Showing posts with label Quotes. Show all posts
Showing posts with label Quotes. Show all posts

Tuesday, December 31, 2013

SANG PEMIMPI


"Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina"
Kutipan perkataan Rasulullah SAW tadi mungkin secara harfiah tidak berlaku buat saya karena pada kenyataannya saya (sebentar lagi) akan menuntut ilmu di negeri kangguru, bukan di negeri Cina, hehe. Mimpi saya untuk merasakan bagaimana sekolah di luar negeri akhirnya terjawab sudah. Meski bukan di Jerman seperti Pak B.J. Habibie atau di Amerika Serikat seperti (alm) mantan Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih - dua orang hebat yang saya kagumi - melainkan di Australia, benua sekaligus negara terdekat dengan Indonesia. 

Saya bersyukur bisa menggapai cita-cita tersebut yang tentu saja sekarang sudah ada di depan mata. Tapi kali ini saya tidak akan bercerita tentang pengalaman saya tentang 'mimpi yang jadi kenyataan' karena saya sudah pernah share disini. Saya akan berbagi tentang mimpi saya yang lain (anggap pernah jadi resolusi di tahun ini) yang mudah-mudahan bisa terwujud di tahun-tahun yang akan datang.

I dream of being... a book writer.

Yup! Menjadi seorang penulis buku adalah cita-cita saya berikutnya. Saya sangat menginginkan hal ini, yah.. seperti pepatah pungguk merindukan bulan. Saya selalu iri (jujur saja ya..hehe) dengan teman-teman sesama blogger yang sudah lebih dulu sukses menerbitkan buku. Saya ingin sekali bisa seperti mereka yang mampu membagi cerita-cerita luar biasa mereka ke khalayak pembaca. Pasti sangat berkesan mengetahui orang lain membaca karya kita :)

Oh ya, lupa! Saya ingin sekali bisa menulis sebuah buku kumpulan cerpen (antalogi) lho. Kenapa cerita fiksi? Well, kalau saya ingat-ingat kapan pertama kali menyukai hobi baru saya ini, terus terang saya lupa. Yang pasti saya ingat siapa saja orang yang pertama kali memunculkan minat saya ini. Yang pasti orang pertama adalah sahabat SMA saya, Ratna Ayu H.P. atau biasa saya sebut Bunda, karena memang sosoknya yang keibuan (blognya bisa ditengok juga disini).  

Hmm, jumlahnya saya rasa tidak perlu banyak, cukup sebuah buku, karena saya sadar kapabilitas saya sebagai seorang penulis fiksi masih sangat minim. Saya yang seorang peneliti kesehatan dan lebih sering berkecimpung dalam dunia logika dan nalar harus ekstra lebih keras untuk menuliskan alur kisah yang seringkali tidak berlogika atau sulit ditangkap dengan nalar manusia ini. Jadi dengan satu buku saja yang nantinya (insha Allah) bisa saya terbitkan, saya pastinya sudah sangat bersyukur.

Lantas, bagaimana ya saya bisa mewujudkannya? Tentu saja, saya harus punya komitmen tinggi untuk menulis, yang saya yakini sangatlah tidak mudah. Apalagi mimpi saya ini ingin saya mulai di tahun depan, waktu dimana saya akan sibuk dengan kuliah. Tapi saya yakin saya bisa. Mungkin di Australia nanti saya bisa dapat banyak ide. Mungkin banyak pengalaman-pengalaman hidup yang berbeda dan bisa saya tuangkan dalam cerita saya. Hal lain tentu saja mulai belajar mendalami gaya menulis. Hmm, kalau saya perhatikan dari banyak buku novel atau cerpen, tiap penulis punya gayanya masing-masing, dari yang simpel kasual dengan menggunakan bahasa-bahasa gaul hingga yang lebih serius dan formal. Berarti saya harus lebih sering baca buku novel dong?! Hehe, pastinya, dan harus lebih sering main ke toko buku - tempat yang setahun cuma beberapa kali saya kunjungi :p.

Terakhir, saya harus lebih banyak lagi mengenal penulis bahkan penerbit. Jaman sekarang saya akui sudah tidak sulit lagi mencari koneksi seperti ini, yang dibutuhkan tinggal sambungan internet, hehe. Saya bisa langsung menfollow teman-teman penulis atau penerbit, sekelas Gagas Media dan Bukune, hanya dengan sekali klik. Alhamdulillah, kebetulan sudah ada beberapa teman dan saudara saya yang memiliki jaringan penerbit. Mereka sendiri sudah menawari saya agar segera memasukkan artikel ke penerbit-penerbit tersebut. Oleh sebab itu, saya jadi makin menggebu-gebu ingin mewujudkan mimpi saya ini. Insha Allah, aamiin. Do'akan saya yaaa.... :) 

Cerita dan mimpi di atas didedikasikan khusus untuk mengenang Moments to Remember #MTR2013 part 9 'Dream, Believe, Achieve'

A MOMENT OF GIVING

Bersedekah.. mungkin terlihat bukan hal yang sulit tapi seringkali menjadi sulit untuk dilakukan bagi sebagian orang. Perlu niat tulus dan keikhlasan untuk melakukannya karena di sini kita mengeluarkan sebagian harta kita. Nah, dalam momen ini, saya cuma ingin mengenang saat-saat dimana saya, alhamdulillah, bisa membagi rejeki saya kepada sesama. Bukan berniat sombong atau terlihat riya', tapi demi mengisi #MTR2013 edisi maraton ini, saya akan sedikit bercerita. :)

Sumber: images.google.com

Alhamdulillah tepatnya di bulan November lalu, beberapa hari setelah saya dinyatakan lulus 100% beasiswa AAS dan diterima di University of Sydney, saya sontak langsung meminta ibunda saya untuk mengadakan syukuran di rumah. Saya berniat mengundang beberapa ibu majelis pengajian dan sejumlah anak yatim-piatu ke rumah untuk berdoa bersama demi kelancaran studi saya tahun depan.
Allah pun melancarkan hajat saya tersebut. Acara diadakan pada waktu ba'da Ashar dan juga dihadiri oleh beberapa sanak keluarga. Mungkin tidak banyak yang bisa saya dan keluarga berikan, tapi saya senang bisa berbagi kebahagiaan dengan mereka, dan tentu saja yang terpenting do'a yang mereka panjatkan untuk saya dan keluarga. Semoga Allah membalasnya, aamiin.

Hmm... apalagi ya? Mungkin itu aja yang bisa saya share. Jadi bersedekah itu penting karena amalan tersebut (insha Allah) bisa membuka pintu rejeki kita dari Tuhan. Allah SWT sendiri berfirman bahwa Dia akan mengganti tiap butir rezeki yang kita keluarkan untuk sedekah bahkan mungkin lebih banyak lagi:
"Katakanlah: 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)'. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (Q.S. Saba 34:39)
Sumber: images.google.com

Dan teman saya pun berulang kali berpesan pada saya, "Nis, kalau mau segera dipertemukan dengan jodoh, maka bersedekahlah sambil diiringi niat yang tulus untuk bisa ketemu jodoh. Insha Allah". Wah, mudah-mudahan... :)

Cerita di atas didedikasikan khusus untuk mengenang Moments to Remember #MTR2013 part 8 'Giving'

Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...