Tuesday, December 31, 2013

A MOMENT OF GIVING

Bersedekah.. mungkin terlihat bukan hal yang sulit tapi seringkali menjadi sulit untuk dilakukan bagi sebagian orang. Perlu niat tulus dan keikhlasan untuk melakukannya karena di sini kita mengeluarkan sebagian harta kita. Nah, dalam momen ini, saya cuma ingin mengenang saat-saat dimana saya, alhamdulillah, bisa membagi rejeki saya kepada sesama. Bukan berniat sombong atau terlihat riya', tapi demi mengisi #MTR2013 edisi maraton ini, saya akan sedikit bercerita. :)

Sumber: images.google.com

Alhamdulillah tepatnya di bulan November lalu, beberapa hari setelah saya dinyatakan lulus 100% beasiswa AAS dan diterima di University of Sydney, saya sontak langsung meminta ibunda saya untuk mengadakan syukuran di rumah. Saya berniat mengundang beberapa ibu majelis pengajian dan sejumlah anak yatim-piatu ke rumah untuk berdoa bersama demi kelancaran studi saya tahun depan.
Allah pun melancarkan hajat saya tersebut. Acara diadakan pada waktu ba'da Ashar dan juga dihadiri oleh beberapa sanak keluarga. Mungkin tidak banyak yang bisa saya dan keluarga berikan, tapi saya senang bisa berbagi kebahagiaan dengan mereka, dan tentu saja yang terpenting do'a yang mereka panjatkan untuk saya dan keluarga. Semoga Allah membalasnya, aamiin.

Hmm... apalagi ya? Mungkin itu aja yang bisa saya share. Jadi bersedekah itu penting karena amalan tersebut (insha Allah) bisa membuka pintu rejeki kita dari Tuhan. Allah SWT sendiri berfirman bahwa Dia akan mengganti tiap butir rezeki yang kita keluarkan untuk sedekah bahkan mungkin lebih banyak lagi:
"Katakanlah: 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)'. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (Q.S. Saba 34:39)
Sumber: images.google.com

Dan teman saya pun berulang kali berpesan pada saya, "Nis, kalau mau segera dipertemukan dengan jodoh, maka bersedekahlah sambil diiringi niat yang tulus untuk bisa ketemu jodoh. Insha Allah". Wah, mudah-mudahan... :)

Cerita di atas didedikasikan khusus untuk mengenang Moments to Remember #MTR2013 part 8 'Giving'

WHAT A BLISS!

Judulnya masih #MTR2013 maraton nih.. hehe. Tema ke-7, joy and sorrow. Hmm, daripada inget yang sedih-sedih, lebih baik kita inget hal yang menyenangkan aja bagaimana? :)


Gambar di atas adalah karya scrapbookku yang kesekian. Kalau perlu dikasih judul, hmm, mungkin cocoknya..'What a Bliss!" karena kenangan 3 bulan di PDT (Pre-departure Training) AAS kemarin adalah kenangan di tahun 2013 yang paling menyenangkan bagi saya. Yes, indeed. What a bliss...!! ^^

*ps: I dedicated this picture for my lovely teacher Paula and my AAS 3M3 friends (Ade, Ani, Intan, Mayang, Vita, Lita, Ugi, Arif, Sarah, Alex and Harapan). Hope this gift will accompany us throughout our upcoming journey ahead... 

Gambar di atas didedikasikan khusus untuk mengenang Moments to Remember #MTR2013 part 7 'Joy and Sorrow'

Monday, December 30, 2013

DEAR ALLAH

Bekasi, 31 Desember 2013


Dear Allah,

Beberapa jam lagi di penghujung tahun, Engkau masih memberikanku kesempatan menulis satu patah kata di blog ini. Tahun ini begitu banyak cerita dan kisah yang mungkin kalau kata orang bisa jadi melodi dalam sebuah sinetron televisi, banyak rasa manis, masam dan getirnya. Dan di tahun ini aku benar-benar merasakan dirimu sangat sayang padaku. Engkau mengabulkan satu demi satu cita-citaku, yang salah satunya akan terlaksana di awal tahun depan. Sungguh karunia yang luar biasa.

Terima kasih ya Allah atas kesekian kalinya Kau menyelamatkan aku dari kenistaan dunia yang hampir menjerumuskan aku. Kali ini Kau mengajarkan aku tentang arti penting sebuah kesabaran, keikhlasan dan cinta yang sesungguhnya. Bahwa tidak semua apa yang kita inginkan bisa sekaligus kita peroleh, bahkan mungkin hanya sebagian darinya yang menurutMu pantas untuk didapatkan. Cobaan yang pernah datang rasanya hampir membuatku menyalahkanMu dan menuntutMu telah berlaku tidak adil padaku. Tapi ya Allah, semua aku tepiskan dengan keyakinan bahwa hal yang terjadi adalah bentuk Kau mendidikku dan mungkin menguji keimananku. 

Di mataku, tak ada yang berhak untuk lebih dicintai selain diriMu, Tuhan Sang Pemilik Cinta yang Abadi. Kini tinggal menunggu detik pergantian tahun itu muncul, yang akan menjadi tanda bahwa ada banyak kisah dan cerita luar biasa berikutnya yang telah Kau siapkan menungguku di sana. Mudah-mudahan menjadi kisah yang akan membawa rasa cinta ini lebih dalam lagi, cintaku kepadaMu. Aamiin. 

Surat di atas didedikasikan khusus untuk mengenang Moments to Remember #MTR2013 part 6 'Faith'.

Friday, December 20, 2013

WHEN PAPER MEETS PHOTO



Di tahun 2013 ini saya semakin menemukan 'cinta sejati' saya. My passion, if I have to say. Passion yang jauh dari latar belakang pendidikan saya apalagi pekerjaan saya. Menulis dan membuat scrapbook, dua hal yang berbeda tapi lahir dari satu hal yang sama yakni imajinasi dan kreativitas. Keduanya bisa bersumber dari satu cerita tapi dihasilkan dari dua bentuk yang sama sekali tidak sama. Yup, when paper meets photo. If the two are combined together, they will be perfectly awesome. Makanya saya berharap bisa terus berkarya dalam bidang ini dan akan berhasil suatu hari nanti. Aamiin. So how 'bout you? What is your passion? :)

Gambar di atas terinspirasi dari pengalaman pribadi dan didedikasikan khusus untuk mengenang Moments to Remember #MTR2013 part 5 'Passion'.

Sunday, December 15, 2013

THE BIGGEST SURPRISE


Tahun 2013... Tahun yang mendatangkan berbagai kejutan dalam hidup saya. Kejutan yang jika saya ingat kembali, saya akan sangat bersyukur kepada Tuhan. Di awal tahun 2013, tepatnya bulan Februari lalu, saya officially terpilih sebagai penerima beasiswa Australia Awards Scholarship. Ceritanya pun pernah saya share di sini. Dan pada bulan November kemarin, saya resmi menerima kontrak dari Pemerintah Australia untuk melanjutkan pendidikan di University of Sydney.

Setelah kurang lebih 1 tahun menghadapi proses seleksi yang cukup ketat di tahun 2012, mulai dari seleksi berkas administrasi, tes IELTS hingga wawancara, saya akhirnya memperoleh jawaban dari penantian panjang itu. Semua proses tersebut tentu saja meninggalkan kenangan yang tidak akan pernah saya lupakan. Keberhasilan yang saya raih itu semacam kesempatan dan kepercayaan yang Tuhan kasih ke saya, termasuk pelipur duka saya karena gagal meraih impian untuk sekolah di Jepang. 

Setelah dinyatakan menjadi penerima beasiswa atau awardee, saya kemudian harus mengikuti kegiatan pelatihan bahasa dan persiapan akademik atau yang disebut Pre-departure Training Program (PDT) di IALF Jakarta, selama 3 bulan sejak Juli hingga Oktober. Program ini dikhususkan bagi setiap awardee sebelum diberangkatkan ke Australia. Lama programnya pun bervariasi, tergantung dari hasil tes IELTS yang diadakan pada proses seleksi, dimulai dari 6 minggu (6 weeks), 8 minggu (8 weeks), 3 bulan (3 months), 6 bulan (6 months) hingga yang terakhir 9 bulan (9 months), yang merupakan program dengan jangka waktu paling lama. Biasanya awardee yang mendapat nilai IELTS 5.0 akan ditempatkan pada program 9 bulan ini. Semakin bagus nilai IELTS yang diperoleh, maka semakin singkat program pelatihan yang diikuti dan semakin cepat pula akan diberangkatkan ke Australia. Keberangkatannya pun terbagi dalam 2 gelombang, yakni sekitar bulan Juni (winter intake), dan bulan Januari tahun berikutnya (summer intake). Saya sendiri akan berangkat bulan Januari 2014. Jadi tinggal 1 bulan saja.. :)

Foto bersama guru dan teman-teman sekelas, teman seperjuangan..
Banyak kenangan saya dapatkan selama mengikuti program PDT, program yang menurut saya bukan hanya sekedar tempat untuk mempersiapkan tes IELTS selanjutnya yang harus saya hadapi kembali sebelum berangkat, sebagai persyaratan masuk universitas, tetapi juga ajang untuk meningkatkan kemampuan akademik saya, khususnya dalam Bahasa Inggris. Bagi karir saya sebagai seorang calon peneliti dan akan sekolah di luar negeri, tentu saja itu penting.

Selama PDT, saya mendapatkan banyak ilmu dan informasi, mulai dari informasi tentang perkuliahan dan kehidupan di Australia hingga hal-hal apa saja yang jadi kebiasaan di sana. Semuanya dipelajari. Baru kali ini saya dituntut sangat aktif di kelas, berbeda dengan kursus-kursus Bahasa Inggris yang pernah saya ikuti semasa duduk di bangku sekolah. Dari senin sampai jumat, saya dilatih bagaimana menulis essay dalam Bahasa Inggris, bagaimana mengekspresikan pendapat dan berpikir kritis, bagaimana menyajikan presentasi, hingga ilmu dan informasi pendukung lainnya mulai dari komputer hingga cross-culture. Dan yang lebih menyenangkan lagi, saya bisa menikmati fasilitas perpustakaan yang sangat oke punya, tidak hanya buku dan materi yang lengkap tapi juga tersedia sarana audio-video lengkap, yah.. pas banget untuk latihan listening.

Perpustakaan IALF yang cozy banget..

Koridor audio-video. Paling asyik buat nonton dan latihan listening tapi selalu jadi rebutan ^^

Ruangan kelas yang akan selalu saya rindukan... :)

Ruang lab komputer. Where the magic of technology comes out!

So... sekarang saya sedang benar-benar mempersiapkan diri karena 1 bulan itu bukan waktu yang lama. Yang terpenting adalah persiapan mental harus meninggalkan orang tua, keluarga dan sahabat selama 1 tahun untuk menempuh pendidikan S2. Saya insha Allah mantap akan melanjutkan studi program Master of International Public Health di University of Sydney. Pas melamar dulu, entah mengapa saya sangat tertarik dengan program yang ditawarkan oleh uni tersebut. Ya.. mudah-mudahan kesempatan saya ini bisa menghantarkan saya menjadi seorang peneliti kesehatan sejati, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak, yang sudah saya geluti selama 2 tahun terakhir ini. Aamiin.. Doakan saya ya...! :))

Pengalaman di atas didedikasikan khusus untuk mengenang Moments to Remember #MTR2013 part 4 'Career'.

Sunday, December 8, 2013

HAPPY BELATED BIRTHDAY!

"Masha Allah!"
Aku kaget ketika melihat kalendar saku yang kusimpan di dalam laci meja kerja.
"Kenapa Nis?", tanya seorang teman yang ngeh mendengarku berteriak. Dia mendekatiku.
"Sekarang sudah tanggal 7 ya? Masha Allah aku lupa hari ulang tahun sahabatku Nin...", sautku.
"Astaga...! Kok bisa?", tanyanya kembali.
"Sudah lewat 4 hari... astaghfirullah, kenapa aku bisa lupa ya?", jawabku dengan bingung, berupaya memperhatikan kalendar itu kembali.
 "Aku sama sekali tidak ingat Nin.. betapa buruknya aku sebagai seorang teman.", tambahku.
"Ya sudah, sekarang cepat beri dia selamat. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan?". Senyum yang merekah dari balik wajah Nindya sungguh membuat jantungku berdetak kembali normal. Betul perkataannya bahwa sebaiknya aku beri ucapan selamat padanya meski sudah sangat terlambat.
"Tapi.. aku mau nyiapin sesuatu buat dia dulu ah Nin.", ucapku pelan.
"Apa? Kado?", tanya Nindya penasaran.
Aku cuma tersipu malu dan memberikannya senyum jahil.
"Hmm, kasih tahu nggak ya?", aku meledekinya. Dia hanya balas dengan muka sedikit masam, bibirnya dimajukan setengah senti lalu pergi meninggalkanku.
[2 jam kemudian]
"Selesai..!"
Aku kembali berteriak kecil. Nindya yang hanya duduk berjarak 30 meter dariku kembali memasang mata ke arahku. Dia agaknya kini lebih penasaran dari sebelumnya. Sesekali dia mengintip ke mejaku tapi rasa penasarannya mungkin sudah membunuh gengsinya. Dia kembali berjalan mendekatiku.
"Jadi kamu bikin apa Nis? Boleh lihat kan?", tanya agak memelas.
"Ya... tentu saja."
Aku menariknya duduk di kursiku dan melihat ke arah komputerku yang sedang menyala.
"Wahhh... bagus! Ini yang namanya scrapbook ya?"
Nindya bertanya dengan antusias.
"Yup.. bagaimana menurutmu?", jawabku.
"Bagus!!! Aku mau dong dibuatkan juga...., tanya Nindya hampir memaksa. Dia menarik tanganku dengan sangat keras.
"Hmm, boleh... asal, aku pas terlambat memberikanmu ucapan ultah ya?? He he he.."
"Huh.."

Happy belated birthday Ika-chan!

Cerita beserta gambar di atas terinspirasi dari pengalaman pribadi dan didedikasikan khusus untuk mengenang Moments to Remember #MTR2013 part 3 'Friendship'.

Hope you like the scrapbook ika chan.. :) 

GRATITUDE

Grateful...
a pleasant word that represents our thankfulness to God of his blessings

But,
grateful...
a simple word that humans are easily forget to say

In this time, I want to say..

I am being grateful..
of  having such a warmhearted family

I am being grateful..
of being taken care by a lovable family

and
I am being grateful..
to tell all of these about how much I love my family

Thank you God for a serial time of life I had with them
I am so grateful.. :)


This picture was taken in May 2012 when we headed to Mecca for Umroh :)
Tulisan ini didedikasikan khusus untuk mengenang Moments to Remember #MTR2013 part 2 'Family'.

Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...