Sunday, December 15, 2013

THE BIGGEST SURPRISE


Tahun 2013... Tahun yang mendatangkan berbagai kejutan dalam hidup saya. Kejutan yang jika saya ingat kembali, saya akan sangat bersyukur kepada Tuhan. Di awal tahun 2013, tepatnya bulan Februari lalu, saya officially terpilih sebagai penerima beasiswa Australia Awards Scholarship. Ceritanya pun pernah saya share di sini. Dan pada bulan November kemarin, saya resmi menerima kontrak dari Pemerintah Australia untuk melanjutkan pendidikan di University of Sydney.

Setelah kurang lebih 1 tahun menghadapi proses seleksi yang cukup ketat di tahun 2012, mulai dari seleksi berkas administrasi, tes IELTS hingga wawancara, saya akhirnya memperoleh jawaban dari penantian panjang itu. Semua proses tersebut tentu saja meninggalkan kenangan yang tidak akan pernah saya lupakan. Keberhasilan yang saya raih itu semacam kesempatan dan kepercayaan yang Tuhan kasih ke saya, termasuk pelipur duka saya karena gagal meraih impian untuk sekolah di Jepang. 

Setelah dinyatakan menjadi penerima beasiswa atau awardee, saya kemudian harus mengikuti kegiatan pelatihan bahasa dan persiapan akademik atau yang disebut Pre-departure Training Program (PDT) di IALF Jakarta, selama 3 bulan sejak Juli hingga Oktober. Program ini dikhususkan bagi setiap awardee sebelum diberangkatkan ke Australia. Lama programnya pun bervariasi, tergantung dari hasil tes IELTS yang diadakan pada proses seleksi, dimulai dari 6 minggu (6 weeks), 8 minggu (8 weeks), 3 bulan (3 months), 6 bulan (6 months) hingga yang terakhir 9 bulan (9 months), yang merupakan program dengan jangka waktu paling lama. Biasanya awardee yang mendapat nilai IELTS 5.0 akan ditempatkan pada program 9 bulan ini. Semakin bagus nilai IELTS yang diperoleh, maka semakin singkat program pelatihan yang diikuti dan semakin cepat pula akan diberangkatkan ke Australia. Keberangkatannya pun terbagi dalam 2 gelombang, yakni sekitar bulan Juni (winter intake), dan bulan Januari tahun berikutnya (summer intake). Saya sendiri akan berangkat bulan Januari 2014. Jadi tinggal 1 bulan saja.. :)

Foto bersama guru dan teman-teman sekelas, teman seperjuangan..
Banyak kenangan saya dapatkan selama mengikuti program PDT, program yang menurut saya bukan hanya sekedar tempat untuk mempersiapkan tes IELTS selanjutnya yang harus saya hadapi kembali sebelum berangkat, sebagai persyaratan masuk universitas, tetapi juga ajang untuk meningkatkan kemampuan akademik saya, khususnya dalam Bahasa Inggris. Bagi karir saya sebagai seorang calon peneliti dan akan sekolah di luar negeri, tentu saja itu penting.

Selama PDT, saya mendapatkan banyak ilmu dan informasi, mulai dari informasi tentang perkuliahan dan kehidupan di Australia hingga hal-hal apa saja yang jadi kebiasaan di sana. Semuanya dipelajari. Baru kali ini saya dituntut sangat aktif di kelas, berbeda dengan kursus-kursus Bahasa Inggris yang pernah saya ikuti semasa duduk di bangku sekolah. Dari senin sampai jumat, saya dilatih bagaimana menulis essay dalam Bahasa Inggris, bagaimana mengekspresikan pendapat dan berpikir kritis, bagaimana menyajikan presentasi, hingga ilmu dan informasi pendukung lainnya mulai dari komputer hingga cross-culture. Dan yang lebih menyenangkan lagi, saya bisa menikmati fasilitas perpustakaan yang sangat oke punya, tidak hanya buku dan materi yang lengkap tapi juga tersedia sarana audio-video lengkap, yah.. pas banget untuk latihan listening.

Perpustakaan IALF yang cozy banget..

Koridor audio-video. Paling asyik buat nonton dan latihan listening tapi selalu jadi rebutan ^^

Ruangan kelas yang akan selalu saya rindukan... :)

Ruang lab komputer. Where the magic of technology comes out!

So... sekarang saya sedang benar-benar mempersiapkan diri karena 1 bulan itu bukan waktu yang lama. Yang terpenting adalah persiapan mental harus meninggalkan orang tua, keluarga dan sahabat selama 1 tahun untuk menempuh pendidikan S2. Saya insha Allah mantap akan melanjutkan studi program Master of International Public Health di University of Sydney. Pas melamar dulu, entah mengapa saya sangat tertarik dengan program yang ditawarkan oleh uni tersebut. Ya.. mudah-mudahan kesempatan saya ini bisa menghantarkan saya menjadi seorang peneliti kesehatan sejati, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak, yang sudah saya geluti selama 2 tahun terakhir ini. Aamiin.. Doakan saya ya...! :))

Pengalaman di atas didedikasikan khusus untuk mengenang Moments to Remember #MTR2013 part 4 'Career'.

Sunday, December 8, 2013

HAPPY BELATED BIRTHDAY!

"Masha Allah!"
Aku kaget ketika melihat kalendar saku yang kusimpan di dalam laci meja kerja.
"Kenapa Nis?", tanya seorang teman yang ngeh mendengarku berteriak. Dia mendekatiku.
"Sekarang sudah tanggal 7 ya? Masha Allah aku lupa hari ulang tahun sahabatku Nin...", sautku.
"Astaga...! Kok bisa?", tanyanya kembali.
"Sudah lewat 4 hari... astaghfirullah, kenapa aku bisa lupa ya?", jawabku dengan bingung, berupaya memperhatikan kalendar itu kembali.
 "Aku sama sekali tidak ingat Nin.. betapa buruknya aku sebagai seorang teman.", tambahku.
"Ya sudah, sekarang cepat beri dia selamat. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan?". Senyum yang merekah dari balik wajah Nindya sungguh membuat jantungku berdetak kembali normal. Betul perkataannya bahwa sebaiknya aku beri ucapan selamat padanya meski sudah sangat terlambat.
"Tapi.. aku mau nyiapin sesuatu buat dia dulu ah Nin.", ucapku pelan.
"Apa? Kado?", tanya Nindya penasaran.
Aku cuma tersipu malu dan memberikannya senyum jahil.
"Hmm, kasih tahu nggak ya?", aku meledekinya. Dia hanya balas dengan muka sedikit masam, bibirnya dimajukan setengah senti lalu pergi meninggalkanku.
[2 jam kemudian]
"Selesai..!"
Aku kembali berteriak kecil. Nindya yang hanya duduk berjarak 30 meter dariku kembali memasang mata ke arahku. Dia agaknya kini lebih penasaran dari sebelumnya. Sesekali dia mengintip ke mejaku tapi rasa penasarannya mungkin sudah membunuh gengsinya. Dia kembali berjalan mendekatiku.
"Jadi kamu bikin apa Nis? Boleh lihat kan?", tanya agak memelas.
"Ya... tentu saja."
Aku menariknya duduk di kursiku dan melihat ke arah komputerku yang sedang menyala.
"Wahhh... bagus! Ini yang namanya scrapbook ya?"
Nindya bertanya dengan antusias.
"Yup.. bagaimana menurutmu?", jawabku.
"Bagus!!! Aku mau dong dibuatkan juga...., tanya Nindya hampir memaksa. Dia menarik tanganku dengan sangat keras.
"Hmm, boleh... asal, aku pas terlambat memberikanmu ucapan ultah ya?? He he he.."
"Huh.."

Happy belated birthday Ika-chan!

Cerita beserta gambar di atas terinspirasi dari pengalaman pribadi dan didedikasikan khusus untuk mengenang Moments to Remember #MTR2013 part 3 'Friendship'.

Hope you like the scrapbook ika chan.. :) 

GRATITUDE

Grateful...
a pleasant word that represents our thankfulness to God of his blessings

But,
grateful...
a simple word that humans are easily forget to say

In this time, I want to say..

I am being grateful..
of  having such a warmhearted family

I am being grateful..
of being taken care by a lovable family

and
I am being grateful..
to tell all of these about how much I love my family

Thank you God for a serial time of life I had with them
I am so grateful.. :)


This picture was taken in May 2012 when we headed to Mecca for Umroh :)
Tulisan ini didedikasikan khusus untuk mengenang Moments to Remember #MTR2013 part 2 'Family'.

Thursday, November 28, 2013

SURAT UNTUKMU


Untukmu, Jodohku,

Apakah Tuhan masih menjagamu di sana? Apakah kamu baik-baik saja? Aku harap begitu. Meski rupamu masih samar dalam bayangan, Tuhan selalu bisikkan namamu di hatiku. Mungkin aku belum bisa dengar saat ini, tapi aku yakin bisikan itu akan terdengar seiring datangnya waktu.

Untukmu, Pemilik hatiku,

Entah kamu dekat atau jauh, aku yakin Tuhan sedang menemanimu saat ini. Dia menemanimu menunggu hingga tiba waktuku yang akan mengisi penantian itu. Entah lama atau sebentar, aku yakin kamu akan bersabar. Begitu juga aku.

Untukmu, Pendamping hidupku,

Mungkin Tuhan belum meng'iya'kan kita untuk berjumpa, atau, Tuhan belum meng'iya'kan kita untuk bersama. Tapi, satu hal yang telah pasti, kamu adalah jodohku, aku adalah jodohmu. Dan Tuhan meng'iya'kannya. Cepat atau lambat, Dia akan kembali meng'iya'kan bahwa semuanya akan terjadi indah pada waktunya.

Yang akan terus mendo'akanmu,

A. R.

UNTITLED


Bisu.

Aku bisu.
Tak mampu berkata.
Tak sedang ingin berucap.
Intinya aku ingin bisu!

Kali ini saja, tapi.
Bukan esok hari, lusa, minggu depan, bulan depan
Atau selamanya.
Pokoknya hari ini!

Bisu karena aku ingin diam.
Bisu karena aku ingin dengar.
Bisu karena aku ingin berpikir.

Mungkin bukan saatnya lagi aku bicara 
Atau menangis, bahkan meraung

Aku ingin kamu,
Yang bicara!
Satu patah kata saja...

'Aku mencintaimu..'


Monday, June 17, 2013

HOW TO WIN ADS/AAS SCHOLARSHIP

Dear all. Dua hari yang lalu saya merasa lega karena pada akhirnya saya bisa mencurahkan pengalaman dan inspirasi kepada sejumlah alumni dan adik-adik mahasiswa FKM UI di acara Sharing Beasiswa ADS/AAS. Sungguh perasaan yang bahagia bisa menyalurkan semangat yang pernah saya rasakan setahun yang lalu, tepat ketika saya mempersiapkan segala sesuatu dalam perjuangan saya meraih beasiswa ADS/AAS. 

Di acara berdurasi sekitar 2 jam itu, saya dan rekan saya, bang Jerico F. Pardosi telah memberikan berbagai informasi yang tentunya bermanfaat seputar beasiswa ADS/AAS serta tips bagaimana 'memenangkan' beasiswa tersebut. Sesi pertama tentu saja diisi oleh bang Jeri. Sebagai senior dan pendahulu saya sesama penerima beasiswa ADS/AAS, beliau sangat pantas menjelaskan hal-hal mengenai gambaran beasiswa ADS/AAS dan perkuliahan di Australia. Sedangkan saya ambil posisi sebagai pemberi tips dalam meraih beasiswa tersebut (slidenya bisa dilihat di sini). Tapi kembali lagi bahwa usaha yang pernah saya lakukan tentu bisa berbeda dari usaha teman-teman pejuang yang lain. Saya pun yakin ada berbagai tips di luar sana yang mungkin sekali tidak sama dengan yang saya jelaskan waktu itu, tapi pada dasarnya itu semua merupakan bagian dari pengalaman saya, dan ketika saya dinyatakan berhasil, tak ada salahnya untuk berbagi.



Tentu peserta acara yang hadir lebih dari cukup dari apa yang sebelumnya saya bayangkan. Saya melihat antusiasme dan rasa keingintahuan mereka terhadap beasiswa ADS/AAS. Hampir sebagian besar memang masih menjabat sebagai mahasiswa, ada juga yang alumni, tapi saya yakin info seperti ini bisa kapan pun kita bagikan tak memandang apakah mereka yang akan menerima masih duduk di bangku kuliah atau sudah lulus. Intinya adalah persiapan dan acara ini merupakan bagian dari persiapan mereka. Semoga ya.. hehe.

Nah, kurang rasanya kalau saya tidak membagikan hal-hal yang sudah saya sampaikan tersebut di blog ini. Berikut adalah tips saya tentang bagaimana cara memenangkan beasiswa ADS/AAS. Tips ini tidak hanya merupakan hasil dari pengalaman saya tahun lalu, tapi juga hasil penelusuran saya terhadap kesuksesan dan keberhasilan orang lain. Silahkan disimak ya. :)

  1. Bagaimana pun juga meraih suatu beasiswa itu seperti suatu perjuangan di medan perang. Setiap akan maju berperang, tentu saja kita butuh amunisi yang cukup serta strategi dan taktik yang baik. Oleh karena itu, satu hal yang pertama kali akan kita lakukan tentu saja kenali beasiswanya. Teman-teman yang memang berniat melanjutkan studi di Australia dan melamar beasiswa ADS/AAS tentu harus tahu dengan pasti beasiswa tersebut, kan? Kenali mulai dari persyaratannya (eligible requirement), jenis beasiswa seperti apa yang akan diberikan nantinya, waktu seleksi hingga deadline. Semua ini harus teman-teman ketahui dengan seksama, agar bisa dipersiapkan secara matang. Saya yakin teman-teman sudah sering mendengar tentang beasiswa ADS/AAS? Jika tidak, teman-teman bisa buka website-nya. Sekarang tidak terlalu sulit menurut saya untuk mencari informasi, hanya berbekal sambungan internet, teman-teman sudah bisa menemukan harta karun berharga yang teman-teman cari. Intinya, jangan malu bertanya! Dan juga jangan segan mencari tahu! :) 
  2. Setelah kita sudah cukup tahu tentang beasiswa tersebut, lantas selanjutnya adalah tahap persiapan. Persiapan ini maksudnya mempersiapkan berkas-berkas dan persyaratan yang dibutuhkan dalam melamar. Oh ya, saya lupa. Satu hal yang penting adalah kemampuan bahasa. Saya yakin teman-teman sudah tidak awam lagi kalau kemampuan Bahasa Inggris menjadi penting ketika kita berencana sekolah ke luar negeri. Nah, kalau teman-teman merasa demikian, selayaknya teman-teman bisa mempersiapkan yang satu ini jauh sebelum pengumuman beasiswa ini dibuka. Kenali kemampuan kita! Ketika kita berniat melanjutkan studi ke LN tapi kita tahu kemampuan Bahasa Inggris kita masih kurang, nah di sinilah kita harus mulai meningkatkan kemampuan kita. Caranya? Tentu saja dengan belajar dan berlatih. Hal ini bisa kita lakukan dengan berlatih sendiri atau mengikuti kursus. Zaman yang modern ini memberi kita banyak kesempatan untuk dengan mudah belajar. Buku-buku persiapan TOEFL/IELTS atau online course bisa jadi alternatif sumber. Bisa juga dengan latihan membaca buku-buku atau jurnal berbahasa Inggris, menonton film/acara berita berbahasa Inggris tanpa membaca subtitlenya, dsb. Jadi bayangkan jika ketika teman-teman tahu bulan Maret-Agustus pembukaan seleksi beasiswa namun teman-teman belum punya nilai TOEFL/IELTS yang memadai dan belum sempat berlatih, tentu akan menjadi sulit bagi teman-teman, kan? Jadi, persiapkan secara matang! 
  3. Hal yang tak kalah penting adalah menetapkan jurusan dan peminatan yang dituju. Ini menjadi sangat penting karena jangan sampai ya kita pengen banget kuliah di Australia tapi bingung mau kuliah apa. :) Menurut saya, dalam proses seleksi, rencana kuliah termasuk jurusan/peminatan yang akan diambil tentunya menjadi salah satu poin penting dalam penilaian. Oleh karena itu, tentukan dari jauh-jauh hari jurusan apa yang akan kita tuju, termasuk universitasnya ya. Sering-seringlah mampir ke website universitas-universitas di Australia. Kenali jurusan-jurusan yang ditawarkan, mata kuliahnya, hingga bidang penelitian yang menjadi concern universitas tersebut. Pemilihan ini bisa bersandar dari minat kita, kelanjutan dari latar belakang pendidikan kita terdahulu, jurusan yang dibutuhkan di tempat kerja, dsb. Pasti banyak alasan teman-teman soal pemilihan ini. Yang pasti teman-teman harus tahu betul mengapa mengambil jurusan tersebut, dan mengapa harus di Australia. Nah, pertanyaan ini masuk di form aplikasi lho! ;)
  4. Jika teman-teman adalah calon pelamar S2 research atau S3, maka pencarian supervisor menjadi hal utama yang dipersiapkan. Pasalnya, ketika di perkuliahan nanti, kita akan lebih banyak berkecimpung dalam penelitian dan teman-teman akan membutuhkan seorang pembimbing/supervisor dalam hal ini. Pada dasarnya, mencari supervisor itu gampang-gampang susah, dibutuhkan kesabaran pada level skala tinggi. Teman-teman bisa mencari calon supervisor dengan sering-sering mengunjungi bagian research di website universitas yang akan teman-teman tuju. Kenali mereka dengan melihat profil singkat yang ada di website tersebut serta daftar publikasi ilmiah yang telah mereka hasilkan. Setelah itu tentu saja, menjalin komunikasi dengan mereka. Jika saat pertama mencoba, email teman-teman belum dibalas, jangan berkecil hati. Kemungkinan besar mereka sedang sibuk dan tak sempat membaca email kalian, atau mungkin judul email yang kurang eye-catching sehingga mereka enggan membacanya. Teruslah mencoba, gunakanlah bahasa yang sopan dan tidak 'menembak' mereka langsung dengan meminta untuk menjadi supervisor. Jika sudah berhasil, tidak ada salahnya melampirkan bukti komunikasi teman-teman dengan sang calon supervisor pada berkas form aplikasi. Menurut saya, ini akan menjadi nilai lebih karena menunjukkan bentuk keseriusan teman-teman.
  5. Selain mencari supervisor, hal lain yang tak kalah penting bagi teman-teman yang akan melamar S2 master by research atau S3 adalah proposal riset. Proposal riset menjadi sebuah keharusan untuk diisi pada form aplikasi dan merupakan salah satu indikator penilaian. Persiapkan secara matang. Oya, untuk teman-teman yang mengambil S2 master combination (coursework+research) seperti saya tentu juga harus mempersiapkan proposal riset. Menurut saya, menyiapkan proposal riset ini bukan perkara mudah. Dulu saya harus mengatur kalimat demi kalimat yang akan saya sampaikan dalam proposal riset agar menjadi rangkaian yang padat namun jelas. Bukan tanpa sebab, jumlah kata untuk setiap bagian proposal dibatasi. Misal latar belakang (background) dibatasi hanya 150 kata. Oleh karena itu, kita perlu menyiapkan ini dengan seksama. Jangan sampai karena dibatasi pun, penjelasan-penjelasan yang penting justru malah terlewati. Misal justifikasi masalah atau latar belakang yang tidak to the point. 
  6. Nah, jadi ketika mengisi form aplikasi, berhati-hati ya! Pertimbangkan bagaimana grammar-nya dan tentu saja ketepatan kosa kata yang digunakan. Kalau teman-teman merasa tidak yakin dengan apa yang sudah diisi, bisa minta cek oleh orang lain (tapi jangan malah minta dibuatkan ya, hehe). Mintakan mereka untuk melihat kembali form aplikasi yang telah teman-teman isi. Tentu saja, bisa siapa saja. Saudara, teman, sahabat, guru, atasan, atau siapa pun yang dirasakan memiliki kemampuan bahasa Inggris lebih baik. Saya juga dulu pernah melakukan hal yang sama, dan alhamdulillah cara ini berguna sekali. Selain itu, fill with your heart ya! Maksudnya jangan berlebih-lebihan. Utarakan maksud secara tulus tanpa menggambarkan keterpaksaan. Be humble and honest! :)
  7. Tips no. 1-6 itu adalah ketika teman-teman menghadapi proses seleksi awal. Nah ketika sudah  berhasil terpilih menjadi salah satu daftar pendek (shortlisted), maka teman-teman akan menghadapi tes IELTS dan wawancara JST (Joint Selection Team). So, you should be familiar with IELTS. Khususnya teman-teman yang waktu melamar menggunakan nilai TOEFL ITP. Kenali sebisa mungkin jenis pertanyaannya. Persiapkan dan berlatihlah selalu karena sebenarnya untuk bisa menempuh suatu ujian kuncinya hanya dengan sering latihan. Saya dulu hanya berbekal sebuah buku pelajaran IELTS yang lumayan tebal lengkap dengan beberapa contoh tes serta beberapa materi dan video tentang tips writing dan speaking IELTS yang saya peroleh dari internet. Saya pelajari itu semua dalam waktu kurang dari 3 bulan, pas setelah saya dinyatakan sebagai salah satu shorlisted candidate pada bulan November 2012 hingga waktu tes IELTS yang jatuh bulan Januari 2013. Minim? Tentu saja. Saya yakin jika saya berlatih lebih awal lagi, tentu skor yang saya peroleh akan lebih baik dari yang sekarang. Akan tetapi, kalau teman-teman masih sempat ikut kursus pun tidak ada salahnya. Sebelumnya saya bahkan sempat sengaja mengambil kursus conversation untuk melatih kemampuan bicara saya sekaligus meningkatkan rasa percaya diri saya. Jadi kembali lagi ke awal, prepare, prepare, and prepare. :)
  8. Lantas, bagaimana dengan tes wawancara? Tips saya, pelajari kembali form aplikasi yang teman-teman isi dan buatlah beberapa prediksi pertanyaan yang kemungkinan akan diajukan pewawancara. Seringkali, pertanyaan yang ditanyakan adalah semua hal yang teman-teman tulis di form aplikasi. Saat wawancara bulan Januari lalu, saya pertama kali langsung ditanyakan soal rencana studi saya. Tanpa basa basi salah satu pewawancara yang berasal dari universitas di Australia alias native saat itu menanyakan kepada saya tentang apa pekerjaan saya sekarang, jurusan S1 apa yang dulu saya ambil dan rencana jurusan yang kini akan saya tempuh, alasan apa memilih jurusan tersebut, lalu bagaimana jurusan tersebut bisa membantu Indonesia, bla bla bla.. Jadi kita diminta menjelaskan bukan malah menjawab pertanyaan. Saat itu saya sebisa mungkin seperti bercerita dan membuat alur, sehingga percakapannya tidak terdengar monoton dan terbentuk suasana yang tidak menegangkan. Selain itu, saya juga ditanyakan seputar proposal riset, mulai dari tujuan penelitian, mengapa memilih bidang itu, adakah penelitian yang sama sebelumnya, bla bla bla... Bahkan yang buat saya kaget, saya juga ditanyakan soal rencana S3 saya, kira-kira apa yang ingin saya teliti nantinya. Huaa... sungguh kalau yang ini di luar bayangan saya. Jadi teman-teman upayakan membuat daftar pertanyaan yang kira-kira bakal ditanyakan. Syukur-syukur dihafal ya isian form aplikasinya, hehe. Tapi jangan sampai apa yang kita sampaikan berbeda dengan apa yang pernah kita tulis. :p
  9. Terakhir, be optimist dan don't give up! Jika kamu salah satu dari sekian ratus orang yang gagal pada saat melamar pertama kali, tetaplah mencoba dan jangan menyerah. Karena kita tidak tahu kapan keberuntungan dan rejeki itu akan datang. Be confident tapi juga jangan over confident. Tetap apa adanya. Oh ya, sama satu lagi. Jangan lupa untuk terus berdo'a. Yakinlah bahwa Tuhan selalu ada untuk menyertai usaha-usaha kita, maka dekatkanlah terus diri kita padaNya. Pasrah tetapi juga tetap ikhtiar. Mintakan juga do'a orang-orang terdekat, terutama orang tua. Ada yang mengatakan bahwa do'a orang tua dapat membuka pintu rejeki seseorang. Tak lupa, do'akan juga teman-teman kita yang sedang berjuang sama seperti kita. Jika teman-teman tulus, insya Allah ada malaikat yang akan mendengarnya dan mendo'akan hal yang sama untuk teman-teman (baca dari hadist). :)
Bagaimana tipsnya? Mudah-mudahan bisa membantu ya. Kembali lagi bahwa yang apa saya sampaikan di sini adalah sebagian besar hasil pengalaman saya dan orang lain, bukan juga 100% yang saya lakukan. Karena tidak 100% makanya saya berikan tips ini biar hasil yang teman-teman dapat lebih baik dari saya. Aamiin. Oh ya, tips ini juga bisa teman-teman dapatkan dengan lebih jelas di beberapa website beasiswa, seperti miliknya Pak Made Andi, madeandi.com. Kenal kan siapa dia? Kalau tidak kenal, bisa kenalan sekilas di sini. Atau teman-teman bisa juga baca bukunya yang baru terbit berjudul "Berguru ke Negeri Kangguru". Saya juga masukkan ulasannya sedikit di sini. Ini bukan dalam rangka promosi, tapi beliau adalah salah satu guru saya, yang tentunya telah memberikan info tentang beasiswa ADS/AAS lebih banyak dari ini.
    So, selamat berjuang ya!!! Semoga bisa menginspirasi. :)

    Monday, May 20, 2013

    KADO DARI NEGERI KANGGURU

    Tepat hari jumat tanggal 17 Mei 2013, paket kiriman itu datang. Kiriman yang sudah saya tunggu-tunggu dari seminggu yang lalu. Paket tersebut bukanlah paket biasa, melainkan paket istimewa yang dikirimkan oleh seseorang yang kini tinggal di negeri kangguru, Australia.

    Yup. Saya baru saja mendapat kiriman paket berupa buku karangan seorang yang selama ini telah menginspirasi saya dan juga banyak orang seperti saya. Seorang mahasiswa Indonesia yang tengah menimba ilmu S3 di Australia dan tak pernah bosan menyemangati para calon mahasiswa yang tengah berjuang memperoleh beasiswa seperti dirinya di dalam blog pribadinya.

    Dialah Bapak I Made Andi Arsana. Tak afdhol jika saya tak sebut namanya yang begitu harum bagi para pejuang beasiswa ADS (atau AAS) seperti saya. Dia baru saja menerbitkan sebuah buku kitab tentang panduan lengkap memperoleh beasiswa Australian Awards Scholarship (AAS/ADS) lengkap dengan berbagai tips, trik dan segudang cerita yang akan memotivasi pembacanya. Sebenarnya buku ini merupakan kumpulan berbagai postingan dan tulisan beliau tentang beasiswa AAS/ADS di blognya, madeandi.com. Tapi kemudian dibukukan. Oya, tidak hanya itu, di dalam buku ini juga terdapat contoh research proposal bagi para pelamar S3 atau master by research, contoh isian form aplikasi, contoh CV dan resume serta berbagai prediksi soal wawancara JST (Joint Selection Test). 

    Paket kiriman buku itu pun datang. Horray!

    Beliau mengirimkan paket buku ini kepada saya karena alhamdulillah saya dipercaya olehnya menjadi salah satu orang yang testimoninya terpilih untuk dimasukkan ke dalam bukunya tersebut. Wow! Saya benar-benar surprised dengan kabar dari beliau melalui email bahwa testimoni yang beberapa bulan lalu saya kirimkan kepada beliau akhirnya menjadi salah satu yang terpilih. Tak panjang memang, hanya maksimal 40 kata dalam 1 kalimat, tapi saya rasa testimoni saya itu ikhlas saya haturkan kepada beliau sebagai ucapan rasa terima kasih saya atas berbagai tips dan panduan yang telah dia berikan sehingga saya berhasil mengikuti jejak beliau memperoleh beasiswa yang prestisius itu. Selain saya, ada juga testimoni dari beberapa ADS awardees atau penerima beasiswa dalam buku tersebut.  


    Testimoni saya di buku Berguru ke Negeri Kangguru karya Pak Made Andi
    Jadi bagi para pejuang beasiswa, tidak hanya beasiswa AAS/ADS, buku ini akan sangat membantu sekali dalam proses seleksi. Bukan promosi, tetapi hanya memberikan pilihan bagi teman-teman yang sedang berjuang. Semoga sukses dan happy reading! :) 
    "Success is not measured by what you accomplish, but by the opposition you have encountered, and the courage with which you have maintained the struggle against overwhelming odds." - Orison Swett Marden. (source: http://www.brainyquote.com/)

    Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

    Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...