Wednesday, December 26, 2012

ENAM JURUS MENULIS CERPEN

Siapa di antara teman-teman pembaca yang suka membaca cerpen? Atau yang bahkan suka menulis cerpen? Bagaimana sih cara menulis cerpen itu? Apakah cerpen sama dengan novel? 

Saya kebetulan punya tips menulis cerpen yang saya ulas dari tulisan Mbak Naning Pranoto, salah satu penulis Kumpulan Cerpen "Sebilah Pisau dari Tokyo". Berikut ulasannya.

Apa sih cerpen itu?
Cerpen atau cerita pendek merupakan cerita yang ditulis pendek, umumnya ditulis 5.000-8.000 kata, namun tema dan persoalan yang ada di dalam cerpen dibahas hingga tuntas secara utuh. Awal cerita (opening) dari sebuah cerpen ditulis secara menarik dan eye-catching, kemudian ditutup dengan akhir cerita yang memberikan sebuah kejutan bagi pembacanya.

Lalu bagaimana tips menulis cerpen?

Menurut Mbak Naning Pranoto, ada 6 jurus dalam menulis sebuah cerpen.
  1. Buatlah dunia dan seluruh kejadian di dalamnya menjadi sumber inspirasi
  2. Bacalah karya-karya para pengarang terkemuka
  3. Petakan apa yang ingin kau tulis
  4. Buatlah setting cerita dan penokohannya
  5. Ciptakan konflik dan masalah
  6. Ciptakan cerita bak mendaki gunung
Buatlah dunia dan seluruh kejadian di dalamnya menjadi sebuah inspirasi
Menurut Mbak Naning, menulis cerpen adalah sebuah proses kreatifitas seseorang, dari tidak ada menjadi ada yaitu sebuah cerita. Kita mungkin setuju dengan pendapatnya tersebut. Oleh karena itu, segeralah menulis dan janganlah menunda-nunda. Seorang sastrawan terkemuka dari Amerika Serikat, 

Ernest Hemingway, pernah mengatakan, "Jika Anda mengalami kesulitan pada saat akan memulai menulis, buka jendela lebar-lebar, lihat keluar sejauh mungkin. Dunia dan semua isinya adalah sumber cerita dan setiap kejadian adalah sebuah keajaiban!". Jadi jangan katakan bahwa kita tidak segera menulis karena tidak ada inspirasi. Carilah inspirasi dari lingkungan sekitar teman-teman. Siapa tahu inspirasi menulis ternyata muncul dari dalam kisah kehidupan teman-teman sendiri.

Bacalah karya-karya para pengarang terkemuka
Pengarang sebuah cerpen adalah seseorang yang kreatif. Dia akan menampilkan berbagai kisah dan jalan cerita dengan gaya penulisan yang berbeda-beda pula. Kreatifitas tersebut tidak hanya tergantung dari sebuah inspirasi, melainkan juga dari daya imajinasi, kekayaan materi yang ditulis, wawasan akan berbagai pengetahuan, penguasaan tata bahasa dan kosa kata, serta kelihaian dalam mengolah kata maupun merangkainya menjadi kalimat-kalimat yang eye-catching. Tentu saja hal-hal tersebut dapat diperoleh salah satunya dengan membaca karya para pengarang atau penulis terkemuka. Seraplah bacaan tersebut agar dapat digunakan sebagai pembanding karya teman-teman nanti. Selain itu, menulis secara rutin dan disiplin ternyata sangat dianjurkan, serta berpikirlah bahwa menulis itu pekerjaan yang menyenangkan. Berambisi menghasilkan cerpen yang bermutu dan bagus juga ternyata dapat mendorong kita untuk selalu giat menulis.

Petakan apa yang ingin kau tulis
Memetakan materi yang akan kita tulis dalam sebuah cerpen ternyata juga penting, lho teman-teman! Susunlah tema cerita, judul, para pelaku atau tokoh cerita, serta setting atau tempat kejadian dari cerpen kita nanti. Plot atau jalan cerita juga penting untuk disusun. Selain membantu kita untuk berkreatif dan berimajinasi, memetakan materi cerita juga penting untuk mempersiapkan pengolahan kata yang akan digunakan dalam merangkai tiap kalimat di dalam cerita kita. Proses pemetaan ini juga dapat disebut sebagai mind mapping. Seperti contoh mind mapping membuat novel di bawah ini. 

Happiness Novel Mind Map
(http://soilnanowrimo.wordpress.com)

Buatlah setting cerita dan penokohannya
Sebuah cerpen yang menarik untuk dibaca adalah cerpen yang mampu menciptakan karakter tokoh yang kuat serta mampu memainkan emosi pembacanya. Di sisi lain, hal ini terkadang dapat menimbulkan pro dan kontra, bahkan opini-opini baru. Lantas, bagaimana menciptakan karakter tokoh seperti itu. Menurut Mbak Naning, hal yang harus digali adalah nama pelaku/tokoh, umur, pekerjaan, tempat tinggal, penampilan, perilaku, status (belum menikah/menikah), status sosial (kaya atau miskin), teman dan sahabatnya, lawan jenis impiannya, obsesi serta kebencian, dan sebagainya. Banyak yang bisa digali dari suatu karakter tokoh. Jangan lupa untuk membuat setting terkait dengan kehidupan si tokoh dan juga kejadian-kejadian di dalam cerita. Pelaku/tokoh bisa menjadi orang pertama, orang kedua, atau orang ketiga.

Ciptakan konflik dan masalah
Selain penokohan, hal yang membuat sebuah cerpen menarik pembacanya adalah jalan cerita yang disuguhkan. Seringkali pembaca menjadi benar-benar merasakan bahwa cerita yang dibacanya terjadi di dalam kenyataan.  Hal tersebut dapat terjadi dari adanya permasalahan atau konflik yang timbul di dalam plot cerita. Konflik dan permasalahan dapat mempengaruhi emosi pembaca. Oleh karena itu, buatlah cerpen yang eye-catching sehingga konflik dapat ditangkap. Mbak Nining memberika tipsnya, yakni dengan cara "melukiskan bukan menceritakan". Contohnya:
Sepasang alisnya yang tebal menyatu, membuat keningnya berkerut-kusut, dan matanya merah menyala memandang ke arah saya. Suaranya lirih serak menekan "Keluar!" giginya menggegat.
Menarik bukan?

Ciptakan cerita bak mendaki gunung
Konflik atau permasalahan dalam sebuah cerita dapat menjadi sebuah penentu (turning-point) untuk mencapai suatu titik yang dramatik. Hal ini dapat juga disebut sebagai klimaks atau puncak cerita. Klimaks disajikan sebelum menuju akhir cerita (ending). Dalam menuju akhir cerita, buatlah penuturan kata yang cenderung melandai atau anti klimaks, sehingga seperti seseorang yang tengah mendaki gunung.

***

Bagaimana tips-tipsnya? Sudah cukup bermanfaat? Semoga tips dari Mbak Naning Pranoto tadi bisa menambah wawasan teman-teman dalam menulis cerpen, sekaligus membantu teman-teman untuk tetap semangat membuat cerpen. Saya pun demikian. 

Enjoy writing!!

Sumber: Tips Singkat Enam Jurus Menulis Cerpen oleh Naning Pranoto dalam Creative Writing Workshop

Friday, November 30, 2012

KEJUTAN KECIL


Dag, dig, dug..

Alhamdulillahirobbil'alamin. Akhirnya kemarin sore surat cinta yang kutunggu datang juga. Sejak dikabari sahabat sekaligus teman seperjuanganku, Lulu, bahwa dia menerima surat dari ADS dan lolos seleksi, aku jadi deg-degan luar biasa. Saat itu, aku masih asyik merapikan draft laporan penelitianku di Bogor. Dia menelepon dan mengabari bahwa ayahnya di rumah menerima surat dari ADS. Spontan dia bbm, dan menanyakan keadaanku. Memang aku sudah tahu ADS akan mengirimkan hasil seleksi tahap I akhir November, tapi entah tanggal berapa. Aku yang penasaran akhirnya menelepon ayah ke rumah, tapi beliau bilang tidak ada surat masuk. Mungkin belum, pikirku. Untungnya, sore itu, aku sudah mau pulang ke Jakarta. Mudah-mudahan sesampainya di rumah, surat itu sudah ada.

Selama di bus dan kendaraan umum, aku tak henti-hentinya berdoa, bahkan sempat terharu membayangkan seandainya aku benar-benar bisa berangkat sekolah ke Aussie tahun depan. Aku terharu sampai sempat hampir meneteskan air mata. Hiks! 


Tapi semua kecemasan itu terjawab sudah. Saat sudah dekat rumah, ibuku mengabari via bbm bahwa ada surat dari Aussie, mungkin maksudnya dari ADS. Alhamdulillah. Aku lega karena surat itu sudah sampai dengan selamat. Tetapi aku belum tahu apa isinya. Apa sama dengan yang Lulu terima?

Jeng-jeng... Membukanya saja aku sudah deg-degan. Saat kubaca suratnya...
  "Congratulation...."
Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Engkau memberikan kejutan kecil di akhir November ini. Aku pun lolos seleksi tahap I dan menjadi salah satu dari 757 kandidat yang akan kembali berjuang di tes IELTS dan wawancara bulan Januari tahun depan. Aku hampir menangis melihat reaksi ibuku yang hanya terpaku menatapku tapi dengan senyum lembutnya aku percaya dia selalu mendoakanku.

Jadi tinggal selangkah lagi kah? Bulan Januari? Baik, insya Allah aku akan berusaha dengan semaksimal mungkin untuk meraih cita-citaku. Mulai belajar buku IELTS yang sempat setengah rusah karena kebanjiran dan juga lebih giat latihan speaking. Ya Allah, kumohon dekap aku dan mudahkanlah. Kabulkanlah keinginanku ini. Semoga kejutan kecil ini tak berakhir sampai di sini, semoga Engkau memberikan kejutan kecil berikutnya tahun depan... Amin ya robbal 'alamin. Iyoshhhh, ganbatte!!! :)

Saturday, June 9, 2012

RED VELVET, WANNA SOME?



Berani ngaku pecinta kuliner pastry semacam kue, roti, dan sejenisnya? Pasti tahu deh yang disebut Red Velvet Cake? Yup, kue yang booming di film "The Vow" ini sekarang ternyata jadi banyak incaran pemburu kuliner, termasuk saya. Tidak hanya penampilannya yang cantik, Red Velvet Cake juga dikatakan memiliki rasa yang menggoda. Hmm, saya pun jadi penasaran ingin mencicipinya.

Hari ini saya baru saja memutuskan untuk melangkahkan kaki berburu Red Velvet Cake yang katanya enak di seputar Jakarta. Sebelumnya, saya dan adik saya berusaha mencari tahu dengan browsing di internet. Ternyata banyak blog dan tulisan tentang review kue yang satu ini. Rekomendasinya pun beragam. Saya tilik satu-satu, ternyata ada satu tulisan yang memikat saya. Dari pemaparan penulisnya - bagaimana rasa dan penampilan Red Velvet Cake di toko kue yang dia beritahu itu, membuat saya tertarik untuk membelinya. Akhirnya saya dan adik saya memutuskan untuk menuju ke toko tersebut tadi siang.

Nama tokonya La Gourmet. Letaknya ada di Mall Grand Indonesia East Mall Lt. LG, dekat dengan Ranch Market. Sebenarnya tidak berbentuk toko tetapi seperti sebuah stand yang menjual beragam roti, kue, dan pastry lain. Pas kesana ternyata saya dikejutkan dengan penampilan si Red Velvet Cakenya (kalau disana dijual dengan nama "Rapsberry Velvet"). Warna kue yang bergradasi merah dan putih dari krim yang mengelilingi kue, di atasnya dihiasi dengan sebuah potongan stroberi pada tiap slice. Tampaknya memang enak. Saya pun membeli 1 slice kue yang dihargai Rp. 34.000/slice. Yang lebih murah pun juga ada tapi potongannya lebih kecil, harganya Rp. 28.000/slice.

Nah sekarang tinggal mencicipinya. Karena tidak disediakan makan di tempat, maka kami membungkusnya (take away) dan memakannya di rumah. Ketika diamati lagi, kuenya memang agak lembab. Saya cicipi ternyata enak. Tidak salah saya membelinya. Tekstur kue sponge yang dilapisi oleh krim keju di tiap lapisannya sungguh menggoyangkan lidah saya. Rasanya yang manis dan sedikit asam dari buah rapsberry juga legitnya krim keju yang melapisi kue membuat sensasi rasa yang menarik. Wah sungguh enak.

Pokoknya kue ini jadi rekomendasi saya. Satu slice dimakan sendiri sudah cukup memuaskan, apalagi kuenya tidak terlalu bikin eneg. Pas di lidah... 

Oh ya satu lagi. Ternyata di La Gourmet tidak hanya dijual Rapsberry (Red) Velvet Cake saja, ada juga jenis velvet lain yang saya pun baru pertama kali tahu, yaitu "Pistacchio Velvet" yang bewarna hijau, dan "Caramel Velvet" yang sepertinya patut dicoba juga. Oke semoga review ini bisa ngebantu kamu hunting Kue Red Velvet di Jakarta. So, give it a try! :)

Sunday, May 13, 2012

CUEK BEBEK

Kubuka saku celana
Terdengar ponsel berdering memekakkan telinga
Pesan yang kutunggu-tunggu akhirnya datang juga
Senyum kecil membekas tiba-tiba

Kupandangi layar depan seketika
Satu pesan terlihat di depan mata
Aku kaget, satu kalimat terbaca
"Alhamdulillah, baik"
Ha, hanya itu saja?

Kuberpikir panjang setelahnya
Tak adakah kau tanyakan kabarku?
Tak inginkah kau tahu sedang apa aku saat ini?
Menyesal aku dibuatnya
Kumatikan saja ponselku
Berharap tak ada lagi inginku menghubungi

...........................

Sampai rumah kuberpikir lagi
Apa memang kau tidak peduli?
Apa memang kau tak mengasihi?

...........................

Aku berpikir lagi
Lagi, lagi, dan lagi

...........................

Sudah cukup aku peduli!
Kalau kamunya cuek bebek!
Sudah puas aku kasihi!
Kalau kamunya cuek bebek!
Ah tak lagi aku sms-i
Toh kamunya pun cuek bebek!!

Thursday, April 19, 2012

Patah Satu Tumbuh Seribu

Dilihat dari judul tulisan ini "Patah Satu Tumbuh Seribu" menggambarkan bahwa jika kita gagal pasti ada kesempatan lain di luar sana. Rasanya luar biasa sedih waktu kita menghadapi kenyataan bahwa kita gagal sebelum berperang. Padahal mungkin baru mencoba mengisi amunisi senjata untuk melawan musuh, ternyata amunisinya salah atau senjatanya tidak cukup mampu menghadapi perang yang ternyata sangat sulit.

Persoalannya terkadang kita menyesal kenapa tidak jauh hari mempersiapkan segala keperluan perang yang kita tahu akan berat. Tapi ya sudah mungkin memang kita tidak mampu menghadapi perang tersebut.

Adakalanya dalam kehidupan nyata kita seringkali menemukan hal seperti ini. Saya baru saja mengalaminya. Di kala sedang semangat mempersiapkan aplikasi beasiswa S2 Research Monbukagakusho ke Jepang, justru nilai TOEFL saya anjlok. Sebenarnya saya sudah prediksi, mungkin saya belum mampu menghasilkan nilai melebihi 550, atau maksimal 550 pas. Tapi saya punya tekad kuat untuk terus mencoba meskipun saya tahu persiapan saya menghadapi tes TOEFL kemarin masih kurang. 

Awal mengetahui ada pembukaan lamaran beasiswa Kedutaan Besar Jepang atau yang sering disebut Monbukagakusho (Monbusho) dari teman saya, saya langsung tertarik dan bersemangat. Sudah bertahun-tahun saya menunggu kesempatan setahun sekali ini muncul di depan saya. Ketika kesempatan itu datang, saya bertekad akan mempersiapkannya dengan matang. Namun di setiap awal usaha pasti ada saja kendalanya. Setelah lihat pengumumannya di website, saya sempat kaget ternyata kesempatan saya hanya 1 bulan untuk mempersiapkan diri. Bahkan mungkin hanya kurang dari 1 bulan. Padahal saya tahu saya belum tes TOEFL. Saya hanya mengikuti prediction test bulan lalu, dan hasilnya tidak dapat digunakan untuk melamar. Dengan demikian, tentu saja saya harus mendaftar untuk ujian TOEFL ITP. 

Tantangan lainnya justru lebih sulit dari yang saya bayangkan. Nilai TOEFL ITP yang dimintakan harus minimal 550. Tentu saja ini sangat sulit.... sulit sekali. Kadang saya berpikir mampukah saya bisa menembus nilai itu, padahal hasil prediction test kemarin saja baru mencapai 530. Ah..... sungguh tantangan luar biasa. Di samping itu saya hampir tidak kebagian kuota tes untuk jadwal yang saya inginkan. Benar-benar cobaan berat di awal. Tapi bukan saya kalau gugur begitu saja. Saya tetap mengoptimalkan waktu memanfaatkannya untuk belajar dan latihan. Saya sampai rela sehari bolos kerja untuk belajar. Tapi memang usaha saya jelas sekali belum maksimal. Seharusnya dari 3 bulan yang lalu saya sudah rajin latihan tapi justru hanya seminggu. Dan seringkali saya tidak sempat belajar sepulang kantor karena terlalu lelah.

Ketika menghadapi tes, cobaan lain datang. Pertanyaan yang disodorkan menurut saya sulit sekali. Selama beberapa kali saya pernah mengikuti tes TOEFL, tidak pernah sesulit ini. Mulai dari listening, structure, sampai reading semuanya sulit. Ahhhh...... di sela-sela ujian saya saja hampir tidak yakin bisa lolos ke angka 550, bahkan mungkin bisa nembus angka 500 saja sudah alhamdulillah. Selesai ujian, saya hanya bisa pasrah dan berharap semua bayangan-bayangan tadi tidak terjadi.

Seminggu menunggu hasil rasanya seperti setahun. Lama sekali.... Saya belum berani mempersiapkan hal lain seperti foto 4,5 cm x 3,5 cm, karena saya harus menunggu hasilnya dulu. Padahal kalaupun lolos, saya harus cepat mempersiapkannya, karena jarak waktu dari keluarnya hasil sampai batas waktu pengumpulan berkas sangat singkat, hanya seminggu. 

Kemarin hari penantian itu tiba. Ternyata Tuhan belum meridhoi usahaku untuk bisa belajar di Jepang melalui beasiswa itu. Gugur sudah usahaku untuk melamar. Sedih rasanya. Tapi saya sudah berusaha tegar dan pasrah. Sebenarnya saya sudah kurang yakin dengan hasilnya. Sesaat sebelum mengambil hasil, saya sempat beberapa kali mencari tahu universitas di Jepang yang memiliki program kuliah Kesehatan Masyarakat. Tetapi dari hasil penelusuran, saya tidak berhasil menemukan. Saya agak tidak puas, kenapa lebih banyak aplikasi ilmu kesehatan komunitas di Jepang bergerak di bidang klinis. Saya sudah takut saja apa saya bisa mengambil jurusan tersebut di sana. 

Sekarang perasaan saya sudah lega. Penantian itu sudah berakhir. Mungkin Tuhan tahu, tidak mungkin bagi saya untuk mempersiapkannya hanya dalam waktu sebulan. Meskipun saya sedih sekali, saya gagal bisa mewujudkan impian belajar di Jepang. Sebenarnya masih ada kesempatan saya untuk mencoba jalur lain dan beasiswa lain. Tapi semoga Tuhan memberikan jalan terbaik buat saya apapun itu. Amin ya rabbal 'alamin.

* Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mendo'akan dan memberikan semangat! Perjuangan yang saya tempuh belum selesai. Masih ada semangat lain untuk mencoba yang lain.

Sunday, April 8, 2012

BASIC PANCAKE

Dear you,

Kamu penyuka pancake? Sering makan pancake di restoran tapi nggak tahu gimana cara membuatnya? Sekarang kamu akan tahu bagaimana cara memasak Pancake seperti yang sering kamu nikmati di restoran. Aku akan berbagi resepnya untuk kalian. Siapkan bahan-bahan dan perhatikan step-stepnya ya. Yang pasti mudah dan kamu bisa membuatnya sendiri di rumah.

Bahan utama:
  1. Tepung terigu 150 gr
  2. Gula halus 60 gr
  3. Susu bubuk 50 gr
  4. Baking powder 10 gr
  5. Telur 2 butir
  6. Susu cair 150 cc
  7. Margarin 50 gr, lelehkan
Bahan pelengkap:
  1. Coklat meises
  2. Coklat spread/coklat oles/selai coklat
  3. Es krim (rasa dapat disesuaikan dengan selera)
Cara membuat:
  1. Siapkan bahan-bahan utama dan wadah. Campur jadi satu tepung terigu, gula halus, susu bubuk dan baking powder. Aduk rata hingga semua bahan kering tersebut tercampur.
  2. Masukkan telur satu persatu, kemudian tambahkan susu cair sedikit demi sedikit sambil diaduk. Aduk hingga rata.
  3. Jika sudah rata, kocok dengan mikser. Kocok dengan kecepatan sedang selama 3 menit sampai adonan terlihat tidak menggumpal. Jika kamu memilih mengocoknya secara manual, lakukan hingga bahan-bahan tadi benar-benar tercampur dan adonan tidak menggumpal.
  4. Terakhir masukkan margarin yang telah dilelehkan sedikit demi sedikit. Kocok/aduk saja sampai rata, tidak perlu sampai terlalu lama.
  5. Jika adonan sudah siap, diamkan sebentar. Tunggu antara 3-5 menit, baru adonan dimasak.
  6. Setelah didiamkan sebentar, masak di atas wajan anti lengket dengan api kecil. Biasanya wajan anti lengket bersifat cepat panas, jadi gunakan api yang kecil, agar adonan tidak cepat gosong.
  7. Gunakan sendok sayur. Ambil adonan sebanyak 1 sendok sayur. Tuangkan perlahan di atas wajan. Jangan diaduk, biarkan seluruh adonan di sendok sayur tersebut jatuh sendiri ke atas wajan. 
  8. Diamkan dan tutup wajan agar panas di dalam wajan dapat merata. Jika sudah muncul buih dari permukaan pancake, balik pancake. Matangkan sisi sebaliknya. Jika permukaan di kedua sisi sudah matang, angkat pancake.
  9. Taruh pancake yang sudah matang tadi di atas piring saji. Sajikan pancake dengan topping es krim, coklat meises dan olesan selai coklat sesuai selera. 
  10. Jika punya bahan-bahan lain, seperti kacang mede atau kacang almond panggang, selai lain selain coklat (stroberi, bluberry, nanas), madu, atau parutan keju, bisa ditambahkan.
Bagaimana? Tidak susah kan membuatnya? Kalian bisa berkreasi membuat pancake favorit kalian, tidak kalah dengan buatan restoran. Selamat mencoba! :)

Tips:
Kadang kita kesulitan menakar bahan, apalagi jika kita tidak punya timbangan bahan. Tetapi kita bisa menakarnya dengan ukuran sendok. Berikut panduan dalam mengkonversi volume dan berat bahan dalam resep (Sumber: Sukamasak.com)

UKURAN VOLUME BAHAN

1 sdt (sendok teh) = 5ml = 5cc
1 liter = 1000ml = 1000cc
1 sdm (sendok makan) = 15ml = 15cc
1 dl = 100ml = 100cc
1 gelas (cup) = 250ml = 250 cc
1ml = 1 cc

UKURAN BERAT BAHAN


1 sdm, sama dengan: 

Tepung terigu = 10 gr
Gula pasir = 20 gr
Gula merah padat = 15 gr
Brown sugar padatkan = 10 gr
Gula bubuk = 10 gr
Mentega = 15 gr
Margarin = 15 gr
Coklat bubuk = 5 gr

1 cup, sama dengan:
Tepung terigu = 140 gr
Gula pasir = 225 gr
Gula merah padat = 200 gr
Brown sugar padatkan = 170 gr
Gula bubuk = 110 gr
Mentega = 225 gr
Margarin = 225 gr
Coklat bubuk = 80 gr

Saturday, November 19, 2011

Kuliner Ikan Sederhana Nan Menggugah Selera

Buat blogger yang senang travelling atau berplesir, sedang dinas atau kerja di luar kota, dan tentu saja pecinta ikan, wajib menengok beberapa tempat makan berikut ini. Lokasinya memang jauh dari Jakarta, alias butuh ongkos dan biaya perjalanan untuk mencapainya. Namun, nikmat yang kita dapat saat menyantap sungguh terbayarkan. Berikut ini adalah beberapa lokasi tempat makan yang menjual makanan berbahan dasar ikan yang menjadi menu favorit saya dan menurut saya patut dicoba!

Warung Mak Beng (lokasi : Pantai Sanur, Bali)

Terpampang papan Warung Mak Beng 

Kalau kamu lagi singgah di Bali dan mengunjungi Pantai Sanur, kamu wajib datang ke warung makan ini, namanya Warung Mak Beng. Lokasinya tidak jauh dari Hotel Sanur Paradise. Warung makan ini ternyata sudah terkenal, dan banyak pengunjung Pantai Sanur yang makan di tempat ini. Tak heran, waktu saya dan dua teman saya berkunjung ke sana, warung makan ini penuh dengan pengunjung yang tak sabar ingin mencicipi paket ikan goreng dan sup ikannya yang lezat. Sayangnya tempat makan ini tidak terlalu luas. Kami pun sampai harus berebut tempat duduk dengan pengunjung lain.
     
Warung makan ini memang khusus menjual masakan ikan laut yang sepintas mirip ikan gindara (saya lupa nama ikannya). Menu spesial dan jadi favorit di warung makan ini adalah paket ikan goreng dan sup ikan yang terdiri dari 1/2 ikan digoreng dan 1/2 ikannya lagi dimasak sup. Rasanya maknyus sekali. Jika kamu pecinta ikan dan masakan pedas, tempat ini bakal jadi favoritmu, karena memang sup ikannya disajikan kaya rempah dan rasanya pedas. Selain itu, supnya terasa segar karena di dalam kuahnya terdapat beberapa potongan timun dan diperasi dengan jeruk nipis. Sementara ikan gorengnya disantap dengan sambal terasi yang mantap dan terkenal dengan sebutan sambal Mak Beng. Sambalnya juga pedas lho. Wah makanan ini benar-benar cocok disantap saat kita lelah bermain dan berjalan-jalan di sekitar Pantai Sanur. 

Seporsi sup ikan dan ikan goreng plus nasi dan teh manis

Pokoknya jika sedang berkunjung ke Pantai Sanur, sempatkan untuk makan di Warung Mak Beng. Tapi harus siap-siap antri ya, karena memang banyak orang yang juga datang karena penasaran ingin mencicipi rasanya. Sayang saya lupa berapa harga seporsi nasi plus ikan goreng dan sup ikannya. Yang pasti masih terjangkau.

Rumah Makan Raja Oci (lokasi : Jl. Sudirman, Manado)


Paket oci bakar siap disantap

Mungkin blogger pernah dengar masakan ikan tude? Ikan tude memang sering menjadi menu di restoran-restoran khas Manado. Tetapi apa yang spesial dari rumah makan satu ini? RM Raja Oci menyajikan masakan ikan bakar yang sederhana namun cita rasanya istimewa. Menu favorit di RM ini adalah paket oci bakar/goreng yang terdiri dari ikan oci/tude bakar/goreng plus nasi, sambal dabu-dabu, dan sayur tumis kangkung. Harganya pun hemat, tidak lebih dari Rp. 20 ribu. 

Ikan tude mirip dengan ikan kembung. Ikan yang disajikan di RM ini masih segar dan terasa nikmat sekali disantap dengan sambal dabu-dabu yang terdiri dari irisan cabe dan potongan tomat hijau. Favorit saya tentu saja ikan bakarnya, karena daging ikannya terasa lembut dan tidak keras. Jika ingin mencicipi menu lain, bisa mencoba perkedel nike. Nike adalah sejenis ikan air tawar yang ukurannya kecil dan mirip teri. Menurut beberapa orang Manado, ikan nike ini banyak mendiami danau Tondano dan sering dimasak menjadi perkedel atau digoreng kering. Rasanya pun maknyus dan cocok juga sebagai cemilan. 

Jika kamu berkunjung ke Kota Manado, tak ada salahnya mampir ke RM ini yang memang berlokasi di pusat kota. Meskipun masakan yang disajikan terbilang biasa, tapi kamu pasti ketagihan mau mampir ke sini lagi. :)

Bagaimana rekomendasi saya kali ini? Mudah-mudahan bisa jadi referensi tempat makan favoritmu saat berkunjung ke dua daerah tadi. Semoga ada kesempatan lain saya bisa berbagi pengalaman saya menikmati masakan khas Indonesia. Ja, itadakimasu! (baca : mari makan!).

Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...