Wednesday, December 24, 2014

CILOK SAUS KACANG SEDERHANA

Dear all,


Assalamualaikum.

Hayo di antara kamu siapa yang suka jajan cireng, cimol atau cilok? Saya termasuk generasi yang sewaktu kecil (sampai sekarang) senang jajan cireng dan cimol. Meski sudah jarang dilakoni, tapi makanan sederhana ini selalu ada di hati. Tssaahh. 


Karena itu, saya ingin sekali berbagi resep cilok dengan saus kacang yang dijamin bisa jadi alternatif cemilan di sore hari. Bahan untuk resep cilok sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bahan yang digunakan dalam resep cireng dan cimol. Hanya saja cara memasaknya saja yang berbeda. Cilok umumnya tidak menggunakan isi layaknya cireng, dan tidak digoreng layaknya cireng dan cimol.

Nah, saya kali ini berhasil mencoba memodifikasi resep cilok yang banyak beredar di internet yang tentunya disesuaikan dengan kondisi saya sebagai anak kosan. Jadi, memang bahan dasarnya semua serba sederhana dan dijamin mudah dipraktekkan (untuk anak kosan), he he he. Selain itu, kebetulan saya juga masih punya beberapa bahan makanan yang sayang saja kalau tidak dipergunakan. 

Langsung aja yuk disimak bahan dan cara membuatnya.
Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF

Bahan-bahan:

Cilok:
  1. 200 gr (1 cup kurang lebih) tepung kanji
  2. 200 gr (1 cup kurang lebih) tepung terigu
  3. 3 batang daun bawang, diiris halus
  4. 2 sdm bawang putih bubuk
  5. air 300-400 ml
  6. garam secukupnya
  7. kaldu bubuk secukupnya
  8. lada secukupnya
Saus kacang:
  1. 4-5 sdm selai kacang (pilih yang crunchy)
  2. cabe bubuk secukupnya
  3. 1/2 sdt bawang putih bubuk
  4. garam dan gula pasir secukupnya
  5. 1 tetes cuka atau secukupnya
  6. air matang
Cara membuat:
  1. Pertama-tama kita buat adonan cilok terlebih dahulu. Campur jadi satu semua bahan kering (tepung kanji, tepung terigu, bawang putih bubuk dan irisan daun bawang). Aduk rata. Sisihkan.
  2. Rebus air bersama dengan kaldu bubuk, garam dan lada.
  3. Jika rebusan air sudah mendidih, tuang air sedikit demi sedikit ke dalam adonan tepung tadi sambil diaduk dan diuleni. Jangan tuang air sampai habis. Uleni sampai adonan mudah dibentuk, tapi jangan terlalu padat juga ya supaya nanti tidak keras saat sudah direbus.
  4. Bentuk adonan berbentuk bulat.
  5. Didihkan air kembali lalu rebus cilok hingga cilok mengapung dan benar-benar matang. Angkat, tiriskan.
  6. Sementara itu, untuk saus kacangnya, campur selai kacang, garam, gula pasir, cabe bubuk, bawang putih bubuk dan cuka bersama air matang secukupnya di dalam wadah/mangkuk.
  7. Masak campuran tersebut dalam panci atau bisa juga dididihkan menggunakan microwave selama 60-90 detik hingga saus jadi mengental.
  8. Jika sudah selesai, sajikan cilok bersama saus kacangnya.

Menurut saya sederhana sekali resepnya. Menurut kalian bagaimana? Mudah-mudahan bisa langsung dipraktekkan ya. Insyaa Allah.

So, selamat mencoba! :)

Wassalam.

Thursday, December 18, 2014

MARTABAK MANIS COKLAT KEJU (DENGAN RAGI)

Assalamualaikum.


Dear teman-teman,

Apa kabar hari ini? Mudah-mudahan selalu dalam keadaan sehat. Kenapa? Supaya teman-teman bisa memasak sesuatu yang istimewa. He he he. 

Hasil jepret teman saya. Courtesy: Silvany

Hari ini saya mau berbagi resep martabak manis yang pastinya selalu menjadi favorit kebanyakan orang Indonesia. Setelah mencoba hampir 3 kali resep yang berbeda, saya akhirnya memutuskan resep inilah yang paling pas dari segi tingkat kekenyalan dan rasanya. Kemarin saya dan teman saya mencoba membuat martabak manis keju di rumah. Selain sulit sekali dicari penjualnya di Sydney, teman saya kebetulan juga lagi ngidam, he he he. 

Jadi, selama saya mencari resep-resep tersebut di internet, banyak sekali versi yang beredar, mulai dari menggunakan ragi dan baking powder hingga menggunakan baking soda saja tanpa ragi. Saya telaah memang pada umumnya martabak manis yang dijual di pinggir jalan tidak menggunakan ragi. Mereka hanya menggunakan baking soda sebagai bahan pengembang dan yang terpenting, untuk menghasilkan serat-serat yang khas dalam martabak. Tapi karena saya kebetulan hanya punya ragi dan baking powder, jadi saya mencari resep yang menggunakan bahan-bahan tersebut. Voila! Jadilah resep ini yang saya pilih dan alhamdulillah sukses dan hasilnya memuaskan. 

Udah nggak sabar ingin mencoba? Yuk ditengok resepnya. :)

Bahan-bahan:


23-24 sdm tepung terigu (plain flour), bukan terigu yang diberi pengembang (self-raising flour)
2 sdm gula pasir 
1 sdt ragi instant (instant yeast)
1/2 sdt baking powder
1/2 sdt garam
2 butir telur, kocok lepas 
350-400 ml susu cair
Margarin, susu kental manis, sebagai olesan
Meises coklat, selai kacang, selai coklat (nutella) dan keju parut untuk topping


Cara membuat:

  1. Siapkan bahan-bahan.
  2. Campur jadi satu dalam wadah tepung terigu, gula pasir, ragi dan baking powder. 
  3. Aduk bahan-bahan tersebut jadi satu.
  4. Jika sudah tercampur, masukkan susu cair sedikit demi sedikit sambil terus diaduk. Susu cair terlebih dahulu dihangatkan (bisa menggunakan microwave hingga hangat2 kuku. Tujuannya agar ragi menjadi aktif pada suhu tersebut).
  5. Aduk hingga adonan tidak menggumpal. 
  6. Kemudian masukkan kocokan telur dan garam lalu aduk rata kembali.
  7. Perhatikan konsistensi adonan. Adonan tidak akan terlalu kental dan terlalu encer (mirip adonan pancake). 
  8. Jika dirasa adonan masih terlalu kental, tambahkan sedikit air putih matang.
  9. Jika sudah selesai, diamkan adonan selama 30 menit sebelum dimasak sambil ditutup dengan lap bersih.
  10. Setelah adonan didiamkan, panaskan wajan pan datar teflon (anti lengket). Tuang adonan sebanyak dua sendok sodet sayur atau hingga rata dalam wajan dan masak dengan api kecil.
  11. Tutup adonan yang tengah dimasak. Perhatikan gelembung-gelembung udara yang muncul. Jika sudah muncul, buka tutup pan dan taburkan gula pasir di atasnya. Lalu tutup kembali. Masak hingga martabak matang.
  12. Angkat martabak dan oleskan margarin selagi panas.
  13. Tuang susu kental manis di atasnya dan taburkan toping sesuai selera (saya menggunakan nutella dan keju slices untuk sandwich). Lipat martabak kemudian potong-potong.
  14. Sajikan martabak selagi hangat.
Bagaimana? Tidak terlalu sulit? Insyaa Allah tidak ya. Kalau kalian sudah menguasai resep martabak manis ini, dijamin keluarga tambah sayang, he he he. Dan satu lagi, kalian jadi bisa sering-sering membuatnya di rumah. 

Selamat mencoba ya! :)  

Saturday, December 13, 2014

IMAJINASI

Menghayal itu ternyata mengasyikkan ya? Aku baru sadar, ternyata sudah bertahun-tahun aku seperti berbaring dalam hamparan bunga tidur yang enggan membuatku terbangun. Oh, atau mungkin aku tidak tahu saja bahwa selama itu pula ada seseorang yang hendak membangunkanku. Layaknya pangeran yang menyelamatkan Putri Tidur dari lelapnya yang panjang?
Ah, aku menghayal lagi 'kan. Sudah ah! Mungkin memang sudah bukan waktunya lagi bermain imajinasi dan menghayal sesuatu yang tidak pasti. Tapi jika itu hanya sepenggal cerita fiksi, salahkah?
Mereka bilang, cerita fiksi kadang perumpaman kisah yang sebenarnya terjadi dalam nyata. Bagiku, itu adalah refleksi diriku, suasana hatiku, pengalamanku dan ya, imajinasiku. Tuh 'kan, lagi-lagi soal imajinasi. Tapi aku bingung, apakah mencintaimu juga adalah sekedar imajinasiku?
Sepertinya, sudah pernah kutanyakan itu kepadamu. Yah, maklum saja, aku ini kadang lupa. Aku saja hampir lupa kalau aku pernah mencintaimu. Atau sebenarnya sengaja lupa. Itu mungkin aku lakukan karena aku tahu diri, aku pasti masih dalam posisi terlelap dalam mimpi. Karena kini aku tahu bagaimana rasanya saat sudah tersadar.
Aku bersyukur kini ada sesuatu yang membuatku terjaga. Sesuatu yang bahkan hatiku sendiri sulit untuk menjelaskannya. Tapi kupastikan ini bukan imajinasiku lagi. Karena aku sadar betul bahwa aku sekarang dibuat menjauh darimu. Entah apa yang membuatku begitu. Kecewa dan penyesalan? Ah, jeleknya aku bahkan tidak tahu itu apa. 
Tapi, percayalah, sudah jutaan kali aku mencari tahu jawabannya. Dan aku tetap tak tahu alasannya. Atau mungkin lagi-lagi aku lupa. Aku dibuat lupa oleh cintaku pada rasa sakitnya. Tidak hanya olehmu, tapi oleh orang-orang sebelum dirimu yang menamai diri mereka 'cinta sejati'. 
Memang ada cinta sejati di dunia ini? Apa itu hanya imajinasiku?

Wednesday, December 10, 2014

SAVING MELBOURNE IN MY LAST POCKET

Assalamualaikum.


Apa kabar? Bagaimana kondisi kalian menjelang akhir tahun ini? Happy karena sebentar lagi akan memasuki pergantian tahun? Sedih karena banyak keinginan yang belum tercapai sepanjang tahun? He he he.

Apapun yang kalian sedang rasakan dan hadapi, paling tidak berikan yang terbaik untuk hari ini ya. Paling tidak untuk diri sendiri jika dirasa belum mampu memberikan yang terbaik untuk orang lain di sekitar kamu.

Oke, bismillah. Pagi ini saya hendak menceritakan kisah perjalanan saya yang menurut saya bentuk apresiasi kepada diri saya pribadi. Kita berhak lho sesekali memberikan 'bonus' untuk diri kita. Apalagi mendekati akhir tahun, tidak ada salahnya memanjakan diri kita, salah satunya dengan berwisata ke tempat-tempat yang baru. 

Beberapa hari yang lalu, saya baru saja menghabiskan waktu bersama kawan-kawan saya di Melbourne. Mengapa Melbourne? Sebenarnya simple, karena Melbourne salah satu kota yang dekat dengan Sydney. Melbourne juga menawarkan berbagai macam tempat wisata yang sayang aja untuk dilewatkan, mulai dari wisata alam, belanja sampai wisata kuliner yang sangat terkenal.

Hari pertama (7 Desember 2014) kami lewati dengan merasakan duduk di dalam gerbong kereta jurusan stasiun Central (Sydney) menuju stasiun Southern Cross (Melbourne). Ditemani hamparan pemandangan padang rumput dan peternakan yang luas, kami menghabiskan waktu kurang lebih 10 jam perjalanan. Lama ya? Ya, memang. Tapi, paling tidak saya sudah pernah merasakan perjalanan jarak jauh menggunakan kereta di Australia. Rasa-rasanya hampir sama sih ketika saya mudik ke Yogyakarta atau Purworejo, he he he.

Suasana di dalam stasiun Southern Cross, Melbourne

Gerbang utama stasiun

Tiba di Melbourne, sore itu kami disambut dengan rintik-rintik gerimis. FYI, Melbourne itu terkenal dengan cuacanya yang sering 'galau'. Maksudnya, cuaca yang cepat sekali berubah, kadang panas, dingin bahkan hujan seketika. Tapi sudah tahu cuaca di kota mudah berubah, saya justru tidak membawa satu pun baju hangat/jaket. Mungkin saya pikir musim panas layaknya Sydney juga bisa saya temui Melbourne. Ternyata saya salah, udara saat itu dingin. Saya hanya bisa berdo'a semoga saya kuat menghadapi hari-hari berikutnya.

Malam harinya, kami hanya sempat mencari makan malam di sekitar Elizabeth street dan mengitari Collins street untuk melihat pertunjukkan Christmas lights di City Town Hall. Maklum saja, mendekati natal dan tahun baru, kota-kota di Australia giat mempercantik diri dan menyuguhkan banyak acara dan pertunjukkan bagi warganya. 

Christmas lights di City Town Hall

Alhamdulillah, tempat saya menginap sangat dekat dengan Flinders station, salah satu stasiun kereta tersibuk di Melbourne. Stasiun ini juga merupakan spot yang wajib dikunjungi oleh turis seperti saya, he he he. Kalau kamu ada kesempatan ke kota ini, berfotolah dengan keindahan arsitektur Flinders Station yang menjadi ciri khas Melbourne, ditambah St. Paul Cathedral yang berada dekat dengan stasiun. Saya saja sampai mengambil foto dua kali, di malam hari di hari saya tiba dan beberapa hari berikutnya.

Flinders Station di malam hari
Hari kedua (8 Desember 2014) kami isi dengan perjalanan yang lumayan jauh ke bagian selatan Melbourne. Tapi sebelumnya, kami menikmati sarapan ala Cafe di The Old Chamber, Collins street. Cafe ini menyuguhkan menu sarapan vegetarian dan makanan khas Israel. Meski sedikit agak mahal, tapi porsi dan rasa makanan yang diperoleh terasa seimbang. 

Lanjut, kami berangkat menuju Flinders station. Jadi, atas request dari seorang teman, kami mengunjungi museum Scienceworks yang berlokasi di daerah Spotswood dilanjutkan dengan berwisata alam di Werribee Open Range Zoo. Meski mungkin kedua tempat ini umum ditemui di tempat lain (baca: museum dan kebun binatang), tapi banyak hal menarik yang ditawarkan dari kedua tempat ini. Di dalam Scienceworks, kami bisa mencoba beberapa permainan science yang seru. Tapi memang tempat ini lebih cocok untuk anak-anak sih he he he. Cuma, lama-lama asyik juga mencoba permainan teleport yang tiba-tiba membuat kita menghilang. Permainan lain di antaranya membuat kloning diri kita dan merubahnya menjadi robot, membuat rumah masa depan yang anti gempa, dsb. Yang lebih asyik lagi, kami bisa bermain secara gratis yang dikhususkan pelajar universitas/sekolah di Australia (consession). 

Flinders Station di pagi hari

Spotswood station, saat menuju Scienceworks

Gedung Scienceworks tampak depan

Puas bermain selama kurang lebih 1 jam, kami melanjutkan perjalanan ke Werribee Zoo menggunakan kereta (railway). Perjalanan selama 45 menit untuk tiba di kebun binatang ini terbayarkan dengan pemandangan yang wow. Pasalnya, kebun binatang ini luasnya bisa sampai berhektar-hektar. Kami benar-benar layaknya berada di savana di Afrika. Kami pun mengelilingi taman margasatwa ini dan ikut merasakan tur gratis (safari trip) yang disediakan oleh pihak tempat wisata selama 1 jam.  

We are in Werribee Zoo!

'Come and have a seat!', said Lion, Hippo and their friends

Amazing view of zoo, 11-12 sama padang savana di Afrika

Sekumpulan zebra Afrika


Hello jerapah!
Tak terasa hari sudah sore. Kami kembali ke kota dan menyempatkan waktu late lunch di warung makan Padang Salero Kito yang berlokasi di Bourke street. Setelah itu, kami kembali ke hotel untuk sholat dan beristirahat sejenak. Kurang puas? Kami pun kembali mengitari jalanan demi mengunjungi University of Melbourne, he he he. Dengan hanya satu kali naik trem dari depan hotel, kami tiba di depan universitas terbaik di Australia tersebut. 

Yes, this is Melbourne Uni my friend

Foto di gate 10, spot wajib! hehe

Di dalam universitas, kami mengambil beberapa foto di tempat-tempat 'iconic' seperti Quadrangle hall, Quadrangle tower dan Gate 10 di depan Gattran street. Langit makin lama makin gelap dan sudah saatnya kami kembali ke hotel.

Lupa nama gedungnya, tapi tower ini memang iconic banget


Hi, we're in Melbourne Uni
Di dalam Quadrangle hall

Hari ketiga (9 Desember 2014) kami mulai dengan mengunjungi Queen Victoria Market. Di dalam pasar yang terkenal ini, kami menemukan aneka penjual mulai dari sayur-mayur dan bahan makanan, produk seafood, daging, keju, roti, dan pernak-pernik atau souvenir khas Australia. Saya juga merasakan sarapan menikmati coklat hangat ditemani sepotong cheese and cherry strudel yang pas dengan dinginnya udara Melbourne. Usai sarapan, ya perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi pusat-pusat wisata seperti Victoria State Library yang cozy dan arsitekturnya yang T.O.P, Royal Exhibition building, Cook's cottage, Parliament House dan berkeliling kota menggunakan City Circle Tram yang gratis. 

Hot chocolate and cheese and cherry strudel 
City Circle Tram



Art exhibition di dalam Victoria State Library

I love this building! La trobe library di Victoria State Library

Royal Exhibition, kira-kira berapa duit kalau mau ngadain acara di sini ya? :p
Parliament House



Segar banget lihat bunga-bunga yang ada di dalam  Conservatory

Cook's Cottage
Saat hari sudah siang, kami memutuskan untuk kembali ke hotel sambil menyusuri Yarra river untuk foto sejenak di dekat Queens bridge. Sepintas jadi teringat Brisbane river bulan Juni lalu. Oke, lanjut kita? Yup, rasa capek ternyata nggak menyurutkan niat kami melanjutkan perjalanan ke Brighton Beach. Kalau kamu ke Melbourne, sangat amat wajib ke sini. Biarpun pemandangannya masih lebih bagus pantai-pantai di Sydney (bukan narsis lho! :p) tapi yang menarik adalah melihat gubuk berwarna-warni yang konon katanya dijadikan shelter orang-orang yang berjemur. Langit yang cukup cerah ditambah kontrasnya warna air laut, pasir dan bathing boxesnya bikin saya senang mengambil foto dari berbagai angle di pantai ini. 

Queensbridge dan pemandangan sepanjang Yarra river

Yarra river
Deretan rumah berwarna-warni di Brighton beach tampak depan
Bagus juga kan kalau tampak dari belakang? :)
Shrine of Remembrance
Alhamdulillah banget, pas summer begin waktu matahari terbenam lebih lama, jadi langit masih terang sekitar pukul 6 sore. Jalan-jalan ditutup dengan mengunjungi Shrine of Remembrance dan makan malam di Malay restaurant. 

Hari terakhir (10 Desember 2014) enaknya kemana ya? Karena waktu yang cuma punya setengah hari (maklum karena jadwal pesawat kembali ke Sydney), saya dan teman-teman hanya pergi ke Federation Square dilanjutkan sarapan sehat di Degrave street, salah satu rekomendasi laneaways di sekitar Flinders Station dan berbelanja di H&M, Bourke street. Rasanya tak lengkap kalau tidak ada yang bisa dibeli di kota ini, meskipun hanya sepotong baju $15. Untung saat itu, saya nggak kalap, he he he.

Hosier Laneway, salah satu tempat grafitti street art di Melbourne

Salah satu street art di Hosier Laneway

Pusat perbelanjaan di Bourke street
Well, sekian dulu pengalaman saya berwisata ke Melbourne ya. Saya senang bisa menghabiskan waktu di kota ini dan menyimpannya di hari-hari terakhir saya berada di Australia. Semoga bisa jadi rekomendasi tempat wisata yang bisa teman-teman kunjungi juga suatu hari nanti ya. Insha'Allah. :)

Thursday, December 4, 2014

TIGA PULUH HARI YANG TERSISA



Assalamualaikum.

Dear all,

This is it. The day 30 before I leave Sydney, my second home where I have mostly spent my time for the last one year. 

Setelah saya pernah menulis bagaimana perasaan saya akan berpisah meninggalkan tanah air di sini, sekarang saya harus kembali mengulang perasaan itu. Hari ini tepat 30 hari sebelum saya kembali ke Indonesia, tanah kelahiran saya. Sedih? Ya, sejujurnya. Akan tetapi, di sisi lain saya juga bahagia karena pada akhirnya saya bisa kembali ke pelukan keluarga setelah kurang lebih satu tahun berpisah.

Sydney is such a beautiful place to live. Banyak kenangan yang dia tinggalkan untuk saya, termasuk kenangan saya bersama kedua orang tua saat mereka tengah menjenguk saya minggu lalu. Meski hanya cuma sebentar, tapi waktu terasa lama saat saya bisa berkesempatan untuk bercengkerama dan melihat senyum mereka dari jarak dekat. Sayang, ada satu hal yang terasa kurang. Adik saya tidak bisa turut serta dalam perjalanan mereka ke Sydney karena dia kini tinggal dan bekerja di Manokwari, Papua Barat. 

Mama, saya dan Papa di depan Harbour Bridge

Saya benar-benar bersyukur, selama kurang lebih 11 bulan tinggal jauh dari orang tua, saya merasakan kehangatan dari teman-teman Indonesia yang sudah saya anggap seperti keluarga. Meskipun kadang kala, kami disibukkan dengan agenda kami masing-masing, tapi saya senang bisa menghabiskan waktu bersama mereka. Terlebih jika kami sudah dibebani dengan tumpukan tugas essay dan berbagai persiapan menghadapi ujian. Selain itu, teman-teman saya lainnya yang berasal dari  Australia dan penjuru dunia lain telah banyak mengisi keseharian saya. Suka, duka bahkan kesal pernah saya alami. Tapi, dengan begitu saya jadi belajar menjadi wanita yang lebih dewasa dan mandiri. Tidak hanya mandiri mengurus urusan pribadi, tapi mandiri dalam bersikap. Terlebih lagi pada kondisi budaya dan tradisi yang jauh berbeda dengan kondisi di tanah air. Saya bersyukur pernah tinggal jauh dari orang tua saat kuliah S1, jadi saya mungkin tidak terlalu banyak menemui kesulitan beradaptasi dengan hal-hal yang semua "serba sendiri", he he he.

30 hari ini akan saya tandai dengan baik dan insha'Allah saya akan coba mempergunakan waktu yang tersisa ini dengan lebih bijak. Saya akui persiapan berangkat dan pulang itu sama-sama berat. Banyak hal yang harus diselesaikan, termasuk satu mata kuliah terakhir saya, Independent Study. Saya berniat menerbitkan tugas terakhir saya ini ke dalam jurnal ilmiah internasional dan jika berhasil, ini akan menjadi tulisan pertama saya di kancah internasional. Aamiin.

Sementara ini saja ya. Sydney makin panas tapi hujan selalu mengguyur kota dalam beberapa hari terakhir. Terima kasih atas segala ucapan selamat yang dihaturkan kepada saya. Saya senang sebentar lagi bisa menyelesaikan studi ini. Semoga 30 hari ke depan, saya bisa menemukan pengalaman dan kisah menarik lainnya yang akan menjadi penutup dari satu fase kehidupan saya. 

Foto bersama Australia Awards scholars pada acara Completion Ceremony, 26 November 2014

Thursday, November 6, 2014

PRIA DALAM DO'A


Teruntuk kamu yang ada dalam do'aku,

Ini memang sudah dini hari, tapi hatiku belum berhenti tergerak untuk menyebut namamu. Aku masih ingin mengangkat kedua tanganku sebelum aku berangkat tidur, membisikkan alunan do'a yang selalu hampir sama setiap harinya. 

Teruntuk kamu yang ada dalam do'aku,

Jika kamu hendak bertanya apa isi do'a tersebut, maka maafkanlah aku. Bahwasanya hanya aku dan pencipta-Mu lah yang pantas mengetahuinya. Karena aku meminta melalui-Nya maka kuharap Dia yang akan menjawabnya.

Teruntuk kamu yang ada dalam do'aku,

Ketahuilah bahwa cara ini yang membuatku tenang berada jauh darimu. Aku gelisah, kukatakan ini terus terang. Aku gelisah akan rindu yang membuncah kepadamu, yang kadang menghantuiku di kala sepi. Aku kesal hanya bisa mengirimkanmu do'a-do'a ini. Tapi kukatakan ini bukan tanpa sebab. Karena kurasakan ada dinding besar membentang dalam perasaanku, sebut saja dinding keraguan. 

Teruntuk kamu yang ada dalam do'aku,

Ya, aku ragu. Aku ragu akan hadirnya sosokmu dalam beberapa kali mimpi yang mengganggu nyenyaknya tidurku. Tak tahukah dirimu kalau aku sesak dibuatnya. Aku ragu apakah perasaan ini sejatinya tepat jika harus kau yang memiliki. Singkatnya, aku meragukanmu. Aku meragukan setiap pesan manis yang kau balas dari balik ponselmu. Aku meragukan setiap senyum yang kau lempar untukku di antaranya. Ah, aku ragu. Hingga suatu malam pun aku ragu apakah aku harus terus menyebut namamu, wahai pria yang ada dalam do'aku.

Teruntuk kamu yang ada dalam do'aku,

Aku mengagumi sosokmu sedari dulu hingga kini. Mungkin dimulai saat pertama kali aku merasakan dekat denganmu, meski kini kau sudah kembali ke kotamu. Aku mengagumi caramu mengingatkanku pada-Nya. Aku mengagumi keuletanmu menuntut berbagai ilmu yang kau peroleh dalam hidupmu. Aku mengagumi kesabaranmu belajar menghadapi ujian-ujian terberatmu. Dan aku mengagumi setiap keyakinan yang kau bangun dalam dirimu, bahwa apa yang menurut kita baik belum tentu baik dari sisi-Nya. Bahwasanya hanya Dialah tempat kita menaruh harapan.

Teruntuk kamu yang ada dalam do'aku,

Jika memang hanya Dialah tempat kita menaruh harapan, maka biarkanlah aku untuk terus mendo'akanmu. Biarkanlah aku untuk terus menyebut namamu hingga tiba saat Dia menjawab semua do'a tersebut. Karena sejatinya aku sudah memilihmu.

Teruntuk kamu yang ada dalam do'aku,

Entah cepat atau lambat aku yakin kau akan membaca tulisan ini. Aku hanya berdo'a pada saat kau membaca ini, Dia sudah memberikan jawabannya. Aamiin.

*Ditulis pada pukul 2 dini hari.

Sydney, 7 Nov 2014
Seorang teman yang akan terus mendo'akanmu.

AR

Monday, November 3, 2014

TIPS MEMBUAT HEADER

Assalamualaikum.

Dear all, 

Alhamdulillah saya bisa mewujudkan keinginan saya yang sudah lama belum kesampaian. Saya akhirnya bisa memberikan tips dan tutorial seputar blog. Yup, tutorial tentang bagaimana mempercantik halaman blog atau personal website. Jujur lho, saya bukan lulusan desain grafis ataupun ahli komputer, tapi kecintaan saya akan desain grafis membuat saya senang belajar secara mandiri alias otodidak. Alhasil saya bisa membuat personal blog yang menurut saya sudah sangat lumayan dan menarik. Sudah banyak juga teman yang meminta kepada saya agar diberi tahu cara-cara membuat blog dan bagaimana mempercantiknya. Well, here it comes

Tutorial yang pertama tentu saja bagaimana membuat header. Header itu menurut saya hal pertama yang harus diperhatikan para blogger atau pemilik situs, karena header adalah hal pertama yang dilihat oleh pengunjung situs. Sebisa mungkin buatlah yang eye-catchy. Tidak harus sophisticated atau bagus sekali, kalau menurut saya yang penting header itu menampilkan ciri khas blog atau situs kita. Header dibuat sesuai dengan isi dari blog kita. 



Header blog saya di atas sederhana kalau menurut saya. Tapi saya sengaja memberikan ilustrasi diri saya yang kebetulan saya buat sendiri. Menurut saya, dengan meletakkan gambar ilustrasi saya tersebut, header di atas sudah cukup menampilkan ciri khas saya.

Bagaimana? Sudah siap membuat header untuk blogmu? Tanpa panjang lebar, yuk disimak tips berikut.

1.  Tentukan ukuran halaman blog

Pertama kita harus mengetahui besar pixel halaman blog kita. Caranya mudah. Cukup masuk ke halaman template designer. Pada contoh di bawah, saya menggunakan ukuran halaman standar (default), yaitu lebar (width) keseluruhan 960 pixel dan 310 pixel khusus untuk sidebar atau bagian kolom di sebelah kanan yang biasa digunakan untuk menaruh widget atau link.


Setelah sudah merasa yakin dengan ukuran halaman blog kita, tahap selanjutnya adalah menyesuaikan warna yang akan digunakan dalam keseluruhan tampilan blog.


2.   Sesuaikan warna header dengan keseluruhan warna pada blog

Mengapa sebelum membuat header kita perlu tahu warna apa saja yang akan digunakan, termasuk warna untuk seluruh tampilan blog (warna tulisan pada judul postingan, judul widget, tanggal, dll)? Karena pada dasarnya kita ingin header kita bisa senada dengan keseluruhan warna pada tampilan blog. Istilahnya, kita tidak mau 'kan kalau warna yang kita gunakan untuk memperindah blog kita malah justru jadi tidak karuan dan saling bertabrakan. Percaya deh, mengetahui sedikit tentang teknik ini akan membuat kita makin asyik memperindah blog kita. 

Untuk menyesuaikan warna yang akan digunakan, saya biasa menggunakan color swatches atau color palette. Jadi, istilahnya seperti kombinasi warna. Misal, hijau tosca itu bagusnya digunakan bersama warna seperti ungu, putih susu, dll. Mau lebih mudahnya, cek ke colourlovers.com. Kamu tinggal klik kombinasi warna yang kamu suka, kemudian nanti akan muncul detail masing-masing warna termasuk kodenya yang penting saat kamu membuat header.




Untuk situs yang lebih lengkap, kamu bisa baca di artikel berikut ini.


3.   Membuat header 

Waktunya membuat header!! Untuk membuat header kamu perlu memiliki software photo editor dan design seperti Adobe Photoshop. Kamu mungkin mengenal banyak software lain yang sejenis, tapi sementara ini, saya cuma bisa memberikan tutorial dengan menggunakan Photoshop, he he he. Oya saya menggunakan Adobe Photoshop 7.0. Kalau teman-teman ada yang menggunakan versi yang lebih up to date akan lebih baik :)

Oke, pertama kita perlu membuat dasar (background) dari header kita dengan membuat image baru.


Sesuaikan ukuran lebar gambar header kita dengan lebar halaman blog kita. Ukuran panjang (height) kita buat 350 pixel. Perlu diperhatikan untuk pilihan contents, jika warna dasar blog kita putih (seperti blog saya), lebih baik warna dasar untuk header (contents) pun dibuat putih. Tapi jika tidak, ganti dengan warna transparan.


Selanjutnya, aktifkan Ruler untuk memudahkan meletakkan tiap objek dalam header. Caranya dengan klik View dan Ruler.

Jika diperbesar, tampilan akan seperti di bawah ini. Tentukan unit pengukur (ruler), apakah dalam cm atau pixel. Untuk lebih mudahnya kita gunakan pixel. Double click skala ukuran (lihat tanda merah pada gambar di bawah). Kemudian pilih skala unit pixel. 

Setelah itu, buat garis tengah yang akan menjaga objek dalam header tetap seimbang. Caranya, dengan menampilkan garis petunjuk (guide). Klik View --> New Guide, kemudian pilih Vertical dan isi kotak lebar pixel dengan setengah dari ukuran header kita, yakni 480 pixel. Jika sudah, pada layar akan muncul garis tengah berwarna biru. 


Nah, tadi itu baru persiapan, sekarang kita mulai berkreasi membuat header-nya. Di sini, saya coba membuat header baru untuk blog saya. Kamu bisa memulai membuat tulisan dengan judul blog kamu. Gunakan jenis font seunik mungkin. Kamu bisa mengunduhnya dari situs penyedia font gratis seperti dafont.com

Jika sudah, sesuaikan besar dan warna tulisan sesuai dengan yang kamu inginkan. Untuk mengubah warna, klik dua kali kotak warna, kemudian pilih warna yang sesuai dengan keinginan kamu tersebut. Kamu bisa menggunakan color swatches yang telah disediakan oleh Photoshop atau kamu juga bisa menggunakan kombinasi warna yang sudah kamu cari di situs color palette. Kamu cukup copy kode warnanya, lalu pastekan pada kotak kode. 

Kita sudah buat tulisan dengan judul blog kita, sekarang saatnya memberikan objek gambar pada header. Di sini saya masukkan gambar ilustrasi yang saya unduh secara gratis. Kamu juga bisa mengunduhnya di sini. Jangan lupa sesuaikan ukuran gambar secara proposional dengan judul blog tadi. Cukup dengan menekan tombol ctrl T, maka kamu akan dengan mudah membesarkan atau mengecilkan ukuran objek. Atau untuk mudahnya, kamu bisa menentukan berapa persen ukuran objek akan dikecilkan (lihat baris atas dibawah Window). Misalnya pada tutorial ini, saya set 70% untuk panjang dan lebar objek.


Langkah selanjutnya, saya ingin memberikan sedikit sentuhan warna agar header tidak terlalu 'garing'. Sentuhan warna ini bisa diberikan dengan menggunakan brush. Pertama-tama, buat layer baru. Letakkan layer baru tersebut di antara tulisan judul blog dan objek gambar ilustrasi tadi. Jika sudah, klik tombol brush di kolom kiri kemudian atur ukuran brush dan warna yang kamu inginkan. Di sini saya menggunakan warna merah muda agar senada dengan ilustrasinya. Ukuran brush saya setting 130 dengan tipe no. 19, opacity saya buat 56 px. 


Setelah setting warna dan ukuran brush sudah siap, maka sapukan brush tadi di tengah-tengah header. Jangan khawatir jika bentuk pulasan yang akan dihasilkan sedikit tidak rapi. Jika sudah, jangan lupa set layer baru tersebut menjadi multiply (lihat gambar di bawah). Fungsinya agar pulasan brush tidak tumpang tindih dengan tulisan judul dan objek gambar. 

Sebagai final touch, rasanya kita perlu memberikan sedikit tulisan yang mungkin merupakan penjelasan dari judul blog kita tadi. Pada tutorial ini, saya hanya memberikan tambahan keterangan tulisan "A blog by Anissa Rizkianti". Detailnya bisa kamu lihat step-by-step pada gambar di bawah ini. 

Ingat, ini optional ya! Jadi, kalo menurut kamu tiga elemen tadi sudah cukup, kamu bisa selesai membuat headernya. :)






*Membuat garis pembatas untuk dua tulisan pada header

Jika kamu suka, kamu bisa menambahkan garis pembatas di antara dua tulisan dalam header kamu. Caranya pilih line tool, dengan ukuran tebal garis 1 px. Kemudian tentukan warna garis tersebut. Di sini saya pilih warna pink muda (lihat gambar di bawah).




4.  Menampilkan header pada blog 

Wah, headernya sudah selesai dibuat. Selanjutnya tentu saja menampilkan header tadi dalam blog kita. Sebelum itu, kita harus menyimpan header secara tepat. Simpan header menggunakan perintah Save for web. Mengapa? Kalau tidak salah, agar ukuran pixel tetap disesuaikan untuk tampilan web

File >> Save for web.



Lalu pilih Optimized  dengan tipe gambar .png dan transparan. Hal ini dimaksudkan agar header yang nanti akan dipasang tetap berwarna latar putih.

Setelah disimpan, kamu sudah bisa memasangnya pada bagian Layout, widget Header. 

Bagaimana? Susah-susah gampang ya? He he he. Yang pasti kamu bisa latihan membuatnya sendiri dari komputer atau laptop kamu. Sekian dulu tutorial pertama saya. Jika kurang jelas, silahkan komen di bawah artikel ini ya. Good luck! :)

Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...