Sunday, July 23, 2017

Resep Ayam Masak Hijau Kemangi



Hai! Kembali lagi ke dapur, rasanya senang banget! (He he he, hobi banget ya saya masak) Saya bahagia karena hari ini saya bisa memasak salah satu masakan favorit keluarga, yaitu Ayam Masak Hijau Kemangi. Resep ini kebetulan sudah sering saya dan Mama masak. Saat bulan Ramadhan lalu pun, kami beberapa kali memasaknya sebagai sajian sahur dan berbuka.

Pada awalnya, resep ini sengaja diciptakan Mama dan saya karena kami berdua pecinta cabai hijau dan daun kemangi. Rasanya, semua masakan yang dikasih daun kemangi pasti enak. Setuju 'kan? He he he. Nah, kali ini saya buat dengan bahan dasar ayam. Biasanya saya juga pakai ikan, terutama ikan asap. Tapi karena kebetulan saya lagi punya persediaan ayam di kulkas, akhirnya saya gunakan ayam. 

Ayamnya pun bukan sembarang ayam lho! Saya menggunakan ayam potong dari SO GOOD. Kenapa saya memilih ayam potong SO GOOD? Pertama, ayam potong SO GOOD itu berkualitas dan segar. Kedua, ayam-ayam tersebut dikembangbiakkan secara sehat tanpa suntikan hormon. Ketiga, ayam-ayam yang sudah dikembangbiakkan kemudian dipotong melalui proses pemotongan yang halal dan bersih sehingga tidak perlu dicuci pada saat dimasak. Selain itu, ayam potong SO GOOD sangat praktis karena memiliki beberapa varian potongan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga, mulai dari daging ayam potong utuh, daging ayam khusus paha dan dada serta daging potong untuk sup. Kalau dilihat dari ukuran daging ayamnya juga mantap lho!

Oh ya, ngomong-ngomong soal masakan ini, selain rasanya yang enak, segar dan cukup pedas (saya tahu banyak orang Indonesia yang doyan masakan pedas), masakan ini juga mudah dibuat. Kamu nggak perlu khawatir mencari bahan-bahannya karena bahan-bahannya nggak terlalu sulit untuk dicari di pasar hingga warung sayur. Pokoknya dijamin gampang dan pastinya kamu pengen nambah nasi terus deh, he he he.

Jadi penasaran sama resepnya? Yuk, disimak! Mudah-mudahan malam ini atau besok udah ada yang coba di rumah ya! Kalau kamu ingin tahu lebih banyak produk ayam potong SO GOOD, kamu bisa lihat di sini. Kamu juga bisa melihat aneka resep kreasi ayam potong SO GOOD di tautan tersebut. Selamat mencoba! ðŸ˜Š

AYAM MASAK HIJAU KEMANGI
Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF

Lama memasak:  30 menit
Porsi: 5 orang


Bahan-bahan:

500 gr ayam potong paha dan dada SO GOOD (saya pilih bagian dada saja)
7 siung bawang merah, tumbuk halus
5 siung bawang putih, tumbuk halus
100 gram cabe hijau, tumbuk kasar
1 ruas jahe (1 cm)
2 buah tomat hijau, potong-potong
4 ikat daun kemangi, pilih daunnya saja lalu cuci bersih
Minyak goreng untuk menumis (2-3 sdm)
Kaldu ayam +/- 100 ml
Garam secukupnya
Gula secukupnya


Cara membuat:
  1. Siapkan panci berisi air kemudian rebus ayam +/- 7 menit. Jika sudah direbus, tiriskan ayam dan sisihkan.
  2. Panaskan minyak di atas wajan. Tumis bawang merah dan bawang putih dengan api sedang hingga harum. Tambahkan cabe hijau dan jahe, lalu masak hingga bumbu matang. Jika bumbu telah matang, tambahkan kaldu dari rebusan ayam tadi.
  3. Masukkan ayam lalu aduk rata. Tambahkan garam dan gula secukupnya. Cicipi dan sesuaikan dengan selera.
  4. Terakhir, masukkan tomat dan daun kemangi. Masak sebentar hingga tomat dan daun kemangi layu. Jika sudah selesai, angkat lalu sajikan hangat bersama sepiring nasi.















Saturday, July 22, 2017

Resep Kue Cubit Sosis



Kue cubit.. Siapa yang nggak kenal kue yang satu ini? Kecil, imut, fluffy alias empuk dan manis. Sebagian dari kita pasti sudah menemukan abang-abang yang menjual kue ini semenjak masa sekolah, he he he. Harganya murah, dan topping-nya pun bisa dibuat sesuka kita - mau pakai meises coklat atau keju. Kue ini bahkan sekarang jadi lebih kekinian lho, karena dibuat dengan rasa-rasa yang unik, seperti green tea dan red velvet.

Nah, bulan Ramadhan lalu, saya sempat membuat kue cubit untuk keluarga saya sebagai cemilan berbuka puasa (takjil). Kebetulan gampang juga buatnya. Cuma waktu itu saya iseng, bisa nggak ya sekali-kali saya buat dengan rasa yang gurih? Alhasil, saya kepikiran untuk mencoba menggunakan sosis sapi SO GOOD!

Sosis sapi SO GOOD terkenal enak, dan keluarga saya juga suka. Saya dan keluarga sudah lama mengenal dan mengkonsumsi beberapa produk SO GOOD siap masak seperti bakso kuah, nugget, sosis dan spicy wings. Selain enak, sosis sapi SO GOOD juga halal. Produk ini mudah diolah dan dikonsumsi menjadi berbagai jenis masakan. 


Untuk kue cubit sosis ini, saya gunakan sosis sapi SO GOOD sebagai topping. Cara buatnya dijamin mudah dan praktis. Tekstur kue cubitnya juga lembut dan empuk. Waktu itu saya coba membuat dengan dua jenis tepung, terigu dan non-terigu. Untuk resep ini, saya menggunakan tepung terigu. Berikut adalah bahan-bahan yang dibutuhkan serta cara membuatnya. Selamat mencoba ya!


KUE CUBIT SOSIS

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Lama memasak: 1 jam
Porsi: 30 buah


Bahan-bahan:
2 buah sosis sapi SO GOOD, iris-iris tipis +/- 1 cm
125 gram tepung terigu
30 gram gula pasir*
1 buah telur ayam
50 gram mentega, lelehkan
125 ml air matang (atau bisa menggunakan 1 sdm susu kental manis, dilarutkan dalam 125 ml air)**
1/2 sdt baking powder
1/2 sdt soda kue
Sejumput garam


Cara membuat:
  1. Siapkan bahan kering seperti tepung terigu, baking powder, soda kue dan garam kemudian campur menjadi satu.
  2. Kocok telur dan gula pasir menggunakan mikser atau whisk selama +/- 10 menit hingga gula larut dan adonan menjadi berwarna sedikit pucat.
  3. Masukkan bahan kering dan air/susu cair sedikit demi sedikit secara bergantian sambil diaduk menggunakan spatula atau whisk. Aduk hingga seluruh bahan tercampur rata di dalam adonan.
  4. Terakhir, masukkan mentega yang sudah dilelehkan, lalu aduk kembali. Diamkan selama 30 menit.
  5. Panaskan wajan cetakan kue cubit (atau bisa juga menggunakan wajan cetakan khusus untuk takoyaki atau poffertjes) di atas api kecil sambil diolesi mentega. Setelah wajan panas, masukan 1 sdm adonan ke dalam cetakan, kemudian tutup. Jika buih sudah mulai muncul, letakkan potongan sosis di atas masing-masing adonan yang sudah setengah matang tersebut. Tutup wajan kembali. Masak hingga matang (+/- 2 menit), lalu angkat. Sajikan hangat dengan cocolan saus cabai atau tomat botolan, atau bisa juga dengan mayones. 

Tips:

Jika ingin membuat kue cubit yang manis, perhatikan tips berikut:
  • Takaran gulanya ditambahkan menjadi 50 gram
  • Untuk susu cair yang digunakan, ditambahkan lebih banyak susu kental manisnya (kira-kira 2 sdm)
  • Tambahkan 1/4 sdt vanila bubuk/esens








Wednesday, June 7, 2017

Berguru di Negeri Kincir Angin




Assalamu'alaikum.

Dua bulan vakum dari aktivitas blogging karena mengurus segala persiapan studi ke Belanda ternyata benar-benar membuat saya rindu setengah mati sama blog ini. Rasanya kok seperti ada yang hilang ya. Tekad saya untuk tetap menulis selama di sana pun pada kenyataannya kandas karena alasan kesibukan. Tiga minggu di Amsterdam memang terasa begitu melelahkan bagi saya. Tapi alhamdulillah-nya, rasanya semua terlewati begitu cepat. Kalau kata orang, itu tandanya saya bisa beradaptasi. Nggak tahu juga, mungkin ada benarnya, meskipun saya mengalami lagi yang namanya cultural shock

Selama di Belanda, saya mengikuti short course mengenai Sexual and Reproductive Health Rights Policy, Governance and Financing di sebuah perguruan tinggi di Amsterdam bernama Koninklijk Instituut voor de Tropen (KIT), atau sering disebut dengan Royal Tropical Institute. KIT mungkin memang bukan salah satu perguruan tinggi yang memiliki rangking 50 besar dunia, tapi setelah saya googling, ternyata universitas ini memiliki reputasi yang mumpuni di dunia kesehatan internasional, terutama dalam bidang health system and development. KIT juga ternyata memiliki sejarah kerjasama yang cukup panjang dengan World Health Organisation (WHO) dalam berbagai proyek mengenai health system. KIT bahkan menjadi WHO Strategic Centre of Expertise untuk beberapa isu kesehatan, termasuk HIV dan AIDS, serta menjadi WHO Collaborating Centre for Research, Training and Development untuk bidang Human Resources of Health. 



Saya, saat baru pulang sekolah :)

Gedung KIT tampak dari depan

Suasana di dalam hall utama KIT yang sangat bergaya Eropa klasik


Teman-teman sekelas saya di program SRHR policy

Hari-hari saya saat menyelesaikan tugas akhir, ditemani secangkir kopi espresso

Ngomong-ngomong soal program studi, saya mengambil studi tentang kebijakan kesehatan karena tanpa diduga program studi yang saya apply di awal, yaitu Sexual and Reproductive Health Rights: Organising Effective Response tidak jadi dibuka. Qadarullah, semua mungkin sudah atas ijin Allah. Kurang lebih tiga bulan sebelum keberangkatan, pihak universitas tiba-tiba meng-email saya tentang perihal pembatalan tersebut. Rasa kecewa tentunya ada, tapi setelah pertimbangan yang cukup panjang, pada akhirnya saya menerima tawaran mereka untuk mengikuti program lain yang akan dilaksanakan di waktu yang sama. Alhamdulillah, pihak Stuned pun setuju dan tidak mempermasalahkan. Jujur saja, kebijakan kesehatan selama ini adalah topik yang tidak terlalu saya minati. Namun, yang membuat saya tertarik tak lain karena adanya mata kuliah mengenai analisis kebijakan dan penyusunan policy brief, yang saya yakini akan sangat berguna ketika saya kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai seorang peneliti.



Menariknya belajar di KIT adalah metode pembelajarannya yang menurut saya inovatif. Perkuliahan tidak hanya diisi oleh pembelajaran tatap muka antara dosen dengan mahasiswa, tetapi juga melalui metode lain seperti group quiz, debat, tutorial, role playing (atau bermain peran) dan journal club. Mau nggak mau, saya mesti mempersiapkan diri sebelum masuk ke kelas dan diusahakan sudah membaca terlebih dahulu materi-materi yang akan dibahas di dalam setiap sesi, khususnya saat sesi debat atau journal club. Tugas akhir yang diberikan pun adalah membuat policy brief yang sesuai dengan topik kesehatan reproduksi dan seksual. Dalam tugas ini, saya dan kawan-kawan tidak hanya diminta menyelesaikan policy brief kami masing-masing, tetapi juga harus memberikan feedback satu sama lain yang ternyata berguna sekali dalam proses penyempurnaan policy brief kami

Albert Cuyp market - open market di Amsterdam favorit saya yang hanya tutup pada hari Sabtu

Salah satu open market di kota Haarlem

Gluten-free stroopwafels yang saya temukan di pasar kaget di Haarlem

Salah satu toko yang menjual segala jenis produk gluten-free

Produk-produk bebas gluten yang dijual, mulai dari roti, tepung, biskuit, dll

Hidup di negeri orang memang selalu memiliki tantangan tersendiri. Meskipun hanya tinggal sebentar, saya juga perlu berdaptasi selama di Belanda - mulai dari mengenal bahasa dan kebiasaan warga lokal, menyesuaikan waktu tidur dan ibadah shalat, hingga mencari makanan yang ramah untuk orang Muslim seperti saya. Kendala bahasa saat berbelanja ke supermarket serta bersepeda layaknya warga lokal adalah dua contoh kesulitan yang sempat saya alami ketika baru tiba pertama kali di Amsterdam. Maklum, bahasa Belanda yang saya tahu hanya sebatas ucapan terima kasih, selamat pagi dan sampai jumpa, hehe. ðŸ˜„. Di supermarket, misalnya, hampir seluruh produk makanan dan minuman dijual dalam bahasa lokal. Dengan berbekal kamus yang ada di ponsel, saya berusaha mengartikan kandungan bahan yang ada di dalam setiap produk agar tidak salah tafsir. Sebenarnya sebagian besar warga Belanda juga bisa berbahasa Inggris, namun tetap saja, ada hal-hal lucu dan sedikit 'menjengkelkan' yang terjadi karena kendala bahasa, seperti saat saya salah membeli hati ayam karena mengira sosis ayam, salah memilih kasir karena tak bisa membaca petunjuk bahwa kasir tersebut tidak menerima pembayaran cash, hingga gagal berbelanja di sebuah halal butcher yang penjualnya ternyata berkebangsaan Turki tapi sama sekali tak bisa berbahasa Inggris.😊😄.

Meski begitu, hal membahagiakan yang saya rasakan ketika tinggal di Belanda salah satunya adalah kemudahan menemukan produk makanan bebas gluten baik di supermarket maupun restoran di Amsterdam dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan di Indonesia. Meskipun saya harus melihat dari segi kehalalannya juga, tapi paling tidak saya bisa dengan aman mengkonsumsi berbagai macam roti dan makanan manis khas Belanda yang sarat akan gluten, contohnya stroopwafels, poffertjes dan pancake. Sepertinya sudah menjadi kebiasaan sehari-hari warga Belanda untuk menikmati roti saat sarapan di pagi hari, baik menggunakan mentega dengan topping irisan keju, coklat meises (sprinkles), sirup ataupun selai. Menariknya, saya jadi bisa dengan mudah menemukan roti bebas gluten di kota ini, serta membeli berbagai bahan makanan seperti pasta dan tepung gluten-free di toko khusus yang menjual produk-produk tersebut. 

Rijksmuseum yang merupakan salah satu museum terbesar di kota Amsterdam

Amsterdal Centraal station, stasiun tersibuk di kota Amsterdam

Salah satu sudut pemukiman warga di kota Haarlem

Ciri khas bangunan rumah di kota Amsterdam, termasuk rumah terapung (houseboat)

Bangunan-bangunan yang didirikan di atas kanal di kawasan Damrak, layaknya bangunan di kota Venice
Weekend atau akhir pekan tentunya adalah saat yang ditunggu-tunggu untuk refreshing sambil melakukan plesiran ke kota-kota di sekitar Amsterdam. Meskipun tidak jadi mampir ke Lisse dan mengunjungi taman tulip di Keukenhof karena musim bunga yang sudah habis, alhamdulillah saya masih bisa berplesir ke beberapa kota di sekitar Amsterdam, seperti Haarlem, Volendam dan Zaandam. Kalau dihitung-hitung, Belanda sebenarnya memiliki banyak tempat wisata yang menarik. Kota Zaandam saja misalnya, memiliki sebuah desa kincir angin bernama Zaanse Schans, yang sekaligus menjadi tempat produksi coklat. Perjalanan menuju ketiga kota tersebut pun dapat ditempuh menggunakan bus atau pun kereta antar kota (intercity) dengan jarak tempuh tak kurang dari 1,5 jam. Bagi saya, mengelilingi Belanda dan berkunjung ke wilayah perdesaannya sudah sangat menyenangkan.

Kota Amsterdam sendiri sebenarnya juga menawarkan kegiatan wisata yang tak kalah menarik. Tercatat ada lebih dari 90 museum di kota Amsterdam. Beberapa di antaranya merupakan museum yang sudah mendunia, seperti museum Van Gogh, Anne Frank House, Rijks museum dan Royal Palace. Selain itu, Amsterdam memiliki kanal sepanjang lebih dari 100 km yang menjadikan kota ini dikenal dengan sebutan Venice of the North. Menyusuri kanal di Amsterdam menjadi salah satu kegiatan wisata yang wajib, lho! Untuk urusan belanja, Amsterdam juga memiliki sejumlah open market yang menjual berbagai macam barang kebutuhan, mulai dari sayur dan buah-buahan segar, boga bahari, pakaian, sepatu, barang kebutuhan rumah tangga hingga barang antik, dengan harga yang relatif terjangkau. Buah tangan atau souvenir khas Belanda juga bisa ditemukan dengan mudah. Open market ini layaknya pasar kaget di Indonesia, yang buka pada hari-hari tertentu. Pasar ini tentu bisa jadi pilihan bagi para shopaholic. 

Pemandangan kota Haarlem di sepanjang kanal

Wisata di sekitar Edam, Volendam dan Marken yang dapat dijangkau menggunakan bus dengan tiket harian

Suasana pedesaan di kota Broek in Waterland yang sangat asri dan menenangkan

Pemukiman warga di daerah pedesaan di kota Broek in Waterland

Kota nelayan yang sangat sibuk di Volendam

Suasana di kota Marken, terletak di pulau kecil yang berada di tenggara kota Volendam

Beberapa kincir angin yang terdapat di desa Zaanse Schans

***

Itu tadi sebagian cerita mengenai pengalaman saya saat berguru di negeri kincir angin, Belanda. Saya sekarang paham bahwa pengaruh kolonialisme Belanda terhadap Indonesia sungguh besar. Begitu pula sebaliknya, Indonesia juga memberikan banyak pengaruh pada sebagian budaya dan tradisi di negeri van oranje ini. Terbukti dari sejumlah makanan khas Indonesia yang telah menjadi makanan sehari-hari warga Belanda, bahkan sebagian dianggap makanan mewah karena harganya yang selangit. Namun demikian, saya akui Belanda memang negara yang nyaman untuk ditinggali. Tak heran kalau banyak sekali warga Indonesia yang menetap di sana.

Jadi, apakah kamu juga tertarik kuliah di Belanda? Ayo raih kesempatanmu untuk bisa meraih pendidikan di negeri oranye. Tak usah khawatir dengan biaya pendidikan karena kini sudah banyak beasiswa pendidikan ke Belanda yang disediakan bagi mahasiswa Indonesia, salah satunya beasiswa Stuned. Semoga cerita saya bisa menginspirasi teman-teman pembaca semua. Sampai jumpa di artikel saya berikutnya!


Wednesday, April 12, 2017

Keeping You Beautiful with Derma Angel: A Review



Assalamu'alaikum.

Punya masalah dengan jerawat? Jerawat pastinya sudah sering menjadi 'musuh' bagi banyak kaum hawa. Kehadirannya nggak cuma membuat penampilan jadi terlihat kurang maksimal, tapi kadang juga membuat perempuan jadi nggak PD alias confident. Nah, kalau saat ini jerawat tiba-tiba muncul di wajah kamu, tenang ya! Kini telah hadir solusi yang akan menjawab kegelisahan kamu.

'DERMA ANGEL ACNE PATCH'


Buat kamu yang belum tahu tentang produk ini, saya akan coba mengulasnya. Meskipun saya bukan seorang beauty blogger, tapi ternyata produk ini amat sangat membantu saya lho! Kulit wajah saya sering dihinggapi jerawat kecil dan bernanah, khususnya di bagian hidung dan dagu. Biasanya, saya biarkan jerawat tersebut sembuh sendiri. Saya sendiri sering takut jerawat akan menjadi terinfeksi. Namun kini saya bersyukur karena sudah menemukan produk perawatan jerawat yang tepat. Let's see how Derma Angel really works to me!

Apa sih Derma Angel itu, lalu apa saja fungsinya?
Derma Angel merupakan produk acne patch yang tipis dan transparan sehingga mampu menyembunyikan jerawat dan memudahkan kamu saat mengaplikasikan make up. Selain berfungsi menutupi jerawat agar terhindar dari bakteri dan paparan polusi, Derma Angel juga bersifat 'heal and hide' yang dapat menyembuhkan jerawat secara cepat. Kamu nggak perlu khawatir lagi dengan riasan wajah kamu karena acne patch dari Derma Angel ini mudah menyatu dengan warna kulit. Nggak heran 'kan kalau produk ini sangat praktis untuk digunakan sehari-hari. Kelebihan lain yang saya temukan dari Derma Angel adalah acne patch ini bersifat waterproof atau tahan air serta memiliki daya rekat yang cukup tinggi sehingga wajah serta jerawat kamu akan terus terjaga kebersihan dan higienitasnya. 

Apa saja varian Derma Angel?
Derma Angel memiliki 3 varian patch yang bisa menjadi pilihanmu untuk digunakan selama proses recovery jerawat, yakni untuk penggunaan pagi dan siang hari (day use), malam (night use) dan kombinasi (day and night). Untuk varian day dan night masing-masing berisi 12 patch berbentuk bulat kecil, sedangkan untuk varian yang mix berisi 12 patch khusus pagi dan siang serta 6 patch khusus malam di dalam satu kemasan. 





Bagaimana ya cara pakainya?
Cara menggunakan acne patch dari Derma Angel ini ternyata nggak sesulit yang saya bayangkan. Begini cara pakainya...
  1. Bersihkan wajah, terutama bagian yang berjerawat, lalu keringkan. Kamu juga bisa mengoleskan cairan toner pada jerawat dengan menggunakan cotton bud, lalu tunggu hingga kering. 
  2. Setelah dibersihkan, lepaskan patch dengan merobek bagian tepi yang bergerigi/bergaris. Lepaskan sebagian sisi patch yang menempelUsahakan hati-hati saat melepas agar patch tidak mudah tergulung.
  3. Tempelkan patch pada area wajah yang berjerawat, kemudian lepaskan sisi lapisan luar yang sebagian lagi.
  4. Tekan selama 3-5 detik sampai patch benar-benar menempel pada kulit.

Cara pakai si acne patch. Did you see the patch on my face? ðŸ˜€


Lalu, bagaimana dengan hasilnya?

Setelah 2 hari memakai patch-nya Derma Angel, alhamdulillah jerawat saya hilang tak berbekas. Derma Angel terbukti membantu mempercepat penyembuhan jerawat.

Jerawat yang hilang setelah penggunaan selama 2 hari

Overall, Derma Angel produk yang recommended digunakan untuk siapapun yang memiliki masalah jerawat, terutama jerawat yang belum meradang. Oh ya, sebelum kamu menggunakan acne patch dari Derma Angel, penting untuk kamu ketahui beberapa informasi berikut ya!
  1. Jangan mengutak-atik patch setelah ditempel pada wajah kamu karena akan mengurangi daya rekatnya. 
  2. Jangan gunakan patch pada area jerawat yang terinfeksi atau luka. Jika sewaktu-waktu terjadi iritasi atau pembengkakan, segera hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter. 
  3. Jangan biarkan patch digunakan selama lebih dari 12 jam. Jika patch sudah berubah warna menjadi putih susu dan tidak lagi transparan, maka patch perlu segera diganti. 
  4. Simpan selalu patch bersama kemasannya di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung.
***

Jika kamu mau mencoba, produk ini sudah tersedia di sejumlah modern pharmacy seperti Watson, Guardian dan Century, serta e-commerce (Lazada dan Blibi.com) sehingga kamu nggak akan susah mendapatkannya. Harganya pun cukup terjangkau, yaitu Rp 36.000,- untuk masing-masing varian Day dan Night, serta Rp 51.000,- untuk varian kombinasi (Mix pack).

Kalau kamu masih penasaran, kamu juga bisa kunjungi sosial medianya di Facebook: DermaAngelIndonesia, dan Instagram: @AngelDerma_ID. Mudah 'kan?

Sekian ulasan saya tentang acne patch Derma Angel. Bagaimana? Apa Derma Angel juga bisa jadi solusi buat kamu? Well, saya tunggu cerita pengalamanmu di sini ya!

Be beautiful and confident with Derma Angel, then let's say... 
Goodbye Acne! 


This article is included in blog competition hosted by BP Network and Derma Angel. The article was written based on the experience and personal opinion.

Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...