu hingga 1 jam di sana. Buat saya, 40 menit saja sudah cukup untuk membuang kepenatan setelah seharian berjalan kaki menyusuri Meiji Jingu. Mocha cafe sendiri memiliki banyak cabang di Tokyo, di antaranya Shibuya, Ikebukuro dan yang baru saja dibuka adalah cabang Harajuku. Meskipun bukan salah satu kafe kucing tertua di Jepang, Mocha cafe memberikan nuansa cafe yang modern tapi tetap nyaman.
Tips: Buat kamu yang suka banget sama kucing dan ingin berinteraksi dengan mereka, belilah beberapa makanan kucing karena itu akan membuat para kucing berlari mendekatimu, hi hi hi.   
Lokasi: Mocha cafe berada di seberang exit gate Meiji Jingu arah Harajuku station. Berada di gedung  yang sama dengan Docomo, lantai 4. Website http://catmocha.jp/


4.  Japanese Wagyu BBQ di Shibuya, Tokyo

Japanese BBQ di Gyumon, Shibuya

Butuh sedikit energi setelah lelah beraktifitas seharian di jalanan Tokyo? Jika iya, berarti kamu perlu mencicipi Japanese Wagyu BBQ (baca: Yakiniku). Yakiniku adalah salah satu magnet kuliner di Jepang. Ciri khasnya cuma satu, yakni penggunaan daging wagyu khas Jepang. Daging wagyu Jepang sangat terkenal akan kualitasnya. Hal ini ditandai dari tekstur daging yang serupa dengan marble, maka tak heran jika daging ini juga sering disebut dengan istilah the marble meat. Daging wagyu Jepang yang sangat terkenal tentu saja berasal dari Kobe, namun beberapa daerah lain seperti Kagoshima, juga terkenal sebagai penghasil daging wagyu yang amat empuk.

Sebenarnya di Tokyo sendiri, ada banyak tempat yang bisa kamu kunjungi untuk mencicipi lembutnya daging wagyu panggang, namun perlu dicatat ya buat kamu yang Muslim, tidak semua restoran tersebut halal. Restoran Gyumon di daerah Shibuya, Tokyo mungkin bisa menjadi alternatif pilihan kuliner malam kamu di Tokyo. Restoran halal ini pun ternyata cukup terkenal di kalangan Muslim Malaysia dan Indonesia yang tinggal di Tokyo. Meskipun tempatnya agak sempit dan sering sekali penuh, it's totally worth trying! Harga seporsi satu set yakiniku yang biasanya dibandrol sekitar ¥4000-¥5000, di restoran ini cuma dihargai ¥3000. Dari jenis daging yang digunakan memang terlihat bukan salah satu yang premium, tapi yakiniku-nya betul-betul juara lho! Dagingnya masih juicy dan empuk. Pokoknya kamu patut datang dan mencoba sendiri ya! 
Tips: Agar lebih hemat, kamu bisa menikmati yakiniku dengan cara sharing! Kamu tidak harus memesan satu set yakiniku untuk tiap orangnya, tapi cukup beberapa set saja lalu kamu share bersama teman dan keluarga. 
Lokasi: Gyumon Halal Japanese BBQ, 3-14-5 Shibuya, Tokyo


WISATA BELANJA

Selain surga makanan, Jepang juga dikenal sebagai salah satu surga belanja di dunia. Berbagai macam produk mulai dari fashion, barang elektronik dan gadget hingga kitchenware bisa kita temukan di kota Tokyo dan Osaka. Produk buatan Jepang memang terkenal unik dan sophisticated. Nah, kalau kamu enggan menghabiskan waktu belanjamu di siang hari, kamu tentu saja bisa melakukannya di malam hari. Beberapa lokasi belanja seperti Shibuya, Shinjuku atau Omotesando adalah deretan tiga terbaik. Di Shibuya sendiri kamu bisa mengunjungi beberapa pertokoan dan shopping mall yang berada tidak jauh dari Shibuya crossing, di antaranya Shibuya 109, Shibuya Parco, Shibuya Marui dan masih banyak lagi. Sama halnya dengan Shibuya, Shinjuku juga menyuguhkan berbagai daya tarik yang sayang untuk dilewatkan oleh kamu lho para shopaholic. Jika ternyata kamu nggak sempat untuk datang ke kawasan Shibuya, maka kamu bisa menyambangi beberapa department store di dekat stasiun Shinjuku, seperti ISetan, Lumine atau Keio. Psst, tahu nggak kalau ternyata stasiun kereta Shinjuku merupakan stasiun tersibuk di negeri Sakura! Jadi, kamu jangan sampai nyasar ya!

Selain Shibuya dan Shinjuku, Tokyo juga memiliki lokasi surga belanja lainnya yaitu Omotesando. Nah, kalau yang ini, produk yang dijual rata-rata adalah produk impor atau yang bermerek internasional. Jadi barang-barangnya memang lebih branded dan obviously mahal. Beberapa merek produk yang bisa kamu temukan di sini antara lain Prada, Louis Vuitton, Alexander McQueen dan Gucci.
Tips: Jika kamu berkunjung ke kawasan Shibuya menggunakan kereta subway, jangan lupa untuk singgah dan berfoto sejenak di patung Hachiko. Kamu bisa mendapati lokasi patung tersebut persis setelah keluar dari exit Hachiko statue. Selain itu, jangan lupa untuk mengabadikan momenmu bersama ratusan pejalan kaki yang berjalan di Shibuya crossing. Mau dapat foto yang iconic? Cobalah untuk mampir ke Starbucks yang persis berada di seberang stasiun dan memotret pemandangan tersebut dari lantai 2 gedung. Dijamin foto kamu persis seperti yang ada di majalah-majalah, he he he. 

WISATA JELAJAH KOTA

Menikmati malam di kota Tokyo dan Osaka tidak selalu harus dihabiskan dengan kegiatan belanja dan makan. Tokyo dan Osaka adalah dua kota di Jepang yang sama-sama menghadirkan keindahan malam sudut-sudut kotanya yang patut kamu jelajahi. Tiga tempat berikut mungkin bisa menjadi daftar tempat yang perlu kamu sambangi.

1. Tokyo Sky Tree

Pemandangan kota Tokyo yang cantik dari ketinggian 350 meter

Menara Tokyo Sky Tree adalah menara kedua yang ada di Jepang setelah Tokyo Tower. Konon, menara ini adalah menara tertinggi di dunia lho! Dengan ketinggian mencapai 634 meter, Tokyo Sky Tree menjadi salah satu objek wisata di Jepang yang patut kamu datangi jika kamu melancong ke Tokyo, khususnya pada malam hari. Dari kejauhan saja, menara ini terlihat cantik bermandikan cahaya lampu. Kamu bisa masuk ke dalam menara dan naik ke ketinggian 350 meter atau 450 meter agar bisa memandangi kota Tokyo yang indah di malam hari. Selain itu, di dalam menara kamu juga bisa menikmati hiburan lain seperti pementasan tari atau drama.
Tips: Setelah puas melihat berbagai sudut kota Tokyo di malam hari dari ketinggian 350 atau 450 meter, jangan lupa untuk berfoto di halaman Tokyo Sky Tree sebelum meninggalkan tempat ya!
Lokasi: Tokyo Sky Tree berada tidak jauh dari stasiun Tokyo Sky Tree. Kamu bisa mengaksesnya dengan menaiki kereta monorail khusus dari stasiun Asakusa atau stasiun Kita Senjyu. Tokyo Sky Tree buka pada hari kerja mulai jam 8 hingga 10 malam. Biaya tiket masuk menara adalah ¥2060 untuk ketinggian 350 m (Tembo Deck) dan tambahan ¥1030 untuk ketinggian 450 m (Tembo Galleria).

2. Odaiba (Rainbow Bridge)

Photo credit: Tripadvisor

Salah satu tempat indah berikutnya di Tokyo adalah Odaiba. Tempat ini patut menjadi destinasi wajib bagi kamu penikmat wisata malam. Di Odaiba sendiri, kamu bisa menemukan berbagai tempat wisata seperti mall dan pertokoan Decks Tokyo Beach, Museum Maritim dan DiverCity Tokyo Plaza dimana kamu bisa berfoto dengan Gundam raksasa. Tapi, ada satu spot foto yang iconic dan cantik jika dilihat pada malam hari, yaitu Rainbow Bridge. Saat liburan kemarin, sayangnya saya nggak sempat untuk mampir ke sana. Jembatan tersebut menghubungkan Odaiba dengan pusat kota Tokyo. Kenapa dibilang Rainbow Bridge? Mungkin karena efek cahaya lampu yang dipasang di jembatan tersebut berwarna-warni seperti pelangi. Tapi saya nggak tahu juga benar atau tidak, he he he. Yang pasti Rainbow Bridge pastinya akan mengingatkan kamu pada salah satu jembatan yang terkenal di Amerika Serikat. Hmm, kira-kira jembatan apa ya?
Tips: Kamu bisa mendapatkan foto Rainbow Bridge yang indah dari atas Decks Tokyo Beach, gedung Fuji TV atau Museum Maritim di Odaiba.

3. Osaka Castle

Keindahan Osaka Castle di malam hari

Siapa bilang Osaka Castle cuma bisa dinikmati pada pagi dan siang hari saja? Kalau kamu punya terlalu banyak daftar itinerary dan nggak sempat untuk menikmati keindahan Osaka Castle pada siang hari, maka cobalah untuk datang menjelang malam hari. Meskipun tidak memungkinkan untuk masuk ke dalam castle pada malam hari karena sudah tutup, tapi buat kamu yang hobi fotografi dan demen hunting foto, kamu tentu saja masih bisa menangkap foto Osaka Castle yang cantik! Dengan bermandikan cahaya lampu, istana Osaka Castle sangatlah menawan saat malam hari. Pastikan kamu tidak lupa membawa kamera poket atau DSLRmu ya! Dijamin nggak kecewa! :)

Wednesday, April 6, 2016

10 TIPS LIBURAN TANPA TOUR KE JEPANG

Pemandangan indah gunung Fuji dengan berlatar pagoda merah Arakura, Fujikawaguchiko-machi

Halo pembaca sekalian! 

Sudahkah kamu merencanakan liburan untuk tahun ini? Apakah Jepang jadi salah satu dalam daftar listing negara yang akan kamu kunjungi? Jika iya, maka kamu perlu tahu tips mengenai liburan ke Jepang, khususnya untuk kamu yang akan pergi tanpa tour (a.k.a ngeteng sendiri).

Minggu lalu saya dan keluarga baru saja menghabiskan liburan ke Jepang. Sebenarnya kemarin itu bukan lah waktu liburan yang tepat, tapi di Jepang sendiri bulan Maret-Mei adalah waktu yang tepat untuk melihat bunga sakura mekar. Saya dan keluarga pun memutuskan untuk pergi sendiri alias ngeteng tanpa tour. Bukan hanya karena dari segi biaya, namun juga lebih ke pemanfaatan waktu selama di sana. Pasalnya, berpergian sendiri memberikan lebih banyak kebebasan dan ruang untuk mengeksplor tempat-tempat wisata.

Untuk itu, saya coba merangkum apa saja kira-kira tips yang perlu kamu ketahui seandainya kamu berencana liburan sendiri ke Jepang. Silahkan disimak ya!


  1. Kenali musim dan waktu yang tepat untuk berkunjung ke Jepang. Waktu yang menyenangkan untuk pergi ke Jepang adalah saat musim semi atau ketika bunga sakura mulai bermekaran. Namun, mengunjungi beberapa tempat di Jepang saat musim gugur atau dingin juga sama menyenangkannya kok, seperti bermain ski di Sapporo, berendam air panas di onsen (mata air panas) saat musim dingin di prefektur Nagano atau menikmati keindahan momiji matsuri (pepohonan berwarna-warni) saat musim gugur. Biasanya kedua musim ini bukan tergolong sebagai 'peak season' di Jepang. Hindari musim panas jika kamu nggak mau menikmati panasnya Jepang yang bisa hampir 40 derajat Celcius.
  2. Berburu tiket murah di travel fair. Sekarang udah nggak sulit untuk mendapatkan tiket promo alias murah ke luar negeri. Pasalnya, travel fair yang diadakan baik oleh maskapai penerbangan tertentu maupun oleh beberapa bank atau agen perjalanan wisata (travel) kini sudah mulai menjamur, salah satunya adalah event Garuda Travel Fair yang saya datangi saat membeli tiket Jepang kemarin. Satu tips buat kamu jika ingin mendatangi travel fair, siapkan tanggal keberangkatan secara pasti dan bawa serta paspor kamu! Karena di sana tentunya kita harus langsung memesan tiket pesawat dan membayarnya di tempat. Jadi jangan lupa juga menyiapkan cukup uang tunai atau paling tidak membawa kartu debit atau kredit yang saldonya mencukupi ya!
  3. Mencari akomodasi di airbnb. Jika menginap di hotel terlalu 'fancy' buat kamu, maka menyewa apartemen adalah alternatif terbaik yang bisa kamu lakukan. Airbnb adalah salah satu situs penyewaan akomodasi seperti apartemen atau flat yang dilakukan oleh perorangan atau individu. Menyewa apartemen melalui situs ini memungkinkan kamu untuk bisa menghemat biaya akomodasi, khususnya jika kamu berencana datang ke Jepang bersama teman atau rombongan mencapai 3-6 orang. Fasilitas yang disediakan juga beragam dan harganya bervariasi. Tips tambahan dari saya adalah pilihlah akomodasi yang dekat dengan stasiun kereta api! Hal ini tentunya akan memudahkan kamu untuk mengakses transportasi di sana, yang notabene lebih banyak mengandalkan kereta api. Selain itu, sewalah apartemen yang paling tidak memiliki elevator (lift), seandainya kamu nantinya mungkin terlalu berat untuk mengangkat koper saat naik-turun tangga. Pastikan pula apakah ada mini market di dekat akomodasi tersebut! Saya yakin hal ini akan sangat berguna saat kamu perlu membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari. 
  4. Pelajari kebudayaan dan kebiasaan orang Jepang. Jepang memang memiliki bahasa nasional sendiri yakni bahasa Jepang, dan inilah yang seringkali menjadi kendala bagi turis mancanegara termasuk turis asal Indonesia yang akan berlibur ke sana sendiri. Pastinya akan sulit berkomunikasi dengan orang lokal yang jarang bisa berbahasa Inggris. Namun, jangan langsung stress ya! Cobalah untuk mengenali dengan baik apa saja yang berlaku di Jepang, yaitu dengan melakukan browsing di internet. Misalnya saja, tahu tentang bagaimana kebiasaan orang Jepang saat berpergian, cara menaiki bus maupun kereta, cara makan menggunakan sumpit dan masih banyak lagi. Hal ini penting mengingat kamu akan berada di negara yang bahasanya tidak terlalu familiar di telinga. Dengan mengetahui kebudayaan dan kebiasaan masyarakat di sana, kamu setidaknya nggak akan dilanda 'cultural shock' dan inshaAllah akan lebih mudah berinteraksi dengan mereka. Bawalah pocket dictionary atau minimal daftar percakapan sehari-sehari dalam bahasa Jepang yang bisa kamu print saat masih di Indonesia atau bisa kamu unduh melalui ponsel. 
  5. Siapkan itinerary dengan cermat. Itinerary berguna dalam menyusun rencana-rencana berpergian kamu selama di Jepang. Pada prinsipnya, prepare, prepare dan prepare! Buatlah list mana saja tempat yang akan kamu kunjungi kemudian tambahkan detail waktu untuk mempermudah pengaturan jadwalnya. Saran saya, tuliskan pula alamat lokasi tempat-tempat tersebut atau bahkan detail transportasi yang akan digunakan, contohnya nama stasiun dan kereta, nama line atau jalurnya serta jam keberangkatan. Kalau perlu, buatlah itinerary sefleksibel mungkin. Siapkan plan A dan B seandainya kamu tidak sempat mengunjungi beberapa tempat yang sudah kamu list. Setidaknya buatlah alternatif tempat lain jika ternyata cuaca tidak mendukung dsb. Siapkan selalu catatan kecil dan pulpen beserta print-out itinerary di tasmu sehingga memudahkanmu mencatat hal-hal penting tentang jadwalmu tersebut. 
  6. Gunakan internet di manapun dan kapan pun. Selama di Jepang, internet akan menjadi andalan kamu selalu. Ponsel smartphone di Jepang hampir sebagian besar dijual dengan sistem paket bundling, sehingga tidak mudah untukmu mencari kartu prabayar di sana. Kalau pun ada kamu harus menyewa! Untuk mensiasatinya, kamu bisa menyewa ponsel atau pocket wifi selama berada di Jepang. Tapi jangan salah lho! Biaya sewa ponsel juga tidaklah murah. Harga sewa satu hari bisa dipatok hampir ¥970 atau setara dengan kira-kira Rp120.000,-. Itu pun belum termasuk biaya administrasi dan asuransi jika ada kerusakan. Nah, enaknya kalau kamu menginap di akomodasi via airbnb, kamu bisa diberikan fasilitas free pocket wifi dari host-nya. Asyik kan? Internet sendiri akan sangat membantu kamu saat kamu mencari lokasi tempat wisata atau restoran yang ingin kamu datangi. Selain itu, internet akan sangat berguna saat kamu menggunakan aplikasi-aplikasi ponsel yang penting seperti Accu Weather, Hyperdia, Kyoto Rail Map Lite, Kyoto Simple Bus dll. FYI, Hyperdia adalah aplikasi yang selalu menjadi andalan saya untuk melihat jadwal kereta api di seluruh wilayah Jepang, jadi jangan lupa untuk menginstalnya ya! 
  7. IC card, JR pass atau one-day pass? Bingung sama banyaknya kartu transportasi yang disediakan di Jepang? Hmm.. iya saya juga sih. Tapi don't worry! Buat kamu yang akan berpergian ke Tokyo, cobalah untuk menggunakan IC card selama di sana. Kenapa? Karena IC card akan lebih memudahkan kamu untuk menggunakan segala jenis transportasi umum seperti kereta dan bus, kecuali taksi. Apalagi kereta di Tokyo memiliki banyak sekali jalur/line (what??) Yup, setelah saya perhatikan ada lebih dari 10 jalur kereta yang melintasi daratan kota Tokyo. Daripada repot membeli tiket tiap akan menaiki kereta dan menentukan fare/biayanya, lebih mudah pakai IC card. IC card sendiri bermacam-macam. Kalau di wilayah Tokyo, namanya adalah Suica card. Kartu ini dikeluarkan oleh JR East. Sementara di Kyoto, namanya Icoca card dan dikeluarkan oleh JR West. Yang mesti diperhatikan, meskipun kartu ini sama-sama keluaran JR dan bisa digunakan di seluruh kereta JR line, kamu tidak bisa merefund-nya sesuka kamu. Suica card sendiri hanya bisa dikembalikan di wilayah JR East, begitu pula dengan Icoca. Jadi perhatikan ketika kamu hendak berpindah kota dan kamu menggunakan IC card. Khusus untuk Kyoto, transportasi bus masih lebih umum digunakan untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata di sana, jadi tidak ada salahnya kamu menggunakan tiket city bus one day pass yang bisa kamu gunakan untuk berkeliling ke Kyoto seharian penuh. Mengingat tarif bus di Kyoto itu juga flat (jauh-dekat ¥230 khusus dewasa) maka menggunakan tiket pass adalah pilihan yang baik. Bagaimana dengan JR pass? Nah JR pass ini 'kan memang priviledge buat turis-turis asing termasuk orang Indonesia yang akan berplesir ke Jepang. Tapi yang mesti kamu ketahui adalah JR pass ini punya masa berlaku (7, 14 dan 21 hari) dan akan sangat menguntungkan jika kamu berencana ke beberapa kota di Jepang serta menggunakan kereta cepat (Shinkansen).
  8. Cek selalu ramalan cuaca. Pada beberapa musim di Jepang, cuaca seringkali berubah. Kadang dalam satu hari cuaca panas, tapi bisa juga berawan atau hujan. Pastikan kamu selalu mengecek ramalan cuaca sehari sebelum berpergian. Apalagi jika kamu berencana mengunjungi Gunung Fuji di musim semi atau panas. Cuaca di sekitar gunung Fuji dikenal cepat berubah. Pagi hari biasanya langit di sekitar gunung tampak cerah, namun dalam sekejap siang atau sore harinya ditutupi awan tebal. Jadi, pastikan kamu sudah mengecek ramalan cuaca sebelum berpergian ke sana ya, dan siap-siap mereschedule jadwal itinerary-mu jika ternyata kamu sama sekali tidak bisa berangkat karena cuaca. Sama seperti pepatah, sedia payung sebelum hujan.. hehe.
  9. Cerdik mencoba berbagai makanan Jepang. Siapa yang tak kenal sushi, sashimi atau tempura? Kamu tentunya sangat mengenali makanan khas dari negeri sakura tersebut, bahkan sudah sering mencicipinya di tanah air. Tapi, kamu tentunya harus mencoba berbagai makanan Jepang di negeri asalnya. Tentunya banyak jenis makanan yang dapat kamu coba, mulai dari yang murah sampai mahal sekali pun. Wah, kalau mahal apa masih bisa mencicipi? Tentu bisa! Daging wagyu Jepang, misalnya, biasanya dibandrol dengan harga yang cukup mahal untuk sekali makan. Satu set yakiniku atau Japanese grilled meat yang menyuguhkan empuknya daging sapi wagyu panggang khas Jepang bisa berharga hingga ¥5000 atau sama dengan sekitar Rp600.000. Namun jika kamu cerdik memilih waktu makanmu di restoran semacam ini, kamu akan mendapat harga yang lebih murah. Cobalah untuk makan saat jam makan siang karena biasanya restoran menyediakan menu lunch set yang umumnya lebih terjangkau dibandingkan dinner set. Untuk pagi harinya, tentu kamu tidak perlu menghabiskan uangmu untuk jajan banyak terlebih dahulu. Satu buah onigiri seharga ¥180 yang dijual di hampir seluruh mini market atau convinient store (konbini) bisa mengganjal perutmu sebelum memulai aktivitas. Lebih hemat, bukan?
  10. Pintar-pintarlah menyisihkan uangmu untuk belanja. Lho, emang kenapa? Harga barang-barang di Jepang itu mahal. Jadi, kalau kamu berpikiran ingin membawa oleh-oleh ke Indonesia, hmm sepertinya kamu juga perlu berpikir dua kali. Apalagi jika kamu senang berbelanja barang elektronik atau produk fashion seperti pakaian atau sepatu yang terkenal modis-modis. Usahakan untuk membeli oleh-oleh di toko 100 yen yang menjual barang-barang dengan harga rata-rata ¥100, contohnya Daiso, Seria atau Cando. Kalau beruntung, kamu bisa mendapatkan barang-barang menarik yang tentunya "made in Japan". Tapi, jangan salah harga per barangnya biasanya masih ditambah dengan pajak sebesar ¥8. Kalau souvenir dirasa mahal, kamu juga bisa membeli makanan snack atau panganan manis khas Jepang seperti rice cracker, mochi dan cookies lidah kucing aneka rasa sebagai buah tangan. Atau, alat tulis Jepang umumnya memiliki desain menarik dan multifungsi yang juga bisa jadi pilihan kamu. Di tambah lagi, produk-produk seasonal yang sayang untuk dilewatkan. Yang penting, kamu harus selalu ingat sisa saku di dompet ya! :) 
Bunga sakura yang sudah mulai bermunculan di Ueno Park, Tokyo saat awal musim semi 

Suica card, IC card yang saya gunakan selama berada di Tokyo

Suasana salah satu bagian di Kyoto station sesaat sebelum kami kembali ke Indonesia menuju Kansai airport di Osaka

Menu lunch set menu tempura rice dengan komplemen white miso soup khas Kyoto seharga ¥1500 saja

Aneka souvenir menarik dan barang tradisional khas Jepang yang dijual di Nakamise st., Tokyo

Mata aimashou, Japan! See you again one day! Arigatou~


Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...