Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Saturday, June 30, 2018

Berburu Kuliner Maknyus di Kudus




Dijuluki sebagai kota kretek, siapa sangka kalau Kudus punya beragam kuliner yang mampu menggoyang lidah. Kudus tidak hanya terkenal dengan sotonya, tetapi ada beberapa kuliner Kudus yang terbilang unik dan menurut saya tidak ada di kota-kota lain. Dalam kunjungan kerja saya ke Kudus September 2017 silam, saya dan teman saya sengaja menyempatkan waktu berburu makanan khas Kudus yang terkenal di sana. Penasaran apa saja kuliner maknyus yang saya coba? Yuk, cari tahu di sini!


Garang Asem Gasasa


Garang asem adalah salah satu makanan khas Jawa Tengah, yaitu sejenis lauk yang dibungkus dengan daun pisang lalu dimasak dengan cara dikukus, atau dalam bahasa Jawa-nya digarang. Biasanya makanan ini menggunakan bahan dasar ayam kampung yang dipotong kecil-kecil serta memiliki citarasa asam dan pedas karena menggunakan irisan tomat hijau dan potongan cabai rawit. Hmm, pokoknya maknyus deh! Apalagi kalau disantap dengan nasi hangat. Jadi untuk kalian yang suka dengan makanan pedas, saya rekomendasikan untuk mencoba makanan yang satu ini.


Selain ayam, ada juga garang asem yang dibuat dengan jeroan ayam, ikan atau tahu. Makanan ini juga bisa kalian temukan di beberapa kota lain di Jawa Tengah, seperti Pekalongan, Demak dan Pati. Salah satu rumah makan garang asem yang terkenal di Kudus adalah Rumah Makan Garang Asem Sari Rasa atau sering disebut Gasasa. Lokasinya persis di seberang mesjid JHK. Konon katanya, rumah makan ini favoritnya Pak SBY. Kalau lagi singgah di Kudus, jangan lupa mencicipi garang asem.

RM Garang Asem Sari Rasa (Gasasa)
Alamat: Jl. Raya Agil Kusumadya No. 20, Kudus, Jawa Tengah
Jam buka: Setiap hari 07.00 - 21.30


Sate Kerbau Pak Djastro


Kuliner ini mungkin terdengar asing ya di telinga, tapi ternyata sate kerbau lebih mudah ditemui di kota Kudus dibandingkan dengan sate sapi. Asal muasalnya, pada zaman dahulu kala, banyak masyarakat Kudus yang beragama Hindu, sehingga sapi tidak disembelih dan dikonsumsi karena dianggap hewan yang suci. Hingga ketika Islam diperkenalkan oleh Sunan Kudus di kota ini, beliau kemudian melarang pengikutnya untuk menyembelih sapi sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat Hindu. Nah, sejak saat itu, daging sapi digantikan dengan daging kerbau. Di Kudus sendiri, olahan daging kerbau ternyata bermacam-macam, namun, sate kerbau inilah yang menurut saya paling unik.



Kalian mungkin membayangkan sate kerbau memiliki daging yang alot dan liat. Eits, siapa bilang? Daging sate kerbau di Kudus justru punya tekstur yang empuk, lho! Itu karena daging kerbau dicincang dan ditumbuk dahulu, sebelum diberi bumbu dan didiamkan semalaman. Setelah itu, daging baru ditusukkan ke tusukan sate lalu dibakar. Sate kerbau Kudus memiliki citarasa yang manis dan gurih, dengan aroma ketumbar dan jintan yang kuat. Sambal satenya juga sedikit berbeda karena dibuat dari campuran kacang goreng tumbuk, bawang, cabai, kentang yang dihaluskan dan kelapa serundeng. Hmm, sudah kebayang ‘kan bagaimana maknyusnya sate ini?

Baca juga Resep Se'i Sapi Saus Tiram

Salah satu warung makan terkenal yang menjual sate kerbau di kota Kudus adalah warung makan Nusantara Pak Min Djastro yang terletak di kompleks ruko KH Agus Salim. Warung ini adalah warung turun temurun dan penjualnya sendiri sudah generasi ketiga dari empunya yang pertama, yaitu Pak Djastro Djani. Untuk kisaran harga satenya, saya lupa berapa tapi yang jelas harganya terjangkau dan satenya dijual per tusuk ya, bukan per porsi. Jadi kalian bisa kira-kira berapa banyak sate yang akan dipesan sehingga pas di perut, pas juga di kantong, he he he. Oh ya satu lagi, sambal kacangnya disediakan terpisah jadi kalian bisa tambah sambal sepuasnya, dan disediakan juga acar cabai rawit buat kalian yang suka pedas.




Sate Kerbau Khas Kudus Nusantara “Pak Min Jastro”
Alamat: Ruko KH Agus Salim, Getas, Kudus, Jawa Tengah
Jam buka: Setiap hari 17.00 - 21.00


Nasi Pindang H. Sulichan


Satu lagi kuliner Kudus yang berbahan dasar daging kerbau yaitu nasi pindang kerbau. Makanan apa lagi ya ini? Jika dilihat dari penampilannya, sekilas sego pindang atau nasi pindang ini mirip dengan rawon karena kuahnya hitam menggunakan biji kluwek. Namun bedanya, kuah pindang tidak segelap kuah rawon karena  menggunakan santan encer. Nasi pindang kerbau adalah makanan khas Kudus yang tidak akan kalian temukan di kota-kota lain di Jawa Tengah. Nasi yang berisi potongan daging dan disiram kuah ini disajikan dalam piring yang telah dilapisi daun pisang. Tak lupa di atasnya diberi daun so atau daun melinjo muda. Rasanya sendiri manis dan gurih, pokoknya nikmat banget. 


Kalian bisa dengan mudah menemukan nasi pindang kerbau Kudus di pusat kuliner Taman Bojana yang terletak di samping kantor Kabupaten Kudus. Tempat ini memang terkenal sebagai sentra pedagang nasi pindang di Kudus. Ada beberapa warung di sana, namun yang selalu ramai dengan pembeli adalah nasi pindang Pak H. Sulichan. Lokasi warungnya ada di pojok kanan dalam pujasera, lurus saja dari pintu masuk arah parkiran. Warungnya terbilang sederhana karena hanya ada satu bangku memanjang di depan kios warungnya dan beberapa kursi plastik tanpa meja. Karena tempatnya tidak besar jadi kalian harus siap antri jika datang saat jam makan siang atau malam. 

Buat kalian yang tidak ingin makan daging kerbau, ada menu lain yang ditawarkan di warung Pak H. Sulichan antara lain nasi pindang ayam dan soto kudus yang juga berbahan dasar ayam. Seperti layaknya soto kudus, nasi pindang juga bisa juga dinikmati dengan “teman-teman” pelengkapnya seperti rambak atau kerupuk kulit, sate telur puyuh, perkedel kentang dan sate jeroan. Tak lengkap rasanya jika mengunjungi Kudus tanpa mencicipi nasi pindang.



Nasi Pindang H. Sulichan Taman Bojana Kudus
Alamat: Pusat Kuliner Taman Bojana, Jl Simpang Tujuh, Kudus, Jawa Tengah
Jam buka: Setiap hari 07.00 - 21.30


Ayam Goreng Mentog Hj. Kasmini


Kalian mungkin sering menemukan warung makan yang menjual ayam goreng di daerah kalian, tapi jika kalian bertanya pada masyarakat Kudus apa makanan khas di daerah mereka selain sate, soto dan pindang kerbau, mereka pasti menyebutkan salah satunya adalah ayam goreng mentog Pasar Kliwon. Saya dan teman saya tahu kuliner ini dari salah satu warga lokal yang kebetulan adalah mantan atasan teman saya. Kami ke sana saat malam hari, dan warung makan ini ternyata ramai! Konon katanya, ayam goreng mentog di sini sudah jadi langganan banyak pejabat. Bahkan beberapa artis juga sudah banyak yang mampir berkunjung ke warung makan ini.


Ayam goreng mentog Bu Hj. Kasmini menggunakan ayam kampung sehingga ayamnya empuk. Bumbunya pun meresap sempurna jadi rasanya gurih dan nikmat. Nah, kenapa dinamakan ayam mentog? Ini karena daging ayamnya yang besar. Maknyus deh pokoknya. Satu porsinya berisi nasi putih, satu potong ayam goreng kampung yang bisa kalian pilih mau bagian dada atau pahanya, serta sayur semur tahu. Sambal ayam gorengnya juga tak kalah nikmat, lho! Selain ayam goreng, menu lain yang disajikan di warung ini di antaranya ayam bakar dan ayam opor. Harga satu porsi ayam goreng berkisar antara 25 ribu hingga 30 ribu. 

Warung makan ini buka dari sore hingga dini hari. Lokasinya terletak di depan ruko Pasar Kliwon, tapi saya lupa persisnya dimana. Jika kalian sedang ada di Kudus dan kesulitan mencarinya, tanya saja pada warga setempat, pasti kalian akan langsung diarahkan. 



Ayam Goreng Mentog Hj. Kasmini
Alamat: Jl. Cempaka Barat, Pasar Kliwon, Kudus, Jawa Tengah
Jam buka: Setiap hari 17.00 - 01.00


***


Itu tadi kuliner maknyus yang saya coba saat berada di Kudus. Poko'e recommended. Sebenarnya masih ada ragam kuliner Kudus yang sayang saya lewatkan, seperti Lentog Tanjung dan Opor Panggang. Jadi buat kalian yang akan berwisata ziarah ke Kudus, atau mungkin sedang singgah sebentar di kota ini, boleh lah mampir ke tempat-tempat yang saya sebutkan tadi. Nggakbakal nyesel, deh! Selamat berburu kuliner enak Indonesia ya!


Salam hangat, 

Anissa Rizkianti

Sunday, January 7, 2018

Berburu Kuliner Khas dan Halal di Melaka



Kalau bicara soal Melaka, yang ada di benak kita mungkin adalah tentang kota bersejarah di Malaysia. Terletak di sisi selatan semenanjung Malaysia, kota Melaka menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Asia Tenggara dan dinobatkan sebagai situs warisan dunia UNESCO. Tak heran kalau kota ini punya banyak sekali hal yang bisa dieksplorasi, baik tempat wisata maupun kulinernya.

Ngomong-ngomong soal kuliner, Melaka ternyata punya segudang kuliner enak yang tak boleh dilewatkan. Konon selama berabad-abad lalu telah terjadi akulturasi budaya antara etnis Melayu, Cina, India dan Arab di kota Melaka. Itulah sebabnya, ragam kuliner di sini begitu berwarna. Saya pun penasaran untuk mencicipi kelezatan beberapa kuliner di kota ini, dan yang pasti halal. :)


Mencari kuliner halal di kota-kota besar di Malaysia, seperti Kuala Lumpur memang tidak sulit, tapi kita harus pintar-pintar untuk menemukan tempat makan halal di Melaka. Maklum saja, kuliner Melaka memang banyak didominasi oleh kuliner Peranakan atau Chinese food yang belum tentu halal. Kuliner tersebut banyak ditemukan di kawasan Jonker Street.

Tapi, tak perlu khawatir bagi wisatawan Muslim yang hendak berlibur ke kota Melaka. Beberapa ragam kuliner khas Melaka yang halal bisa ditemukan di tempat-tempat yang saya rekomendasikan berikut ini. Meskipun ada beberapa yang memang belum sempat saya datangi. Silahkan dicatat. Siapa tahu bisa jadi referensi kuliner kamu di liburan berikutnya. :)

1. Ee Ji Ban Chicken Rice Ball



Entah bagaimana sejarahnya, tapi kuliner yang satu ini hanya bisa ditemukan di kota Melaka. Kalau dilihat-lihat, makanan ini sepintas sama dengan nasi Hainan yang banyak dijual di Singapura. Menunya terdiri dari nasi gurih dan potongan dada ayam rebus atau panggang. Hanya saja yang membedakan adalah bentuk nasinya. Nasinya sengaja dibentuk bulat menyerupai bola bekel. Tak heran kalau makanan ini kemudian dinamai chicken rice ball

Di Melaka, sebenarnya banyak kedai makan yang menjual chicken rice ball, tapi umumnya tidak halal. Untuk menemukan yang halal, kamu harus pergi ke daerah Bandar Hilir, Melaka. Di sana, ada satu kedai makan yang menjual chicken rice ball halal. Namanya kedai makan Ee Ji Ban. Meskipun tempatnya tak begitu luas, kedai ini selalu ramai oleh pengunjung. Jadi siapapun yang mau ke sini harus sedikit bersabar dan rela antri untuk mendapatkan tempat duduk. 

Nasi bulatnya sendiri dijual dengan jumlah kelipatan lima. Kamu bisa memilih mau memesan 5, 10 atau 15 buah rice ball. Ayamnya pun bisa kamu pesan mix atau dua macam sekaligus - ayam yang direbus (boiled chicken) dan dipanggang (roasted chicken). Menu lain yang recommended di tempat ini adalah sup bakso ikan, sotong bakar dan tumis kangkung balacan. Maknyus! Dari segi harga, kedai makan ini juga tidak memasang harga yang terlalu mahal dan menurut saya masih relatif aman di kantong. Apalagi jika makan bersama keluarga atau teman, dijamin lebih hemat. :)

   

Setengah ekor ayam (boiled dan roasted), beserta nasi bola dan tumis kangkung belacan.

Ee Ji Ban Chicken Rice Ball
Lokasi: Jalan Melaka Raya 3, Taman Melaka Raya, Melaka, Malaysia
Buka: Senin - Minggu, pukul 10.00 - 21.30


2. Restoran Seri Nyonya - Hotel Equatorial 


Masakan khas Baba Nyonya yang ada di Restoran Seri Nyonya
(Photo credit: http://www.rebeccasaw.com/)

Jika datang ke kota Melaka, patut untuk mencoba masakan tradisi setempat yaitu masakan khas Peranakan, atau sering disebut Baba Nyonya. Masakan Baba Nyonya hadir karena bercampurnya budaya Tionghoa ke dalam kuliner Melayu. Masakan Baba Nyonya kental dengan perpaduan bumbu yang kuat, termasuk bumbu kari yang menjadi ciri khas kuliner Melayu.

Salah satu masakan Baba Nyonya yang sangat populer adalah Nyonya Laksa. Di samping itu, Ayam Pongteh juga menjadi masakan Peranakan yang ada di Melaka, yaitu sejenis semur ayam namun dimasak dengan tambahan bumbu tauco (fermentasi kedelai) dan jamur hitam. Untuk bisa menikmati masakan Baba Nyonya yang halal, kamu bisa datang ke Restoran Seri Nyonya yang terletak di dalam Hotel Equatorial, Melaka. Restoran ini adalah satu-satunya restoran Baba Nyonya yang telah bersertifikat halal.

Beragam kuliner khas peranakan bisa ditemukan di sini, mulai dari Popiah (atau lumpia), Ayam Pongteh, Mee Nyonya, ikan goreng Chili Garam, hingga dessert seperti Sagu Gula Melaka dan Cendol Durian.

Ayam Pongteh
(Photo credit: http://www.rebeccasaw.com/)

Restoran Seri Nyonya
Lokasi: Level 3, Hotel Equatorial, Bandar Hilir, Melaka
Buka: Senin - Minggu, pukul 12 - 14.30 (lunch); pukul 18.30 - 22.30 (dinner)


3. Pak Putra Tandoori dan Naan


Ayam Tandoori, lengkap dengan roti Naan isi keju dan nasi Briyani

Jika sudah bosan dengan masakan Melayu, maka masakan India mungkin bisa menjadi referensi kuliner di Melaka selanjutnya. Saya pada dasarnya suka dengan masakan India, dan restoran yang satu ini cukup menggoyang lidah saya. Restoran Pak Putra adalah restoran India yang paling ramai dan lezat di Melaka. Hal ini tidak cuma diakui oleh wisatawan asing yang datang ke Melaka, tetapi juga oleh masyarakat setempat. Saya sempat tanya ke salah satu driver Grab yang mengantar saya dan keluarga. Saya pun sudah membuktikannya sendiri, restoran ini penuh oleh pengunjung dan pelayan tampak sibuk mengantarkan makanan ke meja-meja pengunjung.

Restoran yang buka mulai petang hingga dini hari ini menyajikan menu khas India yakni Roti Naan dan Ayam Tandoori. Roti Naan adalah roti pipih yang bentuknya mirip seperti roti pita. Roti Naan terbuat dari tepung gandum yang diberikan ragi sehingga bentuknya mengembang, kemudian dimasak dengan cara ditempelkan pada oven tanah liat tradisional bernama Tandoor. Sementara Ayam Tandoori adalah sejenis ayam bakar yang rasanya pedas karena sebelumnya dibumbui dan direndam dengan campuran garam masala, yogurt, bawang putih, jahe, bubuk cabai dan lada merah. Tak heran kalau kuliner khas India mampu membangkitkan selera makan karena memang dimasak dengan rempah yang kuat. Restoran ini benar-benar mengingatkan saya pada salah satu restoran India terkenal di daerah Enmore, Sydney.

Yang tak kalah menarik dari restoran ini adalah pengunjung dapat menikmati pemandangan para pelayan restoran yang sedang menyiapkan pesanan mereka, mulai dari saat memasak Ayam Tandoori di dalam oven Tandoor, membuat Roti Naan hingga menyajikan makanan yang telah matang ke atas piring. Dapur restoran ini memang berada di luar, sehingga pengunjung dapat bebas melihat proses memasak. Sesekali ada juga pengunjung yang tak segan untuk melihat lebih dekat dan mengabadikannya dengan kamera, seperti saya.

Menurut saya, Ayam Tandoori di restoran ini memang enak dan kaya rasa. Selain itu, ayamnya juga empuk dan bumbunya meresap sempurna, jadi rasa pedasnya terasa. Sebagai pendamping si ayam, saya dan keluarga memesan Cheese Naan dan nasi Briyani. Menurut adik saya, rotinya tebal dan empuk. Kejunya juga terasa. Sedangkan saya sendiri menikmati ayam dengan nasi Briyani. Nasinya tidak terlalu kering dan rasa gurih berempahnya juga nikmat. Cocok jika disantap dengan kari sayuran yang pilihannya lumayan beragam. Oh ya, jangan lupa untuk memesan Mango Lassi yang merupakan minuman segar khas India yang terbuat dari campuran mangga, yogurt, gula dan kapulaga.

    

Pak Putra Tandoori dan Naan
Lokasi: Taman Kota Laksamana, Melaka
Buka: Selasa - Minggu, pukul 17.00 - 01.00


4. Roti Canai Awang


Roti canai lengkap dengan kari ikan Jenahak dan ikan Pari
(Photo credit: Aliaa C via https://foursquare.com/)

Satu lagi makanan yang banyak ditemui di Malaysia dan dipengaruhi oleh budaya India adalah roti canai. Roti canai juga sejenis roti pipih (flatbread) namun dipanggang menggunakan minyak. Di Indonesia, roti canai - lebih dikenal dengan roti cane atau roti maryam - dihidangkan dengan kari kambing atau domba.

Karakteristik roti ini adalah rotinya yang empuk di dalam, namun garing di luar. Di Malaysia, roti canai begitu populer dan banyak dijual di warung-warung kaki lima atau pun rumah makan mamak. Pendampingnya bisa macam-macam, bisa berupa kari ayam, kari kambing, atau hanya disantap dengan taburan gula atau susu kental manis.

Di Melaka, ada satu penjual roti canai yang konon sudah ada sejak tahun 1990-an, yaitu Roti Canai Awang. Awang adalah nama pemilik tempat makan ini. Kedai Awang memang masih sederhana dengan jumlah tempat duduk yang terbatas. Jadi jangan kaget kalau pembeli harus rela menunggu giliran untuk makan, apalagi saat akhir pekan.

Ada dua jenis roti yang disajikan di kedai ini yaitu roti canai kosong dan roti canai telur. Menurut masyarakat setempat, Roti Canai Awang memang juara, apalagi jika disantap dengan kari. Ada tiga macam menu kari yang dijual, yakni kari ikan jenahak, sotong dan pari. Meskipun tidak lagi dimasak menggunakan kayu bakar, cita rasa Roti Canai Awang pun katanya tidak berubah. Rotinya terasa tebal, tapi tetap garing di luar. Sayang, saya tidak sempat mampir ke kedai roti ini.

Roti canai kosong dan roti canai telur
(Photo credit: Jenice Loo via https://www.google.co.id/)

Roti Canai Awang
Lokasi: Jalan Delima 10, Taman Bukit Melaka, Melaka
Buka: Selasa - Minggu, pukul 07.00 - 11.00


5. Cendol Durian Bibik House



Setelah puas menyantap makanan-makanan berat tadi, selanjutnya adalah mencicipi hidangan pencuci mulut khas Melaka, yakni cendol durian. Buat penyuka durian, minuman yang satu ini tidak boleh sampai ketinggalan. Cendol durian paling pas kalau dinikmati saat siang hari, atau ketika panas terik. Tenggorokan jadi terasa segar kembali.

Tak sedikit kedai penjual cendol di Melaka. Namun, satu yang sudah melegenda adalah Cendol Durian Bibik House yang berada di kawasan kuliner Jonker Street. Konon, cendol di kedai ini sudah turun temurun dan rasanya tak pernah berubah dari waktu ke waktu. Ada dua macam cendol yang dijual yaitu cendol biasa atau original, dan cendol durian yang rasanya maknyus.

Berbeda dengan cendol di Indonesia, cendol di Melaka disajikan dengan cara yang cukup unik. Mangkuk pertama-tama diisi dengan kacang merah, kemudian ditutup dengan es serut yang menggunung. Setelah itu, es disiriam dengan santan kental dan gula merah, sedangkan cendolnya sendiri ditaruh di tempat kecil secara terpisah. Cara makannya juga berbeda karena kita harus menunggu hingga esnya, lalu diaduk bersama dengan cendolnya.

Bagi saya, untuk rasa, cendol durian terasa jauh lebih enak dibandingkan yang cendol yang original. Berbeda dengan cendol durian yang dijual di dekat kantor saya di Jakarta, cendol durian di Melaka menggunakan daging durian  tanpa biji yang diletakkan di antara gunungan es serut. Meskipun rasanya enak, saya justru lebih menyukai  cendol versi Indonesia. Di Melaka, cendolnya terasa agak tebal dan kurang lembut.

Di kedai Bibik House, semangkuk cendol original dihargai 6 RM, sedangkan yang durian harganya lebih mahal 1 RM. Selain cendol, kedai ini juga menjual aneka makanan ringan dan snack khas Melaka, salah satunya pineapple tart, atau di Indonesia juga disebut dengan kue nastar.

    



Cendol Durian Bibik House
Lokasi: Jalan Hang Jebat, Melaka
Buka: Senin - Minggu, pukul 10.30 - 20.00 / 24.00
.

Tuesday, June 21, 2016

MENGINTIP 3 KULINER HITS & FAVORIT DI BOGOR




Assalamu'alaikum.

Buat kamu yang Muslim, bagaimana puasanya hari ini? Masih kuat 'kan? Bulan Ramadan memang bulan yang sangat spesial. Selain bulan yang penuh dengan berkah, Ramadan juga bulan silaturahim. Mungkin banyak di antara kamu yang sedang merencanakan acara reuni sambil buka puasa bersama baik dengan keluarga, sahabat dan teman lama. Nah, untuk melengkapi referensi kamu, yuk intip tiga tempat kuliner di Bogor yang hits dan tengah jadi favorit saya. Pastinya cocok buat buka puasa bersama sambil nongkrong kekinian.


1. LEMONGRASS



Bulan lalu saya dan adik saya berniat untuk berwisata kuliner di seputaran Kota Hujan, Bogor. Akhirnya diputuskanlah untuk mengunjungi sebuah restoran terkenal yang berada di Jalan Padjajaran. Pasti di antara kamu sudah nggak asing sama namanya. Yup, Lemongrass! Nggak cuma penampilannya yang cantik dan bagus buat foto-foto, tapi suasana yang disuguhkan feels homey. Pokoknya asyik buat ngobrol dan hangout bareng orang-orang terdekat. Makanya jangan heran ya kalau kamu harus antri cukup panjang untuk bisa duduk santai di restoran ini selama 1-2 jam, terutama pas akhir pekan dan di waktu jam makan siang atau jam makan malam.

Kalau untuk menu makanannya sendiri, restoran ini memang lebih banyak menyajikan makanan beraliran Malaysian Hawker atau makanan peranakan Malaysia yang pastinya murah meriah dan dijamin nggak terlalu berat. Salah satu menu favorit saya adalah Mie Goreng Thailand yang segar dan Laksa Singapore yang endess banget! Jangan lupa juga untuk memesan salah satu dessert favorit yang jadi signature dish di restoran ini, Roti Tissu Nutella Milo! Tampilannya yang unik berbentuk kerucut dengan toping lelehan saus cokelat pasti membuat kamu penasaran untuk mencoba. Selain itu, siraman saus cokelat Nutella dan Milo bakal bikin kamu jadi ikutan melting dan nggak mau berhenti ngolesin jari ke piring, he he he.

Restoran ini memang sudah jadi tempat populer nggak cuma buat kaum muda di Bogor, namun juga mereka yang tinggal di sekitar Jadetabek. Hampir seluruh ornamen restoran memang keren dan Instagramable. Nggak cuma bagus pas siang hari, pada malam hari pun restoran ini kelihatan cantik. Overall, dari segi rasa makanan, pada umumnya makanan dan minuman yang disajikan di restoran enak-enak dan pas di lidah. Pelayanannya pun cukup memuaskan mengingat jumlah waitress yang lumayan banyak dan mereka pun ramah-ramah. Yang menyenangkan lagi adalah kamu bisa meminta mereka untuk mengambil beberapa foto untukmu with no worries (kalau nggak lagi pas jam sibuk-sibuknya ya! he he) bahkan mereka bisa sampai mengarahkan gaya kita. How cool is that?!




Buat kamu yang tertarik untuk berbuka puasa di restoran ini, reservation is a must! Hmm, tapi seingat saya, karena tingginya minat pengunjung saat weekend jadi pengelola restoran seringkali tidak menerima reservasi. Wooahh.. Jadi dipastikan dulu ya ke pihak restorannya. 

Lemongrass 
Jalan Raya Padjajaran No. 21, Bogor
Jam buka: Senin-Minggu, 10.00 - 22.00 WIB


2. MOMO MILK FACTORY

Cafe yang satu ini juga salah satu kuliner kekinian anak Bogor. Berbeda dengan Lemongrass yang mengusung konsep restoran modern kopitiam, Momo Milk Factory memiliki konsep yang lebih simpel dan minimalis, namun tetap unik dan asyik buat nongkrong. Awalnya saya dan adik saya bermaksud mencari Momo Milk Barn, tapi ternyata justru terlanjur ketemu sama 'adiknya' si Barn yang nggak kalah kece! Meskipun masih terbilang baru, tapi pengunjungnya sudah lumayan ramai yang umumnya adalah anak muda dan remaja.

Cafe yang menyajikan menu utama berupa aneka milk shake ini berlokasi di Teras Yasmin Bogor, persisnya bersebelahan dengan restoran Dominos Pizza. Jika dilihat sekilas, letak bangunannya memang tidak terlalu kelihatan karena berada di lantai 2. Tapi ketika masuk ke dalamnya, ornamen interior seperti warehouse seketika akan menyambut kita. Jadi pas banget ya kalau mau hangout sambil ngobrol dan cemal-cemil di sini. Cozy pokoknya.


Untuk menunya sendiri, yang jadi juara tentu saja milkshake-nya. Milkshake yang disajikan di Momo Milk Factory beraneka rasa lho, mulai dari yang classic hingga premium dengan rasa Matcha Kitkat, Hersheys Strawberry, Hersheys Chocolate serta favorit saya, Nutella! Kalau untuk makanan, cafe ini tidak hanya menyajikan makanan ringan dan light seperti potato wedges, chicken wingsnachos dan onion ring sebagai pendamping milkshake, namun juga makanan yang sedikit agak berat seperti nasgor dan pasta.



Overall, setelah mencicipi salah satu premium milkshake-nya, saya cukup happy sama taste-nya yang nggak terlalu eneg dan susu banget. Onion ring yang saya pesan juga cukup enak dan crispy, meski agak greasy alias berminyak. Untuk cheese nachos-nya, saya kira agak berlebihan kalau diberi lelehan keju karena si nachos jadi nggak terlalu garing lagi. Tapi, saya definitely akan datang lagi kapan-kapan jika sedang berada di Bogor. Kamu juga ya!

Momo Milk Factory
Teras Yasmin Lantai 2, Jl. KH. Abdullah bin Nuh, Bogor
Jam buka: Senin-Minggu, 10.00 - 20.00 WIB


3. MACARONI PANGGANG (MP)

Macaroni Panggang spesial (Photo credit: Kompasiana.com)
Buat kamu yang sudah sering berpergian ke Bogor, pasti sudah nggak asing sama nama restoran yang satu ini? Macaroni Panggang (MP) memang restoran yang nggak ada matinya. Hampir setiap hari restoran ini nggak pernah sepi apalagi saat akhir pekan, mulai dari yang makan di tempat hingga mereka yang mampir untuk sekedar membeli oleh-oleh makaroni panggang untuk dibawa pulang. Saya sendiri tidak pernah makan di tempat, melainkan selalu take-away.

Sama dengan namanya, makanan yang khas dijual di restoran ini tentu saja makaroni panggang yang mantap surantap! Porsinya yang terbilang jumbo dengan irisan daging asap dan jamur yang ada di dalamnya benar-benar membuat ketagihan. Tempatnya juga cukup nyaman, meski sedikit agak gelap kalau sudah malam karena pencahayaannya memang sengaja hanya didapat dari lilin yang ditaruh di atas masing-masing meja makan.

Photo credit: Harum Hutan
Untuk satu porsi MP spesial ukuran medium, harganya dibandrol cukup mahal yaitu Rp 105.000,- (harga tahun 2016), sedangkan untuk ukuran besar dihargai Rp 185.000. Kalau kamu mau makan di tempat tentu saja kamu bisa mencicipi makaroni dalam ukuran small atau kecil serta hidangan lainnya yang disajikan oleh restoran, seperti ayam panggang, iga panggang, jamur panggang dan berbagai makanan tradisional Indonesia yaitu nasi timbel peda dan ayam. Silahkan mencoba!

Macaroni Panggang (MP)
Jalan Salak No. 24, Bogor
Jam buka: 07.00 - 22.00 WIB

***

Nah, bagaimana referensi dari saya di atas? Mau mencoba jelajah kuliner seharian di Bogor seperti saya? Jangan tunda lagi! Jadwalkan weekend-mu segera ya. Selamat berwisata!

Sunday, September 27, 2015

HOMEMADE BAKSO SAPI


Orang Indonesia mana yang nggak suka dengan bakso sapi? Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa pasti sudah pernah mencobanya. Bahkan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, setuju dengan pendapat saya ini. Bakso adalah satu makanan Indonesia favoritnya. Nah, jika kamu adalah salah satu pecinta kuliner bakso dan juga demen masak, nggak ada salahnya sesekali mencoba membuat bakso sapi di rumah. Yang pasti bakso sapi buatan sendiri terbebas dari bahan pengawet dan inshaAllah lebih sehat dibandingkan membelinya di tukang jualan.

Oke, membuat bakso sapi saya akui susah-susah gampang. Saya sudah pernah beberapa kali mencoba membuatnya saat saya masih tinggal di Sydney. Sekedar tips, saya dulu hanya berbekal daging sapi cincang yang masih segar, air es dan tepung bakso instan yang bisa saya beli di toko Asia. Hasilnya? Enak dan yang pasti membal. Meski perjuangan yang ditempuh agar bisa disantap di mulut tidaklah mudah, he he he. 

Jadi, jika kamu memang ingin mencoba membuat bakso di rumah, nggak ada salahnya lho menggunakan tepung bakso yang beredar di pasaran. Selain praktis, semua bumbu yang dibutuhkan sudah ada di dalam tepung tersebut. Namun, jika kamu orang yang hobi memasak dan punya waktu luang lebih di rumah, nggak ada salahnya juga untuk mencoba membuat bakso sapi tanpa menggunakan bahan instan. 


Sumber: https://epenshare.files.wordpress.com/2013/06/probaso.jpg


Dalam tulisan ini, saya akan coba menjelaskan rahasia pembuatan bakso sapi rumahan yang dijamin... tanpa menggunakan pengawet dan bahan kimia pengenyal bakso. Hasil bakso yang saya buat ini memang masih belum bisa menyamai bakso yang dijual di tukang bakso (masih jauh deh dari hasil akhir yang saya harapkan) tapi dari segi rasa dan tekstur, alhamdulillah sudah bisa dikatakan, "I can make bakso" So, berikut adalah rahasia cara membuat bakso sapi ala Chef Nisa :) Resep yang saya gunakan kali ini adalah hasil modifikasi resep buatan mbak Ricke Indriani dan mbak Endang, dalam websitenya, justtryandtaste.com.


Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
RESEP BAKSO SAPI

Bahan-bahan:
  1. 1 kg daging sapi segar, pilih bagian tanpa lemak 
  2. 300 ml air es
  3. 2 putih telur
  4. 8 sdm bawang putih bubuk
  5. Garam, lada halus, gula pasir
  6. 1 sdt soda kue
  7. 200 gr tepung sagu tani

Cara membuat:

Haluskan daging menggunakan food processor sambil sedikit demi sedikit ditambah air es sebanyak 100 ml. Kebetulan karena food processor saya ukurannya kecil, saya membagi jumlah daging yang akan dihaluskan ke dalam tiga bagian, begitu pula bahan lainnya, tak terkecuali air es. Jadi, saya lakukan tiga kali penggilingan daging.

Jika daging sudah agak halus, tambahkan bawang putih bubuk, putih telur dan bumbu seperti garam, lada halus dan gula pasir. Giling daging kembali sambil ditambah dengan sisa air es sedikit demi sedikit. 


Terakhir masukkan tepung sagu tani dan soda kue. Giling daging hingga daging benar-benar halus dan lembut seperti bubur pasta.

Didihkan air di dalam panci. Jika sudah mendidih, kecilkan api. Ambil satu genggaman daging menggunakan telapak tangan yang sudah dibasahi dengan air es. Hal ini untuk mencegah adonan tidak terlalu lengket di tangan. Bentuk dari satu genggaman daging tadi menjadi bulatan bakso, kemudian ambil menggunakan sendok. Masukkan bulatan bakso ke dalam panci berisi air mendidih.

Masak selama kurang lebih 5 menit hingga bakso mengapung. Angkat bakso dan rendam selama 1 menit di dalam air es agar bakso tetap padat. Lakukan terus hingga adonan habis. Jika bakso sudah selesai dimasak, dinginkan bakso pada suhu ruang kemudian simpan di dalam freezer untuk dapat diolah kembali.





PSST, YOU NEED TO KNOW THESE!
  1. Penjual bakso biasanya menggunakan "biang bakso" atau "obat bakso" (kalau tidak salah disebut juga dengan poly bakso), untuk menciptakan bakso yang kenyal dan membal. Bahan makanan ini memang merupakan bahan kimia, tapi penggunaannya sendiri saya tidak pernah tahu seberapa banyak. Oleh karena itu, akan lebih aman jika kita tidak menggunakan bahan-bahan tersebut untuk membuat homemade bakso. 
  2. Salah satu kunci dalam membuat bakso yang kenyal tanpa bahan yang mengandung kimia adalah dengan menggunakan daging sapi yang segar. Selain itu, pemilihan daging sapi tanpa lemak dan urat dimaksudkan agar proses penggilingan daging bakso menjadi lebih mudah dan tekstur bakso yang dihasilkan juga menjadi lebih mudah halus.
  3. Kenapa harus pakai air es? Air es memang menjadi bahan wajib dalam proses pembuatan bakso. Hal ini dikarenakan suhu air es dapat mencegah rusaknya protein daging akibat panas yang ditimbulkan dari putaran pisau saat menggiling adonan. Selain itu, air es berfungsi untuk mengikat serat daging sehingga lemak tetap keras dan bakso menjadi kenyal.
  4. Penggunaan soda kue bertujuan untuk menaikkan pH adonan daging sehingga daging bakso menjadi lembut dan padat. Sementara itu, putih telur digunakan sebagai perekat adonan daging.
  5. Membasahi tangan dengan air es saat membentuk adonan dapat mempermudah proses mengeluarkan adonan dari genggaman tangan setelah selesai dibentuk. 
  6. Cara merebus bakso tidak boleh langsung direbus atau dimasukkan pada air yang sedang bergolak, melainkan harus dimasukkan ke dalam air panas yang sebelumnya telah dimasak hingga mendidih. Tipsnya, didihkan air dalam panci, lalu kecilkan api hingga air tidak lagi bergolak dan suhu api menjadi stabil. Hal ini mencegah adonan bakso tidak buyar dan tetap padat saat dimasak.
  7. Jika kamu tidak yakin dengan rasa dari adonan bakso yang kamu buat, cobalah untuk merebus satu atau dua buah bakso terlebih dahulu lalu cicipi. Jika bumbunya kurang pas, maka dapat dibumbui kembali pada adonan daging yang belum dimasak.

Nah, begitulah rahasia dalam membuat bakso sapi rumahan. Sulit memang bagi pemula, tapi lama-kelamaan dengan semakin sering mencoba, maka bisa jadi kita akan memperoleh hasil yang (mendekati) sempurna. Saya akui, saya sepertinya melakukan beberapa kesalahan kecil dalam membuatnya sehingga hasilnya pun belum begitu sesuai dengan yang saya harapkan. Jika ingin bereksperimen lebih jauh, kamu bisa mencoba langsung resep aslinya di atas ya.

Good luck! ;)

Sunday, February 1, 2015

MARTABAK MANIS (TANPA RAGI)




Dear food lover,

Siapa yang nggak pernah bosen makan martabak manis?! He he he.

Makanan yang satu ini jelas sudah menjadi favorit bagi kebanyakan orang termasuk saya sendiri. Rasanya yang tentu saja manis dan legit paling pas disajikan sebagai sajian penutup. Istilah martabak manis ternyata ada macam-macam lho! Mulai dari martabak Bangka, martabak Terang Bulan sampai martabak manis Bandung. Ayo, kamu lebih suka beli yang mana? He he he. Isian martabak pun kini beragam, dari yang sangat sederhana seperti coklat meises, susu dan ketan item, sampai isian yang mahal sekali pun seperti selai coklat Nutella atau Toblerone.

Kalau kamu salah satu penyuka panganan yang satu ini, wajib sesekali mencobanya di rumah. Memang sih nggak usah pusing-pusing kalau lagi pengen. Tinggal keluar rumah sebentar, penjual martabak manis biasanya udah menjamur di pinggir-pinggir jalan. Tapi nggak ada salahnya lho kalau kamu mau membuatnya di rumah. Selain hemat, isiannya bisa kamu gunakan dengan bahan yang lebih variatif.

Setelah sebelumnya saya sudah pernah posting resep martabak manis di sini, kini saya mau membagi resep martabak manis yang tanpa menggunakan ragi. Memang apa sih bedanya? 

Yang jelas, ada perbedaannya. Pertama dari tingkat kemiripan dengan yang dijual oleh penjual martabak. Kedua adalah tekstur martabak itu sendiri. Martabak manis yang tanpa menggunakan ragi dikenal sebagai resep yang biasa digunakan penjual martabak pada umumnya. Kalian bisa membedakannya dari tekstur kulit dan kue martabak. Rahasianya ada pada penggunaan BAKING SODA atau SODA KUE! 

Nah, resep yang akan saya share sekarang telah saya modifikasi dari resep berikut ini. Karena adonan yang dibuat dalam resep tersebut terlalu banyak, jadi saya kurangi jumlah takarannya pada resep saya. Tapi jangan khawatir, martabak yang saya buat pun berhasil.

Penasaran? Yuk, dicatat bahan-bahan dan cara membuatnya. Selamat mencoba ya!!
Bahan-bahan:
  1. 300 gram tepung terigu, ayak
  2. 1/4 sdt vanili bubuk/ esens vanili
  3. 1/4 sdt garam
  4. 2 butir telur
  5. 4 sdm gula pasir
  6. 250 ml susu cair
  7. 1/2 sdt soda kue/baking soda
  8. Gula secukupnya, sebagai taburan
  9. Margarin, sebagai olesan
  10. Pisang/meises coklat/selai coklat, kacang atau buah-buahan/keju cheddar parut/susu kental manis, sebagai topping
Cara membuat:
  1. Campurkan tepung terigu yang sudah diayak bersama garam dan vanili pada wadah kering. Sisihkan.
  2. Pada wadah terpisah, kocok telur bersama gula pasir menggunakan mikser dengan kecepatan tinggi selama kurang lebih 5 menit hingga adonan telur berwarna putih pucat.
  3. Setelah itu kurangi kecepatan mikser lalu masukkan terigu dan susu cair secara bergantian ke dalam adonan telur hingga tercampur rata.
  4. Terakhir masukkan soda kue/baking soda, aduk rata lalu matikan mikser.
  5. Tutup wadah dan diamkan adonan selama kurang lebih 1 jam.
  6. Setelah 1 jam, siapkan wajan anti lengket berdiameter kurang lebih 20 cm (di sini saya menggunakan wajan dengan ukuran yang lebih kecil). Panaskan di atas api sedang.
  7. Tuang kurang lebih 2-3 sendok sayur adonan ke dalam wajan, kecilkan api. Tutup wajan dan masak hingga muncul banyak pori pada permukaan martabak.
  8. Jika sudah muncul banyak pori seperti itu, taburkan gula pasir secukupnya di atas permukaan martabak. Tutup wajan kembali dan masak hingga matang.
  9. Setelah martabak matang dan permukaannya telah berwarna kecoklatan, angkat martabak.
  10. Selagi panas, oleskan margarin di atasnya. Kemudian, taburkan topping sesuai selera. Lipat martabak lalu potong-potong. Sajikan.

Campur tepung terigu, garam dan vanili bubuk ke dalam satu adonan.


Kocok telur dan gula pasir hingga putih pucat.



Masukkan sedikit demi sedikit terigu bergantian dengan susu cair


Adonan yang sudah siap didiamkan selama 1 jam.


Taburkan gula pasir ketika pori-pori pada martabak telah muncul


Martabak yang telah matang dan siap diangkat


Olesi martabak yang baru diangkat dengan margarin secukupnya.


Olesi dengan topping sesuai selera (saya menggunakan selai coklat dan irisan pisang)

Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...