Saturday, August 6, 2016

MENCARI KAMAR KINI LEBIH MUDAH DENGAN SERUMAH


[REVIEW]

Assalamu'alaikum.

Kalau di Indonesia, bulan Agustus dan September biasanya identik dengan jadwal masuk perkuliahan. Nah, pastinya banyak di antara anak-anak kuliah baru yang saat itu lagi berkutat dengan keribetan mengurus persiapan kuliah, termasuk mencari tempat tinggal atau kos-kosan. Saya yakin hal yang satu ini tidak cuma dialami sama mereka yang merantau, tetapi hampir semua anak kuliah yang prefer untuk tinggal lebih dekat dengan kampus. Saya salah satunya. 

Tahun 2009 silam, saya pernah kuliah S1 di kampus Universitas Indonesia (UI) Depok. Perjalanan menuju kampus bisa ditempuh menggunakan kereta rel listrik (KRL) atau angkutan umum sekitar 4 jam pp dari Pondok Gede. Tapi, armada KRL pada saat itu tidak sebagus sekarang ini. Anak-anak kuliah biasanya lebih banyak menaiki KRL ekonomi yang notabene murah. Wah, saya tak bisa membayangkan selama 5 hari dalam sepekan saya harus berjejalan di dalam KRL yang penuh sesak dan panas itu. No waaayy! He he he.

Alhasil, saya memutuskan untuk tinggal di kosan alias ngekos. Mencari kosan di sekitar UI itu gampang-gampang susah. Biasanya yang lokasinya paling dekat ke kampus harganya lebih mahal, tapi ada juga yang lumayan jauh dan harganya pun mahal. Jadi harga kosan tidak cuma tergantung jauh dekatnya lokasi, tapi juga fasilitas yang disediakan. Supaya bisa menemukan kosan yang pas di hati, biasanya kita harus mendatangi tiap kosan dan melihat satu-satu kosan tersebut. Tapi tak jarang lokasi kosan berada di gang-gang kecil yang tidak mudah dilewati kendaraan besar seperti mobil. 

Ribet? Pastinya iya! Oleh karena itu, berkat kemajuan teknologi informasi, mencari kamar kosan sudah semakin mudah. Kenapa? Karena sekarang sudah ada situs yang akan mempermudah pencarian kamar kos atau sewa, which is  Serumah.com!

Serumah.com adalah situs Indonesia pertama yang menyediakan berbagai pilihan kamar kos, kamar sewa atau bahkan teman untuk sharing tempat tinggal. Situs Serumah.com tergolong mobile-friendly sehingga juga mudah digunakan pada perangkat ponsel. Kamu tidak perlu pusing lagi mencari kamar kosan atau sewa dengan mendatanginya secara on the spot. Selain itu, dengan adanya housemate, kamu pun bisa otomatis menghemat biaya sewa tempat tinggal melalui sharing budget. Apalagi Serumah.com juga menyediakan halaman khusus untuk menampilkan iklan kamar sewa secara cuma-cuma alias gratis. Asyik, kan?

Tampilan muka halaman situs Serumah.com

Fitur dan opsi pilihan kamar ataupun housemate di situs Serumah.com termasuk lengkap dan beragam lho! Kamu tentunya bisa menyesuaikan pilihan-pilihan tersebut dengan preferensi yang pas sama kamu. Nah, kalau kamu lagi mencari kamar kosan atau sewa, Serumah.com akan secara lengkap menampilkan berbagai pilihan kamar yang bisa kamu tentukan sendiri, misalnya dari lokasi, range harga sampai opsi pencarian yang lebih lengkap seperti fasilitas kamar, range waktu ketersediaan kamar, hingga ciri-ciri penyewa sebelumnya yang mungkin jadi salah satu poin penilaian kamu. 

Jika sudah di-filter, kemudian akan muncul tempat tinggal mana saja yang bisa jadi pilihan kamu. Tentunya di sini kamu bisa lebih selektif lagi dalam memilih dengan melihat property features termasuk foto-foto kamar yang ditampilkan oleh penyewa. Jika sudah pas, kamu tinggal menghubungi si penyewa dari nomor kontak yang telah disediakan atau kamu juga bisa menghubungi melalui kolom kontak. Simple 'kan?

Pencarian kamar berdasarkan lokasi

Opsi penelusuran kamar secara lebih lengkap

Kolom kontak untuk memudahkan komunikasi dengan penyewa

Feature selanjutnya dari Serumah.com akan berguna sekali buat kamu yang sedang mencari teman untuk sharing tempat tinggal atau rumah sewa. Kamu pasti tahu biaya sewa rumah atau kosan sekarang ini sudah cukup mahal plus kebutuhan biaya hidup yang semakin bertambah. Dengan memiliki housemate, kamu tentunya akan bisa lebih berhemat dalam hal urusan tempat tinggal. 

Di situs Serumah.com, kamu bisa menemukan housemate yang cocok dan sesuai dengan karakter kamu. Caranya pun semudah saat mencari kamar kosan atau kamar sewa. Kamu bisa memilih teman berdasarkan opsi yang disediakan oleh Serumah.com, misalnya lokasi asal, jenis kelamin, umur, jenis pekerjaan, tingkat kerapihan atau perilaku merokok si calon teman. Kamu tinggal mempelajari detail informasi yang disampaikan oleh si calon housemate. Jadi, tak perlu khawatir lagi kalau sewaktu-waktu kamu menemukan housemate yang kurang sreg! Pilihan semua ada di tanganmu.

Berbagai pilihan opsi pencarian teman untuk sharing tempat tinggal

Detail lebih lengkap dari calon housemate

Nah, khusus buat kamu yang tidak sedang mencari tempat tinggal, tapi justru ingin menawarkan kamar sewa atau kosan ke orang yang sedang membutuhkan, Serumah.com juga tempatnya! Kamu cukup melakukan registrasi akun di Serumah.com kemudian mendaftarkan kamar sewa yang kamu miliki dengan memasukkan alamat beserta foto dan informasi lengkap tentang kamar yang hendak kamu sewakan. Kamu juga dapat menyebarkan iklan tersebut di berbagai media sosial seperti Facebook, Twitter atau Google Plus. Jika ada yang tertarik, kamu akan otomatis mendapat notifikasi dan pesan melalui e-mail. Kamu kemudian dapat melihat berbagai profil calon penyewa dan memilih salah satu yang tepat untukmu.

Halaman registrasi akun sebelum memulai membuat iklan


4 langkah mengiklankan kamar sewa di Serumah.com
Jadi, bagaimana? Mudah bukan? Ayo segera ke Serumah.com dan temukan kamar sewa impianmu! :)

Saturday, July 30, 2016

WARNA-WARNI LEBARAN 2016


Assalamu'alaikum.

Lebaran memang sudah berlalu, tapi kenangannya tak akan pudar oleh waktu. Seperti perayaan Hari Raya Idul Fitri sebelumnya, tahun ini alhamdulillah saya beserta keluarga masih diberikan kesehatan untuk bisa berangkat ke kampung halaman kami di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bagi saya dan keluarga, berkunjung ke kampung halaman akan selalu jadi agenda yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya karena di saat itulah saya bisa bercengkerama dan menghabiskan waktu bersama si Mbah. 

Tahun 2016 ini saya dan keluarga kebetulan hanya menghabiskan waktu selama 5 hari di Yogya. Buat kebanyakan perantau, pastinya waktu 5 hari itu sangat sebentar ya?! He he.. saya juga merasa begitu. Liburan kali ini memang lebih singkat karena saya sengaja tidak meminta cuti ke kantor. Jatah cuti 8 hari sudah pernah saya gunakan sebagian bulan Maret lalu saat liburan ke Jepang. Niatnya, sisa cutinya mau saya simpan untuk keperluan keluarga sewaktu-waktu atau untuk liburan akhir tahun. Semoga.

Baca juga 10 Tips Liburan Tanpa Tour ke Jepang dan Wisata Malam di Tokyo dan Osaka yang Patut Dicoba

Nah, cerita Lebaran saya tahun ini sangat menyenangkan meski tak banyak aktivitas yang kami lakukan selama di Yogya, selain bersilaturahim dengan keluarga besar. Seperti biasa, beberapa hari sebelum Lebaran kami sibuk menyiapkan beragam kue kering di rumah. Kue-kue tersebut nantinya akan dibawa ke Yogya untuk dihidangkan di rumah Mbah dan juga sebagai hantaran untuk beberapa sanak keluarga. Tak tanggung-tanggung, saya dan mama kali ini berhasil membuat 5 macam kue kering Lebaran lho, antara lain kue nastar, kastengel, corn-flakes, chocolate chips dan sagu keju. Kue chocolate cookies adalah salah satu yang jadi favorit keluarga karena dibuat dengan sangat crispy dan cokelat banget!! Resepnya juga sudah saya share lho di blog.. He he he. 






Selain kue kering (dan tentunya sayur ketupat), makanan yang juga selalu ada pada saat Lebaran adalah tape ketan! Tape ketan memang telah lama menjadi panganan khas Lebaran di lingkungan tempat si Mbah tinggal jadi saat di Yogya, tape ketan pasti selalu tersaji di meja tamu. Berbeda dengan yang ada di Jakarta, tape ketan di Yogya dibungkus dengan daun pisang dan umumnya menggunakan beras ketan putih. Penyajiannya pun tidak menggunakan ketan uli, melainkan dengan keripik melinjo, atau biasa disebut emping. Jadinya, rasa manis, asam dan gurih semua jadi satu. Saya suka banget pokoknya sama kudapan yang satu ini.  

Cerita Lebaran seru saya kemudian berlanjut tentang melakukan sesuatu yang unik di Yogya. Jika tahun lalu saya menikmati liburan Lebaran dengan menonton pertunjukkan sendratari Ramayana di kompleks Candi Prambanan, tahun ini saya dan keluarga melakukan pemotretan foto keluarga sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Nah, yang unik dari pemotretan foto keluarga saya kali ini adalah dari segi tema. Kalau kebanyakan foto keluarga bertema black and white (hitam putih) atau semi-formal dengan dresscode kebaya, jas atau jenis seragam lainnya, salah satu studio foto yang berlokasi di dekat Tugu ini justru mengusung tema yang unik yaitu Jawa tempo dulu. Bahkan properti yang disediakan pun benar-benar jadul, termasuk dresscode-nya. Saya bahkan menemukan beberapa perangkat gamelan, sepeda ontel dan alat penumbuk padi atau lesung di dalam studio. Saya, adik dan orang tua saya benar-benar disulap menyerupai keluarga Jawa sederhana. Seru deh pokoknya! He he he. 

Photo credit: Studio Sinten

Photo credit: Studio Sinten
Cerita menarik lainnya adalah jalan-jalan ke Malioboro. Jujur saja, saya dan keluarga selalu enggan jalan-jalan ke sana saat liburan. Kenapa? Karena pas liburan Malioboro itu ramai banget! Parkir mobil juga lumayan susah, plus macetnya. Hanya saja, tahun ini saya dan keluarga menyempatkan waktu untuk mampir ke Malioboro dengan niat... mencari wedang uwuh di Pasar Beringharjo! Ha ha ha. Ibu saya kebetulan sedang cinta-cintanya dengan minuman herbal yang satu ini. Tapi jangan sampai salah mengartikan ya! Wedang Uwuh dalam bahasa Jawa berarti minuman sampah. Kenapa disebut sampah? Karena bahan-bahannya memang layaknya 'sampah' yaitu berupa daun-daunan dan akar tumbuhan. Racikannya biasanya terdiri dari jahe, kayu secang, cengkeh, kayu manis, pala, daun sereh dan kapulaga, yang kemudian dimasak dengan cara direbus jadi satu lau diberi gula batu saat dihidangkan. Poko'e nikmat!






Saat itu suasana jalan Malioboro memang cukup ramai dan sempat macet setelah melewati Malioboro Plaza. Ternyata kemacetan tersebut disebabkan oleh penutupan jalan karena akan digunakan untuk rombongan iring-iringan Grebeg Syawal. Benar saja! Setelah jalanan terlihat sudah lowong (dan saya pun menyempatkan diri berfoto di tengah-tengah jalan Malioboro), saya menyaksikan arak-arakan para abdi dalam Keraton Yogyakarta membawa gunungan hasil bumi menyusuri jalan Malioboro. Gunungan tersebut diantar dari alun-alun Keraton menuju ke Balai Kota. Beberapa gajah pun turut ikut dalam pawai yang diadakan setiap tahunnya itu. Wah, beruntung sekali saya hari itu! Warga dan turis yang berada di sekitar lokasi tampak antusias untuk melihat pawai dari dekat. Saya pun tak ketinggalan mengambil beberapa foto.

Nah, itu tadi warna-warni kisah keceriaan saya dan keluarga saat merayakan hari Lebaran tahun ini. Semoga keceriaan Lebaran juga teman-teman rasakan bersama keluarga ya! Salam hangat selalu~

Kiri-kanan: Saya, Si Mbah, Adik

Lokasi Studio Foto Sinten:
Jalan Diponegoro No. 1B, Yogyakarta
Telp: 0821 24 980777 / (0274) 544567
(Harus reservasi)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blogging Competition "Cerita Lebaran Asyik" yang diadakan oleh Blogger Perempuan dan Diaryhijaber

Buat kamu yang Muslim, ayo dukung Hari Hijaber Nasional yang jatuh pada tanggal 7 Agustus 2016 mendatang. Caranya, jangan lupa untuk datang ke upcoming event-nya Diaryhijab ya! Ada berbagai kegiatan menarik lho! Berikut detail acaranya:

HARI HIJABER NASIONAL
Tempat: Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat
Waktu:  7-8 Agustus 2016

So, catat tanggalnya dan ajak sebanyak-banyaknya keluarga ataupun teman-teman kamu! See you there, insya Allah.


Saturday, July 23, 2016

MY 10 TRAVEL BUCKET LIST


Assalamu'alaikum.

Beberapa hari yang lalu salah satu sahabat saya menunjukkan foto-foto liburannya ke Eropa. Tiba-tiba pertanyaan ini terbesit di dalam kepala saya, 
"Kapan ya saya juga bisa seperti dia?"
Alih-alih iri sama perjalanan yang dia jalani itu, saya justru mulai memutar otak dan bertanya dalam hati mana lagi ya tempat menarik dan indah di dunia ini yang ingin saya datangi. Begitu antusiasnya saya mendengar pengalaman teman saya tersebut, lantas saya kemudian membayangkan jika saya berada di sana sepertinya. 
"Eh, kayaknya asyik kalau saya bisa ke sana...", pikir saya begitu. 
Ah, dia benar-benar telah menginspirasi saya saat itu, sampai-sampai saya ceritakan kembali ke ibu saya perihal keinginan saya untuk travelling ke beberapa tempat yang teman saya datangi tersebut. And then, saya akhirnya mengambil kesimpulan untuk membuat sebuah list. Semacam bucket list tempat-tempat yang ingin (dan harus) saya datangi (before I die). Ups, is that too much? He he he.

Setelah saya mencari inspirasi dengan searching di dunia maya, ternyata banyak blogger yang pernah memposting tentang topik ini. Jadi tambah semangat untuk menuliskan harapan dan keinginan saya tersebut di sini, dan yang pasti berharap bisa mewujudkannya segera.


Alright, so here we are, my 10 travel bucket list! Setelah pernah tinggal 1 tahun di Sydney, Australia, dan menjalani short-course di Shanghai, Cina, kemudian melakukan perjalanan wisata di negara tetangga terdekat Singapore, lalu Jepang serta beribadah di Mekah-Madinah, Saudi Arabia, kira-kira tempat menarik mana lagi yang ingin saya kunjungi ya?


Photo credit: http://www.queenstownnz.co.nz
Queenstown, New Zealand - Jujur, sebagian teman kuliah S2 saya dulu sudah ada yang pernah mengunjungi kota ini. Siapa yang tak akan tahan untuk ke sana kalau bukan karena pemandangan dramatis pegunungan Southern Alps yang terbentang di balik Wakatipu lake. Bagus banget! Pokoknya mirip dengan yang ada di Switzerland. Berwisata ke New Zealand pernah menjadi mimpi saya ketika masih di bangku sekolah, tapi sayangnya sampai detik ini belum juga kesampaian. Semoga saya bisa mewujudkannya dalam waktu dekat bersama calon suami... eh, aamiin. 



Photo credit: http://flickr.com
Amsterdam, Belanda - Amsterdam selalu membuat saya melted karena kanal-kanalnya yang cantik. Cahaya lampu yang menghiasi bangunan di sisi-sisi kanal di waktu malam membuat kota ini makin romantis. Ah, sepertinya akan sangat menyenangkan jika bisa bersepeda sambil berkeliling mengitari kota yang dijuluki bike city ini. I hope so... soon :)



Photo credit: http://image.pbs.org
Istanbul, Turki - Meskipun dengar-dengar Turki masih kurang aman untuk para wisatawan asing karena kejadian pemboman di kota Ankara tempo hari, tapi kota ini masih jadi destinasi favorit saya. Terlebih lagi, saya ingin sekali bisa menginjakkan kaki ke dalam Hagia Sophia dan sholat di Blue Mosque. Pasti akan menjadi pengalaman spiritual yang tidak akan pernah terlupakan.



Photo credit: http://www.whichcities.com
Granada, Spanyol - Awalnya saya sama sekali tidak tahu tempat ini. Buat saya, yang familiar dari Spanyol adalah kota Barcelona dan Madrid-nya. Tapi, akhirnya saya tahu kota yang berada di kaki pegunungan Sierra Nevada ini dari sahabat saya yang sukses membuat saya takjub. Ternyata selain di Turki dan Israel, beberapa peninggalan sejarah peradaban Islam dari masa perang Salib juga terdapat di Spanyol. Alhambra adalah salah satu destinasi wajib jika berkunjung ke Granada, dan saya ingin merasakan keindahan panorama sunset di langit Alhambra yang berwarna merah muda. So pretty!



Photo credit: https://margberphotography.com
Grindelwald, Switzerland - Nah, inilah tempat yang saya katakan seperti 11-12 dengan kota Queestown, di New Zealand. Grindelwald merupakan salah satu desa di Switzerland yang berada di kaki pegunungan Alpen. Saya seketika tertarik untuk memasukkan tempat ini ke dalam travel bucket list saya setelah melihat foto-foto bulan madu salah satu teman dekat saya asal Malaysia. Dia pun sempat berpesan pada saya, "You should go there, Anissa!" Yup, I would definitely go there! Menaiki cable car menyusuri ketinggian deretan pegunungan Alpen serta menaiki scenic train menjadi kegiatan wajib jika berkunjung ke sana. Hmm, kira-kira kapan ya?



Photo credit: http://ohfact.com
Marrakesh, Maroko - Terus terang saya tidak pernah sadar kalau ternyata Maroko itu adalah salah satu negara di benua Afrika. Saya selalu berpikir kalau Maroko adalah negara Timur Tengah, dan ternyata saya salah. Tidak seperti negara-negara di Afrika pada umumnya, suasana kehidupan di Maroko memang lebih menyerupai negara-negara Timur Tengah seperti Lebanon atau Mesir. Mungkin karena mayoritas penduduknya adalah Muslim. Salah satu yang menarik dari Maroko adalah pusat kota Marrakesh dengan pemandangan sudut-sudut jalannya yang unik, terlebih lagi suasana di pusat perdagangan di kota tersebut. Etnik banget!



Photo credit: http://prodigy.umbrella.al/
Paris, Perancis - Kalau tempat ini saya yakin banyak orang yang ingin sekali ke sana. Apalagi tujuannya adalah untuk berfoto dengan menara Eiffel dan menikmati romantisme kotanya. Ah, Paris memang magnet bagi siapa saja yang ingin berwisata ke Eropa. Kalau kata orang, jalan-jalan ke Eropa belum komplit jika belum mengunjungi kota Paris dan berfoto dengan ikonnya, termasuk menikmati kuliner-kuliner Perancis yang tersohor di seluruh dunia. Well, Paris pasti akan selalu menjadi destinasi wisata impian saya. Kamu juga 'kan?



Photo credit: http://worldwidetour.org
Toyama, Jepang - Jepang adalah salah satu negara favorit saya, dan saya tidak akan pernah bosan untuk ke sana (lagi dan lagi). Akhir Maret 2016 lalu adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki ke negeri Sakura. Namun, tempat yang belum sempat saya kunjungi waktu itu adalah Toyama. Toyama adalah sebuah prefektur di Jepang yang terkenal memiliki beberapa tempat wisata indah, khususnya di musim-musim tertentu. Dua di antaranya adalah desa Shirakawa-go yang termasuk dalam situs warisan dunia UNESCO serta Gunung Tateyama yang terkenal dengan rute Tateyama Kurobe Alpine-nya. Kedua tempat ini memang paling menarik jika dikunjungi saat musim salju. Hmm, bagaimana ya rasanya menikmati musim dingin di Jepang? Look forward...



Photo credit: https://upload.wikimedia.org
Kairo, Mesir - Kairo dan piramidanya memang sudah menjadi pasangan yang tak akan bisa dipisahkan. Apalagi sama unta-unta yang dihias cantik untuk siap mengantar turis asing berkeliling di hamparan padang pasir. Pasti akan menjadi pengalaman yang berkesan dengan melihat langsung peninggalan kerajaan Fir'aun yang pernah berjaya pada masa lalu sekaligus bisa berada di salah satu spot film-film box office dunia. Huaaa.. Let's go!



Photo credit: https://www.csum.edu/
Hanoi, Vietnam - Jika tempat-tempat yang sudah saya sebutkan di atas tadi lokasinya lumayan jauh dari Indonesia, nah, kalau ini sedikit bertetangga karena masih berada dalam satu wilayah regional dengan Indonesia. Entah mengapa saya kok tertarik banget untuk mengunjungi Vietnam padahal saya sendiri belum pernah ke Thailand atau pun Malaysia, hi hi hi. Selain biaya wisata di sana terbilang murah, Vietnam ternyata juga memiliki kegiatan wisata yang menarik seperti menyusuri Delta Mekong dan mencoba cruise di Halong Bay. Saya juga pecinta makanan Vietnam seperti Pho, Spring Roll dan Banh Mi. Aduh, jadi lapar.. he he he.

Itu tadi daftar 10 tempat wisata yang masuk ke dalam travel bucket list saya. Sebenarnya masih ada beberapa tempat lain di dunia yang ingin sekali saya datangi. Tapi, mungkin nanti saja setelah sudah berhasil mendatangi beberapa tempat di atas. Aamiin, semoga terwujud! :)

Nah, kalau kamu bagaimana? Adakah tempat berbeda yang ingin sekali kamu kunjungi? Semoga bisa menginspirasi ya!

Saturday, July 16, 2016

10 PACKING ESSENTIALS FOR TRAVELLING IN JAPAN





Assalamualaikum.

Jepang merupakan negara empat musim yang selalu menyenangkan untuk dikunjungi. Tidak hanya alamnya yang menakjubkan, tapi juga orang-orangnya yang ramah dan sopan. Selain itu, makanan Jepang yang terkenal lezat dan sehat menjadi daya tarik tersendiri bagi turis-turis mancanegara untuk datang ke Jepang. Namun, mengingat Jepang adalah negara yang sedikit unik, diperlukan sedikit tips jika ingin berpergian ke sana, termasuk salah satunya tips packing!

Jika kamu merencanakan perjalanan ke Jepang, ada beberapa hal yang harus kamu catat sebagai daftar bawaan wajib. Tentu saja, daftar bawaan yang akan kamu siapkan perlu disesuaikan dengan musim pada saat kamu berada di Jepang. Tip terpenting dari saya? Jangan overpack! Pastinya ada begitu banyak barang dan buah tangan menarik yang ingin kamu beli dan membutuhkan ruang tersendiri di koper kamu. Berikut 10 packing essentials yang wajib kamu persiapkan saat melakukan perjalanan wisata ke Jepang.





Sepatu kets (sneakers) – Kalau kamu hendak berpergian ke Jepang tandanya kamu harus siap untuk banyak berjalan kaki. Meskipun moda transportasi di Jepang sudah terbilang maju dan beragam, tetapi beberapa sudut kotanya mengharuskan kamu untuk lebih sering berjalan kaki. Misalnya saja di stasiun kereta, dimana kamu bisa menjangkau peron kereta yang jaraknya mencapai 1 km. What? Yup, that's trueSo, gunakan sepatu yang nyaman seperti kets atau sneakers. Sepatu berjenis flat yang compact dan ringan juga bisa kamu bawa. The most important thing is comfort!

Light luggage – Buat kamu yang senang berpergian ala backpacker, maka membawa koper besar is totally a big NO! Nantinya kamu akan melihat kalau ternyata orang Jepang itu terbiasa membawa koper kemana-mana. Tapi percaya deh, akan sangat merepotkan buatmu jika harus menarik-narik koper besar, apalagi saat menaiki kereta yang penuh sesak. Oleh karena itu, gunakan koper berukuran kecil atau sedang selama berada di Jepang dan bawalah pakaian secukupnya. Salah satu travel tips yang juga bisa kamu lakukan adalah dengan menggunakan baju berlapis, khususnya pada saat musim dingin, dan juga musim semi, dimana udara umumnya masih terasa sejuk.

Uang tunai – Tidak semua tempat wisata, tempat perbelanjaan maupun tempat makan di Jepang menerima pembayaran menggunakan kartu debit ataupun kartu kredit. Menyiapkan sejumlah besar uang tunai saat berpergian ke Jepang merupakan salah satu hal wajib. Jika uang yang kamu bawa dari tanah air terbatas, tukarkan Rupiah saat masih berada di bandara di Jepang dibandingkan harus mencari-cari money changer di pusat kota. Kalaupun nanti kamu terdesak untuk memperoleh uang tunai tapi sulit menemukan money changer, maka carilah ATM di 7-Eleven terdekat. Mesin ATM milik Japan Post Office dan Seven Bank dapat digunakan untuk mengeluarkan uang tunai dari kartu kreditmu, baik yang berlogo Visa maupun MasterCard. Tapi tetap perlu diingat ya, kamu akan dikenai biaya charge yang tidak sedikit untuk transaksi ini.

Dompet koin (coin purse)  Nah, selain membawa uang tunai, kamu juga perlu menyiapkan dompet koin selama berada di Jepang. Mengapa? Uang kertas (banknotes) Jepang dimulai dari pecahan 1000, dan 1000 yen itu nilai yang cukup besar lho. Hmm, kira-kira setara dengan 100000 Rupiah. Untuk pecahan 1 sampai 500 yen hanya tersedia dalam bentuk koin. Jadi, tidak jarang ketika kamu berbelanja di Jepang, kamu akan mendapati uang kembalian berupa koin. Selain itu, uang koin akan sering dipakai pada saat menggunakan moda transportasi, seperti bus atau kereta. 

Kamera digital – Barang yang satu ini sudah pasti masuk ke dalam daftar checklist utama para traveller. Kalau bisa diumpamakan, berwisata tanpa membawa kamera is a huge disaster, he he he. Kamera jenis apapun tentunya bisa kamu bawa, baik kamera saku sampai yang sophisticated seperti DSLR ataupun mirroless camera. Tapi yang terpenting, jangan cuma mengandalkan kamera ponsel ya! Kamera ponsel memiliki memory yang cenderung terbatas. Bisa-bisa kamu kehabisan memory untuk menyimpan 500 foto narsis kamu, he he he.

Universal travel adapter – Selama berpergian ke Jepang, tentunya kamu akan membawa berbagai jenis alat elektronik dan perangkat digital, mulai dari ponsel, tablet hingga kamera. Tapi jangan sampai, sudah jauh-jauh ke Jepang, banyak barang elektronik yang kamu bawa dari Indonesia ternyata tidak dapat dipakai di sana ya. Setiap negara pastinya memiliki tipe steker yang berbeda-beda, termasuk Jepang. Selain itu, Jepang dan Indonesia juga memiliki perbedaan tegangan listrik. Jika di Indonesia voltase  yang digunakan 220 Volt, maka di Jepang menerapkan voltase 110 Volt. Hal ini akan cukup memusingkan jika kamu tidak well-prepared lho! Karenanya, lengkapi barang bawaanmu dengan universal travel adapter yang tentunya tidak hanya menyesuaikan dengan jenis steker yang biasa dipakai tetapi juga dengan besar tegangan listriknya. Dengan begitu, gadget kamu akan aman dan tidak akan rusak saat digunakan di Jepang.

Hand sanitiser – Jangan kaget jika terkadang kamu akan sulit untuk menemukan wastafel atau tempat cuci tangan di restoran atau kedai makan di Jepang. Pihak restoran biasanya akan menyiapkan handuk basah hangat yang berfungsi untuk membersihkan tangan yang kotor sehabis makan. Beberapa toilet juga tidak menyediakan sabun untuk cuci tangan. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk selalu membawa satu botol kecil pembersih tangan (hand sanitiser) yang akan membantu kamu untuk tetap bersih dan sehat kapan pun dan di mana pun.

Kamus saku Bahasa Jepang (pocket dictionary) – Salah satu kendala yang sering dialami para traveller saat berpergian ke Jepang adalah bahasa. Jepang memiliki bahasa tersendiri yang tulisan dan pengucapannya berbeda dengan bahasa asing pada umumnya. Sama halnya dengan negara Asia Timur lainnya yakni Cina dan Korea, Bahasa Jepang tidaklah mudah bagi sebagian besar wisatawan asing yang datang ke Jepang. Di samping itu, tak banyak penduduk asli Jepang yang bisa berbahasa Inggris. Untuk itu, bawalah selalu kamus saku Bahasa Jepang kemana pun kamu berpergian di Jepang. Kamus yang dibawa pun tidak harus tebal. Setidaknya kamu dapat berkomunikasi dengan bahasa percakapan sehari-hari yang sederhana, misalnya saja “sumimasen” yaitu ucapan permisi saat hendak bertanya pada orang asing atau “kore wa ikura desu ka” pada saat menanyakan harga barang. Alternatif lain, kamu juga bisa menginstal kamus Bahasa Jepang digital atau aplikasi Bahasa Jepang di ponsel kamu. Percaya deh, orang Jepang akan semakin menghargaimu jika kamu sedikit bisa berbicara dalam bahasa mereka.

Handuk kecil – Tak jarang kamu akan menemui sejumlah toilet umum yang tidak menyediakan tissue untuk mengelap tangan yang basah sehabis mencuci tangan. Mereka bahkan tidak memiliki pengering tangan. Karenanya, kebanyakan orang Jepang membawa sapu tangan atau handuk kecil di dalam tas atau saku mereka. Handuk kecil juga sangat berguna untuk menyeka hidung saat cuaca dingin atau untuk menghapus keringat dari wajah selama cuaca lembab di musim panas. Sebenarnya, kamu bisa saja membawa tissue dan menyimpannya selalu di dalam tas, but hey, it’s not environmentally friendly, is it?

Jilbab dan aksesorisnya – Jika kamu adalah seorang wanita Muslim dan berhijab, maka bukan hanya pakaian nyaman saja yang perlu dipikirkan, tetapi juga jilbab yang akan dikenakan. Bawalah jilbab yang ringan tetapi tetap memberikan kesan nyaman. Pilihan jilbab yang akan dibawa juga bisa disesuaikan dengan baju yang akan kamu pakai. Jilbab pashmina instan mungkin dapat sedikit membantu kamu untuk mengurangi penggunaan jarum. Tapi, saya yakin kamu tidak akan tahan untuk sedikit bergaya saat travelling. Hmm, why not?

Nah, itu tadi 10 packing essentials yang bisa menjadi referensi kamu. Menurutmu, adakah hal lain yang perlu disiapkan saat berpergian ke Jepang? Bagikan tips dan komentarmu ya! Cheers~

Sunday, July 3, 2016

HEAVENLY CRUNCHY CHOCOLATE CHIPS COOKIES


Assalamualaikum.

Hi, there!

Menjelang Hari Raya, banyak dari kita pastinya sudah mempersiapkan segala sesuatu, mulai dari baju lebaran, alat sholat hingga kue dan panganan yang akan disajikan nantinya. Salah satu ciri khas perayaan Lebaran di Indonesia tak lain adalah kue kering yang beragam jenisnya. Beberapa yang jadi favorit kebanyakan orang Indonesia di antaranya kue Nastar, Kastengel dan Putri Salju.

Seakan menjadi barang wajib di setiap rumah, kue kering kini bisa kita peroleh dengan mudah karena bisnis kue kering sudah semakin menjamur dan inovatif. Berbagai varian rasa kue kering telah mulai dijual dengan harga yang relatif terjangkau. Namun, sudah menjadi kebiasaan bagi saya dan keluarga untuk membuat kue kering sendiri di rumah. Selain lebih hemat, kami juga bisa lebih leluasa menjadikan kue tersebut sebagai hantaran saat berkunjung ke rumah saudara atau kerabat. 

Mau coba membuat kue Lebaran saya? Nah, kali ini saya mau berbagi resep salah satu kue kering kesukaan saya, Chocolate Chip Cookies! Kebetulan kue ini saya buat untuk batch kedua, hehe, dan saya lagi baik banget karena memberikan begitu banyak chocolate chips di dalamnya. Maklum mau habisin sisa bahan yang ada, he he.


Sebetulnya saya sudah pernah memposting resep almond choco cookies di sini. Tapi, bedanya dengan resep saya sebelumnya yang bentuknya agak tipis dan lebar, pada resep ini, tekstur cookies yang dihasilkan nggak cuma padat tapi juga crunchy. Berikut resep yang saya modifikasi dari resep I Sing in The Kitchen.


Bahan-bahan:

2 sdm mentega tawar
1 sdm roombutter
1/2 cup minyak sayur
1 1/2 cup gula halus
2 cup tepung terigu
1/2 cup bubuk cokelat
1 butir telur
2 sdt vanila bubuk
1 sdm cuka apel (apple cidar vinegar)
3/4 sdt garam
1/2 sdt soda kue
1/2 sdt baking powder
2/3 cup dark chocolate chips
3/4 cup kacang mede, cincang kasar


Cara membuat:
  1. Mikser jadi satu mentega, roombutter, minyak sayur dan gula halus dengan kecepatan sedang selama kurang lebih 5 menit hingga lembut.
  2. Di wadah terpisah, campur jadi satu telur yang sudah dikocok lepas, cuka apel, soda kue dan baking powder.
  3. Masukkan campuran telur ke dalam mikser. Biarkan terus dikocok kurang lebih 7 menit hingga warna adonan memucat.
  4. Tambahkan vanila bubuk dan garam. Kocok sebentar lalu matikan mikser.
  5. Masukkan kacang mede dan chocolate chips. Aduk rata.
  6. Sementara itu, ayak tepung terigu bersama dengan bubuk cokelat. Jika sudah tuang campuran tepung ke dalam adonan mikser sedikit demi sedikit sambil diaduk.
  7. Jika semua bahan sudah tercampur jadi satu, dinginkan terlebih dahulu adonan kue ke dalam kulkas selama 1/2 jam.
  8. Siapkan loyang dan olesi dengan mentega ke seluruh permukaan. Panaskan oven sampai suhu 135 derajat Celcius.
  9. Letakkan 1 sdt adonan ke permukaan loyang (bisa juga dibentuk bulatan-bulatan). Lakukan terus hingga adonan habis.
  10. Panggang adonan kue di dalam oven kurang lebih 15 menit hingga matang (dan pastikan jangan sampai gosong ya!). Jika sudah matang, keluarkan dari oven lalu dinginkan sejenak sebelum ditata di dalam toples atau wadah.
Tips: Mungkin di antara kamu ada yang bertanya-tanya, kenapa saya harus pakai bahan asam seperti cuka apel? Jadi cuka apel berfungsi agar menghasilkan reaksi kimia dengan baking powder dan soda kue. Cuka seringkali digunakan dalam proses baking. Tidak hanya membantu menambah unsur crunchy pada cookies, tetapi juga meningkatkan rasa manisnya. 
Bagaimana resepnya? Semoga bisa dipraktekkan juga ya! Selamat mencoba!

Tuesday, June 21, 2016

MENGINTIP 3 KULINER HITS & FAVORIT DI BOGOR




Assalamu'alaikum.

Buat kamu yang Muslim, bagaimana puasanya hari ini? Masih kuat 'kan? Bulan Ramadan memang bulan yang sangat spesial. Selain bulan yang penuh dengan berkah, Ramadan juga bulan silaturahim. Mungkin banyak di antara kamu yang sedang merencanakan acara reuni sambil buka puasa bersama baik dengan keluarga, sahabat dan teman lama. Nah, untuk melengkapi referensi kamu, yuk intip tiga tempat kuliner di Bogor yang hits dan tengah jadi favorit saya. Pastinya cocok buat buka puasa bersama sambil nongkrong kekinian.


1. LEMONGRASS



Bulan lalu saya dan adik saya berniat untuk berwisata kuliner di seputaran Kota Hujan, Bogor. Akhirnya diputuskanlah untuk mengunjungi sebuah restoran terkenal yang berada di Jalan Padjajaran. Pasti di antara kamu sudah nggak asing sama namanya. Yup, Lemongrass! Nggak cuma penampilannya yang cantik dan bagus buat foto-foto, tapi suasana yang disuguhkan feels homey. Pokoknya asyik buat ngobrol dan hangout bareng orang-orang terdekat. Makanya jangan heran ya kalau kamu harus antri cukup panjang untuk bisa duduk santai di restoran ini selama 1-2 jam, terutama pas akhir pekan dan di waktu jam makan siang atau jam makan malam.

Kalau untuk menu makanannya sendiri, restoran ini memang lebih banyak menyajikan makanan beraliran Malaysian Hawker atau makanan peranakan Malaysia yang pastinya murah meriah dan dijamin nggak terlalu berat. Salah satu menu favorit saya adalah Mie Goreng Thailand yang segar dan Laksa Singapore yang endess banget! Jangan lupa juga untuk memesan salah satu dessert favorit yang jadi signature dish di restoran ini, Roti Tissu Nutella Milo! Tampilannya yang unik berbentuk kerucut dengan toping lelehan saus cokelat pasti membuat kamu penasaran untuk mencoba. Selain itu, siraman saus cokelat Nutella dan Milo bakal bikin kamu jadi ikutan melting dan nggak mau berhenti ngolesin jari ke piring, he he he.

Restoran ini memang sudah jadi tempat populer nggak cuma buat kaum muda di Bogor, namun juga mereka yang tinggal di sekitar Jadetabek. Hampir seluruh ornamen restoran memang keren dan Instagramable. Nggak cuma bagus pas siang hari, pada malam hari pun restoran ini kelihatan cantik. Overall, dari segi rasa makanan, pada umumnya makanan dan minuman yang disajikan di restoran enak-enak dan pas di lidah. Pelayanannya pun cukup memuaskan mengingat jumlah waitress yang lumayan banyak dan mereka pun ramah-ramah. Yang menyenangkan lagi adalah kamu bisa meminta mereka untuk mengambil beberapa foto untukmu with no worries (kalau nggak lagi pas jam sibuk-sibuknya ya! he he) bahkan mereka bisa sampai mengarahkan gaya kita. How cool is that?!




Buat kamu yang tertarik untuk berbuka puasa di restoran ini, reservation is a must! Hmm, tapi seingat saya, karena tingginya minat pengunjung saat weekend jadi pengelola restoran seringkali tidak menerima reservasi. Wooahh.. Jadi dipastikan dulu ya ke pihak restorannya. 

Lemongrass 
Jalan Raya Padjajaran No. 21, Bogor
Jam buka: Senin-Minggu, 10.00 - 22.00 WIB


2. MOMO MILK FACTORY

Cafe yang satu ini juga salah satu kuliner kekinian anak Bogor. Berbeda dengan Lemongrass yang mengusung konsep restoran modern kopitiam, Momo Milk Factory memiliki konsep yang lebih simpel dan minimalis, namun tetap unik dan asyik buat nongkrong. Awalnya saya dan adik saya bermaksud mencari Momo Milk Barn, tapi ternyata justru terlanjur ketemu sama 'adiknya' si Barn yang nggak kalah kece! Meskipun masih terbilang baru, tapi pengunjungnya sudah lumayan ramai yang umumnya adalah anak muda dan remaja.

Cafe yang menyajikan menu utama berupa aneka milk shake ini berlokasi di Teras Yasmin Bogor, persisnya bersebelahan dengan restoran Dominos Pizza. Jika dilihat sekilas, letak bangunannya memang tidak terlalu kelihatan karena berada di lantai 2. Tapi ketika masuk ke dalamnya, ornamen interior seperti warehouse seketika akan menyambut kita. Jadi pas banget ya kalau mau hangout sambil ngobrol dan cemal-cemil di sini. Cozy pokoknya.


Untuk menunya sendiri, yang jadi juara tentu saja milkshake-nya. Milkshake yang disajikan di Momo Milk Factory beraneka rasa lho, mulai dari yang classic hingga premium dengan rasa Matcha Kitkat, Hersheys Strawberry, Hersheys Chocolate serta favorit saya, Nutella! Kalau untuk makanan, cafe ini tidak hanya menyajikan makanan ringan dan light seperti potato wedges, chicken wingsnachos dan onion ring sebagai pendamping milkshake, namun juga makanan yang sedikit agak berat seperti nasgor dan pasta.



Overall, setelah mencicipi salah satu premium milkshake-nya, saya cukup happy sama taste-nya yang nggak terlalu eneg dan susu banget. Onion ring yang saya pesan juga cukup enak dan crispy, meski agak greasy alias berminyak. Untuk cheese nachos-nya, saya kira agak berlebihan kalau diberi lelehan keju karena si nachos jadi nggak terlalu garing lagi. Tapi, saya definitely akan datang lagi kapan-kapan jika sedang berada di Bogor. Kamu juga ya!

Momo Milk Factory
Teras Yasmin Lantai 2, Jl. KH. Abdullah bin Nuh, Bogor
Jam buka: Senin-Minggu, 10.00 - 20.00 WIB


3. MACARONI PANGGANG (MP)

Macaroni Panggang spesial (Photo credit: Kompasiana.com)
Buat kamu yang sudah sering berpergian ke Bogor, pasti sudah nggak asing sama nama restoran yang satu ini? Macaroni Panggang (MP) memang restoran yang nggak ada matinya. Hampir setiap hari restoran ini nggak pernah sepi apalagi saat akhir pekan, mulai dari yang makan di tempat hingga mereka yang mampir untuk sekedar membeli oleh-oleh makaroni panggang untuk dibawa pulang. Saya sendiri tidak pernah makan di tempat, melainkan selalu take-away.

Sama dengan namanya, makanan yang khas dijual di restoran ini tentu saja makaroni panggang yang mantap surantap! Porsinya yang terbilang jumbo dengan irisan daging asap dan jamur yang ada di dalamnya benar-benar membuat ketagihan. Tempatnya juga cukup nyaman, meski sedikit agak gelap kalau sudah malam karena pencahayaannya memang sengaja hanya didapat dari lilin yang ditaruh di atas masing-masing meja makan.

Photo credit: Harum Hutan
Untuk satu porsi MP spesial ukuran medium, harganya dibandrol cukup mahal yaitu Rp 105.000,- (harga tahun 2016), sedangkan untuk ukuran besar dihargai Rp 185.000. Kalau kamu mau makan di tempat tentu saja kamu bisa mencicipi makaroni dalam ukuran small atau kecil serta hidangan lainnya yang disajikan oleh restoran, seperti ayam panggang, iga panggang, jamur panggang dan berbagai makanan tradisional Indonesia yaitu nasi timbel peda dan ayam. Silahkan mencoba!

Macaroni Panggang (MP)
Jalan Salak No. 24, Bogor
Jam buka: 07.00 - 22.00 WIB

***

Nah, bagaimana referensi dari saya di atas? Mau mencoba jelajah kuliner seharian di Bogor seperti saya? Jangan tunda lagi! Jadwalkan weekend-mu segera ya. Selamat berwisata!

Sunday, May 15, 2016

KELAS INSPIRASI - BERBAGI PROFESI, BANGUNKAN MIMPI


Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Halo semua!

Apakah cita-cita kalian saat di bangku sekolah dulu? Adakah di antara kalian yang ingin menjadi seorang dokter, hakim, polisi atau bahkan seorang presiden? 

Saya yakin di antara kita semua pernah memiliki sebuah cita-cita. Cita-cita itu pun mungkin selalu kita serukan ketika di sekolah. Namun, saat itu, apakah pernah terpikir oleh kita, seperti apakah cita-cita kita tersebut di masa depan? Bagaimanakah seorang dokter itu? Apakah hanya sekedar mengobati pasien? Lantas, bagaimana dengan seorang polisi atau insinyur? Apakah pernah terbayangkan oleh kita bagaimana profesi tersebut? Apa saja yang dilakukan oleh seorang insinyur? 

Hmm, jawabannya mungkin tidak! Kebanyakan dari kita semasa anak-anak mungkin belum sepenuhnya memahami profesi yang kita cita-citakan itu. Bagaimanapun juga, anak-anak tetaplah anak-anak, sebuah buku tanpa debu yang masih harus diisi oleh berbagai ilmu lewat tulisan yang digoreskan di dalamnya. Jadi marilah kita goreskan seberkas ingatan tentang cita-cita terhadap mereka (dalam hal ini profesi), agar nantinya mereka mampu bangunkan mimpi-mimpi besar di masa depan :)


MENGAJAR PROFESI SEHARI, MEMBANGUN MIMPI ANAK NEGERI

Tanggal 2 Mei 2016 lalu tidak hanya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, namun juga merupakan salah satu hari yang paling berkesan bagi saya. Pagi itu, saya dan ke-25 teman saya lainnya memberikan suasana yang berbeda di sebuah Sekolah Dasar (SD) di wilayah padat penduduk, Cilincing, Jakarta Utara. Hangatnya mentari menemani keseharian kami di SD tersebut sejak pagi hingga siang hari. Rutinitas tak biasa kami lakukan di sana yaitu mengajar... iya mengajar! Ah tapi tunggu, mungkin di antara kami ada yang terbiasa dengan rutinitas itu, tetapi tidak bagi saya dan banyak teman lainnya.

Tim relawan JKT 48 Kelas Inspirasi Jakarta 5 di antara ratusan relawan lainnya (Photo credit: Zara Zavira)


Seluruh relawan Kelas Inspirasi Jakarta 5 (Photo credit: Desriana Juvita)

Kami yang tergabung dalam Kelompok 48 Kelas Inspirasi Jakarta 5 pagi itu harus bersiap diri untuk menjadi guru sehari dan mengajar masing-masing profesi kami kepada para siswa di SDN Kalibaru 01 Pagi. Profesi kami pun bermacam-macam, mulai dari Sales Manager, Bankir, Art Director, Trainer, Engineer, Psikolog, Dokter Hewan, Perawat, Penulis hingga Konsultan Hukum. Mengajar mungkin bukanlah pekerjaan mudah bagi kebanyakan dari kami. Banyak hal yang tentunya harus dipersiapkan menjelang hari H, mulai dari lesson plan (rencana pengajaran), properti mengajar, jadwal hingga koordinasi bersama pihak sekolah. Dari 25 orang profesional yang datang, tidak semua menjadi tim relawan pengajar, empat di antaranya ambil bagian menjadi tim dokumentasi dan dua lainnya berperan sebagai fasilitator. 

Penampakan halaman SDN Kalibaru 01 Pagi (Photo credit: Prasetyo)

Spanduk kegiatan Kelas Inspirasi menyambut para siswa (Photo credit: Prasetyo)

Dimulai dengan pelaksanaan upacara bendera, siswa terlihat begitu antusias oleh kedatangan kami. Lambaian dan sapaan para inspirator mengobarkan semangat dan rasa keingintahuan mereka. Satu per satu dari kami pun diperkenalkan, baik kepada guru maupun siswa. Kami kemudian mengajak mereka untuk masuk ke dalam kelas untuk memulai pengajaran. Para relawan pengajar yang berjumlah 19 orang terbagi ke dalam 3-4 kelas dan diberikan waktu 45 menit untuk satu kali mengajar. Di dalam kelas, kami tidak hanya menjelaskan kepada siswa tentang profesi kami masing-masing, tetapi juga mengajak mereka untuk berinteraksi dan ikut merasakan profesi yang kami jalani.

Senin itu saya kebetulan mendapat bagian mengajar empat kelas, yaitu kelas 2, 4, 5 dan 6. Sejak awal, saya sebenarnya sangat antusias mempersiapkan bahan ajar saya, tapi sejujurnya saya merasa kebingungan dan kesulitan dalam mengembangkan metode pengajarannya. Saya sendiri baru dapat membayangkan bagaimana saya akan mengajar nanti pada H-3. Metode mengajar pun saya coba susun sesimple mungkin tanpa meninggalkan esensi profesi yang ingin saya kenalkan kepada mereka, yaitu seorang peneliti. Uniknya, banyak dari mereka yang mengganggap peneliti itu adalah seorang ilmuwan, bahkan ada yang mengira tukang jahit. Mungkin meneliti agak sedikit mirip dengan kata 'peniti' he he he, who knows! Tapi yang pasti saya sangat tertantang selama mengajar di kelas, apalagi saat mengajar siswa kelas 2 yang memerlukan keahlian khusus menghadapi ributnya anak-anak, he he he.


Name tag relawan pengajar


Properti mengajar


Saya bersiap diri untuk menjadi guru sehari

Keseharian profesi saya yang sering terkait dengan data-data kesehatan memberikan saya ide untuk membuat semacam simulasi analisis data sederhana. Saya kebetulan menyiapkan seperangkat alat ukur antropometri (alat ukur tinggi badan dan berat badan) yang digunakan untuk menganalisis status gizi para siswa. Metode ini kebetulan hanya saya berikan kepada siswa kelas 4, 5 dan 6, sedangkan untuk siswa kelas 2 saya hanya ajak bermain menarik kesimpulan dari story card tentang penyakit diare yang saya bagikan kepada mereka, meskipun pada akhirnya mereka lebih banyak ribut dan bermain sendiri dengan kartu bergambar tersebut, he he he.

Di kelas 4, 5 dan 6, saya mencoba memulai sesi pengajaran di dalam kelas dengan perkenalan diri dan profesi, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang bagaimana lika-liku keseharian seorang peneliti. Simulasi analisis data pun lalu dimulai dengan membagi siswa ke dalam 9-10 kelompok. Dalam simulasi tersebut, saya ajak mereka untuk mengumpulkan data, yaitu data berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) teman sekelompok mereka. Di situ saya kembali membagi peran mereka masing-masing, ada yang menjadi peneliti dan ada yang menjadi responden dan diukur BB dan TB-nya. Nah, ketika itulah terjadi keributan dan kegaduhan dalam kelas. Mereka pun saling berebut untuk menjadi responden, tapi ada juga yang berebut ingin menjadi penelitinya. Namun, alhamdulillah, pada perjalanannya kelas bisa kembali kondusif.   

Siswa yang bertindak sebagai peneliti kemudian mencatat BB dan TB teman satu kelompoknya yang menjadi responden. Setelah seluruh kelompok mencatat, saya kemudian mengajak mereka untuk menganalisis data tersebut. Analisis yang dilakukan yaitu dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) yang diperoleh dari rumus BB / TB x TB (dalam meter). Untuk mempercepat waktu, saya pun akhirnya membantu menghitung IMT seluruh kelompok satu persatu-satu menggunakan kalkulator lalu meminta mereka mencatatnya. Dari situ, saya kemudian meminta salah satu perwakilan dari masing-masing untuk memaparkan hasil perhitungan IMT-nya. Mereka pun terlihat sangat bersemangat saat menempelkan hasil pada sebuah diagram tally yang sengaja saya buat dari karton berukuran cukup besar. Hasil IMT masing-masing kelompok diumpamakan sebagai stiker post-it warna-warni.

Tugas mereka berikutnya adalah menginterpretasi hasil yang mereka peroleh dan memberikan kesimpulan yang dilihat dari jumlah stiker pada masing-masing kolom indikator status gizi yakni kurus, normal dan gemuk. Berdasarkan hasil yang didapat, terlihat bahwa dari seluruh kelas, rata-rata siswa memiliki status gizi normal dan beberapa di antaranya tergolong gemuk. Di antara mereka yang gemuk, paling banyak adalah siswa laki-laki. Setelah dijabarkan kesimpulan seperti itu, alhamdulillah mereka menjadi lebih paham bagaimana kerja peneliti itu. Mereka menjadi lebih bisa membayangkan bahwa peneliti menganalisis masalah-masalah kesehatan yang ada di lingkungan sekitar. Peneliti memerlukan ketelitian dalam bekerja, termasuk pada saat mengambil data, mengolah dan menyimpulkannya. 

Selesai sesi pengajaran di dalam kelas, tim inspirator lalu membagikan awan cita-cita yang harus diisi oleh para siswa. Awan-awan tersebut kemudian akan mereka bawa pulang dan simpan di rumah sebagai pengingat bahwa pada hari itu mereka telah membangun sebuah mimpi untuk masa depan.... yaitu sebuah cita-cita yang akan mereka ingat sepanjang hayat mereka. Awan-awan tersebut juga diharapkan dapat mengingatkan mereka untuk terus belajar menggapai cita-cita yang telah mereka tuliskan. Tak lupa kami juga mengabadikan momen hari itu dengan berfoto bersama di lapangan. Teriknya matahari tak menyurutkan semangat siswa untuk menuangkan rasa bahagia mereka dengan teriakan dan jeritan yel-yel seraya berfoto. Ah... rindu rasanya saya ingin kembali ke sekolah itu, atau sekolah lain yang perlu saya tularkan semangat dan motivasi yang sama. Dengan begitu, saya berharap mereka dapat membangun mimpi mereka sedini mungkin.

Para siswa berbaris di lapangan untuk foto bersama sebelum pulang ke rumah masing-masing


Barisan siswa, guru dan relawan KI yang siap melakukan foto bersama (Photo credit: Jafar Fakhry)


Foto bersama dengan para guru (Photo credit: Jafar Fakhry)


Foto bersama dengan beberapa siswa (Photo credit: Jafar Fakhry)


Wajah-wajah bahagia para relawan KI setelah kegiatan selesai

Hmm... Saya sungguh bersyukur, setelah gagal saat melamar menjadi relawan inspirator Kelas Inspirasi yang pertama kali tahun 2015 lalu, tahun ini alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk mengajar di sebuah SD marginal di Jakarta. Sungguh pengalaman yang luar biasa! Di samping itu, saya juga memperoleh keluarga baru. Saya mengakui bahwa untuk menjadi relawan KI sama sekali tidak mudah. Ketulusan hati para relawan tercermin saat mempersiapkan segala sesuatunya selama 2 minggu, mulai dari briefing pertama dengan seluruh relawan di SCBD Jakarta, virtual meeting rutin di grup whatsapp, survei lapangan, kopi darat sekaligus temu diskusi hingga pertemuan-pertemuan informal lain yang dilakukan bersama.

Terima kasih kepada teman-teman tim relawan JKT 48 Kelas Inspirasi Jakarta 5, baik tim fasilitator, inspirator hingga dokumentasi yang tak jemu membangun kebersamaan hingga detik ini. Semoga Tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk terus menularkan inspirasi kepada siswa SD di seluruh belahan bumi pertiwi! Sampai jumpa di Kelas Inspirasi berikutnya! 


Cuplikan video 1 Kelas Inspirasi 5 JKT 48 yang spesial dibuat oleh tim dokumentasi

Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...