Wednesday, June 7, 2017

Berguru di Negeri Kincir Angin




Assalamu'alaikum.

Dua bulan vakum dari aktivitas blogging karena mengurus segala persiapan studi ke Belanda ternyata benar-benar membuat saya rindu setengah mati sama blog ini. Rasanya kok seperti ada yang hilang ya. Tekad saya untuk tetap menulis selama di sana pun pada kenyataannya kandas karena alasan kesibukan. Tiga minggu di Amsterdam memang terasa begitu melelahkan bagi saya. Tapi alhamdulillah-nya, rasanya semua terlewati begitu cepat. Kalau kata orang, itu tandanya saya bisa beradaptasi. Nggak tahu juga, mungkin ada benarnya, meskipun saya mengalami lagi yang namanya cultural shock

Selama di Belanda, saya mengikuti short course mengenai Sexual and Reproductive Health Rights Policy, Governance and Financing di sebuah perguruan tinggi di Amsterdam bernama Koninklijk Instituut voor de Tropen (KIT), atau sering disebut dengan Royal Tropical Institute. KIT mungkin memang bukan salah satu perguruan tinggi yang memiliki rangking 50 besar dunia, tapi setelah saya googling, ternyata universitas ini memiliki reputasi yang mumpuni di dunia kesehatan internasional, terutama dalam bidang health system and development. KIT juga ternyata memiliki sejarah kerjasama yang cukup panjang dengan World Health Organisation (WHO) dalam berbagai proyek mengenai health system. KIT bahkan menjadi WHO Strategic Centre of Expertise untuk beberapa isu kesehatan, termasuk HIV dan AIDS, serta menjadi WHO Collaborating Centre for Research, Training and Development untuk bidang Human Resources of Health. 



Saya, saat baru pulang sekolah :)

Gedung KIT tampak dari depan

Suasana di dalam hall utama KIT yang sangat bergaya Eropa klasik


Teman-teman sekelas saya di program SRHR policy

Hari-hari saya saat menyelesaikan tugas akhir, ditemani secangkir kopi espresso

Ngomong-ngomong soal program studi, saya mengambil studi tentang kebijakan kesehatan karena tanpa diduga program studi yang saya apply di awal, yaitu Sexual and Reproductive Health Rights: Organising Effective Response tidak jadi dibuka. Qadarullah, semua mungkin sudah atas ijin Allah. Kurang lebih tiga bulan sebelum keberangkatan, pihak universitas tiba-tiba meng-email saya tentang perihal pembatalan tersebut. Rasa kecewa tentunya ada, tapi setelah pertimbangan yang cukup panjang, pada akhirnya saya menerima tawaran mereka untuk mengikuti program lain yang akan dilaksanakan di waktu yang sama. Alhamdulillah, pihak Stuned pun setuju dan tidak mempermasalahkan. Jujur saja, kebijakan kesehatan selama ini adalah topik yang tidak terlalu saya minati. Namun, yang membuat saya tertarik tak lain karena adanya mata kuliah mengenai analisis kebijakan dan penyusunan policy brief, yang saya yakini akan sangat berguna ketika saya kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai seorang peneliti.



Menariknya belajar di KIT adalah metode pembelajarannya yang menurut saya inovatif. Perkuliahan tidak hanya diisi oleh pembelajaran tatap muka antara dosen dengan mahasiswa, tetapi juga melalui metode lain seperti group quiz, debat, tutorial, role playing (atau bermain peran) dan journal club. Mau nggak mau, saya mesti mempersiapkan diri sebelum masuk ke kelas dan diusahakan sudah membaca terlebih dahulu materi-materi yang akan dibahas di dalam setiap sesi, khususnya saat sesi debat atau journal club. Tugas akhir yang diberikan pun adalah membuat policy brief yang sesuai dengan topik kesehatan reproduksi dan seksual. Dalam tugas ini, saya dan kawan-kawan tidak hanya diminta menyelesaikan policy brief kami masing-masing, tetapi juga harus memberikan feedback satu sama lain yang ternyata berguna sekali dalam proses penyempurnaan policy brief kami

Albert Cuyp market - open market di Amsterdam favorit saya yang hanya tutup pada hari Sabtu

Salah satu open market di kota Haarlem

Gluten-free stroopwafels yang saya temukan di pasar kaget di Haarlem

Salah satu toko yang menjual segala jenis produk gluten-free

Produk-produk bebas gluten yang dijual, mulai dari roti, tepung, biskuit, dll

Hidup di negeri orang memang selalu memiliki tantangan tersendiri. Meskipun hanya tinggal sebentar, saya juga perlu berdaptasi selama di Belanda - mulai dari mengenal bahasa dan kebiasaan warga lokal, menyesuaikan waktu tidur dan ibadah shalat, hingga mencari makanan yang ramah untuk orang Muslim seperti saya. Kendala bahasa saat berbelanja ke supermarket serta bersepeda layaknya warga lokal adalah dua contoh kesulitan yang sempat saya alami ketika baru tiba pertama kali di Amsterdam. Maklum, bahasa Belanda yang saya tahu hanya sebatas ucapan terima kasih, selamat pagi dan sampai jumpa, hehe. 😄. Di supermarket, misalnya, hampir seluruh produk makanan dan minuman dijual dalam bahasa lokal. Dengan berbekal kamus yang ada di ponsel, saya berusaha mengartikan kandungan bahan yang ada di dalam setiap produk agar tidak salah tafsir. Sebenarnya sebagian besar warga Belanda juga bisa berbahasa Inggris, namun tetap saja, ada hal-hal lucu dan sedikit 'menjengkelkan' yang terjadi karena kendala bahasa, seperti saat saya salah membeli hati ayam karena mengira sosis ayam, salah memilih kasir karena tak bisa membaca petunjuk bahwa kasir tersebut tidak menerima pembayaran cash, hingga gagal berbelanja di sebuah halal butcher yang penjualnya ternyata berkebangsaan Turki tapi sama sekali tak bisa berbahasa Inggris.😊😄.

Meski begitu, hal membahagiakan yang saya rasakan ketika tinggal di Belanda salah satunya adalah kemudahan menemukan produk makanan bebas gluten baik di supermarket maupun restoran di Amsterdam dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan di Indonesia. Meskipun saya harus melihat dari segi kehalalannya juga, tapi paling tidak saya bisa dengan aman mengkonsumsi berbagai macam roti dan makanan manis khas Belanda yang sarat akan gluten, contohnya stroopwafels, poffertjes dan pancake. Sepertinya sudah menjadi kebiasaan sehari-hari warga Belanda untuk menikmati roti saat sarapan di pagi hari, baik menggunakan mentega dengan topping irisan keju, coklat meises (sprinkles), sirup ataupun selai. Menariknya, saya jadi bisa dengan mudah menemukan roti bebas gluten di kota ini, serta membeli berbagai bahan makanan seperti pasta dan tepung gluten-free di toko khusus yang menjual produk-produk tersebut. 

Rijksmuseum yang merupakan salah satu museum terbesar di kota Amsterdam

Amsterdal Centraal station, stasiun tersibuk di kota Amsterdam

Salah satu sudut pemukiman warga di kota Haarlem

Ciri khas bangunan rumah di kota Amsterdam, termasuk rumah terapung (houseboat)

Bangunan-bangunan yang didirikan di atas kanal di kawasan Damrak, layaknya bangunan di kota Venice
Weekend atau akhir pekan tentunya adalah saat yang ditunggu-tunggu untuk refreshing sambil melakukan plesiran ke kota-kota di sekitar Amsterdam. Meskipun tidak jadi mampir ke Lisse dan mengunjungi taman tulip di Keukenhof karena musim bunga yang sudah habis, alhamdulillah saya masih bisa berplesir ke beberapa kota di sekitar Amsterdam, seperti Haarlem, Volendam dan Zaandam. Kalau dihitung-hitung, Belanda sebenarnya memiliki banyak tempat wisata yang menarik. Kota Zaandam saja misalnya, memiliki sebuah desa kincir angin bernama Zaanse Schans, yang sekaligus menjadi tempat produksi coklat. Perjalanan menuju ketiga kota tersebut pun dapat ditempuh menggunakan bus atau pun kereta antar kota (intercity) dengan jarak tempuh tak kurang dari 1,5 jam. Bagi saya, mengelilingi Belanda dan berkunjung ke wilayah perdesaannya sudah sangat menyenangkan.

Kota Amsterdam sendiri sebenarnya juga menawarkan kegiatan wisata yang tak kalah menarik. Tercatat ada lebih dari 90 museum di kota Amsterdam. Beberapa di antaranya merupakan museum yang sudah mendunia, seperti museum Van Gogh, Anne Frank House, Rijks museum dan Royal Palace. Selain itu, Amsterdam memiliki kanal sepanjang lebih dari 100 km yang menjadikan kota ini dikenal dengan sebutan Venice of the North. Menyusuri kanal di Amsterdam menjadi salah satu kegiatan wisata yang wajib, lho! Untuk urusan belanja, Amsterdam juga memiliki sejumlah open market yang menjual berbagai macam barang kebutuhan, mulai dari sayur dan buah-buahan segar, boga bahari, pakaian, sepatu, barang kebutuhan rumah tangga hingga barang antik, dengan harga yang relatif terjangkau. Buah tangan atau souvenir khas Belanda juga bisa ditemukan dengan mudah. Open market ini layaknya pasar kaget di Indonesia, yang buka pada hari-hari tertentu. Pasar ini tentu bisa jadi pilihan bagi para shopaholic. 

Pemandangan kota Haarlem di sepanjang kanal

Wisata di sekitar Edam, Volendam dan Marken yang dapat dijangkau menggunakan bus dengan tiket harian

Suasana pedesaan di kota Broek in Waterland yang sangat asri dan menenangkan

Pemukiman warga di daerah pedesaan di kota Broek in Waterland

Kota nelayan yang sangat sibuk di Volendam

Suasana di kota Marken, terletak di pulau kecil yang berada di tenggara kota Volendam

Beberapa kincir angin yang terdapat di desa Zaanse Schans

***

Itu tadi sebagian cerita mengenai pengalaman saya saat berguru di negeri kincir angin, Belanda. Saya sekarang paham bahwa pengaruh kolonialisme Belanda terhadap Indonesia sungguh besar. Begitu pula sebaliknya, Indonesia juga memberikan banyak pengaruh pada sebagian budaya dan tradisi di negeri van oranje ini. Terbukti dari sejumlah makanan khas Indonesia yang telah menjadi makanan sehari-hari warga Belanda, bahkan sebagian dianggap makanan mewah karena harganya yang selangit. Namun demikian, saya akui Belanda memang negara yang nyaman untuk ditinggali. Tak heran kalau banyak sekali warga Indonesia yang menetap di sana.

Jadi, apakah kamu juga tertarik kuliah di Belanda? Ayo raih kesempatanmu untuk bisa meraih pendidikan di negeri oranye. Tak usah khawatir dengan biaya pendidikan karena kini sudah banyak beasiswa pendidikan ke Belanda yang disediakan bagi mahasiswa Indonesia, salah satunya beasiswa Stuned. Semoga cerita saya bisa menginspirasi teman-teman pembaca semua. Sampai jumpa di artikel saya berikutnya!


Wednesday, April 12, 2017

Keeping You Beautiful with Derma Angel: A Review



Assalamu'alaikum.

Punya masalah dengan jerawat? Jerawat pastinya sudah sering menjadi 'musuh' bagi banyak kaum hawa. Kehadirannya nggak cuma membuat penampilan jadi terlihat kurang maksimal, tapi kadang juga membuat perempuan jadi nggak PD alias confident. Nah, kalau saat ini jerawat tiba-tiba muncul di wajah kamu, tenang ya! Kini telah hadir solusi yang akan menjawab kegelisahan kamu.

'DERMA ANGEL ACNE PATCH'


Buat kamu yang belum tahu tentang produk ini, saya akan coba mengulasnya. Meskipun saya bukan seorang beauty blogger, tapi ternyata produk ini amat sangat membantu saya lho! Kulit wajah saya sering dihinggapi jerawat kecil dan bernanah, khususnya di bagian hidung dan dagu. Biasanya, saya biarkan jerawat tersebut sembuh sendiri. Saya sendiri sering takut jerawat akan menjadi terinfeksi. Namun kini saya bersyukur karena sudah menemukan produk perawatan jerawat yang tepat. Let's see how Derma Angel really works to me!

Apa sih Derma Angel itu, lalu apa saja fungsinya?
Derma Angel merupakan produk acne patch yang tipis dan transparan sehingga mampu menyembunyikan jerawat dan memudahkan kamu saat mengaplikasikan make up. Selain berfungsi menutupi jerawat agar terhindar dari bakteri dan paparan polusi, Derma Angel juga bersifat 'heal and hide' yang dapat menyembuhkan jerawat secara cepat. Kamu nggak perlu khawatir lagi dengan riasan wajah kamu karena acne patch dari Derma Angel ini mudah menyatu dengan warna kulit. Nggak heran 'kan kalau produk ini sangat praktis untuk digunakan sehari-hari. Kelebihan lain yang saya temukan dari Derma Angel adalah acne patch ini bersifat waterproof atau tahan air serta memiliki daya rekat yang cukup tinggi sehingga wajah serta jerawat kamu akan terus terjaga kebersihan dan higienitasnya. 

Apa saja varian Derma Angel?
Derma Angel memiliki 3 varian patch yang bisa menjadi pilihanmu untuk digunakan selama proses recovery jerawat, yakni untuk penggunaan pagi dan siang hari (day use), malam (night use) dan kombinasi (day and night). Untuk varian day dan night masing-masing berisi 12 patch berbentuk bulat kecil, sedangkan untuk varian yang mix berisi 12 patch khusus pagi dan siang serta 6 patch khusus malam di dalam satu kemasan. 





Bagaimana ya cara pakainya?
Cara menggunakan acne patch dari Derma Angel ini ternyata nggak sesulit yang saya bayangkan. Begini cara pakainya...
  1. Bersihkan wajah, terutama bagian yang berjerawat, lalu keringkan. Kamu juga bisa mengoleskan cairan toner pada jerawat dengan menggunakan cotton bud, lalu tunggu hingga kering. 
  2. Setelah dibersihkan, lepaskan patch dengan merobek bagian tepi yang bergerigi/bergaris. Lepaskan sebagian sisi patch yang menempelUsahakan hati-hati saat melepas agar patch tidak mudah tergulung.
  3. Tempelkan patch pada area wajah yang berjerawat, kemudian lepaskan sisi lapisan luar yang sebagian lagi.
  4. Tekan selama 3-5 detik sampai patch benar-benar menempel pada kulit.

Cara pakai si acne patch. Did you see the patch on my face? 😀


Lalu, bagaimana dengan hasilnya?

Setelah 2 hari memakai patch-nya Derma Angel, alhamdulillah jerawat saya hilang tak berbekas. Derma Angel terbukti membantu mempercepat penyembuhan jerawat.

Jerawat yang hilang setelah penggunaan selama 2 hari

Overall, Derma Angel produk yang recommended digunakan untuk siapapun yang memiliki masalah jerawat, terutama jerawat yang belum meradang. Oh ya, sebelum kamu menggunakan acne patch dari Derma Angel, penting untuk kamu ketahui beberapa informasi berikut ya!
  1. Jangan mengutak-atik patch setelah ditempel pada wajah kamu karena akan mengurangi daya rekatnya. 
  2. Jangan gunakan patch pada area jerawat yang terinfeksi atau luka. Jika sewaktu-waktu terjadi iritasi atau pembengkakan, segera hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter. 
  3. Jangan biarkan patch digunakan selama lebih dari 12 jam. Jika patch sudah berubah warna menjadi putih susu dan tidak lagi transparan, maka patch perlu segera diganti. 
  4. Simpan selalu patch bersama kemasannya di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung.
***

Jika kamu mau mencoba, produk ini sudah tersedia di sejumlah modern pharmacy seperti Watson, Guardian dan Century, serta e-commerce (Lazada dan Blibi.com) sehingga kamu nggak akan susah mendapatkannya. Harganya pun cukup terjangkau, yaitu Rp 36.000,- untuk masing-masing varian Day dan Night, serta Rp 51.000,- untuk varian kombinasi (Mix pack).

Kalau kamu masih penasaran, kamu juga bisa kunjungi sosial medianya di Facebook: DermaAngelIndonesia, dan Instagram: @AngelDerma_ID. Mudah 'kan?

Sekian ulasan saya tentang acne patch Derma Angel. Bagaimana? Apa Derma Angel juga bisa jadi solusi buat kamu? Well, saya tunggu cerita pengalamanmu di sini ya!

Be beautiful and confident with Derma Angel, then let's say... 
Goodbye Acne! 


This article is included in blog competition hosted by BP Network and Derma Angel. The article was written based on the experience and personal opinion.

Sunday, April 2, 2017

Kado Spesial Untukmu



The best thing about having a sister was that I always had a friend - Cali Rae Turner
***

Siapakah orang yang paling saya sayangi? Dialah adik perempuan saya satu-satunya, Puspita Anggasari. Perempuan yang akrab dipanggil Sari dilahirkan ke dunia 20 bulan setelah saya lahir. Dia adalah sosok yang sudah menemani hari-hari saya selama 29 tahun ini. Sepintas wajah kami mungkin seperti pinang dibelah dua, tapi kami berdua memiliki sifat dan karakter yang tak sama. Berbeda dengan saya yang cenderung serius, Sari termasuk perempuan yang santai, pandai bicara dan senang bersolek. 

Kini, Sari telah menjadi perempuan yang lebih dewasa dari sebelumnya. Berada jauh dari keluarga, telah membuat dia menjadi perempuan yang tangguh dan berani, apalagi saat dihadapkan pada situasi kehidupan yang sangat berbeda dengan ibukota. Tinggal di Papua Barat mungkin menjadi hal yang menantang bagi Sari, tapi alhamdulillah dia mampu bertahan dalam 2 tahun ini. Saya sungguh bangga padanya!


Dia mungkin pernah membuat saya marah dan kecewa, tapi dia juga yang akan selalu hadir memberi saya tawa

Suka, duka bahkan segala hal yang menyebalkan tentunya pernah kami alami bersama. Tak jarang kami berdua saling beradu mulut atau justru saling diam saat bertengkar mengenai hal-hal yang mungkin menurut sebagian orang sepele. Walau bagaimana pun, pada akhirnya kami akan tetap saling mencari dan mengabari. Dia tak pernah jemu mengirimkan pesan singkat manakala dia harus menjalani tugas dinas ke beberapa kabupaten di Papua Barat. Dia juga tak bosan mengajak saya dan orang tua untuk melakukan panggilan video saat akhir pekan tiba. Hingga terkadang Sari senang memberi kejutan dengan tiba-tiba  pulang ke rumah tanpa mengabari saya sekeluarga lebih dulu. Kami benar-benar dibuatnya kaget setengah mati. Ah, dia memang selalu memberi cerita hepi bagi rumah dan seisinya, dan karena alasan itu juga saya begitu menyayanginya *uhuk*  😀 


Dia memang tak pandai membereskan perabotan di rumah, tapi dia paling gemar membuat orang senang dengan kue-kue andalannya

Karena sifatnya yang santai, Sari terkadang lebih senang menikmati akhir pekan dengan melakukan aktivitas yang dia suka, salah satunya memasak. Dia pun lebih senang memasak kue dibandingkan memasak makanan yang lain. Jujur, kemampuannya dalam baking patut diacungi jempol, lho! Sebagai contoh adalah saat dia sukses membuat donat kentang super lembut yang saya sendiri harus berulang kali mencoba dan pada akhirnya gagal, he he he. Meski begitu, saya bersyukur karena sejak kecil kami berdua sama-sama sudah diajarkan oleh Mama bagaimana menjadi perempuan 'penakluk' dapur. Dengan kelebihan itu pun, saya dan Sari tak jarang berkolaborasi membuat sesuatu yang spesial untuk keluarga.

Donat kentang empuk buatan Sari

Dia ingin membangun sebuah toko kue, jadi mungkin kado ini bisa menjadi kado yang spesial baginya.

Kegemarannya membuat kue dan berbagai panganan yang terbuat dari pastri membuat Sari berkeinginan membuka sebuah bakery suatu saat nanti. Dia ingin sekali bisa sukses membuat kue seperti Anna Olson, pastry chef yang sering muncul di acara TV favorit kami berdua, Bake with Anna Olson. Dia pernah berucap pada saya tentang keinginannya tersebut, tapi mungkin cita-cita ini membutuhkan waktu untuk ditebusnya. Tak hanya karena posisinya sekarang yang harus mengemban tugas negara jauh di pelosok timur Indonesia, tapi dia harus memiliki modal yang cukup untuk mewujudkan mimpinya. 

Untuk itu, saya berharap Sari bisa segera mulai menekuni passion-nya tersebut dengan memberikannya sebuah kado spesial, yaitu stand mixer dari KitchenAid. Mikser ini sudah menjadi salah satu barang idamannya sejak pertama kali menonton acara TV Bake with Anna Olson. Mikser ini tergolong multifungsi karena mampu mengaduk berbagai adonan kue, roti bahkan pasta. Selain itu, mikser ini dibuat dari bahan metal dan stainless steel yang tentu saja terlihat kokoh dan stabil saat beroperasi. Hmm, pantas kan mikser ini jadi salah satu barang favorit baker di seluruh dunia, he he he. 😀

Nah, salah satu tempat belanja online terkemuka yang menjual produk ini adalah Elevenia. Eits, sudah tahu Elevenia belum? Elevenia merupakan e-commerce terdepan yang menjual berbagai produk berkualitas dan tentunya lengkap. Selain itu, Elevenia juga sering memberikan promo, dan asyiknya lagi, online shop ini memberikan banyak benefit atau keuntungan bagi setiap orang yang sudah terdaftar menjadi member Elevenia. Semakin sering berbelanja, maka semakin besar kemungkinan anggota Elevenia untuk memperoleh hadiah berupa gift voucher. Seru ya?! 

Pencarian produk melalui kolom pencarian

Cara berbelanja di Elevenia juga ternyata mudah. Kamu bisa melakukan pencarian produk yang diinginkan dengan menuliskan nama atau jenis produk di kolom pencarian. Kamu juga bisa mencari berdasarkan kategori produk yang terdapat di Elevenia, contohnya dengan mengklik http://www.elevenia.co.id/ctg-perlengkapan-rumah untuk memilih produk perlengkapan rumah tangga. Setelah menemukan pilihan produk yang cocok, selanjutnya kamu dapat melihat rincian harga, informasi produk, informasi penjual (seller) hingga ulasan (review) produk yang bisa membantu kamu dalam mengambil keputusan untuk membeli produk tersebut. Mudah bukan? 😀

Sumber: https://elevenia.co.id

Rincian harga dan informasi produk

Jadi, sudah tahu 'kan salah satu tempat belanja online favorit saya? Saya yakin Elevenia akan membantu saya mewujudkan impian orang yang saya sayangi untuk menjadi seorang baker yang handal dan insya Allah sukses. I love you, adek! 😍



Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Cerita Hepi Elevenia yang diselenggarakan oleh Elevenia.

Sunday, March 26, 2017

Tips: How to Blog Like A Pro



Adakah di antara kamu yang ingin jadi blogger terkenal? *Ayo, cung!

Siapa yang nggak mau jadi blogger terkenal sekelas Diana Rikasari, Stella Lee, atau Andra Alodita. Saya juga mau! Bagi saya, kamu nggak harus jadi artis selebgram atau rajin ngendorse dulu agar menjadi seorang blogger terkenal. Membuat tulisan yang banyak 'dicari' juga bisa jadi salah satu cara kamu agar blog kamu (dan kamu tentunya) lebih mudah dikenal sama orang lain. Jadi berbahagialah buat kamu yang suka banget nulis karena hal ini akan jadi stepping stone untuk menjadi seorang blogger terkenal. 

Eh tapi kali ini saya nggak mau ngebahas soal tips menjadi seorang blogger terkenal *karena saya juga bukan seorang blogger terkenal, hehe*, tapi saya akan membagikan tips mengenai cara agar blog menjadi lebih menarik oleh pembaca. Salah satunya adalah dengan membuat blog kamu naik level satu tingkat dengan membuat blogmu seperti sebuah blog yang profesional. Yes, everyone now can blog like a pro. Beberapa situs di internet bisa menjawab segala kebutuhanmu untuk membuat blogmu one step ahead. Tips saya berikut mungkin bisa membantu kamu agar bisa ngeblog seperti seorang pro. Yuk, disimak!


Mempercantik judul blogpost dengan Canva

Kalau yang suka main ke blog saya beberapa waktu terakhir, mungkin sering mendapati saya menggunakan gambar untuk tiap blogpost yang saya tulis. Atau kamu yang suka mencari inspirasi di Pinterest, pasti suka lihat gambar-gambar thumbnail blog yang bagus-bagus. Nah, saya mau kasih bocoran nih. Kamu tidak perlu menggunakan Adobe Photoshop ataupun software untuk desain yang lain. Kamu bisa membuat hal yang sama seperti yang saya buat cukup dengan menggunakan Canva. Canva termasuk salah satu situs favorit saya. Saya tidak hanya menggunakan Canva untuk membuat blogpost image, tetapi juga keperluan desain lainnya, seperti desain hamper, header dan sebagainya. Meskipun bukan murni free online website, tapi Canva masih memiliki fitur gratis yang bisa kamu manfaatkan. Kamu bisa bebas mendesain dengan ukuran yang kamu inginkan. Canva memberikan berbagai pilihan mulai dari ukuran gambar untuk social media hingga ukuran kertas umum seperti A4 atau kwarto (Q). Selain itu, kamu juga bisa berkreasi dengan memilih berbagai template gambar yang sudah disediakan oleh Canva di bagian layouts. Kamu pun tinggal mengganti jenis font yang kamu sukai serta mengganti gambar melalui fitur uploads. Mudah 'kan? Jika kamu tidak memiliki gambar yang bagus untuk dijadikan latar judul blogpost kamu, kamu bisa mengunduh secara gratis di situs free stock photos. Dua situs yang selalu saya gunakan antara lain Pexels dan Pixabay. Semua foto yang disediakan di kedua situs tersebut benar-benar free atau berlisensi CC0 (Creative Common Zero license). Artinya, kamu bebas menggunakannya baik untuk tujuan yang personal atau komersial tanpa harus menyebutkan sumbernya. Tertarik mencoba?   


Memilih ukuran desain gambar (http://canva.com/)

Fitur layouts untuk memudahkan mencari desain (http://canva.com/)


Menambahkan pop-up subscribe widget 

Supaya blog kamu terlihat lebih profesional, mulailah untuk menyingkirkan widget yang hanya berfungsi untuk tampilan estetika saja, misal jam, kalender, gambar flash dan lain sebagainya. Kamu sebaiknya mulai memikirkan untuk menggunakan widget yang lebih berguna, misalnya widget yang berfungsi sebagai navigasi pembaca dalam menemukan artikel blog yang mereka butuhkan. Buat kamu pengguna platform Blogger seperti saya, kamu bisa menggunakan beberapa widget, salah satunya subscribe form atau formulir berlangganan. Widget ini berfungsi untuk mengirimkan artikel blog kamu pembaca langsung ke email mereka. Namun, mereka harus memasukkan alamat email mereka terlebih dahulu di formulir berlangganan yang kamu sediakan. Kamu bisa menggunakan form statis yang biasanya muncul di bagian sidebar, atau kamu juga bisa mengaktifkan pop-up subscribe widget seperti yang saya gunakan dalam blog ini. Widget ini bagus banget buat meningkatkan pengunjung ke blog lho! Setiap kamu meng-update artikel blog, maka pemberitahuan akan masuk ke email pembaca dan tidak menutup kemungkinan mereka juga akan membuka email dan mampir ke blog kamu. Karena saya bukan seorang desainer grafis atau ahli IT, saya lebih senang membuat versi yang instan. Kamu cukup meng-instal formulir berlangganan dari beberapa situs seperti AddThis, MailChimp atau GetSiteControl. Kamu hanya perlu melakukan registrasi, kemudian kamu diarahkan untuk mendesain subscribe widget dari berbagai pilihan yang sudah disediakan oleh situs tersebut. Namun, sebelum itu jangan lupa untuk memastikan widget terinstal di blog kamu dengan memasukkan kode html ke bagian Blogger template.

Tampilan home pada situs GetSiteControl (http://getsitecontrol.com/)

Membuat subscribe widget (http://getsitecontrol.com/)

Cara mengaktifkan widget di blog (http://getsitecontrol.com/)


Memasukkan profil singkat penulis pada tiap artikel blog

Hal lain yang bisa membuatmu terlihat seperti seorang blogger profesional adalah dengan menambahkan profil singkat penulis di bawah postingan blog. Meskipun cara ini lebih cocok digunakan untuk blog yang ditulis oleh lebih dari satu penulis, namun buat kamu yang memiliki sebuah personal blog, nggak ada masalah kok untuk memasang fitur ini. Dalam profil tersebut, penulis biasanya menampilkan foto dan deskripsi singkat tentang dirinya, atau bisa juga deskripsi tentang blognya tersebut. Selain berisi deskripsi singkat profil penulis, fitur ini juga bisa digunakan untuk mencantumkan acknowledgement atau ucapan terima kasih kepada pembaca karena telah mampir dan membaca artikel blogmu. Tutorial berikut mungkin bisa membantumu membuat kolom profil penulis.


Menulis artikel blog yang SEO friendly


Kalau tiga tips di atas berhubungan dengan desain blog, maka tips saya kali ini lebih menitikberatkan pada konten. Mungkin banyak dari kamu yang tahu cara menulis secara lancar, namun saat ini kamu perlu tahu apakah artikel yang kamu tulis tersebut tergolong SEO friendly atau tidak. Istilah apa sih itu? SEO merupakan singkatan dari Search Engine Optimization, sedangkan yang dimaksud dengan SEO friendly adalah artikel yang 'bersahabat' dan berkualitas di mata mesin pencari, seperti Google, Yahoo, Bing dan masih banyak lagi. Nah, kalau artikel blog kamu masuk kategori artikel yang SEO friendly tandanya artikel kamu mudah menempati halaman pertama search engine berdasarkan kata kunci yang diketikkan ke mesin pencari. Atau lebih sederhananya, blog kamu akan lebih mudah dan cepart terindeks di mesin pencari. Jika kamu ingin artikel blogmu lebih SEO friendly, maka ada beberapa hal yang mesti kamu perhatikan, di antaranya menggunakan keywords yang banyak dicari, memperbaiki penulisan judul yang lebih menarik, menuliskan konten yang relevan, membuat link antar artikel yang saling berkaitan (internal linking) serta tips-tips lain. Berikut adalah beberapa blog dan situs yang menjelaskan secara detail tentang bagaimana cara menulis artikel yang SEO friendly. Monggo dicek.
1. Menulis Artikel yang SEO Friendly Terbukti Berhasil (http://www.caraspot.com/menulis-artikel-yang-seo-friendly-terbukti-berhasil.html)
3. 15 Cara Ampuh Menulis Artikel SEO Friendly yang Belum Anda Tahu (http://www.rohadiright.com/cara-menulis-artikel-seo-friendly)


Membeli domain 

Mungkin tips terakhir dari saya ini sedikit membutuhkan effort dari kamu. Memiliki domain sendiri (custom domain) kerap menjadi keinginan banyak blogger, apalagi buat mereka yang sudah melanglang buana cukup lama di dunia blogging. Tapi adakah di antara kamu yang justru bertanya seperti ini,
"Buat apa beli domain? Wong sudah ada yang gratis, tinggal pake..."
Hmm, iya sih gratis, tapi bagi kamu yang ingin serius ngeblog, tentunya memiliki domain sendiri akan membuatmu jadi terlihat lebih profesional. Selain itu, menggunakan custom domain memungkinkanmu untuk menerima berbagai tawaran kerjasama dengan pihak lain, baik itu berupa tawaran pemasangan iklan dari perusahaan advertising hingga tawaran menulis beberapa produk sponsor. Hal pertama yang tentu harus kamu lakukan adalah mendaftarkan nama domain barumu ke penyedia nama domain. Salah satu situs penyedia nama domain yang memiliki kualitas baik dan terpecaya adalah Rumahweb.com. Saya pun membeli domain untuk blog ini di situs tersebut. Meskipun kamu perlu membayar sejumlah uang untuk membeli domain yang telah disediakan, jumlah biaya yang ditawarkan berlaku untuk satu tahun. So, it's worth trying! Cek artikel blog berikut untuk tahu tentang cara mengganti domain lama kamu (blogspot.com) dengan domainmu sendiri, contohnya .com, .net atau .id.

Tampilan muka Rumahweb (http://www.rumahweb.com)

***

Bagaimana tips-tips di atas? Semoga bisa dipraktekkan ya, sehingga mudah-mudahan sebentar lagi kamu akan jadi seorang blogger profesional. Good luck! :)

Sunday, February 12, 2017

Mengintip Surga di Negeri Laskar Pelangi


Wherever my travels may lead, paradise is where I am - Voltaire
Assalamu'alaikum.

Kalau ingat film Laskar Pelangi, pasti yang pertama kali terbayang adalah pantai bebatuan yang ada di Pulau Belitung. Ada yang sudah pernah ke sana? Kalau belum, saya mau ajak kamu untuk mengintip beberapa hal yang menarik dan unik dari tanah kelahiran sang penulis sekaligus sutradara film Laskar Pelangi, Bang Andrea Hirata. 

Pada akhir Desember 2016 lalu, alhamdulillah saya sekeluarga mendapat kesempatan berlibur ke Pulau Belitung. Rencana ini sebenarnya sudah kami susun jauh-jauh hari karena sudah ditagih janji sama ibu saya agar bisa segera diajak ke sana. Akhirnya kami memilih pergi menjelang libur akhir tahun. Perjalanan udara dari Jakarta ke Kota Tanjung Pandan, Belitung ternyata hanya memakan waktu sekitar satu jam - hampir sama dengan waktu tempuh pesawat dari Jakarta ke Yogyakarta. Selain jaraknya yang nggak terlalu jauh dengan ibukota, Pulau Belitung - atau sering disebut Belitong dalam bahasa setempat - ternyata juga salah satu hidden paradise-nya Indonesia, lho!

Mau tahu apa saja surga yang tersembunyi di pulau ini? Berikut saya informasikan sedikit bocorannya ya! Percaya deh, setelah membaca ini kamu pasti jadi ingin cepat-cepat merencanakan liburan di Belitung juga, he he he. Semoga bisa terlaksana! 

Keindahan Pulau Belitung memang nggak usah diragukan lagi. Pulau Belitung menurut saya adalah salah satu pulau terindah di wilayah barat Indonesia. Pulau ini memiliki banyak pulau kecil yang eksotis dan nggak kalah dengan Pulau Bali, contohnya Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang, Pulau Pasir dan masih banyak lagi. Selain itu, pantai-pantai di Belitung juga memiliki pasir putih yang halus dan bersih, serta dipenuhi oleh batuan granit raksasa yang tersebar hampir di seluruh penjuru pulau. Batu-batuan inilah yang sampai sekarang menjadi daya tarik bagi sebagian besar wisatawan domestik maupun mancanegara, dan tentu saja menjadi salah satu keunikan yang belum tentu bisa kamu temukan di tempat lain.

Nah, beberapa pantai yang menjadi primadona wisata dari Pulau Belitung dan patut kamu kunjungi di antaranya Pantai Tanjung Kelayang, Pantai Tanjung Tinggi, Pantai Burung Mandi dan Pantai Tanjung Pendam. Salah satu aktifitas yang bisa kamu lakukan yaitu berkeliling dari satu ke pulau lainnya (island hopping) untuk menikmati beberapa pantai yang ada di perairan Belitung. Dengan menggunakan perahu boat, kamu akan diajak melewati luasnya samudera dan mengunjungi sejumlah pulau sambil menikmati pemandangan batuan granit besar yang muncul di permukaan air.

Selain itu, kamu juga bisa menikmati pemandangan bawah laut dengan melakukan aktifitas snorkeling. Kalau cuaca cerah, kamu akan sangat jelas melihat berbagai terumbu karang yang masih bagus dan baik kondisinya, serta menemukan puluhan ikan yang akan berenang menghampirimu. Nah, setelah puas ber-snorkeling ria, jangan lupa juga untuk bersantai melepas lelah di Pulau Batu Berlayar dan bermain bersama bintang laut, atau menghabiskan waktu dengan berfoto bersama batu-batu raksasa di Pantai Tanjung Tinggi - pantai fenomenal yang menjadi salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi.

Pantai Tanjung Tinggi, salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi

Pulau Burong, atau Pulau Burung, yang memiliki tumpukan granit raksasa menyerupai seekor burung.

Pemandangan menarik yang bisa kamu lihat salah satunya adalah sebuah pulau yang memiliki tumpukan batu granit menyerupai kepala burung. Pulau ini yang kemudian sering disebut dengan Pulau Burong (atau Pulau Burung) oleh penduduk setempat. Kegiatan seru lain yang nggak boleh ketinggalan adalah menikmati sensasi menaiki mercusuar di Pulau Lengkuas. Pulau Lengkuas telah menjadi destinasi wajib bagi siapa saja yang akan berkunjung ke Belitung. Di pulau ini, kamu akan menemukan sebuah bangunan mercusuar yang begitu kokoh berdiri di tengah-tengah pulau. Menara mercusuar setinggi kira-kira 70 meter ini memiliki 18 lantai. Wohoo...! Butuh kesabaran dan ekstra tenaga ya untuk bisa berhasil naik sampai ke puncak menara. Tapi, jangan khawatir, rasa lelah dari hasil menapaki tiap anak tangga insyaa Allah terbayarkan dengan pemandangan laut biru yang menakjubkan dari puncak mercusuar. Belum lagi perahu-perahu yang merapat di pesisir pantai turut menambah keindahan laut di sekitar Pulau Lengkuas. Cantik banget deh pokoknya!

Keindahan laut yang berwarna biru kehijauan di sekitar Pulau Lengkuas

Salah satu pemandangan indah Pulau Lengkuas - buah perjuangan mendaki puncak mercusuar

Selain terkenal akan pantainya, Belitung juga menghadirkan berbagai jenis wisata kuliner yang nggak kalah menarik. Salah satu daerah di Pulau Belitung bahkan dikenal sebagai surganya pecinta kopi. Kota Manggar, yang berada di Kabupaten Belitung Timur, merupakan kota yang dijuluki sebagai kota 1000 kedai kopi. Di kota ini, kamu bisa menemukan deretan warung kopi yang buka sejak pagi hingga malam, dipenuhi oleh para penikmat kopi hitam yang umumnya adalah kaum adam. Nah, kalau kamu nggak sempat singgah di kota Manggar, kamu masih bisa mencicipi segelas kopi o atau kopi susu di Kota Tanjung Pandan. Di ibukota Belitung ini pun banyak sekali kedai kopi bernama Kong Djie yang bisa kamu singgahi, mulai dari kedai kopi yang masih sangat tradisional hingga yang sudah agak fancy. Yang unik dari kedai kopi di Belitung tentu saja ada pada tiga teko raksasa yang digunakan untuk merebus air kopi.

Menyeruput segelas kopi susu di warung kopi Kong Djie yang nikmat banget

Rekomendasi saya adalah warung kopi Kong Djie yang berlokasi dekat dengan pasar ikan Tanjung Pandan. Terus terang, tempat ini sering sekali penuh, sudah persis seperti ****bucks (malah ****bucks kalah kali yah). Apalagi menjelang sore dan malam hari. Ternyata kedai kopi yang dibangun tahun 1943 ini telah menjadi incaran banyak turis serta tempat favorit penduduk lokal untuk kongkow dan nongkrong selepas melakukan rutinitas. Harga segelas kopi di kedai ini pun sangat terjangkau, cocok banget dinikmati bersama roti bakar atau pisang bakar. Nah, kuliner menarik lainnya adalah mie Belitung dan sup gangan ikan. Tak lengkap rasanya perjalanan kita jika tak mencicipi mie Belitung. Kalau diperhatikan, mie ini sekilas mirip dengan mie celor yang ada di Palembang. Rasa kuah yang dihasilkannya juga berasal dari kaldu udang. Hanya saja, kuah dari mi Belitung tidak menggunakan santan, lebih bening dan berwarna kecoklatan.

Salah satu warung kopi yang fenomenal di Kota Tanjung Pandan

Tiga teko besar untuk merebus kopi yang tersusun sesuai tingginya

Meski mie Belitung ini sangat terkenal, tapi saya justru lebih suka sama sup gangannya. Masakan ini 'teope begete' (top banget) deh! Rasanya nggak cuma gurih, tapi juga pedas dan segar, karena ikannya dimasak bersama buah nanas - salah satu buah yang banyak dibudidayakan di Pulau Belitung. Oh ya, satu lagi kuliner yang wajib dicicipi jika singgah ke Belitung yaitu nasi bedulang. Bedulang adalah tradisi makan bersama oleh satu keluarga dalam satu dulang. Dulang di sini maksudnya adalah nampan besar untuk meletakkan aneka makanan dalam piring-piring kecil. Di dalam tradisi bedulang ini, makanan harus ditutup menggunakan tudung saji saat disajikan, untuk kemudian dihidangkan sesuai urutan. Anggota keluarga yang termuda harus mengambil nasi untuk yang paling tua, lalu yang paling tua dipersilahkan mengambil lauknya lebih dulu, baru kemudian diikuti yang muda secara bergiliran. Hehe, repot ya? Tapi, inilah tradisi turun temurun penduduk Belitung. Pastinya banyak nilai-nilai kearifan lokal yang diajarkan, termasuk tentang makna kebersamaan, ungkapan syukur dan juga penghormatan terhadap yang lebih tua.

Mie Belitung yang dihidangkan di atas daun simphor

Sup gangan yang menyegarkan dan bikin makan lahap

Satus set nasi bedulang di RM Belitong Timpo Duluk, Kota Tanjung Pandan

So, Pulau Belitung itu nggak cuma menarik karena keindahan alamnya, melainkan juga tradisi serta budaya yang kaya dan juga tercermin dari kuliner-kulinernya. Sebenarnya masih banyak pesona lain yang ditawarkan oleh Negeri Laskar Pelangi ini. Replika Sekolah Dasar (SD) Laskar Pelangi di Kecamatan Gantong, misalnya, sejenak membawa kita kembali ke masa-masa sulit Andrea Hirata dan kawan-kawan seusianya saat mengenyam manisnya pendidikan dasar, termasuk ketika berkunjung ke Museum Kata yang sungguh sangat menginspirasi saya. Tak lupa, jejak-jejak hasil pertambangan kaolin yang masih menjadi salah satu sumber kekayaan Pulau Belitung.

Lokasi replika SD di film Laskar Pelangi

Berfoto sejenak sebagai ungkapan euforia, tapi dalam hati sungguh prihatin membayangkan kondisi sekolah ini dulu

Replika sebuah ruangan kelas di SD Muhammadiyah Gantong yang terlihat sangat tak layak

Again, sebelum masuk ke dalam museum, belum sah kalau nggak berfoto di halaman muka

Sejumlah quotes kesukaan Andrea Hirata dan foto sebagian adegan film Laskar Pelangi

Buku Laskar Pelangi dalam berbagai versi bahasa

Tiba-tiba, mendapat kesempatan bertemu dan berfoto bersama Ibu Muslimah, guru Bang Andrea Hirata

Sisa-sisa pertambangan kaolin yang membentuk danau biru nan cantik

Berfoto di hamparan danau biru hasil tambang kaolin

Oh ya, promosi sedikit ya! Saat mengunjungi Pulau Belitung akhir 2016 lalu, saya menggunakan jasa travel lokal, yaitu Simphor travel. Informasi tentang travel ini pun saya dapat via googling di internet. Dari begitu banyak daftar travel yang saya temukan, saya akhirnya mengambil paket wisata 3D2N di travel ini, yang menurut saya harganya sangat bersaing dan pilihan wisatanya juga menarik. Saya dan keluarga bahkan diberi kesempatan untuk bebas merevisi itinerary yang mereka tawarkan jauh-jauh hari sebelum tiba di Belitung. Meski hujan mungkin menjadi satu-satunya kondisi yang 'kurang menyenangkan' selama saya dan keluarga di sana, alhamdulillah kami ditemani oleh seorang guide yang asyik. Namanya Bang Atan (sayang saya nggak ambil fotonya waktu itu, he he).

Tapi, balik lagi ke pilihan personal-mu masing-masing ya. Kamu pun juga bisa memutuskan untuk tidak menggunakan jasa travel, melainkan hanya menyewa kendaraan bersama guide-nya saja. Di sini, kamu bersama sang guide meng-arrange sendiri tempat-tempat yang mau kamu kunjungi saat sudah sampai di Belitung.

***

Bagaimana? Sudah puas melihat bocorannya? Nah, sekarang tinggal kamu membuktikannya sendiri dengan datang langsung ke Pulau Belitung ya! Saya yakin mungkin akan ada lebih banyak 'surga' yang kamu temukan di negeri ini. Happy traveling! 😀


* Psst, sebelum memutuskan berangkat ke Belitung, cek dulu tips berikut ya!

  1. Pastikan kamu datang bukan pada saat musim penghujan. Banyak warga lokal yang bilang bahwa waktu terbaik untuk berwisata ke Pulau Belitung adalah antara bulan Maret sampai November. Pada bulan-bulan ini, air laut pun cenderung lebih tenang. 
  2. Selain musim penghujan, usahakan juga untuk datang bukan pada saat libur anak sekolah atau libur panjang hari nasional. Selain tempat-tempat wisata yang jadi kebanjiran sama banyak turis lokal, hotel dan tempat-tempat menginap pun akan cenderung penuh.
  3. Mampirlah ke pasar tradisional yang ada di Kota Tanjung Pandan. Kamu bisa menemukan berbagai hal yang unik dari daerah setempat, termasuk buah tangan yang bisa kamu bawa pulang ke rumah.
  4. Bawalah pakaian dan alas kaki senyaman mungkin. Siapa sih yang nggak mau tampil cantik dan ganteng saat berfoto? Saya yakin semua traveler juga ingin tampil oke saat melakukan traveling. Meski ngakunya backpacker pun, penampilan juga harus cihuy biar bisa mendukung foto yang bagus. Eits, tapi kamu juga harus memikirkan urusan kenyamanan (dan keselamatan) ya! Apalagi saat berfoto dengan memanjat batu-batu granit yang besarnya bukan main. Using heels is a big NO! 
  5. Perlu diketahui bahwa di Kota Tanjung Pandan sendiri tidak ada angkutan umum, dan kata guide saya, taksi sendiri cuma ada 4 armada. Jadi, kalau pun kamu ingin berkeliling kota, kamu harus menyewa kendaraan bermotor. Meski begitu, menggunakan jasa travel bisa jadi opsi buat kamu yang nggak mau repot, he he.
  6. Selain kerupuk kemplang ikan, oleh-oleh yang bisa kamu bawa pulang adalah ketam isi, atau rajungan isi. Daging rajungan yang telah dipisahkan dari cangkangnya dicampur dengan bumbu, daun bawang dan telur kemudian dimasukkan kembali ke dalam cangkang dan digoreng. Rasanya gurih dan enak - cocok jika disantap dengan saos sambal atau dihidangkan bersama saus lada hitam. Karena makanan ini termasuk makanan rumahan (homemade), jadi kamu perlu googling tempat jualnya, atau menanyakan langsung ke warga setempat. 

Panganan lontong yang dibungkus dengan daun simphor

Terasi khas kepulauan Babel: yang berbentuk bulat berasal dari Belitung, sedangkan yang persegi dari daerah Bangka

Ketam isi yang bisa menjadi buah tangan khas Belitung

Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...