Saturday, June 27, 2015

HOMEMADE SOFT FLATBREAD




Flatbread is one of my favourites. Back in Sydney, these were often times in my house when I had run out of rice. These were also used to be a brilliant lunchbox idea all the time. I bought some at supermarket, heat them up in the microwave for 40 seconds and filled them with as many as simple ingredients such as lettuce and tomato with leftover charcoal chicken, nugget or just fried egg. 

The truth is flatbread is yummy and healthy. It is soft, fluffy and a little bit chewy inside. I remembered I can easily find flatbread (also known as Naan bread) in most Indian restaurants and food stalls across the city. It is extremely versatile as it can be used in many different ways and it is really simple to make. It can also be delicious next to beef curry or served with some grilled meat as sandwich wraps if you like. 

In Indonesia, flatbread isn't really popular, but you can taste it as sandwich wrap, or here we call it as Kebab. It doesn't seem as the 'original middle-eastern Kebab' which refers to pieces of meat, fish or vegetables roasted or grilled on a skewer (here we call it as Satay, lol). Indonesian Kebab uses a soft flatbread rolled around the filling. 

Nevertheless, I really adore this lovely bread... so, after seeing some new Kebab stalls around my neighbourhood couple times, I decided to made these great flatbreads at home yesterday. I adapted from Melskitchencafe with added sugar and flour amounts. Have a go, and you will see how easy it is :)


Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF

Ingredients:
  1. 3 1/4 cups of all purpose flour (don't need to use self-raising flour or bread flour) 
  2. 2 teaspoons of instant yeast (fermipan)
  3. 1 tablespoon of granulated sugar
  4. 1 teaspoon of salt
  5. 2/3 cup of warm milk (not too hot to touch or hangat kuku (Indonesian))
  6. 1/2 cup of warm water (not too hot to touch or hangat kuku (Indonesian))
  7. 1 tablespoon of olive oil/vegetable oil

Directions:
  1. I made the dough by hand, but you could make it in a food processor or mixer with dough hook. 
  2. In a large bowl, mix 1 cup of flour, yeast, sugar, salt, oil, milk and water until well combined.
  3. Gradually, add the remaining flour until a dough is formed. You are done if the dough can be pulled away from the sides of the bowl and it isn't too sticky. If it is a little wet still, you may need to add another sprinkling of flour (you can use 1/4 cup as measurement)
  4. Once finished, place the dough in a lightly bowl and cover with greased plastic wrap. This will activate the yeast. Let it rise for about an hour or so until doubled.
  5. After approximately an hour, you'll find the dough will be double in size. Divide the dough into six or nine equal pieces. Cover them up once again with a plastic wrap or cloth and let them rest for another 10-15 minutes.
  6. Using a rolling pin, flatten each one into a circle, about 15-20 cm in diameter (I didn't really do this precisely, anyway, lol). Sprinkle the surface with flour when you roll them. 
  7. Preheat a non-sticky pan (medium size) to low-medium heat. Don't grease the pan with oil or butter. When the pan is hot, place the flatbread and cook for 2-3 minutes on the first side until it bubbles and puffs. Flip it over and cook on the other side for another 2-3 minutes until it is little browned and spotty. 
  8. Repeat with the remaining dough. Once all done, set aside to cool slightly before serving. 
  9. It is best served the same day it is made, but it can be cooled or frozen then reheated again the day after... and don't forget to prepare for its filling or dipping. 

*Served for 6-9 breads.


Put all dry ingredients in a large bowl, except flour (only 1 cup at first)





Dough ready to be set aside to activate the yeast






Cover the dough to maximise the yeast activation process




The doubled size dough




Divide the dough into some pieces



Place the dough in the pan surface and cook until puffy



Turn it over once the first side is browned 



Flatbreads are served!

Sunday, June 14, 2015

AHLAN WA SAHLAN YA RAMADAN

Assalamualaikum.

Dear blogger yang senantiasa dirahmati Allah.

Sebentar lagi umat Muslim akan menghadapi bulan yang penuh ampunan dan berkah. Bulan yang dirahmati Allah, bulan Ramadan nur Karim! Bulan yang hanya muncul satu kali dalam setahun ini mungkin menjadi bulan yang paling ditunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia. Tapi dengan seiringnya waktu yang sudah dekat, sudahkah kita bersiap diri menyambutnya?

Pagi ini, saya tiba di tempat kerja lebih awal. Alhamdulillah, jam 07.10 WIB saya sudah sampai di kantor lho! (Terus apa hubungannya sama persiapan Ramadan?) Sebenarnya nggak ada sama sekali, he he he. Cuma tiba-tiba kepikiran dengan Ramadan yang tinggal menghitung hari lalu saya bertanya pada diri sendiri, sudah sampai mana persiapan saya?

Sungguh saya tidak ingin melewati Ramadan tahun ini tanpa meningkatkan ibadah. Saya seperti ingin menebus Ramadan tahun lalu yang saya habiskan di negeri orang, yang jujur rasanya jauh sekali berbeda dari di tanah air. Lalu, ibadah apa yang ingin saya capai pada Ramadan kali ini? Sama halnya dengan Muslimah lainnya, ingin rasanya bisa merasakan sholat Tarawih berjama'ah, baik di rumah atau di masjid. Namun, selain itu, saya ingin bisa khatam Al-Qur'an dan rajin melakukan sholat Dhuha selama di kantor. Tak ada yang tak mungkin kan? Insha Allah.

Lantas, ada hal lain nggak sih yang harus dipersiapkan selama Ramadan nanti. Oke, ini sebenarnya gambaran garis besar saya, tapi mungkin hampir sama dengan yang (biasa) sahabat blogger lakukan saat menjelang Ramadan

Menyetok vitamin
Satu hal yang penting selama Ramadan adalah menjaga vitalitas dan daya tahan tubuh. Alih-alih seharian bermalas-malasan, di bulan Ramadan kita juga harus tetap semangat menjalani hari. Satu hal yang wajib buat saya tentunya pasokan vitamin selama bulan Ramadan. Apalagi sekarang ini, cuaca di hampir sebagian besar wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta, sangat tidak bersahabat. Kadang sangat panas, bahkan kadang diselimuti hujan. Jadi, jangan sampai puasa cuma diisi sama molor ya, he he he. Nggak ada salahnya dipersiapkan dari sekarang, mumpung Ramadan sudah kurang dari seminggu lagi.

Mengurangi pekerjaan di luar kota
Wah kalau ini mungkin, Nissa oriented, he he he. Meskipun saya belum berkeluarga seperti kebanyakan teman-teman kerja saya, saya sangat mengutamakan waktu bersama keluarga. Menurut saya, bekerja tetap menjadi alat dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, tapi pekerjaan bukan segala-galanya buat saya. Saya tentunya akan pasang kuda-kuda untuk (sebisa mungkin) menghindari pekerjaan di luar kota selama puasa. Bukan terkesan "pilih-pilih" pekerjaan, tapi selagi ada kesempatan untuk lebih banyak beribadah, kenapa nggak? Ini Ramadan bro! Jadi pekerjaan saya sebagai peneliti yang tentunya, sangat identik dengan pekerjaan lapangan, sangatlah mungkin dituntut harus meninggalkan keluarga di luar kota bahkan pulau hingga berhari-hari. Demi tercapainya target Ramadan saya tahun ini, mudah-mudahan Allah melancarkan ya. Aamiin.. :)

Menyiapkan pakaian ibadah "terbaik" kita
Oke, mungkin yang ketiga ini agak-agak kontroversial. Tapi menurut saya pakaian ibadah "terbaik" tidak hanya dalam bentuk barang baru ataupun yang sangat apik, hingga hanya kita satu-satunya yang memiliki di dunia ini. Heeelllloooo! Pakaian ibadah yang umum digunakan saat sholat sebaiknya memang yang baik kondisinya, karena apa? Ketika kita tengah menghadap Allah, tentu kita ingin terlihat baik dan apik di mataNya. Jadi jangan saat bertemu dengan manusia saja, kita tampil cantik dan gagah, melainkan juga sama Allah. Lho, terus kenapa harus cuma di bulan Ramadan? Hmm, sebenarnya menyiapkan pakaian ibadah "terbaik" tidak harus dilakukan hanya pada saat bulan puasa, tetapi juga harus dilakukan kapan pun. Namun, kenapa saya tekankan disini, karena selama puasa kita akan banyak melakukan ibadah kepada Allah yang tentu saja tidak hanya lima kali dalam sehari, bahkan kita akan melaksanakan ibadah sunnah lainnya. Jadi dengan menyiapkan pakaian ibadah yang paling tidak, bersih dan dalam kondisi baik, tentu akan meningkatkan semangat kita dalam beribadah. Insha Allah.

Nah, bagaimana adakah hal-hal yang sudah kalian persiapkan untuk menghadapi Ramadan tahun ini? Ingat, bahwa umur bukan kita yang tentukan. Maka selagi kita masih diberi kesempatan bertemu bulan Ramadan, persiapkanlah dengan sebaik-baiknya, sehingga ibadah kita insha Allah lancar. Allahuma aamiin. 

Selamat bersiap diri ya!

MEMBUAT HALAMAN KONTAK PADA BLOG


Assalamualaikum.


Sahabat blogger, tahukah kamu kalau sekarang kamu bisa membuat halaman kontak pada blog dengan menggunakan Google Form yang disediakan pada Google Drive? Tutorial ini khusus buat kamu pengguna Blogger ya.

Pertama, kamu perlu membuat format form kontak pada aplikasi Google Drive. Sign in menggunakan akun Google. Setelah masuk, arahkan kursor pada tombol Newkemudian pilih Google FormsKemudian kamu akan diminta untuk membuat form baru. Buat tiap pertanyaan pada isian form dengan mulai membuat pertanyaan tentang nama atau “Your name”. Isikan pada kolom Question Title. Kemudian untuk tipe pertanyaan (Question Type) pilih Text

Untuk membuat kolom pertanyaan atau isian form yang baru, klik Add Item  lalu pilih Text. Ulangi terus hingga selesai membuat kolom isian alamat e-mail atau “Your e-mail” dan kolom isian pesan atau “Your message”.

Khusus untuk kolom isian pesan atau “Your message”, pilih Paragraph Text pada pilihan Question Type. Kamu dapat membuat validasi data isian pesan yang dimasukkan oleh pembaca dengan membatasi jumlah karakter, misalnya 100 karakter. Terakhir, jangan lupa untuk mengklik Required question pada pertanyaan nama dan alamat e-mail yang menandakan bahwa kedua pertanyaan tersebut wajib diisi.

Jika format form kontak sudah dibuat, maka selanjutnya adalah memberikan kalimat konfirmasi yang muncul setelah pesan telah diisi dan dikirim ke alamat e-mail kamu. Pada bagian Confirmation Page, tulis kalimat konfirmasi tersebut sesuai yang kamu inginkan. Kemudian uncheck pilihan Show link to submit another response. Jika sudah, maka kirim form kontak yang telah jadi dengan mengklik Send Form.

Untuk meletakkan form kontak pada blog, kamu harus menyalin atau mengkopi HTML form tersebut. Setelah mengklik Send Form, pilih Embed. Copy HTML yang ada lalu paste pada page baru. Caranya, pada halaman Dashboard Blogger, klik Page. Kemudian klik New Page. Pada bagian HTML, paste-kan HTML kemudian pilih “Don’t allow, hide existing” pada Options Reader comments. Hal ini mencegah munculnya kolom komentar di bawah isian form pada page tersebut. Jangan lupa beri judul page. Jika sudah klik publish, maka page Contact akan muncul.

Selamat mencoba!

NB: Tutorial secara lengkap dapat kamu lihat dan unduh di bawah ini.



Saturday, May 30, 2015

MENGGANTI NAVIGASI "OLDER POSTS" DENGAN JUDUL POSTINGAN

Assalamu'alaikum.

Teman blogger mungkin sering melihat sebuah blog yang menampilkan navigasi untuk postingan lama dan baru dengan judul postingan. Hal ini tentu saja akan mempermudah pengunjung blog untuk melihat postingan sebelum dan sesudahnya, 'kan. Lalu, bagaimana ya caranya?

Tidak perlu khawatir. Setelah menemukan tipsnya dari hasil pencarian di internet, saya akan berbagi tips bagaimana cara merubah teks navigasi postingan lama dan baru dalam blog kalian hanya dengan beberapa langkah berikut ini.
Menambahkan kode jQuery
Pertama-tama, kita perlu menambahkan kode jQuery atau JavaScript pada template blog.

1.  Template  >  Edit HTML

2.  Cari kode </head> kemudian paste-kan kode berikut tepat di atas kode </head> 

<script type="text/javascript" src="http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.4.4/jquery.min.js"></script>

Menambahkan kode di Widget HTML
Setelah itu, kita perlu menambahkan kode JavaScript tertentu dengan memasukkan widget HTML pada laman Layout.

1.  Layout  >  Add a Gadget

2.  Pilih HTML kemudian masukkan kode berikut

<!-- Replacing Older and Newer post Start -->
<!-- crawlist.blogspot.com -->
<style type="text/css">
#blog-pager-newer-link {font-size:85%;width:200px;text-align:left;}
#blog-pager-older-link {font-size:85%;width:200px;text-align:right;}
</style>
<script type="text/javascript">
$(document).ready(function(){
var newerLink = $("a.blog-pager-newer-link").attr("href");
$("a.blog-pager-newer-link").load(newerLink+" .post-title:first", function() {
var newerLinkTitle = $("a.blog-pager-newer-link").text();
$("a.blog-pager-newer-link").text("<< " + newerLinkTitle);
});
var olderLink = $("a.blog-pager-older-link").attr("href");
$("a.blog-pager-older-link").load(olderLink+" .post-title:first", function() {
var olderLinkTitle = $("a.blog-pager-older-link").text();
$("a.blog-pager-older-link").text(olderLinkTitle + " >>");//rgt
});
});
</script>
<!-- Replacing Older and Newer post End -->



Widget HTML tersebut dapat diletakkan di bawah postingan blog atau diletakkan pada tempat yang kalian kehendaki.



















Setelah selesai, silahkan lihat di bawah kolom postingan terakhir atau kolom komentar di blog kalian. Selamat mencoba!

Saturday, May 23, 2015

MUSHROOM TARTLETS

Selamat pagi sahabat pembaca,

Sudahkah kamu memasak sesuatu hari ini? Saya punya resep seru nan praktis yang bisa kalian coba di akhir pekan yang cerah seperti sekarang ini. Resep ini hasil modifikasi dari bahan-bahan yang saya miliki untuk resep saya sebelumnya, Strawberry Cheese Danish (kalau lupa, resepnya bisa dilihat di sini).

Kebetulan saya masih memiliki beberapa lembar adonan puff pastry siap masak yang sengaja saya bekukan di dalam freezer. Setelah mencoba resep yang manis, bagaimana kalau kali ini kita coba resep yang gurih asin? Mushroom Tartlets. Makanan sejenis pai ini hampir mirip dengan pai jamur yang bisa kita temukan dijual frozen di beberapa food store atau supermarket. Yup, resep yang akan saya bagikan ini menggunakan jamur sebagai bahan utama isian. Tentunya juga dengan menggunakan adonan puff pastry. Mari kita lihat cara pembuatannya :)


Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF

Bahan-bahan:
  1. 2 lembar puff pastry siap pakai ukuran 20 cm x 20 cm
  2. 125 gram jamur champignon, lap bersih
  3. 50 gr sosis sapi/ayam sebagai pelengkap
  4. 1/2 buah bawang bombai, iris memanjang
  5. 2 siung bawah putih, haluskan
  6. 1 sdm margarin (unsalted butter)
  7. 1 sdm minyak sayur 
  8. Garam secukupnya
  9. Lada hitam secukupnya
  10. 1 butir telur, kocok lepas
  11. Keju chedar parut atau parmesan, sebagai taburan (jika suka)

Cara membuat:
  1. Siapkan bahan isian tartlets. Panaskan minyak kemudian tumis bawang putih dan bawang bombai hingga harum. 
  2. Masukkan jamur dan sosis, kemudian aduk hingga jamur layu dan matang. 
  3. Bumbui dengan garam dan lada hitam secukupnya.
  4. Sebelum diangkat, masukkan margarin dan aduk secukupnya. Matikan api, angkat. Sisihkan.
  5. Selanjutnya, siapkan adonan puff pastry. Jika baru dikeluarkan dari freezer, maka diamkan adonan selama 20 menit hingga adonan menjadi tidak lagi beku dan mudah dibentuk.
  6. Sementara itu, panaskan oven bersuhu 180 derajat celcius.
  7. Pipihkan adonan pastry sedikit hingga tidak terlalu tebal lalu cetak berbentuk lingkaran menggunakan cetakan donat atau cetakan bulat lainnya. Jika tidak ada bisa menggunakan tutup gelas ukuran besar.
  8. Letakkan masing-masing adonan yang sudah dicetak ke atas loyang pemanggang kue yang sudah diolesi dengan sedikit minyak sayur dan susun rata. 
  9. Tusuk-tusuk bagian tengah adonan (jangan seluruhnya) dengan garpu. Sisakan pinggirannya.
  10. Beri masing-masing adonan dengan 1 sdm bahan isian di atas bagian tengah adonan yang sudah ditusuk tadi.
  11. Sebelum dipanggang, olesi sekeliling sisa adonan yang tidak tertutup bahan isi dengan kocokan telur. Taburi parutan keju cheddar atau parmesan di atas bahan isi jika suka.
  12. Ulangi pembuatannya hingga bahan isi habis.
  13. Panggang adonan dalam oven selama sekitar 20-30 menit hingga pastry matang dan berwarna coklat keemasan.
  14. Jika sudah matang, angkat dan tiriskan. Nikmati dengan iced tea atau iced coffee.



CERITA DI BALIK SETIAP CERITA

Assalamu'alaikum.

Setelah sempat nggak ikutan IHB April Blog Post Challenge karena dihimpit kesibukan, maka kali ini saya putuskan untuk ikut meramaikan challenge selanjutnya. Kebetulan tema kali ini adalah "Behind the Scene of Your Blog Post". Wah menarik!

Sebenarnya saya belum terbilang blogger yang sukses, lho. Sering kali saya kena penyakit writer's block. You know what it is, kan? Kalau hari kerja, biasanya saya paling sulit menulis. Setiap malam sehabis pulang bekerja, saya sudah tidak punya gairah menulis lagi. Alih-alih capek, membuka laptop pun rasanya sudah malas bukan main. 

Memang tidak mudah untuk menjadi seorang blogger. Tapi, saya yakin banyak blogger di luar sana yang sukses menulis setiap saat tanpa mengalami penyakit seperti yang saya alami. Salah satunya adalah sahabat dunia maya saya, dek Primadita Rahma. Blognya bisa dilihat sini (Eh, saya nggak sedang promosi lho!). Menurut saya, dia itu patut dijadikan salah satu contoh blogger sejati karena dia mampu membagi waktunya untuk blogging di samping menyelesaikan kuliahnya. Pasti dia punya resep tersendiri hingga bisa rajin menulis di blog dan bisa menghasilkan tulisan yang bagus. Lantas, bagaimana dengan saya? 

Ada cerita apa di balik setiap cerita di blog saya?

Getting my inspiration
Kata orang, mencari ide atau inspirasi itu gampang-gampang sulit. Kalau udah mentok, rasanya susah banget mau mengeluarkan ide dari kepala. Tapi bagi sebagian orang, memunculkan ide itu semudah membalikkan telapak tangan. Buat saya, hal itu bisa berlaku keduanya. Kadangkala, rasanya mudah sekali memunculkan inspirasi menulis, mulai dari hanya dengan mendengarkan lagu, menonton televisi, bahkan dari apa yang dialami sehari-hari. 

Ide tulisan dalam blog saya biasanya muncul dari pengalaman pribadi, misalnya dari perjalanan atau travelling saat liburan hingga kegiatan memasak resep-resep menarik yang saya peroleh dari internet atau tayangan di televisi. Selain pengalaman pribadi, saya juga sering memperoleh ide tulisan dari pengalaman orang lain. Ini biasanya saya tuangkan pada cerita-cerita flashfiction yang saya buat untuk kompetisi menulis cerita di blog. Sudah beberapa kali saya menggunakan karakter dari pengalaman pribadi orang lain, termasuk keluarga atau teman. Tapi, identitas mereka tentu saja tidak saya munculkan di dalam cerita. 

Tuliskan!
Setelah mendapat ide, maka selanjutnya yang saya lakukan adalah langsung menuliskannya di dalam blog. Meskipun saya sering kewalahan dalam hal membagi waktu untuk menulis, tapi saya lebih senang langsung menuliskan ide-ide tadi ke dalam blog saat itu juga. Hal ini juga berlaku untuk tulisan saya berupa cerita flashfiction. Untuk jenis tulisan ini, saya bahkan bisa menghabiskan waktu hingga 2 jam, he he he. Saya harus terus berada di depan komputer dan menjaga agar aliran ide cerita yang sudah membumbung di kepala tidak menguap begitu saja. Oleh karena itu, waktu yang tepat untuk menulis bagi saya adalah malam hari. Selain lebih tenang, saat malam hari paling tidak saya sudah menyelesaikan rutinitas saya, termasuk sholat lima waktu yang tidak boleh begitu saja ditinggalkan.

"Cek dan Ricek"
Istilah ini mungkin sering kalian dengar di televisi. Ya, re-checking menjadi sebuah keharusan saat menulis blog (meski saya suka kelupaan sama yang satu ini). Cek setiap tulisan yang dibuat dan akan dipublish di dalam blog, mulai dari tata letak, bahasa, kesalahan penulisan hingga pengaturan gambar dan warna tulisan. Saya yakin ini bisa mempengaruhi pembaca. Tulisan yang berantakan dan tidak disusun dengan semestinya tentu saja bisa mengganggu mereka yang membaca tulisan kita. Bahasa juga faktor penting. Salah seorang teman saya pernah berpesan kepada saya bahwa bahasa itu cerminan diri kita. Bahasa formal memang tidak selalu dituntut dalam sebuah blog pribadi, tetapi kalau terlalu informal juga tidak enak dibacanya. Selain itu, jangan lupa untuk memasukkan tautan sumber, baik dari gambar atau tulisan yang kita gunakan pada blog kita (jika memang ada). Hal ini penting supaya tidak ada unsur plagiat dan pelanggaran hak cipta. 

Preview first
Selain mengecek draft tulisan yang sudah siap dipublish, biasanya saya juga akan melihat tinjauan setiap halaman dari tulisan saya tersebut. Dengan begitu, saya bisa memastikan bahwa tulisan saya telah layak untuk ditampilkan. 

Nah, jika keempat langkah tadi sudah dilakukan, maka selanjutnya ya tinggal klik publish. Ketika sudah mengklik tombol tadi, rasanya tuh lega dan campur senang banget lho, he he he. Jadi, itu tadi cerita di balik setiap cerita yang saya tampilkan pada blog ini ya. Semoga bisa membantu menginspirasi teman-teman sekalian.

Selamat menulis!

Tulisan ini diikutsertakan dalam #IHBMayBlogChallenge 

Friday, May 15, 2015

STRAWBERRY CHEESE DANISH


Dear food lover,

Libur weekend memang paling seru bersama keluarga ditemani kudapan yang spesial seperti Strawberry Cheese Danish yang sangat nikmat jika disantap saat sarapan di pagi hari. Danish pastry dikenal sebagai makanan manis khas Denmark yang terbuat dari adonan puff pastry dan memiliki tekstur yang berlapis. Salah satu jenis Danish pastry yang terkenal di seluruh dunia adalah Croissant. Teksturnya yang crispy dan memiliki rasa yang beragam menjadi pilihan yang cocok sebagai teman menikmati teh atau kopi di pagi dan sore hari. 

Saat ini, membuat kue dengan adonan pastry tidaklah sulit. Kita bisa dengan mudah menemukan adonan puff pastry yang siap digunakan di beberapa supermarket atau toko bahan kue. Resep ini salah satu yang tergolong mudah dan bahan-bahannya pun tidak sulit untuk ditemukan. Mau coba? Yuk, kita intip resepnya!

Bahan-bahan:
  1. 2 lembar puff pastry siap pakai ukuran 20 cm x 20 cm
  2. 1/2 cup krim keju (cream cheese)
  3. 3 sdm selai stroberi (strawberry jam)
  4. 2 sdm gula halus (castor sugar)
  5. 1 sdt cuka apel (apple cider vinegar), atau air jeruk lemon (lemon juice)
  6. 5 buah strawberry segar
  7. 1 butir telur, kocok lepas
  8. 1 tsp air putih 

Cara membuat:
  1. Siapkan 2 lembar puff pastry siap pakai. Jika puff pastry tersebut baru dikeluarkan dari freezer, maka diamkan sejenak selama 20 menit hingga adonan tidak lagi beku. Pipihkan sedikit adonan dengan menggunakan roller. 
  2. Potong lembaran pastry tersebut ke dalam beberapa bagian dengan ukuran kira-kira masing-masing sebesar 8 cm x 6 cm.
  3. Tata potongan pastry tersebut di atas loyang kue yang sudah dialasi dengan baking paper, atau jika tidak ada, bisa diolasi dengan margarin dan ditaburi sedikit tepung. 
  4. Agar adonan pastry kemudian bisa diisi dengan isian buah dan krim keju, maka tambahkan adonan pastry di sisi-sisi lembaran hingga berbentuk menyerupai frame photo. 
  5. Tusuk-tusuk dengan garpu adonan tengah pastry. Sisihkan.
  6. Sementara menyiapkan toping, panaskan oven bersuhu 180 derajat celcius. 
  7. Haluskan krim keju yang dicampur dengan gula halus dan cuka apel, atau jika tidak ada, bisa diganti dengan air jeruk lemon. Sisihkan.
  8. Untuk toping buah, siapkan selai stroberi di dalam wadah tahan panas/microwave container, tambahkan air lalu panaskan selama 30 detik di dalam microwave. Setelah 30 detik, keluarkan dan aduk hingga tercampur rata dan selai menjadi sedikit lebih encer. Sisihkan. 
  9. Waktunya mengisi topping di atas adonan pastry. Tuang 1-2 sdm krim keju, kemudian 1 sdm selai dan beberapa potong stroberi di bagian tengah adonan pastry
  10. Terakhir, olesi pinggiran pastry dengan campuran telur dan sedikit air yang sudah dikocok lepas agar pastry tidak pucat dan berwarna kecoklatan saat sudah dipanggang. 
  11. Jika sudah siap, panggang adonan di dalam oven selama kurang lebih 20-25 menit hingga matang dan pastry berwarna kecoklatan. 
  12. Setelah matang, angkat dan sajikan dengan taburan gula halus. Kue pun siap disantap selagi hangat. 
*Resep ini untuk 8-10 potong




Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...