Tuesday, May 1, 2018

Resep: Peanut Butter Vegetarian Ramen



Assalamu’alaikum. 

Hello, foodies!

Masih bicara tentang kuliner Jepang, kali ini saya akan share pengalaman saya dalam membuat ramen untuk pertama kalinya. Bukan sembarang ramen ya karena ramen yang saya buat kali ini adalah ramen vegetarian. Wah, kayak apa ya rasanya? Hmm, enak deh pokoknya! He he he. Saya nggak bohong, lho! 

Beda dengan ramen pada umumnya, ramen yang saya buat ini tidak menggunakan kaldu hewani seperti kaldu sapi, ayam atau ikan, melainkan menggunakan kaldu jamur dan ditambah dengan bahan dasar spesial, yaknSKIPPY Peanut Butter! Sudah kebayang belum bagaimana rasanya?


Well, ide masakan ini saya peroleh ketika saya menikmati ramen di salah satu restoran vegan di Jakarta. Saat itu, saya penasaran dengan rasa kuah ramen tersebut karena rasanya tidak seperti kuah ramen yang biasa saya cicipi di restoran Jepang. Kuah kaldunya memiliki nutty flavour yang berbeda dengan rasa kuah miso. Saya sangat suka. Meskipun tidak menggunakan kaldu hewani, tetapi rasa kuah kaldunya tetap umami.    






Sejak saat itu, saya penasaran untuk mencoba membuat ramen vegetarian di rumah. Berbekal beberapa resep ramen vegetarian dan vegan yang saya browse di internet, akhirnya saya berkreasi memasak ramen menggunakan selai SKIPPY. Penasaran bagaimana cara membuatnya? Yuk, dicatat resepnya lalu silahkan buktikan sendiri ya di rumah. Saya jamin kamu akan terkaget-kaget dengan rasanya. It is delicious, yet creamy!






PEANUT BUTTER VEGETARIAN RAMEN 


Bahan-bahan

Kuah ramen

300 gram mie ramen kering/basah (saya menggunakan mie soba)
50 gram tofu, tiriskan lalu iris persegi
½ buah bawang bombai, rajang dadu
3 siung bawang putih
2 buah cabai merah
2 cm jahe segar, dikeprek
½ sdt bubuk cabai
2 sdm minyak untuk menumis
800 ml air
1 sdm minyak wijen
2 sdm kecap asin (saya pakai liquid aminos)
4 sdm SKIPPY Peanut Butter Creamy
4 sdt kaldu jamur bubuk
Daun mint, secukupnya (kira-kira segenggam)
Garam, secukupnya
Gula, secukupnya 


Pelengkap

Daun bawang, iris tipis bagian batangnya
Jamur kuping, rendam sebentar lalu iris tipis memanjang
Jagung pipil yang sudah direbus
Bok choy yang sudah direbus
Telur rebus
Nori kering


Cara membuat

  1. Panaskan minyak dan tumis sebentar bawang bombai dan jahe hingga harum. Masukkan bawang putih dan cabai merah yang telah dihaluskan dan tumis bumbu tersebut hingga harum.
  2. Didihkan air. Jika air sudah mendidih, masukkan tumisan bumbu ke dalamnya.
  3. Tambahkan minyak wijen, kecap asin/liquid aminos dan kaldu jamur, lalu masukkan SKIPPY Peanut Butter Creamy. Masak kuah sambil sesekali diaduk dengan api sedang hingga mendidih. Bumbui dengan garam dan gula pasir, kemudian masukkan daun mint. Masak sebentar hingga mendidih, lalu matikan api.
  4. Siapkan ramen/soba yang sudah direbus setengah matang. Saat menghidangkan, ambil beberapa sendok sayur kuah ramen dan panaskan di panci terpisah. Masukkan mie ramen/soba dan tofu kemudian masak hingga mendidih.
  5. Tata mie ramen/soba dan tofu di dalam mangkuk. Tuang kuah kaldu di atasnya. Tambahkan bahan-bahan pelengkap seperti jagung pipil, bokchoy, irisan jamur kuping, telur dan selembar nori. Taburi ramen dengan irisan daun bawang di atasnya, lalu hiasi dengan daun mint. Ramen siap disantap.

Catatan:
  • Karena resep ini adalah resep ramen vegetarian, maka saya masih menggunakan bahan pelengkap seperti telur. Jika ingin membuatnya dalam versi vegan, maka telur bisa dihilangkan dan bahan pelengkapnya bisa ditambah dengan berbagai macam sayur-sayuran, misalnya wortel atau toge.
  • Jika kamu menyukai rasa kuah yang lebih pedas, kamu bisa menaburkan bubuk cabai ke dalam ramen.
  • Kuah kaldu yang saya buat terbilang sederhana. Jika ingin mendapatkan kuah kaldu yang memiliki lebih banyak citarasa, maka bisa menggunakan kaldu sayur.



Wah, asyik ya! Kamu ternyata bisa mengolah berbagai jenis masakan dan menu makanan yang nikmat dengan selai SKIPPY, baik menu sarapan, makan siang atau malam, camilan hingga minuman. Belum ada ide? Tenang saja! Berbagai resep olahan SKIPPY Peanut Butter bisa kamu lihat di situs SKIPPY, ataupun media sosial, seperti InstagramFacebook maupun Twitter. Selamat berkreasi ya! 








Disclaimer: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Praxis sebagai perwakilan SKIPPY® Peanut Butter Indonesia.

Sunday, April 22, 2018

Resep: Peanut Butter Dorayaki (Gluten-free)



Hi foodies!

Apa sih cemilan khas Jepang favorit kamu? Kalau saya pasti akan menjawab, DORAYAKI! Yup, dorayaki tidak cuma rasanya yang enak dan manis, tapi bentuknya pun lucu, seperti dua buah pancake yang ditumpuk jadi satu. Pantas saja Doraemon sangat menyukai kue ini ya.  Di negeri asalnya, dorayaki merupakan salah satu kue tradisional yang sangat diminati oleh para turis asing untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Tekstur kue ini memang seperti pancake, namun yang membedakannya adalah dua buah pancake ditumpuk menjadi satu, dan sebagai perekat, di bagian tengahnya diolesi selai kacang merah.  

Di Indonesia sendiri, dorayaki sudah banyak dijual yang penyajiannya disesuaikan dengan selera lidah masyarakat lokal. Dorayaki yang populer di tanah air, biasanya tidak hanya menggunakan isian selai kacang merah, namun juga isian selai coklat, buah-buahan, krim keju, dan masih banyak lagi. Nah, berhubung saya pecinta selai SKIPPY, saya coba membuat dorayaki dengan isian SKIPPY peanut butter. Dorayaki yang saya buat ini kebetulan tidak menggunakan tepung terigu, melainkan tepung bebas gluten, yaitu tepung mocaf. Jadi, buat teman-teman foodies yang memiliki intoleransi terhadap gluten atau ingin membuat cemilan lebih sehat, bisa coba membuat kue ini. Penasaran dengan cara membuatnya? Yuk, simak resep berikut ini.


PEANUT BUTTER DORAYAKI (GLUTEN-FREE)


Bahan-bahan:

160 gr tepung mocaf 
4 butir telur
130 gr gula pasir
3 sdm minyak
1 sdt baking powder
1 sdt vanila esens
1/4 sdt garam
2 sdm air
Skippy Peanut Butter Creamy/Chunky sebagai olesan


Cara membuat:
  1. Campurkan telur dan gula pasir menggunakan hand whisk hingga rata.
  2. Masukkan minyak dan vanila esens, aduk hingga tercampur rata.
  3. Masukkan campuran tepung mocaf dan baking powder yang telah diayak. Aduk kembali hingga rata.
  4. Tutup wadah dengan plastik wrap dan simpan di dalam kulkas selama 20 menit.
  5. Setelah 20 menit, keluarkan dari kulkas dan tambahkan air. Aduk hingga rata.
  6. Panaskan wajan anti lengket lalu tuangkan 2 sdm adonan. Masak hingga muncul lubang-lubang kecil. Balik adonan dan masak kembali hingga sisi yang lain matang. 
  7. Jika telah matang, dinginkan sebentar. Siapkan 1 buah dorayaki lalu olesi bagian dalamnya dengan SKIPPY Peanut Butter Creamy/Chunky, kemudian tutup dengan 1 buah dorayaki lainnya. Sajikan.


Senang deh kalau sudah bereksperimen dengan selai kacang SKIPPY. Pasalnya, selai kacang SKIPPY terasa sekali rasa kacangnya. So flavourful. Untuk ukuran selai kacang, menurut saya tekstur selai kacang SKIPPY juga creamy dan lembut. Nggak percaya? Cobain deh SKIPPY Peanut Butter Creamy. Tapi kalau saya pribadi, saya lebih menyukai jenis selai kacang yang masih ada tekstur crunchy si kacangnya. Alhamdulillah, SKIPPY memiliki produk Peanut Butter Chunky. Saya suka bangetselai kacang ini, sampai-sampai saya tidak ingin berpaling ke lain hati, he he he


Selain itu, selai SKIPPY menggunakan vegetable oils sehingga bebas dari kolesterol. Selai kacang SKIPPY juga mengandung protein sehingga cocok jika ditambahkan ke dalam menu sarapan kamu. Tahu kan kalau konsumsi selai kacang tidak akan membuatmu gemuk? Yup, selai kacang itu sendiri tidak akan membuatmu gemuk. Bisa dikatakan selain kacang itu sehat, namun selai kacang padat kalori, jadi konsumsilah dalam jumlah yang cukup. Oh ya, yang membuatmu saya jatuh cinta lagi sama produk ini adalah selai kacang SKIPPY ternyata bebas dari gluten, lho! It's gluten-freeYippie! 

Mau ikutan bereksperimen dengan SKIPPY Peanut Butter? Kamu bisa contek berbagai resep olahan selai kacang SKIPPY di situs SKIPPY, atau kamu juga bisa mengunjungi media sosialnya, baik Instagram, Facebook maupun TwitterHappy cooking! 

Disclaimer: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Praxis sebagai perwakilan SKIPPY® Peanut Butter Indonesia.

Sunday, April 8, 2018

Tips Hijaber agar Tetap Gaya saat Traveling dengan Celana Kulot


Perkara memilih busana saat traveling memang terkadang bikin pusing, khususnya bagi perempuan berhijab.  Apalagi, saat memilih busana liburan yang nyaman tapi tetap terlihat stylish dan menarik. Kita harus pintar-pintar memilih jenis dan bahan pakaian yang sesuai, terutama yang membuat kita nyaman bergerak. 

Lalu, sebaiknya pakai apa dong

Dari sekian banyak tren fashion kekinian, salah satu yang lagi hits adalah culottes pants alias celana kulot. Celana yang sempat ngetren di tahun 70-an ini memiliki model potongan yang melebar di bagian bawah sehingga terlihat seperti rok. Karena bahannya yang longgar dan tidak ketat, celana ini cocok dijadikan pilihan ketika traveling atau saat melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak aktivitas berjalan. Selain itu, celana ini bisa menunjang penampilan, lho!  

Belakangan ini, saya sering menggunakan celana kulot dalam berbagai kesempatan, mulai dari yang santai sampai yang formal ketika di kantor. Saya pun lebih senang membawa celana kulot saat traveling karena bentuknya yang lebar membuat saya bebas bergerak ke sana kemari. Yang membuat saya semakin menyukai celana ini adalah celana ini tidak terlalu memperlihatkan lekuk tubuh dan saya pun bisa perlahan-lahan meninggalkan penggunaan celana jeans yang ketat.  

Sebenarnya ada banyak bentuk celana kulot yang dijual di pusat-pusat perbelanjaan atau e-commerce. Bentuk celana yang paling umum adalah celana kulot model 7/8 atau biasa disebut celana kulot midi. Celana kulot jenis ini dianggap bisa membuat orang yang memakainya terlihat lebih tinggi dan jenjang. Namun buat para hijabers, tak perlu khawatir jika ingin menggunakan celana kulot karena ada model celana kulot yang memang didesain untuk para hijabers. 

Salah satu jenis celana kulot yang lagi happeningadalah celana kulot panjang, atau celana kulot yang memiliki potongan hingga ke mata kaki. Selain nyaman dipakai, kemudahan mix-and-matchcelana kulot dengan berbagai model atasan juga menjadi alasan mengapa celana ini makin digemari oleh hijaberssebagai pilihan busana saat berlibur

Nah, saya punya tips agar kamu bisa tetap gaya menggunakan celana kulot saat traveling. Tips ini saya praktikkan ketika saya berlibur dan berpergian ke tempat-tempat wisata. Semoga kamu bisa tambah pe-de ya! ☺ 


KULOT + KAOS = CASUAL


Tampil casual seringkali menjadi pilihan bagi kebanyakan hijabers saat berlibur. Yang bisa dilakukan agar bisa terlihat simpel tanpa meninggalkan kesan modis adalah dengan memadukan celana kulot panjang dengan kaos. Dengan gaya casual seperti ini, kamu akan terlihat lebih santai. Jika kamu bertubuh pendek, kamu bisa memasukkan kaos ke dalam celanamu sehingga tubuhmu tidak akan terlihat semakin tenggelam. 

 
Source: pinterest


NO HIGH HEELS


Banyak yang bilang kalau sepatu hak tinggi atau high heelsadalah sahabat sejati celana kulot. Tapi menurut saya, sepatu jenis ini it’s big NO untuk digunakan saat traveling. Jika kamu ingin tampilan casual-mu lebih maksimal, memadukan celana kulot dengan sepatu kets atau sneakers bisa menjadi pilihanmu, nih! Sepatu kets termasuk salah satu itemwajib saat traveling karena sepatu jenis ini memiliki model yang simpel, ringan serta nyaman dipakai untuk berjalan. Selain sneakers, kamu juga bisa memadukan celana kulot dengan sandal street-styleyang lagi tren saat ini. Dijamin, penampilanmu tidak kalah keren kok.  

   


Source: pinterest



PADANAN WARNA PASTEL YANG CHIC


Suka dengan gaya yang lebih feminine? Kamu bisa memadukan atasan polos bernuansa pastel dengan celana kulotmu. Warna pink, light blue, mint, atau beige sering menjadi pilihan hijabers untuk gaya busana kesehariannya. Warna pastel yang kalem dan terang tidak akan membuatmu terkesan ramai dan justru terlihat soft dan chic. Dibandingkan warna gelap seperti hitam, warna-warna pastel juga tidak terlalu menyerap panas. Selain itu, warna pastel sangat mudah dikombinasikan dengan warna dan motif lainnya. Kamu bisa pilih celana kulot panjang berwarna netral seperti putih atau abu-abu, atau kulot dengan motif tertentu, seperti motif bunga atau garis vertikal. Oh ya, biar tambah modis, tambahkan aksesoris seperti kalung atau scarf dengan warna terang. 

 
Source: pinterest


MORE STYLISH WITH OUTWEAR


Selain sepatu, hijab atau scarf dan aksesori lain, fashion item lain yang tak boleh ketinggalan adalah outwear seperti jaket, vest dan cardigan. Penggunaan outweartidak hanya membuatmu tampak lebih stylish, tetapi juga memberikan kenyamanan saat berpergian di musim-musim tertentu yang membutuhkan busana yang lebih hangat. Outer juga berfungsi menutupi beberapa bagian tubuh yang kurang proporsional. Tips dari saya, pilih luaran yang pas dengan ukuran tubuh karena luaran yang besar justru akan membuat bentuk tubuh kamu semakin besar. Gunakan juga kulot yang berwarna gelap dan inner (kaos atau kemeja) dengan warna netral agar kamu bisa memadankannya dengan outwear berbagai warna. Percaya deh, kamu bisa ciptakan foto-foto yang instagrammable dengan padu padan ini.


 
Source: pinterest


Friday, February 16, 2018

Gluten-free Banana Cake (Bolu Pisang Tanpa Gluten)




Assalamu'alaikum.

Hello everyone! It's been a while ya sejak postingan terakhir. Karena kesibukan pekerjaan dan kondisi kesehatan yang sempat drop hampir sebulan, saya jadi sedikit vakum dari dunia sosmed dan blogging. Tak mau berlama-lama menghilang, saya hadirkan resep sehat buat kalian para pembaca sekalian.

Masih ingat saya pernah posting resep Banana Bread versi gluten-free? Kalau tidak ingat, resepnya bisa kalian baca di sini. Resepnya kebetulan pakai bahan-bahan kue yang waktu itu lagi ada di rumah, dan adanya tepung sorghum sama tepung ararut (duh, pasti penasaran, apa ya itu? he he). Akhirnya memutuskan pakai kedua tepung itu sambil utak-atik resep orang. Resepnya berhasil, tapi tetap masih ada yang kurang kalau menurut saya. Saya belum dapat tekstur yang pas seperti kue bolu gluten pada umumnya.

Nah, kali ini, saya mau share lagi resep bolu pisang, tapi menggunakan tepung yang berbeda, yaitu tepung mocaf atau modified cassava flour. Mungkin banyak dari kalian yang belum pernah dengar jenis tepung ini ya. Tepung apa lagi sih itu? He he. Sebenarnya tepung mocaf adalah bahan alternatif pengganti tepung terigu yang memiliki karakteristik paling mirip dengan terigu sendiri. Meskipun kandungan protein pada mocaf tidak sebanyak terigu, tapi kandungan karbohidratnya sama tingginya dengan terigu. Apalagi tepung ini gluten-free sehingga cocok dikonsumsi oleh mereka yang alergi atau sensitif terhadap gluten, seperti saya. Sama halnya dengan tepung beras, mocaf ini juga relatif lebih mudah ditemukan di Indonesia. Bahkan ada salah satu merek tepung mocaf buatan dalam negeri yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat.

Oke, balik lagi ke resep bolu pisang, resep ini bisa dibilang berhasil saya taklukkan (alhamdulillah, finally!). Teksturnya lembut, sangat empuk dan menul-menul layaknya kue bolu berbahan dasar terigu pada umumnya. Kalian pasti tidak akan bisa membedakan kalau kue ini bukanlah kue terigu biasa. Pisangnya juga terasa sekali. Patut dicoba kalau kalian sekali-kali mau buat kue dengan bahan dasar yang berbeda daripada biasanya. So, give it a try, guys! :)



GLUTEN-FREE BANANA CAKE (BOLU PISANG TANPA GLUTEN)

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF

Bahan-bahan:

90 gram tepung singkong/mocaf 
10 gram tepung maizena
3 butir telur, suhu ruang
1 butir putih telur, suhu ruang
50 gram gula pasir
1/4 sdt garam
75 gram margarin, lelehkan
1/2 sdt esens vanili125 gram pisang ambon/barangan 


Cara membuat:
  1. Lumatkan pisang dengan garpu hingga lembut, lalu campurkan dengan margarin yang sudah dilelehkan. Aduk rata. Sementara itu, siapkan campuran bahan kering seperti tepung singkong, maizena dan garam. Aduk.
  2. Kocok putih telur dengan sedikit garam hingga kaku (soft peak). Sisihkan.
  3. Kocok telur dan gula pasir dengan mixer berkecepatan tinggi hingga mengembang dan kaku (berjejak). Masukan campuran tepung, aduk dengan spatula hingga rata. Tambahkan campuran pisang dan margarin, lalu aduk rata.
  4. Terakhir, masukkan kocokan putih telur. Aduk dengan cara aduk balik (folding*) menggunakan spatula. Perhatikan saat mengaduk, jangan terlalu sering, cukup sampai putih telur tercampur rata dengan adonan.
  5. Tuang adonan ke dalam loyang bolu yang sudah diolesi margarin. Panggang di oven dengan suhu 175-180°C selama 30-35 menit. Cek kematangan kue dengan menggunakan tusukan. Jika sudah matang, matikan kompor. Dinginkan baru keluarkan dari loyang. 

* Tips:
  • Folding adalah teknik mengaduk adonan, terutama untuk mencampurkan dua adonan yang berbeda konsistensinya, yaitu antara adonan yang ringan dan penuh udara dengan adonan yang lebih padat dan kental, contohnya adonan putih telur yang sudah kaku dicampurkan ke adonan campuran terigu, kuning telur, gula dan minyak/margarin.
  • Folding ini biasanya digunakan dalam proses pembuatan chiffon cake dan sponge cake
  • Gerakan folding seperti membalik/melipat adonan dan umumnya searah jarum jam. Caranya, spatula menyusuri dasar mangkuk/wadah ke arah belakang, kembali ke atas sambil adonan dibalik atau ‘dilipat’ ke depan. Supaya lebih jelas, kalian bisa lihat video cara aduk-balik di sini.





Salam hangat,

Anissa Rizkianti

Sunday, January 7, 2018

Berburu Kuliner Khas dan Halal di Melaka



Kalau bicara soal Melaka, yang ada di benak kita mungkin adalah tentang kota bersejarah di Malaysia. Terletak di sisi selatan semenanjung Malaysia, kota Melaka menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Asia Tenggara dan dinobatkan sebagai situs warisan dunia UNESCO. Tak heran kalau kota ini punya banyak sekali hal yang bisa dieksplorasi, baik tempat wisata maupun kulinernya.

Ngomong-ngomong soal kuliner, Melaka ternyata punya segudang kuliner enak yang tak boleh dilewatkan. Konon selama berabad-abad lalu telah terjadi akulturasi budaya antara etnis Melayu, Cina, India dan Arab di kota Melaka. Itulah sebabnya, ragam kuliner di sini begitu berwarna. Saya pun penasaran untuk mencicipi kelezatan beberapa kuliner di kota ini, dan yang pasti halal. :)


Mencari kuliner halal di kota-kota besar di Malaysia, seperti Kuala Lumpur memang tidak sulit, tapi kita harus pintar-pintar untuk menemukan tempat makan halal di Melaka. Maklum saja, kuliner Melaka memang banyak didominasi oleh kuliner Peranakan atau Chinese food yang belum tentu halal. Kuliner tersebut banyak ditemukan di kawasan Jonker Street.

Tapi, tak perlu khawatir bagi wisatawan Muslim yang hendak berlibur ke kota Melaka. Beberapa ragam kuliner khas Melaka yang halal bisa ditemukan di tempat-tempat yang saya rekomendasikan berikut ini. Meskipun ada beberapa yang memang belum sempat saya datangi. Silahkan dicatat. Siapa tahu bisa jadi referensi kuliner kamu di liburan berikutnya. :)

1. Ee Ji Ban Chicken Rice Ball



Entah bagaimana sejarahnya, tapi kuliner yang satu ini hanya bisa ditemukan di kota Melaka. Kalau dilihat-lihat, makanan ini sepintas sama dengan nasi Hainan yang banyak dijual di Singapura. Menunya terdiri dari nasi gurih dan potongan dada ayam rebus atau panggang. Hanya saja yang membedakan adalah bentuk nasinya. Nasinya sengaja dibentuk bulat menyerupai bola bekel. Tak heran kalau makanan ini kemudian dinamai chicken rice ball

Di Melaka, sebenarnya banyak kedai makan yang menjual chicken rice ball, tapi umumnya tidak halal. Untuk menemukan yang halal, kamu harus pergi ke daerah Bandar Hilir, Melaka. Di sana, ada satu kedai makan yang menjual chicken rice ball halal. Namanya kedai makan Ee Ji Ban. Meskipun tempatnya tak begitu luas, kedai ini selalu ramai oleh pengunjung. Jadi siapapun yang mau ke sini harus sedikit bersabar dan rela antri untuk mendapatkan tempat duduk. 

Nasi bulatnya sendiri dijual dengan jumlah kelipatan lima. Kamu bisa memilih mau memesan 5, 10 atau 15 buah rice ball. Ayamnya pun bisa kamu pesan mix atau dua macam sekaligus - ayam yang direbus (boiled chicken) dan dipanggang (roasted chicken). Menu lain yang recommended di tempat ini adalah sup bakso ikan, sotong bakar dan tumis kangkung balacan. Maknyus! Dari segi harga, kedai makan ini juga tidak memasang harga yang terlalu mahal dan menurut saya masih relatif aman di kantong. Apalagi jika makan bersama keluarga atau teman, dijamin lebih hemat. :)

   

Setengah ekor ayam (boiled dan roasted), beserta nasi bola dan tumis kangkung belacan.

Ee Ji Ban Chicken Rice Ball
Lokasi: Jalan Melaka Raya 3, Taman Melaka Raya, Melaka, Malaysia
Buka: Senin - Minggu, pukul 10.00 - 21.30


2. Restoran Seri Nyonya - Hotel Equatorial 


Masakan khas Baba Nyonya yang ada di Restoran Seri Nyonya
(Photo credit: http://www.rebeccasaw.com/)

Jika datang ke kota Melaka, patut untuk mencoba masakan tradisi setempat yaitu masakan khas Peranakan, atau sering disebut Baba Nyonya. Masakan Baba Nyonya hadir karena bercampurnya budaya Tionghoa ke dalam kuliner Melayu. Masakan Baba Nyonya kental dengan perpaduan bumbu yang kuat, termasuk bumbu kari yang menjadi ciri khas kuliner Melayu.

Salah satu masakan Baba Nyonya yang sangat populer adalah Nyonya Laksa. Di samping itu, Ayam Pongteh juga menjadi masakan Peranakan yang ada di Melaka, yaitu sejenis semur ayam namun dimasak dengan tambahan bumbu tauco (fermentasi kedelai) dan jamur hitam. Untuk bisa menikmati masakan Baba Nyonya yang halal, kamu bisa datang ke Restoran Seri Nyonya yang terletak di dalam Hotel Equatorial, Melaka. Restoran ini adalah satu-satunya restoran Baba Nyonya yang telah bersertifikat halal.

Beragam kuliner khas peranakan bisa ditemukan di sini, mulai dari Popiah (atau lumpia), Ayam Pongteh, Mee Nyonya, ikan goreng Chili Garam, hingga dessert seperti Sagu Gula Melaka dan Cendol Durian.

Ayam Pongteh
(Photo credit: http://www.rebeccasaw.com/)

Restoran Seri Nyonya
Lokasi: Level 3, Hotel Equatorial, Bandar Hilir, Melaka
Buka: Senin - Minggu, pukul 12 - 14.30 (lunch); pukul 18.30 - 22.30 (dinner)


3. Pak Putra Tandoori dan Naan


Ayam Tandoori, lengkap dengan roti Naan isi keju dan nasi Briyani

Jika sudah bosan dengan masakan Melayu, maka masakan India mungkin bisa menjadi referensi kuliner di Melaka selanjutnya. Saya pada dasarnya suka dengan masakan India, dan restoran yang satu ini cukup menggoyang lidah saya. Restoran Pak Putra adalah restoran India yang paling ramai dan lezat di Melaka. Hal ini tidak cuma diakui oleh wisatawan asing yang datang ke Melaka, tetapi juga oleh masyarakat setempat. Saya sempat tanya ke salah satu driver Grab yang mengantar saya dan keluarga. Saya pun sudah membuktikannya sendiri, restoran ini penuh oleh pengunjung dan pelayan tampak sibuk mengantarkan makanan ke meja-meja pengunjung.

Restoran yang buka mulai petang hingga dini hari ini menyajikan menu khas India yakni Roti Naan dan Ayam Tandoori. Roti Naan adalah roti pipih yang bentuknya mirip seperti roti pita. Roti Naan terbuat dari tepung gandum yang diberikan ragi sehingga bentuknya mengembang, kemudian dimasak dengan cara ditempelkan pada oven tanah liat tradisional bernama Tandoor. Sementara Ayam Tandoori adalah sejenis ayam bakar yang rasanya pedas karena sebelumnya dibumbui dan direndam dengan campuran garam masala, yogurt, bawang putih, jahe, bubuk cabai dan lada merah. Tak heran kalau kuliner khas India mampu membangkitkan selera makan karena memang dimasak dengan rempah yang kuat. Restoran ini benar-benar mengingatkan saya pada salah satu restoran India terkenal di daerah Enmore, Sydney.

Yang tak kalah menarik dari restoran ini adalah pengunjung dapat menikmati pemandangan para pelayan restoran yang sedang menyiapkan pesanan mereka, mulai dari saat memasak Ayam Tandoori di dalam oven Tandoor, membuat Roti Naan hingga menyajikan makanan yang telah matang ke atas piring. Dapur restoran ini memang berada di luar, sehingga pengunjung dapat bebas melihat proses memasak. Sesekali ada juga pengunjung yang tak segan untuk melihat lebih dekat dan mengabadikannya dengan kamera, seperti saya.

Menurut saya, Ayam Tandoori di restoran ini memang enak dan kaya rasa. Selain itu, ayamnya juga empuk dan bumbunya meresap sempurna, jadi rasa pedasnya terasa. Sebagai pendamping si ayam, saya dan keluarga memesan Cheese Naan dan nasi Briyani. Menurut adik saya, rotinya tebal dan empuk. Kejunya juga terasa. Sedangkan saya sendiri menikmati ayam dengan nasi Briyani. Nasinya tidak terlalu kering dan rasa gurih berempahnya juga nikmat. Cocok jika disantap dengan kari sayuran yang pilihannya lumayan beragam. Oh ya, jangan lupa untuk memesan Mango Lassi yang merupakan minuman segar khas India yang terbuat dari campuran mangga, yogurt, gula dan kapulaga.

    

Pak Putra Tandoori dan Naan
Lokasi: Taman Kota Laksamana, Melaka
Buka: Selasa - Minggu, pukul 17.00 - 01.00


4. Roti Canai Awang


Roti canai lengkap dengan kari ikan Jenahak dan ikan Pari
(Photo credit: Aliaa C via https://foursquare.com/)

Satu lagi makanan yang banyak ditemui di Malaysia dan dipengaruhi oleh budaya India adalah roti canai. Roti canai juga sejenis roti pipih (flatbread) namun dipanggang menggunakan minyak. Di Indonesia, roti canai - lebih dikenal dengan roti cane atau roti maryam - dihidangkan dengan kari kambing atau domba.

Karakteristik roti ini adalah rotinya yang empuk di dalam, namun garing di luar. Di Malaysia, roti canai begitu populer dan banyak dijual di warung-warung kaki lima atau pun rumah makan mamak. Pendampingnya bisa macam-macam, bisa berupa kari ayam, kari kambing, atau hanya disantap dengan taburan gula atau susu kental manis.

Di Melaka, ada satu penjual roti canai yang konon sudah ada sejak tahun 1990-an, yaitu Roti Canai Awang. Awang adalah nama pemilik tempat makan ini. Kedai Awang memang masih sederhana dengan jumlah tempat duduk yang terbatas. Jadi jangan kaget kalau pembeli harus rela menunggu giliran untuk makan, apalagi saat akhir pekan.

Ada dua jenis roti yang disajikan di kedai ini yaitu roti canai kosong dan roti canai telur. Menurut masyarakat setempat, Roti Canai Awang memang juara, apalagi jika disantap dengan kari. Ada tiga macam menu kari yang dijual, yakni kari ikan jenahak, sotong dan pari. Meskipun tidak lagi dimasak menggunakan kayu bakar, cita rasa Roti Canai Awang pun katanya tidak berubah. Rotinya terasa tebal, tapi tetap garing di luar. Sayang, saya tidak sempat mampir ke kedai roti ini.

Roti canai kosong dan roti canai telur
(Photo credit: Jenice Loo via https://www.google.co.id/)

Roti Canai Awang
Lokasi: Jalan Delima 10, Taman Bukit Melaka, Melaka
Buka: Selasa - Minggu, pukul 07.00 - 11.00


5. Cendol Durian Bibik House



Setelah puas menyantap makanan-makanan berat tadi, selanjutnya adalah mencicipi hidangan pencuci mulut khas Melaka, yakni cendol durian. Buat penyuka durian, minuman yang satu ini tidak boleh sampai ketinggalan. Cendol durian paling pas kalau dinikmati saat siang hari, atau ketika panas terik. Tenggorokan jadi terasa segar kembali.

Tak sedikit kedai penjual cendol di Melaka. Namun, satu yang sudah melegenda adalah Cendol Durian Bibik House yang berada di kawasan kuliner Jonker Street. Konon, cendol di kedai ini sudah turun temurun dan rasanya tak pernah berubah dari waktu ke waktu. Ada dua macam cendol yang dijual yaitu cendol biasa atau original, dan cendol durian yang rasanya maknyus.

Berbeda dengan cendol di Indonesia, cendol di Melaka disajikan dengan cara yang cukup unik. Mangkuk pertama-tama diisi dengan kacang merah, kemudian ditutup dengan es serut yang menggunung. Setelah itu, es disiriam dengan santan kental dan gula merah, sedangkan cendolnya sendiri ditaruh di tempat kecil secara terpisah. Cara makannya juga berbeda karena kita harus menunggu hingga esnya, lalu diaduk bersama dengan cendolnya.

Bagi saya, untuk rasa, cendol durian terasa jauh lebih enak dibandingkan yang cendol yang original. Berbeda dengan cendol durian yang dijual di dekat kantor saya di Jakarta, cendol durian di Melaka menggunakan daging durian  tanpa biji yang diletakkan di antara gunungan es serut. Meskipun rasanya enak, saya justru lebih menyukai  cendol versi Indonesia. Di Melaka, cendolnya terasa agak tebal dan kurang lembut.

Di kedai Bibik House, semangkuk cendol original dihargai 6 RM, sedangkan yang durian harganya lebih mahal 1 RM. Selain cendol, kedai ini juga menjual aneka makanan ringan dan snack khas Melaka, salah satunya pineapple tart, atau di Indonesia juga disebut dengan kue nastar.

    



Cendol Durian Bibik House
Lokasi: Jalan Hang Jebat, Melaka
Buka: Senin - Minggu, pukul 10.30 - 20.00 / 24.00
.

Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...