Sunday, December 8, 2013

HAPPY BELATED BIRTHDAY!

"Masha Allah!"
Aku kaget ketika melihat kalendar saku yang kusimpan di dalam laci meja kerja.
"Kenapa Nis?", tanya seorang teman yang ngeh mendengarku berteriak. Dia mendekatiku.
"Sekarang sudah tanggal 7 ya? Masha Allah aku lupa hari ulang tahun sahabatku Nin...", sautku.
"Astaga...! Kok bisa?", tanyanya kembali.
"Sudah lewat 4 hari... astaghfirullah, kenapa aku bisa lupa ya?", jawabku dengan bingung, berupaya memperhatikan kalendar itu kembali.
 "Aku sama sekali tidak ingat Nin.. betapa buruknya aku sebagai seorang teman.", tambahku.
"Ya sudah, sekarang cepat beri dia selamat. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan?". Senyum yang merekah dari balik wajah Nindya sungguh membuat jantungku berdetak kembali normal. Betul perkataannya bahwa sebaiknya aku beri ucapan selamat padanya meski sudah sangat terlambat.
"Tapi.. aku mau nyiapin sesuatu buat dia dulu ah Nin.", ucapku pelan.
"Apa? Kado?", tanya Nindya penasaran.
Aku cuma tersipu malu dan memberikannya senyum jahil.
"Hmm, kasih tahu nggak ya?", aku meledekinya. Dia hanya balas dengan muka sedikit masam, bibirnya dimajukan setengah senti lalu pergi meninggalkanku.
[2 jam kemudian]
"Selesai..!"
Aku kembali berteriak kecil. Nindya yang hanya duduk berjarak 30 meter dariku kembali memasang mata ke arahku. Dia agaknya kini lebih penasaran dari sebelumnya. Sesekali dia mengintip ke mejaku tapi rasa penasarannya mungkin sudah membunuh gengsinya. Dia kembali berjalan mendekatiku.
"Jadi kamu bikin apa Nis? Boleh lihat kan?", tanya agak memelas.
"Ya... tentu saja."
Aku menariknya duduk di kursiku dan melihat ke arah komputerku yang sedang menyala.
"Wahhh... bagus! Ini yang namanya scrapbook ya?"
Nindya bertanya dengan antusias.
"Yup.. bagaimana menurutmu?", jawabku.
"Bagus!!! Aku mau dong dibuatkan juga...., tanya Nindya hampir memaksa. Dia menarik tanganku dengan sangat keras.
"Hmm, boleh... asal, aku pas terlambat memberikanmu ucapan ultah ya?? He he he.."
"Huh.."

Happy belated birthday Ika-chan!

Cerita beserta gambar di atas terinspirasi dari pengalaman pribadi dan didedikasikan khusus untuk mengenang Moments to Remember #MTR2013 part 3 'Friendship'.

Hope you like the scrapbook ika chan.. :) 

GRATITUDE

Grateful...
a pleasant word that represents our thankfulness to God of his blessings

But,
grateful...
a simple word that humans are easily forget to say

In this time, I want to say..

I am being grateful..
of  having such a warmhearted family

I am being grateful..
of being taken care by a lovable family

and
I am being grateful..
to tell all of these about how much I love my family

Thank you God for a serial time of life I had with them
I am so grateful.. :)


This picture was taken in May 2012 when we headed to Mecca for Umroh :)
Tulisan ini didedikasikan khusus untuk mengenang Moments to Remember #MTR2013 part 2 'Family'.

Thursday, November 28, 2013

SURAT UNTUKMU


Untukmu, Jodohku,

Apakah Tuhan masih menjagamu di sana? Apakah kamu baik-baik saja? Aku harap begitu. Meski rupamu masih samar dalam bayangan, Tuhan selalu bisikkan namamu di hatiku. Mungkin aku belum bisa dengar saat ini, tapi aku yakin bisikan itu akan terdengar seiring datangnya waktu.

Untukmu, Pemilik hatiku,

Entah kamu dekat atau jauh, aku yakin Tuhan sedang menemanimu saat ini. Dia menemanimu menunggu hingga tiba waktuku yang akan mengisi penantian itu. Entah lama atau sebentar, aku yakin kamu akan bersabar. Begitu juga aku.

Untukmu, Pendamping hidupku,

Mungkin Tuhan belum meng'iya'kan kita untuk berjumpa, atau, Tuhan belum meng'iya'kan kita untuk bersama. Tapi, satu hal yang telah pasti, kamu adalah jodohku, aku adalah jodohmu. Dan Tuhan meng'iya'kannya. Cepat atau lambat, Dia akan kembali meng'iya'kan bahwa semuanya akan terjadi indah pada waktunya.

Yang akan terus mendo'akanmu,

A. R.

UNTITLED


Bisu.

Aku bisu.
Tak mampu berkata.
Tak sedang ingin berucap.
Intinya aku ingin bisu!

Kali ini saja, tapi.
Bukan esok hari, lusa, minggu depan, bulan depan
Atau selamanya.
Pokoknya hari ini!

Bisu karena aku ingin diam.
Bisu karena aku ingin dengar.
Bisu karena aku ingin berpikir.

Mungkin bukan saatnya lagi aku bicara 
Atau menangis, bahkan meraung

Aku ingin kamu,
Yang bicara!
Satu patah kata saja...

'Aku mencintaimu..'


Monday, June 17, 2013

HOW TO WIN ADS/AAS SCHOLARSHIP

Dear all. Dua hari yang lalu saya merasa lega karena pada akhirnya saya bisa mencurahkan pengalaman dan inspirasi kepada sejumlah alumni dan adik-adik mahasiswa FKM UI di acara Sharing Beasiswa ADS/AAS. Sungguh perasaan yang bahagia bisa menyalurkan semangat yang pernah saya rasakan setahun yang lalu, tepat ketika saya mempersiapkan segala sesuatu dalam perjuangan saya meraih beasiswa ADS/AAS. 

Di acara berdurasi sekitar 2 jam itu, saya dan rekan saya, bang Jerico F. Pardosi telah memberikan berbagai informasi yang tentunya bermanfaat seputar beasiswa ADS/AAS serta tips bagaimana 'memenangkan' beasiswa tersebut. Sesi pertama tentu saja diisi oleh bang Jeri. Sebagai senior dan pendahulu saya sesama penerima beasiswa ADS/AAS, beliau sangat pantas menjelaskan hal-hal mengenai gambaran beasiswa ADS/AAS dan perkuliahan di Australia. Sedangkan saya ambil posisi sebagai pemberi tips dalam meraih beasiswa tersebut (slidenya bisa dilihat di sini). Tapi kembali lagi bahwa usaha yang pernah saya lakukan tentu bisa berbeda dari usaha teman-teman pejuang yang lain. Saya pun yakin ada berbagai tips di luar sana yang mungkin sekali tidak sama dengan yang saya jelaskan waktu itu, tapi pada dasarnya itu semua merupakan bagian dari pengalaman saya, dan ketika saya dinyatakan berhasil, tak ada salahnya untuk berbagi.



Tentu peserta acara yang hadir lebih dari cukup dari apa yang sebelumnya saya bayangkan. Saya melihat antusiasme dan rasa keingintahuan mereka terhadap beasiswa ADS/AAS. Hampir sebagian besar memang masih menjabat sebagai mahasiswa, ada juga yang alumni, tapi saya yakin info seperti ini bisa kapan pun kita bagikan tak memandang apakah mereka yang akan menerima masih duduk di bangku kuliah atau sudah lulus. Intinya adalah persiapan dan acara ini merupakan bagian dari persiapan mereka. Semoga ya.. hehe.

Nah, kurang rasanya kalau saya tidak membagikan hal-hal yang sudah saya sampaikan tersebut di blog ini. Berikut adalah tips saya tentang bagaimana cara memenangkan beasiswa ADS/AAS. Tips ini tidak hanya merupakan hasil dari pengalaman saya tahun lalu, tapi juga hasil penelusuran saya terhadap kesuksesan dan keberhasilan orang lain. Silahkan disimak ya. :)

  1. Bagaimana pun juga meraih suatu beasiswa itu seperti suatu perjuangan di medan perang. Setiap akan maju berperang, tentu saja kita butuh amunisi yang cukup serta strategi dan taktik yang baik. Oleh karena itu, satu hal yang pertama kali akan kita lakukan tentu saja kenali beasiswanya. Teman-teman yang memang berniat melanjutkan studi di Australia dan melamar beasiswa ADS/AAS tentu harus tahu dengan pasti beasiswa tersebut, kan? Kenali mulai dari persyaratannya (eligible requirement), jenis beasiswa seperti apa yang akan diberikan nantinya, waktu seleksi hingga deadline. Semua ini harus teman-teman ketahui dengan seksama, agar bisa dipersiapkan secara matang. Saya yakin teman-teman sudah sering mendengar tentang beasiswa ADS/AAS? Jika tidak, teman-teman bisa buka website-nya. Sekarang tidak terlalu sulit menurut saya untuk mencari informasi, hanya berbekal sambungan internet, teman-teman sudah bisa menemukan harta karun berharga yang teman-teman cari. Intinya, jangan malu bertanya! Dan juga jangan segan mencari tahu! :) 
  2. Setelah kita sudah cukup tahu tentang beasiswa tersebut, lantas selanjutnya adalah tahap persiapan. Persiapan ini maksudnya mempersiapkan berkas-berkas dan persyaratan yang dibutuhkan dalam melamar. Oh ya, saya lupa. Satu hal yang penting adalah kemampuan bahasa. Saya yakin teman-teman sudah tidak awam lagi kalau kemampuan Bahasa Inggris menjadi penting ketika kita berencana sekolah ke luar negeri. Nah, kalau teman-teman merasa demikian, selayaknya teman-teman bisa mempersiapkan yang satu ini jauh sebelum pengumuman beasiswa ini dibuka. Kenali kemampuan kita! Ketika kita berniat melanjutkan studi ke LN tapi kita tahu kemampuan Bahasa Inggris kita masih kurang, nah di sinilah kita harus mulai meningkatkan kemampuan kita. Caranya? Tentu saja dengan belajar dan berlatih. Hal ini bisa kita lakukan dengan berlatih sendiri atau mengikuti kursus. Zaman yang modern ini memberi kita banyak kesempatan untuk dengan mudah belajar. Buku-buku persiapan TOEFL/IELTS atau online course bisa jadi alternatif sumber. Bisa juga dengan latihan membaca buku-buku atau jurnal berbahasa Inggris, menonton film/acara berita berbahasa Inggris tanpa membaca subtitlenya, dsb. Jadi bayangkan jika ketika teman-teman tahu bulan Maret-Agustus pembukaan seleksi beasiswa namun teman-teman belum punya nilai TOEFL/IELTS yang memadai dan belum sempat berlatih, tentu akan menjadi sulit bagi teman-teman, kan? Jadi, persiapkan secara matang! 
  3. Hal yang tak kalah penting adalah menetapkan jurusan dan peminatan yang dituju. Ini menjadi sangat penting karena jangan sampai ya kita pengen banget kuliah di Australia tapi bingung mau kuliah apa. :) Menurut saya, dalam proses seleksi, rencana kuliah termasuk jurusan/peminatan yang akan diambil tentunya menjadi salah satu poin penting dalam penilaian. Oleh karena itu, tentukan dari jauh-jauh hari jurusan apa yang akan kita tuju, termasuk universitasnya ya. Sering-seringlah mampir ke website universitas-universitas di Australia. Kenali jurusan-jurusan yang ditawarkan, mata kuliahnya, hingga bidang penelitian yang menjadi concern universitas tersebut. Pemilihan ini bisa bersandar dari minat kita, kelanjutan dari latar belakang pendidikan kita terdahulu, jurusan yang dibutuhkan di tempat kerja, dsb. Pasti banyak alasan teman-teman soal pemilihan ini. Yang pasti teman-teman harus tahu betul mengapa mengambil jurusan tersebut, dan mengapa harus di Australia. Nah, pertanyaan ini masuk di form aplikasi lho! ;)
  4. Jika teman-teman adalah calon pelamar S2 research atau S3, maka pencarian supervisor menjadi hal utama yang dipersiapkan. Pasalnya, ketika di perkuliahan nanti, kita akan lebih banyak berkecimpung dalam penelitian dan teman-teman akan membutuhkan seorang pembimbing/supervisor dalam hal ini. Pada dasarnya, mencari supervisor itu gampang-gampang susah, dibutuhkan kesabaran pada level skala tinggi. Teman-teman bisa mencari calon supervisor dengan sering-sering mengunjungi bagian research di website universitas yang akan teman-teman tuju. Kenali mereka dengan melihat profil singkat yang ada di website tersebut serta daftar publikasi ilmiah yang telah mereka hasilkan. Setelah itu tentu saja, menjalin komunikasi dengan mereka. Jika saat pertama mencoba, email teman-teman belum dibalas, jangan berkecil hati. Kemungkinan besar mereka sedang sibuk dan tak sempat membaca email kalian, atau mungkin judul email yang kurang eye-catching sehingga mereka enggan membacanya. Teruslah mencoba, gunakanlah bahasa yang sopan dan tidak 'menembak' mereka langsung dengan meminta untuk menjadi supervisor. Jika sudah berhasil, tidak ada salahnya melampirkan bukti komunikasi teman-teman dengan sang calon supervisor pada berkas form aplikasi. Menurut saya, ini akan menjadi nilai lebih karena menunjukkan bentuk keseriusan teman-teman.
  5. Selain mencari supervisor, hal lain yang tak kalah penting bagi teman-teman yang akan melamar S2 master by research atau S3 adalah proposal riset. Proposal riset menjadi sebuah keharusan untuk diisi pada form aplikasi dan merupakan salah satu indikator penilaian. Persiapkan secara matang. Oya, untuk teman-teman yang mengambil S2 master combination (coursework+research) seperti saya tentu juga harus mempersiapkan proposal riset. Menurut saya, menyiapkan proposal riset ini bukan perkara mudah. Dulu saya harus mengatur kalimat demi kalimat yang akan saya sampaikan dalam proposal riset agar menjadi rangkaian yang padat namun jelas. Bukan tanpa sebab, jumlah kata untuk setiap bagian proposal dibatasi. Misal latar belakang (background) dibatasi hanya 150 kata. Oleh karena itu, kita perlu menyiapkan ini dengan seksama. Jangan sampai karena dibatasi pun, penjelasan-penjelasan yang penting justru malah terlewati. Misal justifikasi masalah atau latar belakang yang tidak to the point. 
  6. Nah, jadi ketika mengisi form aplikasi, berhati-hati ya! Pertimbangkan bagaimana grammar-nya dan tentu saja ketepatan kosa kata yang digunakan. Kalau teman-teman merasa tidak yakin dengan apa yang sudah diisi, bisa minta cek oleh orang lain (tapi jangan malah minta dibuatkan ya, hehe). Mintakan mereka untuk melihat kembali form aplikasi yang telah teman-teman isi. Tentu saja, bisa siapa saja. Saudara, teman, sahabat, guru, atasan, atau siapa pun yang dirasakan memiliki kemampuan bahasa Inggris lebih baik. Saya juga dulu pernah melakukan hal yang sama, dan alhamdulillah cara ini berguna sekali. Selain itu, fill with your heart ya! Maksudnya jangan berlebih-lebihan. Utarakan maksud secara tulus tanpa menggambarkan keterpaksaan. Be humble and honest! :)
  7. Tips no. 1-6 itu adalah ketika teman-teman menghadapi proses seleksi awal. Nah ketika sudah  berhasil terpilih menjadi salah satu daftar pendek (shortlisted), maka teman-teman akan menghadapi tes IELTS dan wawancara JST (Joint Selection Team). So, you should be familiar with IELTS. Khususnya teman-teman yang waktu melamar menggunakan nilai TOEFL ITP. Kenali sebisa mungkin jenis pertanyaannya. Persiapkan dan berlatihlah selalu karena sebenarnya untuk bisa menempuh suatu ujian kuncinya hanya dengan sering latihan. Saya dulu hanya berbekal sebuah buku pelajaran IELTS yang lumayan tebal lengkap dengan beberapa contoh tes serta beberapa materi dan video tentang tips writing dan speaking IELTS yang saya peroleh dari internet. Saya pelajari itu semua dalam waktu kurang dari 3 bulan, pas setelah saya dinyatakan sebagai salah satu shorlisted candidate pada bulan November 2012 hingga waktu tes IELTS yang jatuh bulan Januari 2013. Minim? Tentu saja. Saya yakin jika saya berlatih lebih awal lagi, tentu skor yang saya peroleh akan lebih baik dari yang sekarang. Akan tetapi, kalau teman-teman masih sempat ikut kursus pun tidak ada salahnya. Sebelumnya saya bahkan sempat sengaja mengambil kursus conversation untuk melatih kemampuan bicara saya sekaligus meningkatkan rasa percaya diri saya. Jadi kembali lagi ke awal, prepare, prepare, and prepare. :)
  8. Lantas, bagaimana dengan tes wawancara? Tips saya, pelajari kembali form aplikasi yang teman-teman isi dan buatlah beberapa prediksi pertanyaan yang kemungkinan akan diajukan pewawancara. Seringkali, pertanyaan yang ditanyakan adalah semua hal yang teman-teman tulis di form aplikasi. Saat wawancara bulan Januari lalu, saya pertama kali langsung ditanyakan soal rencana studi saya. Tanpa basa basi salah satu pewawancara yang berasal dari universitas di Australia alias native saat itu menanyakan kepada saya tentang apa pekerjaan saya sekarang, jurusan S1 apa yang dulu saya ambil dan rencana jurusan yang kini akan saya tempuh, alasan apa memilih jurusan tersebut, lalu bagaimana jurusan tersebut bisa membantu Indonesia, bla bla bla.. Jadi kita diminta menjelaskan bukan malah menjawab pertanyaan. Saat itu saya sebisa mungkin seperti bercerita dan membuat alur, sehingga percakapannya tidak terdengar monoton dan terbentuk suasana yang tidak menegangkan. Selain itu, saya juga ditanyakan seputar proposal riset, mulai dari tujuan penelitian, mengapa memilih bidang itu, adakah penelitian yang sama sebelumnya, bla bla bla... Bahkan yang buat saya kaget, saya juga ditanyakan soal rencana S3 saya, kira-kira apa yang ingin saya teliti nantinya. Huaa... sungguh kalau yang ini di luar bayangan saya. Jadi teman-teman upayakan membuat daftar pertanyaan yang kira-kira bakal ditanyakan. Syukur-syukur dihafal ya isian form aplikasinya, hehe. Tapi jangan sampai apa yang kita sampaikan berbeda dengan apa yang pernah kita tulis. :p
  9. Terakhir, be optimist dan don't give up! Jika kamu salah satu dari sekian ratus orang yang gagal pada saat melamar pertama kali, tetaplah mencoba dan jangan menyerah. Karena kita tidak tahu kapan keberuntungan dan rejeki itu akan datang. Be confident tapi juga jangan over confident. Tetap apa adanya. Oh ya, sama satu lagi. Jangan lupa untuk terus berdo'a. Yakinlah bahwa Tuhan selalu ada untuk menyertai usaha-usaha kita, maka dekatkanlah terus diri kita padaNya. Pasrah tetapi juga tetap ikhtiar. Mintakan juga do'a orang-orang terdekat, terutama orang tua. Ada yang mengatakan bahwa do'a orang tua dapat membuka pintu rejeki seseorang. Tak lupa, do'akan juga teman-teman kita yang sedang berjuang sama seperti kita. Jika teman-teman tulus, insya Allah ada malaikat yang akan mendengarnya dan mendo'akan hal yang sama untuk teman-teman (baca dari hadist). :)
Bagaimana tipsnya? Mudah-mudahan bisa membantu ya. Kembali lagi bahwa yang apa saya sampaikan di sini adalah sebagian besar hasil pengalaman saya dan orang lain, bukan juga 100% yang saya lakukan. Karena tidak 100% makanya saya berikan tips ini biar hasil yang teman-teman dapat lebih baik dari saya. Aamiin. Oh ya, tips ini juga bisa teman-teman dapatkan dengan lebih jelas di beberapa website beasiswa, seperti miliknya Pak Made Andi, madeandi.com. Kenal kan siapa dia? Kalau tidak kenal, bisa kenalan sekilas di sini. Atau teman-teman bisa juga baca bukunya yang baru terbit berjudul "Berguru ke Negeri Kangguru". Saya juga masukkan ulasannya sedikit di sini. Ini bukan dalam rangka promosi, tapi beliau adalah salah satu guru saya, yang tentunya telah memberikan info tentang beasiswa ADS/AAS lebih banyak dari ini.
    So, selamat berjuang ya!!! Semoga bisa menginspirasi. :)

    Monday, May 20, 2013

    KADO DARI NEGERI KANGGURU

    Tepat hari jumat tanggal 17 Mei 2013, paket kiriman itu datang. Kiriman yang sudah saya tunggu-tunggu dari seminggu yang lalu. Paket tersebut bukanlah paket biasa, melainkan paket istimewa yang dikirimkan oleh seseorang yang kini tinggal di negeri kangguru, Australia.

    Yup. Saya baru saja mendapat kiriman paket berupa buku karangan seorang yang selama ini telah menginspirasi saya dan juga banyak orang seperti saya. Seorang mahasiswa Indonesia yang tengah menimba ilmu S3 di Australia dan tak pernah bosan menyemangati para calon mahasiswa yang tengah berjuang memperoleh beasiswa seperti dirinya di dalam blog pribadinya.

    Dialah Bapak I Made Andi Arsana. Tak afdhol jika saya tak sebut namanya yang begitu harum bagi para pejuang beasiswa ADS (atau AAS) seperti saya. Dia baru saja menerbitkan sebuah buku kitab tentang panduan lengkap memperoleh beasiswa Australian Awards Scholarship (AAS/ADS) lengkap dengan berbagai tips, trik dan segudang cerita yang akan memotivasi pembacanya. Sebenarnya buku ini merupakan kumpulan berbagai postingan dan tulisan beliau tentang beasiswa AAS/ADS di blognya, madeandi.com. Tapi kemudian dibukukan. Oya, tidak hanya itu, di dalam buku ini juga terdapat contoh research proposal bagi para pelamar S3 atau master by research, contoh isian form aplikasi, contoh CV dan resume serta berbagai prediksi soal wawancara JST (Joint Selection Test). 

    Paket kiriman buku itu pun datang. Horray!

    Beliau mengirimkan paket buku ini kepada saya karena alhamdulillah saya dipercaya olehnya menjadi salah satu orang yang testimoninya terpilih untuk dimasukkan ke dalam bukunya tersebut. Wow! Saya benar-benar surprised dengan kabar dari beliau melalui email bahwa testimoni yang beberapa bulan lalu saya kirimkan kepada beliau akhirnya menjadi salah satu yang terpilih. Tak panjang memang, hanya maksimal 40 kata dalam 1 kalimat, tapi saya rasa testimoni saya itu ikhlas saya haturkan kepada beliau sebagai ucapan rasa terima kasih saya atas berbagai tips dan panduan yang telah dia berikan sehingga saya berhasil mengikuti jejak beliau memperoleh beasiswa yang prestisius itu. Selain saya, ada juga testimoni dari beberapa ADS awardees atau penerima beasiswa dalam buku tersebut.  


    Testimoni saya di buku Berguru ke Negeri Kangguru karya Pak Made Andi
    Jadi bagi para pejuang beasiswa, tidak hanya beasiswa AAS/ADS, buku ini akan sangat membantu sekali dalam proses seleksi. Bukan promosi, tetapi hanya memberikan pilihan bagi teman-teman yang sedang berjuang. Semoga sukses dan happy reading! :) 
    "Success is not measured by what you accomplish, but by the opposition you have encountered, and the courage with which you have maintained the struggle against overwhelming odds." - Orison Swett Marden. (source: http://www.brainyquote.com/)

    Tuesday, February 5, 2013

    KEJUTAN KECIL (PART 2)

    Surel tentang hasil ADS yang dikirimkan tadi siang


    Alhamdulillahirrobbil'alamin.
    Syukur kupanjatkan pada-Nya, Maha Besar Allah dengan segala rahmat dan karunia yang tak pernah henti-hentinya Dia curahkan padaku.

    Hari ini, akhirnya saya mendapatkan berita bahagia yang saya tunggu-tunggu itu. Kejutan kecil yang kedua tiba pada saya tepat tadi siang kira-kira jam 12. Diawali dengan kondisi mati lampu selama kurang lebih sejam di kantor, saya pun meraih telepon masuk dari sahabat yang juga pejuang ADS dari kantor seberang dengan sangat cepat. Saya selalu berpikir bahwa setiap kabar datang darinya pastilah kabar tentang beasiswa itu.

    Benar saja, ternyata dia mengabari saya bahwa pengumuman beasiswa sudah dikirimkan ke masing-masing email. Hati saya mengerucut, dan jantung saya berdegup kencang mendengarnya. Spontan saya langsung menjerit ketika dia sebutkan namanya adalah salah satu pelamar yang lulus.
    "Gue lulus Nis...."
    Tak elak saya pun langsung dengan segera menutup telepon dan mencari jawaban dari teka-teki itu. Bagaimana dengan saya?

    Listrik belum juga menyala, ponsel saya tak bisa saya gunakan untuk membuka email. Bagaimana ini? Teman seperjuangan saya yang lain pun mendengar hal serupa dari balik telepon saya barusan tadi. Dia cepat-cepat menarik ponsel smartphone-nya, mirip dengan ponsel saya yang hilang 3 hari yang lalu. 
    "Nis..... aku lulus..."
    Kalimatnya tadi ditutup dengan tangisan bahagia yang menetes deras di wajahnya yang sengaja dia tutup dengan poni panjangnya. Bagaimana denganku Tuhan? 

    Teman-teman kantor lain yang mendengar keriuhan suara kami dari kejauhan, akhirnya lama-lama mendekat dan mencari penyebab kegaduhan sejenak itu tadi. Mereka pun dengan antusias meminjamkan peralatan ponsel canggih mereka kepada saya, berharap ada kejutan bahagia berikutnya datang dari saya. Saya sedikit cemas, tangan saya mulai mendingin, dan badan saya terasa lunglai.
    "Alhamdulillah......"
    Tangisan pun menetes dari balik pipi saya. Riuh jeritan kebahagian dan ucapan selamat menyambut setelahnya. Saya nyaris pingsan, tak percaya, Tuhan memang menjawab semua ini dengan sangat cepat. Kebahagiaan ini tentu saja layak saya teruskan pada orang-orang terkasih, Ayah, Ibu, dan adik saya. Kekuatan do'a merekalah yang pasti membuahkan hasil yang manis bagi saya sekarang. Saya pun langsung menghubungi mereka satu persatu. Sungguh hal yang membahagiakan sekaligus mengharukan.

    ***

    Kini, ucapan selamat terus mengalir di kotak pesan ponsel saya, email jaringan di kantor juga, dan dinding Facebook, baik dari sahabat, teman, atasan, kolega, dan rekan kerja. Tapi aliran rasa syukur itu tak pernah terhenti dari lisan saya kepada-Nya. Terima kasih ya Allah, atas berkah yang luar biasa pada saya ini. Kejutan kecil yang akhirnya Engkau serah terimakan kepada saya hari ini. Kejutan yang telah membahagiakan mereka orang-orang yang telah mendoakan dan mengiringi perjuangan saya ini. Walaupun 3 hari sebelumnya saya mengalami musibah kecil karena kehilangan salah satu ponsel saya, tapi saya yakin inilah pengganti barang tersebut, dan nilainya ternyata jauh lebih tinggi dari itu.

    Semoga saya mampu mengemban tugas belajar ini dengan baik, meskipun nantinya saya dalam posisi berada di negeri orang. Hanya keikhlasan dan do'a restu dari orang tualah yang paling berharga bagi saya saat ini, dan semoga mereka masih terus mengirimkan hal tersebut kepada saya sehingga studi saya di Australia nanti lancar. Amin ya robbal'alamin.

    Sekarang saya tinggal menghadapi persiapan Pre-Departure Training (PDT) atau English for Academic Purpose (EAP) bulan Juli-Oktober mendatang sebagai langkah awal saya mempersiapkan keberangkatan saya ke Australia insya Allah kemungkinan akhir tahun ini atau awal tahun depan. Bismillah!!! Motto gambarimasu, Nisa-chan! 

    Terima kasih untuk do'a dan dukungan sahabat dan teman-teman yang selama ini selalu menyertai saya.... Semoga Tuhan juga menyelipkan Kejutan Kecil tersendiri untuk kalian, apapun yang terbaik nantinya. Amin.

    Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

    Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...