Sunday, September 27, 2015

HOMEMADE BAKSO SAPI


Orang Indonesia mana yang nggak suka dengan bakso sapi? Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa pasti sudah pernah mencobanya. Bahkan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, setuju dengan pendapat saya ini. Bakso adalah satu makanan Indonesia favoritnya. Nah, jika kamu adalah salah satu pecinta kuliner bakso dan juga demen masak, nggak ada salahnya sesekali mencoba membuat bakso sapi di rumah. Yang pasti bakso sapi buatan sendiri terbebas dari bahan pengawet dan inshaAllah lebih sehat dibandingkan membelinya di tukang jualan.

Oke, membuat bakso sapi saya akui susah-susah gampang. Saya sudah pernah beberapa kali mencoba membuatnya saat saya masih tinggal di Sydney. Sekedar tips, saya dulu hanya berbekal daging sapi cincang yang masih segar, air es dan tepung bakso instan yang bisa saya beli di toko Asia. Hasilnya? Enak dan yang pasti membal. Meski perjuangan yang ditempuh agar bisa disantap di mulut tidaklah mudah, he he he. 

Jadi, jika kamu memang ingin mencoba membuat bakso di rumah, nggak ada salahnya lho menggunakan tepung bakso yang beredar di pasaran. Selain praktis, semua bumbu yang dibutuhkan sudah ada di dalam tepung tersebut. Namun, jika kamu orang yang hobi memasak dan punya waktu luang lebih di rumah, nggak ada salahnya juga untuk mencoba membuat bakso sapi tanpa menggunakan bahan instan. 


Sumber: https://epenshare.files.wordpress.com/2013/06/probaso.jpg


Dalam tulisan ini, saya akan coba menjelaskan rahasia pembuatan bakso sapi rumahan yang dijamin... tanpa menggunakan pengawet dan bahan kimia pengenyal bakso. Hasil bakso yang saya buat ini memang masih belum bisa menyamai bakso yang dijual di tukang bakso (masih jauh deh dari hasil akhir yang saya harapkan) tapi dari segi rasa dan tekstur, alhamdulillah sudah bisa dikatakan, "I can make bakso" So, berikut adalah rahasia cara membuat bakso sapi ala Chef Nisa :) Resep yang saya gunakan kali ini adalah hasil modifikasi resep buatan mbak Ricke Indriani dan mbak Endang, dalam websitenya, justtryandtaste.com.


Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
RESEP BAKSO SAPI

Bahan-bahan:
  1. 1 kg daging sapi segar, pilih bagian tanpa lemak 
  2. 300 ml air es
  3. 2 putih telur
  4. 8 sdm bawang putih bubuk
  5. Garam, lada halus, gula pasir
  6. 1 sdt soda kue
  7. 200 gr tepung sagu tani

Cara membuat:

Haluskan daging menggunakan food processor sambil sedikit demi sedikit ditambah air es sebanyak 100 ml. Kebetulan karena food processor saya ukurannya kecil, saya membagi jumlah daging yang akan dihaluskan ke dalam tiga bagian, begitu pula bahan lainnya, tak terkecuali air es. Jadi, saya lakukan tiga kali penggilingan daging.

Jika daging sudah agak halus, tambahkan bawang putih bubuk, putih telur dan bumbu seperti garam, lada halus dan gula pasir. Giling daging kembali sambil ditambah dengan sisa air es sedikit demi sedikit. 


Terakhir masukkan tepung sagu tani dan soda kue. Giling daging hingga daging benar-benar halus dan lembut seperti bubur pasta.

Didihkan air di dalam panci. Jika sudah mendidih, kecilkan api. Ambil satu genggaman daging menggunakan telapak tangan yang sudah dibasahi dengan air es. Hal ini untuk mencegah adonan tidak terlalu lengket di tangan. Bentuk dari satu genggaman daging tadi menjadi bulatan bakso, kemudian ambil menggunakan sendok. Masukkan bulatan bakso ke dalam panci berisi air mendidih.

Masak selama kurang lebih 5 menit hingga bakso mengapung. Angkat bakso dan rendam selama 1 menit di dalam air es agar bakso tetap padat. Lakukan terus hingga adonan habis. Jika bakso sudah selesai dimasak, dinginkan bakso pada suhu ruang kemudian simpan di dalam freezer untuk dapat diolah kembali.





PSST, YOU NEED TO KNOW THESE!
  1. Penjual bakso biasanya menggunakan "biang bakso" atau "obat bakso" (kalau tidak salah disebut juga dengan poly bakso), untuk menciptakan bakso yang kenyal dan membal. Bahan makanan ini memang merupakan bahan kimia, tapi penggunaannya sendiri saya tidak pernah tahu seberapa banyak. Oleh karena itu, akan lebih aman jika kita tidak menggunakan bahan-bahan tersebut untuk membuat homemade bakso. 
  2. Salah satu kunci dalam membuat bakso yang kenyal tanpa bahan yang mengandung kimia adalah dengan menggunakan daging sapi yang segar. Selain itu, pemilihan daging sapi tanpa lemak dan urat dimaksudkan agar proses penggilingan daging bakso menjadi lebih mudah dan tekstur bakso yang dihasilkan juga menjadi lebih mudah halus.
  3. Kenapa harus pakai air es? Air es memang menjadi bahan wajib dalam proses pembuatan bakso. Hal ini dikarenakan suhu air es dapat mencegah rusaknya protein daging akibat panas yang ditimbulkan dari putaran pisau saat menggiling adonan. Selain itu, air es berfungsi untuk mengikat serat daging sehingga lemak tetap keras dan bakso menjadi kenyal.
  4. Penggunaan soda kue bertujuan untuk menaikkan pH adonan daging sehingga daging bakso menjadi lembut dan padat. Sementara itu, putih telur digunakan sebagai perekat adonan daging.
  5. Membasahi tangan dengan air es saat membentuk adonan dapat mempermudah proses mengeluarkan adonan dari genggaman tangan setelah selesai dibentuk. 
  6. Cara merebus bakso tidak boleh langsung direbus atau dimasukkan pada air yang sedang bergolak, melainkan harus dimasukkan ke dalam air panas yang sebelumnya telah dimasak hingga mendidih. Tipsnya, didihkan air dalam panci, lalu kecilkan api hingga air tidak lagi bergolak dan suhu api menjadi stabil. Hal ini mencegah adonan bakso tidak buyar dan tetap padat saat dimasak.
  7. Jika kamu tidak yakin dengan rasa dari adonan bakso yang kamu buat, cobalah untuk merebus satu atau dua buah bakso terlebih dahulu lalu cicipi. Jika bumbunya kurang pas, maka dapat dibumbui kembali pada adonan daging yang belum dimasak.

Nah, begitulah rahasia dalam membuat bakso sapi rumahan. Sulit memang bagi pemula, tapi lama-kelamaan dengan semakin sering mencoba, maka bisa jadi kita akan memperoleh hasil yang (mendekati) sempurna. Saya akui, saya sepertinya melakukan beberapa kesalahan kecil dalam membuatnya sehingga hasilnya pun belum begitu sesuai dengan yang saya harapkan. Jika ingin bereksperimen lebih jauh, kamu bisa mencoba langsung resep aslinya di atas ya.

Good luck! ;)

Saturday, August 22, 2015

How-to Survive in Sydney (Part 1)


Adakah di antara kalian yang ingin sekali melanjutkan sekolah ke luar negeri? Saya yakin beberapa dari kalian akan menggangguk bahkan ada yang menjawab dengan lantang, "Ya, saya!", he he he. Great, lalu apakah Australia menjadi salah satu negara destinasi kalian untuk kuliah? Kalau iya, lantas di kota manakah itu? Jika Sydney jawabannya, maka ada beberapa survival tips yang patut kalian ketahui sebagai pelajar Indonesia. 

Sydney itu kota destinasi wisata nomor satu di Australia (versi 2015's Travelers Choice Tripadvisor). Selain itu, Sydney masih masuk dalam daftar 10 negara paling nyaman untuk ditinggali. Jadi, tak heran 'kan kalau banyak warga di seluruh dunia yang ingin sekali ke sana, termasuk warga Indonesia. Nggak hanya untuk sekedar berlibur, tetapi juga untuk melanjutkan studi. Bahkan menurut data Departemen Pendidikan Australia, jumlah pelajar Indonesia di Sydney meningkat seiring waktu hingga lebih dari 15 ribu pelajar (http://www.studiesinaustralia.com/studying-in-australia/why-study-in-australia/international-students-in-australia). Wuih, luar biasa! Semoga mereka ini yang akan menjadi calon agent of change Indonesia di masa depan ya. Aamiin. :)

Oke, Sydney itu emang destinasi favorit semua orang, tapi Sydney juga terkenal sebagai kota di Australia dengan biaya hidup paling mahal. What?! Yup, itu benar banget lho! Oleh karena itu, buat pelajar Indonesia yang sudah terbiasa memperoleh barang dengan harga murah di tanah air (seperti saya, he he he), harus pintar-pintar supaya bisa tetap survive tinggal di sana. Tips berikut adalah hasil pengalaman saya selama tahun 2014, jadi maaf kalau sedikit bersifat subjektif.  Mungkin saja tidak bisa diaplikasikan oleh semua orang. Maklum, saya sekolah karena menerima beasiswa, sehingga cara hidupnya akan berbeda dengan sebagian orang. Silahkan disimak ya!


MERUBAH MIND SET RUPIAH KE DOLLAR

Img source: http://topnews.net.nz/


Yang satu ini nih, susah banget nget nget. Mungkin kamu harus tinggal paling tidak lebih dari 6 bulan supaya kamu bisa membiasakan "berhitung" dalam Dollar, he he he. Mata uang Indonesia dan Australia memang jelas berbeda, yang satu pakai Rupiah, yang satu pakai Dollar (baca: Australian Dollar/AUD). Pecahannya pun berbeda. Kalau di tanah air, pecahan Rupiah itu mulai dari 100 Rupiah, nah kalau di sana, 5 sen pun masih ada lho. Meski penggunaannya terbatas, biasanya buat change atau kembalian. Biarpun begitu, barang-barang di sana rata-rata mulai dijual dari harga 1 AUD. Bahkan di Sydney, makanan jadi yang dijual di pinggir jalan, misalnya sandwich atau sushi dijual mulai dari 2 sampai 5 AUD. Ya.. kalo diconvert ke Rupiah sekitar 30-60 ribuan. Mihil ya? Sudah pasti. Kita aja bisa dapat bubur ayam komplit enak dengan harga 7 ribu atau kurang dari 1 AUD. Jadi, jangan lantas buru-buru kita menganggap hidup kita akan menderita saking mahalnya. Justru kalau mindset perhitungan kita diubah ke Dollar, kita akan cepat menyesuaikan diri dengan kehidupan di sana, dan lama-lama mengganggap, "Ah, cuma 2 AUD.", he he he.


SUSAH NEMU MAKANAN INDONESIA? MASAK SENDIRI!


Teman saya yang habis masak tumis sayur

Kalau ini mungkin udah jadi kebiasaan banyak pelajar Indonesia yang tinggal di Australia, nggak cuma di Sydney. Tapi berhubung Sydney itu kota mahal, jadi (sangat) diwajibkan untuk masak makanan sehari-hari sendiri. Bayangkan saja, satu porsi nasi ayam kremes yang bisa kita makan di Indo dengan harga sekitar 15-20 ribu Rupiah saja, di sana bisa seharga 10-15 AUD. Widih, fantastis! Maka dari itu, buat kamu yang nggak bisa jauh-jauh dari masakan rumah (apalagi masakan emak), tapi pengen tetap bisa menikmatinya tanpa membuat kantong cepat kempes, caranya ya masak sendiri. 


Pas lagi pengen Bubur Kacang Ijo tapi nggak ada yang jual, akhirnya masak sendiri :p











Hal ini juga berlaku buat kamu yang muslim. Kita pasti sangat paham bahwa Islam di Australia adalah minoritas, jadi makanan halal kadang menjadi barang langka di sana. Ada sih makanan halal seperti masakan Timur Tengah atau India yang bisa dikonsumsi. Tapi, kalau keseringan bosen juga, he he he. Oleh karena itu, tips aman supaya kamu tetap dalam koridor agama adalah dengan memasak makananmu sendiri. Saat ini, sudah banyak kok beragam bumbu jadi masakan Indonesia yang mudah ditemukan di supermarket Asia. Lumayan lah, kalau masak sendiri, makanannya bisa untuk 1-2 hari. Hemat 'kan?


Salah satu bumbu jadi yang dijual di pasar swalayan



MICROWAVE TO THE MAX

Percobaan saya membuat mug cake menggunakan microwave

Buat pelajar yang super sibuk, tentunya memasak akan sangat menyita waktu. Oke, I agree! Tapi, kita 'kan mau berhemat, jadi kenapa harus repot? Hampir di setiap tempat tinggal mahasiswa Indonesia  (bahkan di kampus!) biasanya terdapat microwave yang kegunaannya bahkan menandingi kompor lho! He he he, maaf saya lebay. Menurut saya, microwave itu patut dijadikan sebagai barang "berharga" karena memudahkan hidup kita. Misalnya, makanan yang kita beli atau masak hari ini atau semalam, bisa kita simpan di dalam kulkas lalu dihangatkan kembali esok hari untuk bekal ke kampus. Praktis 'kan? Tinggal membeli wadah kontainer untuk menyimpan makanan di kulkas. Microwave juga bisa menghangatkan roti yang sudah hampir expired. Biasanya, 2-3 hari sebelum expired, roti tawar saya simpan di kulkas. Kalau mau dimakan, tinggal dihangatkan dulu di microwave lalu dikasih isian selai dsb  ;)


JANGAN BOSAN INTIP KATALOG BELANJA


Katalog belanja supermarket Coles




Nah kalau tips yang satu ini saya terinspirasi dari dua orang teman saya, laki-laki dan perempuan. Tapi keduanya agak bertolak belakang. Teman saya yang laki-laki alasannya karena ingin berhemat, yang perempuan karena hobi belanja, he he he. Kalau saya? Ya boleh dibilang dua-duanya. Di Sydney, ada banyak supermarket lengkap dan terkenal, di antaranya ALDI, Coles, Woolworths (atau biasa disebut Woolies), IGA, Harris Farm hingga Supabarn. Selain itu, Sydney juga memiliki beragam department store sekelas Matahari hingga Metro atau Sogo, seperti Kmart, Target, Big W, Myer hingga David Jones. Biasanya supermarket atau department store ini akan menampilkan katalog belanja mereka setiap hari atau setiap minggunya. Bahkan canggihnya, mereka juga memiliki aplikasi ponsel (apps) yang bisa dengan mudah diunduh di handphone kamu sehingga kamu lebih mudah mengakses harga-harga terkini dari barang yang dijual di sana. Kalau sudah begitu, tinggal siapin catatan kebutuhan harian apa saja yang harus kita beli deh.


SAVE THE BEST FOR THE LAST


Berakhir pekan bersama teman-teman menikmati kuliner seafood di Sydney Fish Market

Maksudnya di sini, berhematlah pada waktu sibukmu dan simpan untuk akhir minggumu. Cara ini biasanya disiasati oleh mereka yang hobi traveling atau nongkrong sambil ngopi di cafe. Jangan salah, Sydney punya banyak cafe dan tempat ngopi asyik yang jadi favorit mahasiswa Indonesia, lho. Kalau saya sih dasarnya bukan pecinta kopi, jadi jarang banget ke tempat-tempat tersebut. Biasanya saya cuma lunch atau dinner bareng teman di resto, nonton di bioskop atau jalan-jalan keliling kota. Selain itu, kamu juga bisa ajak teman-temanmu untuk berpiknik pada saat musim panas (summer). Piknik sambil barbekyu (BBQ) (atau barbie istilah slangnya) adalah hal yang sangat menyenangkan. Sebagian besar taman dan tempat umum lainnya di Sydney sudah dilengkapi dengan public BBQ lho. Kamu bisa cek disini. Kamu tinggal bawa bahan makanan dan alat masak yang dibutuhkan, termasuk alat makannya. Jadi, anggap saja hal ini adalah reward dari kerja kerasmu dalam menjaga penghematan selama kuliah. Lagi pula nggak ada salahnya kok menikmati akhir pekan. Hari-hari tidak melulu diisi dengan belajar, tetapi juga perlu refreshing supaya pikiran nggak penat dan kita juga nggak bosan. 

Kegiatan piknik sambil barbekyu di salah satu taman pinggir kota bersama teman jemaah pengajian
(img source: arsip Pengajian USYD-UTS)







So far, itu dulu survival guides di Sydney versi saya ya. InshaAllah nanti ada lanjutan tulisannya di part ke-2. Jadi stay tune terus, oke?! Jika ada di antara kamu yang mau tanya-tanya lebih jauh, boleh silahkan. Semoga bermanfaat :)
    

SEBLAK BASAH ENDESS


Assalamu'alaikum.


Siapa yang tak kenal Bandung? Kota dengan sebutan Paris van Java ini memiliki segudang kuliner yang enak dan maknyus. Salah satunya kuliner yang satu ini, Seblak. Buat orang Bandung atau Sunda, mereka pasti udah nggak asing sama Seblak. Seblak itu sebenarnya krupuk godog atau krupuk yang nggak digoreng melainkan direbus. Krupuk yang telah direbus itu pun kemudian dimasak bersama bumbu-bumbu yang membuatnya terasa gurih dan pedas. Endess deh pokoknya! Hehehe. Saya pun terinspirasi dari penjual Seblak di dekat rumah yang kalau saya perhatikan tiap hari, antriannya sampai ke jalan. Padahal tempat jualnya juga cuma warung sepetak. Usut punya usut, ternyata yang membuat orang ketagihan sama makanan ini adalah karena kepedasannya. Akhirnya, karena lapar sehabis pulang bekerja, kemarin sore saya mencoba membuat Seblak versi basah atau kalau dalam bahasa Jawa, Seblak Nyemek, hehe. Tingkat kepedasannya saya juga coba kurangi. Maklum, saya nggak terlalu tahan sama pedas. Hasilnya... kenyal-kenyal gurih pedas endess! Sepiring aja rasanya kok kurang, hehe. Oke, supaya kamu nggak kelamaan ngiler, bagaimana kalau sambil dicoba resep Seblak buatanku kemarin. Yuk..!



Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
SEBLAK BASAH BANDUNG



Bahan-bahan:

100 gram (2 genggam) krupuk bawang mentah
2 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 ruas kecil kencur, kupas
5 buah cabe rawit merah (atau sesuai selera, boleh ditambah atau dikurangi)
1 butir telur
3 buah bakso (optional, bisa juga diganti sosis)
1 buah daun bawang, iris-iris
2 sdm air asam jawa (optional)
1/2 sdt kaldu bubuk
air secukupnya
garam secukupnya
gula secukupnya


Cara membuat:
  1. Rebus krupuk dalam air mendidih sampai layu dan lembek. Angkat, tiriskan lalu tuang ke dalam air es. Diamkan sejenak.
  2. Haluskan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kencur dan cabe rawit hingga halus. 
  3. Tumis bumbu halus hingga matang dan wangi, tambahkan potongan bakso dan seblak yang sudah ditiriskan airnya, aduk rata. 
  4. Tambahkan air matang lalu masukkan kaldu bubuk. Bumbui dengan garam dan gula secukupnya.
  5. Masukkan telur, lalu buat orak-arik. Aduk rata.
  6. Terakhir, masukkan daun bawang dan air asam jawa (jika ingin agak asam). Aduk kembali hingga air mulai menyusut dan matang.
  7. Sajikan selagi hangat.

Friday, July 24, 2015

KETIKA GARUDA INDONESIA HARUS MENJEMPUTKU PULANG


Another aeroplane
Another sunny day
I'm lucky, I know
But I wanna go home
Mmm, I've got to go home

(Michael Bublé - Home)

Sydney, 5 Januari 2015

Tak terasa hari ini saya harus pulang. Cerita satu tahun berada di negeri orang sebentar lagi harus saya sudahi. Sedih rasanya meninggalkan segenap kisah suka dan duka menjadi salah satu mahasiswa Indonesia yang mengenyam pendidikan di Australia. Tak terbayang saya harus meninggalkan teman-teman, sahabat, tempat tinggal, tempat kuliah dan berbagai kenangan yang terangkai di antaranya. Ah.. satu tahun menurut saya sudah cukup menghasilkan memori yang tidak akan saya lupa.

Pagi tadi, saya diantar seorang sahabat saya yang juga berkuliah di Sydney. Saya pun alhamdulillah sudah sempat berpamitan dengan penjaga apartemen atau caretaker yang sudah saya anggap paman saya sendiri. 

              "You'll have a great trip, dear", katanya seraya melepas kepergian saya.

Tiba di bandara, suasana terlihat hiruk pikuk. Sejumlah orang sudah rapi mengantri di dekat check-in counter Garuda Indonesia. Saya yang kali ini harus sendirian berpergian kembali ke Indonesia, dengan sibuk menggeret troli yang beratnya minta ampun. Satu buah koper berukuran sangat besar,  satu koper ukuran sedang, satu koper ukuran kabin, satu tas ransel, satu tas jinjing kecil dan tas selempang kecil harus saya bawa selama perjalanan. Waah... Bisa dibilang saya seperti hendak pulang kampung... he he he. Yup, saya memang mau pulang kampung. 

Awalnya saya hampir was-was karena jumlah barang bawaan saya yang tergolong seabrek, plus berat-berat. Tapi alhamdulillah saya masih mendapat keleluasaan dari pihak Garuda Indonesia mengingat saya seorang student. Saya mendapat tambahan bagasi sebesar 10 kg, sehingga jumlah berat bagasi yang saya peroleh adalah 40 kg. Saya benar-benar bersyukur pada saat itu. Entah apa jadinya andaikan saya hanya diperbolehkan membawa barang dengan total berat 30 kg, dan saya harus menambah pembelian kuota bagasi tambahan agar semua barang saya bisa terangkut, he he he. 

Foto perpisahan saya sang bersama penjaga apartemen atau caretaker, Laurie









Setelah check-in selesai, saya pun sempat diantar oleh sahabat saya hingga pintu masuk ruang keberangkatan (departure gate). Tak lupa saya berfoto bersamanya di dekat pintu masuk. Waahh... perasaan saya saat itu sedih dan haru, pokoknya campur aduk. Usai saling berjabat tangan, berpelukan dan melempar salam perpisahan, saya bergegas masuk ke dalam ruang keberangkatan. Di sana, saya harus melewati bagian pemeriksaan, bagian yang paling merepotkan bagi saya, he he he. Pasalnya barang yang harus saya bawa masuk ke kabin ternyata banyak sekali. Tangan saya sampai hampir penuh mendorong satu koper kabin dan memegang satu tas jinjing. Tapi alhamdulillah, pemeriksaan berjalan lancar dan tidak ada barang saya yang dicurigai.

Duduk menunggu panggilan masuk pesawat di ruang tunggu keberangkatan rasanya sungguh menyiksa. Ada kebahagiaan yang tak terbendung ketika mengetahui dalam 7 hingga 8 jam ke depan saya akan kembali ke pelukan keluarga. Melihat beberapa pesawat terparkir, termasuk pesawat Garuda Indonesia yang akan saya tumpangi menambah semangat saya untuk cepat-cepat tiba di tanah air. Perjalanan saya akan menjadi perjalanan yang sangat panjang, pikir saya. Karena bertepatan dengan libur tahun baru dan mahalnya harga tiket pada saat itu, saya tidak mendapat tiket penerbangan langsung (direct flight) ke Jakarta, melainkan harus transit dulu di Denpasar, Bali. Tak terbayang bagaimana repotnya saya nanti saat di bagian imigrasi Bandara Ngurah Rai.


Saya dan sahabat yang mengantar saya, Kartika

Di dalam pesawat, saya duduk bersama satu keluarga, ayah, ibu dan seorang anak mereka, yang sepertinya warga negara Australia yang hendak melakukan perjalanan bisnis sekaligus liburan di Indonesia. Saya yang duduk paling pinggir atau rear side, seketika melihat sekeliling pesawat. Hmm, pesawat ini terlihat penuh dengan penumpang. Selama perjalanan, saya pun sangat senang karena akhirnya saya bisa menonton film Doraemon terbaru berjudul Stand By Me. Maklum, film itu tidak tayang di Australia, he he he. Selain itu, saya juga menghabiskan waktu bermain game sampai-sampai bocah yang duduk di samping saya ikut bermain game seperti saya, he he he. 

Enam jam perjalanan ke Denpasar akhirnya berakhir saat saya tiba di Bandara Ngurah Rai. Saya sempat mendengar bahwa bandara ini sedang mengalami renovasi dan perombakan. Betul saja, saya hampir tak mengenali bandara internasional tersebut. Begitu saya sampai, saya harus melewati bagian  imigrasi Indonesia. Mengingat saya masih harus melanjutkan perjalanan berikutnya ke Jakarta dalam waktu yang tidak lama, saya buru-buru bergegas ke counter. Lucunya, saya bingung harus menuju counter yang mana, hingga pada akhirnya saya melihat seseorang yang saya kenali sebagai orang Indonesia yang juga mahasiswa Australia menuju ke arah counter service passport. Saya pun mengikutinya berharap saya pun bisa masuk karena saya menggunakan paspor dinas selama tinggal di Australia. Alhamdulillah, saya pun tidak harus antri berlama-lama, he he he. 

Setelah masuk, saya harus mengambil semua bagasi saya, masuk ke bagian pemeriksaan x-ray, dan check-in kembali di terminal domestik. Astaga, badan saya rasanya hampir remuk! Belum mengangkat dan menurunkan koper-koper saya yang berat itu tadi, saya juga harus berjalan jauh dari terminal internasional ke terminal domestik seorang diri. Alhasil, saya cari bantuan seorang porter. Lumayan lah, semenjak bandara ini direnovasi, jalanan penghubung ke terminal domestik cukup panjang dan berliku, ditambah beberapa tanjakan dan turunan. Hmm.... 

Tiba di terminal domestik, saya langsung mencari kedai kopi untuk rehat sejenak. Sayangnya saya tak boleh lama-lama berleha-leha disana, mengingat setengah jam lagi saya harus sudah boarding untuk penerbangan selanjutnya ke Jakarta. Alamak! Ternyata pesawat yang saya tumpangi kali ini lebih kecil dari jenis pesawat dari Sydney sebelumnya. Alhasil, saya kerepotan memasukkan barang-barang yang saya bawa ke kabin, he he he. Tapi, senangnya kalau naik Garuda Indonesia, saya bisa terhibur dengan adanya sarana entertainment di dalam pesawat. Dua jam perjalanan saya habiskan dengan menonton film Merry Riana yang belum pernah saya tonton di bioskop Indonesia. 

Waktu menunjukkan hampir jam 6 sore. Matahari terlihat samar-samar pergi meninggalkan cahaya keemasan. Dari atas pesawat, terlihat bandara Soekarno-Hatta sudah di depan mata. Alhamdulillah, saya tiba di Jakarta dengan selamat. Perjalanan melelahkan namun menyenangkan ini akhirnya berakhir juga. Meskipun ini bukan perjalanan holiday atau liburan saya, tapi paling tidak ini adalah perjalanan pulang saya yang tidak akan terlupakan bersama Garuda Indonesia. Terima kasih Garuda Indonesia! Saya pun kembali disambut dengan pelukan hangat mereka, ayah, ibu dan adik saya tercinta.

Kisah perjalanan ini diikutsertakan dalam Blog Competition Garuda Indonesia #GADreamHoliday.

Disclaimer: Tulisan ini di luar tanggung jawab PT. Garuda Indonesia dan tidak melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun.



Tuesday, July 14, 2015

LEBARAN SEBENTAR LAGI



...
Lebaran sebentar lagi
Tak ada miskin tak ada kaya
Semua sama di depan Tuhan
Yang berbeda cuma amalnya
Semua ingin Lailatul Qadar
Semoga kita mendapatkannya



Assalamu'alaikum.

Ada yang masih ingat lirik lagu di atas nggak? Pasti di antara teman-teman ada yang masih ingat tembang Islami yang pernah dibawakan oleh Bimbo dan dipopulerkan oleh Gigi! Yup, sekarang lagu tersebut dinyanyikan kembali oleh Afgan, Andien dan Nidji. Oke, kalau sudah ingat dengan lagu dan syairnya, tahu nggak kamu makna yang tersimpan dalam lagu tersebut?

Hmm.. Sebenarnya saya sedang tidak ingin membahas lagu, tapi beberapa kalimat yang ada pada lagu Lebaran Sebentar Lagi tadi ternyata memiliki makna yang dalam lho. Contohnya penggalan syair yang saya kutip di atas. Coba deh teman-teman perhatikan, di situ disebutkan bahwa ketika hari lebaran tiba, tidak akan ada perbedaan antara si miskin dan si kaya. Semua manusia akan sama di hadapan Tuhan YME, Allah SWT. Dalam lirik tersebut bahkan disebutkan bahwa manusia hanya akan dibedakan berdasarkan amalan-amalannya saja. Hal yang menarik lainnya adalah bagaimana manusia ingin mendapatkan Lailatul Qadar. Namun, sekarang pertanyaannya, apakah kita termasuk di antara mereka yang menginginkan malam yang agung tersebut? Apakah kita juga salah satu dari mereka yang akan memperoleh tanda-tandanya?


KELEBIHAN MALAM LAILATUL QADAR
Aduh, hari kok cepat sekali ya berlalu. Tiba-tiba kita sudah memasuki hari-hari terakhir Ramadan. Kita mungkin sudah terlalu sibuk mempersiapkan kebutuhan Hari Raya, mulai dari kebutuhan pangan hingga kebutuhan sandang. Kita juga mungkin sudah terlalu khawatir memikirkan rute mana yang paling mudah dan aman untuk dilewati saat mudik nanti. Tapi, adakah dari kalian yang justru mulai merasa sedih karena sebentar lagi akan ditinggalkan bulan Ramadan?

Sahabat muslim, kita patut bersedih hati dengan semakin dekatnya kita dengan hari berakhirnya Ramadan, namun kita juga justru harus makin semangat beribadah. Pasalnya, 10 malam terakhir Ramadan merupakan di antara malam-malam yang penuh dengan keberkahan dan rahmat. Keistimewaan ini pun tertuang di dalam Al-Qur'an yaitu surat Al-Qadr. Malam Lailatul Qadar  juga sering dikenal dengan sebutan malam seribu bulan seperti yang pernah diriwayatkan oleh Rasulullah SAW.

"Ramadan telah datang kepada kalian, bulan penuh berkah. Allah telah mewajibkan kalian puasa. Pintu-pintu langit akan dibuka, pintu-pintu neraka akan dikunci, dan setan-setan akan dibelenggu oleh Allah. Di dalamnya ada sebuah malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa yang telah diharamkan (untuk meraih malam tersebut) berarti dia telah diharamkan (dari semua kebaikan)" (HR. An-Nasa'i)

Oleh sebab itu, malam-malam ini merupakan malam-malam yang sangat ditunggu oleh seluruh kaum Mukmin. Coba deh sahabat muslim bayangkan jika kita mendapatkan berkah Lailatul Qadar, berarti sama dengan memperoleh berkah seribu bulan lebih. Dengan kata lain, orang seperti itu memiliki kualitas yang lebih baik dan panjang daripada usia rata-rata manusia. Masya Allah! Siapa yang nggak mupeng...?

Selain itu, di dalam Al-Qur'an sendiri dijelaskan bahwa pada malam Lailatul Qadar, para malaikat akan turun ke bumi, sebagaimana yang diungkapkan dalam Surat Al-Qadr ayat 4. Terus emang kalau malaikat turun kenapa? Allah SWT menerangkan dalam beberapa ayat bahwa ketika malaikat turun, mereka akan membawa berkah bagi orang-orang yang beriman. Masya Allah, sahabat, nikmat mana lagi yang harus kita dustakan?


TANDA-TANDA MEMPEROLEH LAILATUL QADAR
Jadi sahabat muslim, agar kita menjadi salah satu orang yang beruntung tersebut, kita tentu harus memaksimalkan ibadah kita selama 10 malam terakhir Ramadan. Biasanya, malam yang terbaik adalah malam-malam yang ganjil. Namun yang pasti, waktu munculnya Lailatul Qadar tetap Allah yang tahu dan merahasiakannya. Tak seorang pun yang mengetahui kapan akan terjadi malam Lailatul Qadar. Lantas, ada nggak sih tanda-tanda yang dapat kita rasakan atau alami seandainya kita memperoleh malam yang penuh berkah ini?

Beberapa sumber pun sebenarnya sudah ada yang menjelaskan tentang hal ini. Mulai dari kondisi langit dan udara sekitar yang dapat kita rasakan, hingga kejadian-kejadian yang tak biasa seperti mendengar ucapan salam dan kata-kata lain dari Malaikat. Wallahua'lam. Yang pasti, kita hanya bisa dengan ikhlas bermunajat kepada Allah dan bersungguh-sungguh beribadah kepadaNya. Insya Allah, orang yang memperoleh Lailatul Qadar akan diberikan petunjuk oleh Allah SWT. 

So, tetap semangat menjemput malam tersebut ya! Lebaran.. eh Ramadan selesai sebentar lagi, tapi masih ada sisa satu malam ganjil terakhir. Bisa jadi itu kesempatan terakhir kita memperoleh Lailatul Qadar di bulan Ramadan tahun ini. 

Wallahua'lam :)

Sumber: Arif M. Riswanto. Mukjizat Lailatul Qadar: Menemukan Berkah pada Malam Seribu Bulan. Bandung: 2007

Tulisan ini diikutsertakan pada IHB Blog Post Challenge Ramadhan: All About Ramadhan dan Idul Fitri

Sunday, July 12, 2015

ELEMEN BLOG YANG WAJIB PUNYA!


Assalamu'alaikum.

Beberapa hari ini saya lagi semangat mendesain ulang blog saya. Hmm, biasa nih, saya orangnya suka penasaran. Habis berburu pelajaran gratis tentang blog design di internet, akhirnya saya praktekkan juga. Alhamdulillah, sekarang blog saya sudah tampil lebih chic dan simple. Meskipun ada beberapa perombakan yang tergolong sulit, tapi hasilnya tetap terlihat memuaskan. 

Kalau menurut teman-teman sendiri, sebenarnya apa aja sih yang perlu kita tampilkan di dalam blog  agar blog kita terlihat bagus dan memikat pembaca? Well, tidak hanya tulisan yang menarik, tetapi desain dan tata letak setiap elemen juga sangat berpengaruh terhadap penampilan blog kita.

Jadi, ada beberapa elemen blog (atau biasa disebut widget) yang wajib kamu punya jika kamu ingin blogmu terlihat lebih menarik oleh pembaca, dan tentunya, akan meningkatkan jumlah pembaca setiamu. Berikut saya share daftar elemen blog dan tautan halaman web yang bisa kamu gunakan sebagai rujukan dalam mendesain ulang blogmu!

KOLOM PROFIL
Tak kenal maka tak sayang. Nah, biar para pembaca tahu bahwa kamu adalah pemilik blogmu, tentu saja, kamu perlu menampilkan kolom profil di dalam blogmu. Selain itu, pembaca tentu saja juga dapat berinteraksi denganmu, dan yang tidak kalah penting, kamu bisa memiliki koneksi jejaring yang lebih luas saat para pembacamu tahu apa latar belakangmu, aktivitas keseharianmu dan kegiatan favoritmu.

Kamu dapat menampilkan kolom profil pada bagian sidebar atau pada halaman tersendiri untuk lebih lengkapnya. Mau buat kolom profil sidebar seperti yang ada di blog saya, kamu bisa ikuti tutorial berikut ini.


POPULAR POSTS
Jika kamu ingin tulisan atau artikelmu go viral, maka kamu harus menampilkan widget yang satu ini. Popular posts tentunya akan memberi tahu kepada pembaca, tulisan atau artikel mana saja yang sudah sering dibaca oleh pengunjung sebelumnya. Dengan begitu, pembaca lain akan ikutan penasaran. 

Kini, di internet sudah tidak susah lagi untuk mencari tutorial bagaimana cara menampilkan popular posts yang nggak biasa. Beberapa bentuk kolom popular posts yang bisa kamu tiru, bisa kamu lihat di sini atau di sini.


KONEKSI MEDIA SOSIAL
Siapa yang hari gini nggak punya media sosial seperti Facebook, Twitter atau Instagram? Media sosial ternyata punya banyak peranan yang penting untuk meningkatkan statistik kunjungan blog kamu. Media sosial tidak hanya membantu menghubungkan blogmu dengan semua jejaring pertemananmu di dunia maya, tetapi juga memudahkan pembaca untuk membagi informasi yang mereka dapatkan dari blogmu, sehingga blogmu akan lebih cepat dikenal oleh banyak orang, di luar jejaring pertemananmu.

Koneksi social media bisa kamu tampilkan ke dalam dua bentuk, satu berfungsi sebagai sharing button, atau tombol untuk membagi tulisan atau artikel blogmu ke semua jenis social media (--- biasanya tombol ini muncul di bagian bawah masing-masing tulisan atau artikel blog); dua berfungsi sebagai tombol media sosial pribadi yang dengan mudah akan menghubungkan pembaca pada akun-akun media sosialmu, sehingga mereka akan mudah menfollownya. 

Kamu tentu saja bisa menampilkan koneksi media sosial di dalam blogmu. Sekarang sudah banyak situs yang menyediakan layanan penyedia social media widget secara gratis untuk blog. Beberapa tombol koneksi media sosial bisa kamu tambahkan di bawah masing-masing artikel yang kamu tulis menggunakan situs addthis atau shareaholic, yang memudahkan pembaca share tulisanmu di akun-akun media sosial mereka. Sementara itu, link ini bisa membantu kamu menginstal ikon dari akun-akun media sosial kamu di dalam blog.


KOLOM KONTAK
Namanya juga mau berinteraksi, gimana caranya kalau pemilik blog nggak mencantumkan alamat email yang bisa dihubungi pembaca sewaktu-waktu? Jika kamu ingin pembacamu bisa dengan mudah berkomunikasi denganmu, jangan segan untuk mencantumkan alamat emailmu di dalam blogmu. Kamu bisa meletakkannya di halaman profil atau membuat halaman kontak terpisah yang dapat membantu pembaca mengisi kolom kontak yang telah kamu sediakan. Tentunya, pertanyaan yang dikirimkan oleh pembaca akan langsung kamu terima melalui emailmu.  Mudah kan? Biar nggak bingung, kamu bisa lihat kok tutorial mudahnya membuat halaman kontak terpisah di sini.


Bagaimana? Sudah tahu 'kan elemen blog apa saja yang wajib kamu masukkan ke dalam blogmu jika kamu ingin menarik lebih banyak minat pembaca terhadap blogmu? Coba cek, sudahkah elemen tersebut ada di dalam blogmu? Jika belum, kini saatnya kamu mendaur ulang blogmu. Oh ya, jangan segan untuk kasih pendapatmu melalui komentar di bawah ini ya, kira-kira adakah elemen lainnya yang perlu ditampilkan selain elemen-elemen di atas?

Happy blogging! ;)

Sunday, July 5, 2015

EARL GREY TEA COOKIES



Assalamu'alaikum.

Kamu penyuka minum teh? Kalau iya, kamu pasti akan menyukai kue kukis yang satu ini. Saya sangat menyukai teh. Salah satu kesukaan saya yakni teh Earl Grey. Earl Grey tea adalah salah satu English tea yang sangat terkenal. Wanginya yang sangat harum biasanya membuat saya merasa relax dan nyaman. Apalagi minumnya ditemani aneka biskuit ringan. Saya kebetulan masih punya beberapa kantong teh Earl Grey yang saya beli saat masih di Sydney. Namun, teh ini biasanya bisa diperoleh di supermarket yang menjual aneka makanan dan minuman impor. Maklum, teh ini salah satu teh yang tergolong mihil, alias mahal, he he he. 

Oke, kali ini saya mau berbagi resep kue yang pastinya mudah dan enak. Kue ini kebetulan terinspirasi dari teh Earl Grey yang biasa saya minum. Tiba-tiba terlintas dalam pikiran saya, "kalau teh ini dibuat jadi bahan dasar kue, enak nggak ya?". Rasa penasaran ini akhirnya pun berujung dari pencarian resep Earl Grey tea cookies di internet. Bayangin deh, ternyata kue ini sudah sangat terkenal. Berbagai resep cookies berbahan dasar teh Earl Grey bisa dengan mudah kita temukan. Namun, resep yang paling original adalah resep dari Martha Stewart. Resepnya bisa dilihat di sini

Kue ini dibuat tanpa menggunakan telur sehingga bahan dasarnya so simpel, hanya tepung terigu, mentega dan gula, yang dicampur menjadi satu bersama dengan bubuk teh.

Mau tahu bagaimana cara membuatnya? Resep ini telah saya modifikasi dari resep asli Martha Stewart tanpa menggunakan orange zest, namun di sini saya menambahkan jumlah bubuk tehnya, esens vanila, dan sedikit roombutter agar lebih renyah.



Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Jumlah penyajian: 80 - 90 buah kukis

Bahan-bahan:

  1. 2 cup tepung terigu protein sedang
  2. 1/2 cup gula halus
  3. 1 cup mentega
  4. 1 sdm roombutter
  5. 10 kantong teh Earl Grey, keluarkan bubuk teh dari kantongnya
  6. 1/2 sdt garam
  7. 1 sdt vanila bubuk (atau bisa menggunakan esens vanila)

Cara membuat:
  1. Siapkan bahan kering dan campur jadi satu tepung terigu, bubuk teh dan garam. Aduk rata lalu sisihkan. 
  2. Kocok mentega, roombutter dan gula halus menggunakan mikser berkecepatan sedang selama kurang lebih 3-4 menit hingga lembut dan berwarna pucat. 
  3. Tambahkan vanila bubuk. Campur hingga rata.
  4. Turunkan kecepatan mikser, lalu masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit ke dalam adonan mentega. Aduk hingga tercampur saja.
  5. Jika seluruh bahan sudah benar-benar tercampur menjadi satu, keluarkan dari wadah mikser. 
  6. Letakkan adonan di atas plastik clingwrap, lalu bungkus rapat agar tidak ada udara yang masuk.
  7. Diamkan adonan di dalam kulkas selama 30 menit. 
  8. Setelah didinginkan, keluarkan adonan lalu pipihkan menggunakan rolling pin. Cetak adonan yang telah dipipihkan setebal +/- 0,5 cm menggunakan cetakan kukis sesuai selera.
  9. Olesi loyang dengan sedikit mentega kemudianPanggang adonan kukis yang sudah dicetak di dalam oven bersuhu 150 derajat Celcius selama +/- 15-20 menit hingga matang dan sedikit berwarna kecoklatan di bagian bawah kue. 
  10. Dinginkan kue yang masih panas lalu taruh dalam wadah toples. 

Bagaimana? Tidak terlalu sulit 'kan. Kue ini tentu saja bisa jadi alternatif kue lebaran favorit kamu di rumah.

Selamat mencoba ya!










Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...