Saturday, January 16, 2016

5 THINGS I LEARNED FROM ONLINE DATING


Buat kamu yang jomblo (*nunjuk ke diri sendiri), menemukan cinta sejati pasti menjadi hal yang sangat dinanti. Apalagi jika umurmu sudah terbilang tidak belia lagi. Pemikiranmu tentu saja sudah mengarah ke tahap yang lebih jauh, yaitu menemukan calon pasangan hidup. Bagi saya, pembahasan tentang pasangan hidup bisa jadi pembahasan yang cukup serius dan saya suka give up kalau membicarakan tentang hal yang satu ini. Soalnya ada rahasia Tuhan yang nggak akan bisa kita ketahui tentang jodoh kita.

Nah, bicara perihal mencari cinta sejati, adakah di antara kalian yang pernah mencoba online dating? Ada yang pernah berhasil? Atau justru malah gagal? Jujur saja, saya salut sama orang-orang yang berikhtiar mencari jodoh dengan cara ini. Mereka itu tergolong orang yang berani karena mau open sama orang yang baru saja dikenal. Memang sih, nggak bisa dipungkiri, semakin umur kita bertambah, tanpa kita sadari semakin terbatas ruang lingkup pertemanan kita. Yang saya maksud di sini adalah jika kita sudah bekerja dan banyak teman-teman sekolah kita yang sudah menikah, maka ruang lingkup pertemanan juga terbatas. Kecuali kalian adalah orang yang tergabung di komunitas tertentu atau sangat aktif mengikuti kegiatan sampingan di sana-sini, baik kegiatan sosial atau kewirausahaan, kalian akan dengan mudah bertemu dengan orang baru. 

Maka tak heran jika jaman sekarang banyak laki-laki dan perempuan single yang berhasil menemukan pasangan dengan cara dijodohkan teman atau keluarga bahkan melalui online dating. Dalam tulisan ini, saya akan mencoba mengulas sedikit hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membangun hubungan percintaan melalui online dating, termasuk plus dan minusnya. Tips ini murni berdasarkan pengalaman saya yang pernah sekali menjalaninya. Awalnya saya ragu, tapi entah mengapa saya terdorong juga untuk mendaftar ke salah satu situs perjodohan online terkenal di Indonesia. Saya nggak menyangka ada tiga pria yang cocok dengan saya pada saat itu dan ketiganya sama-sama berniat untuk menikah. Hanya saja, dari ketiga pria tersebut hanya satu yang (berani) memulai. Hmm, singkat cerita, hubungan saya dengan pria tersebut sayangnya nggak bisa diteruskan. Tapi, jangan khawatir ada juga kok contoh pasangan di luar sana yang justru malah berhasil membawa hubungan mereka ke jenjang pernikahan. So, berikut 5 hal yang saya pelajari dari proses online dating yang pernah saya jalani. Mudah-mudahan bisa membantu memberikan gambaran kepada teman-teman yang berniat mencoba ikhtiar dengan cara ini.



SAFETY FIRST

Being safe adalah hal utama yang mesti diperhatikan oleh para pencari jodoh melalui online dating. Kita harus paham betul bahwa kita akan berhadapan dengan orang asing. Boro-boro sudah kenal, kita cuma bisa dapat informasinya pertama kali dari situs perjodohan tersebut, yang kita nggak tahu mereka jujur apa nggak! Nah, kalau itu yang bikin kamu maju-mundur ikhtiar dengan cara ini, saya yakin kalian nggak akan pernah mau nyoba. Iya kan? Hehe. Pilihlah situs perjodohan yang memang dikenal memiliki kualitas baik. Hmm, biasanya sih rekomendasi paling bagus itu ya dari promosi mulut ke mulut, misalnya ada teman kita yang pernah mencoba dan berhasil. Kita juga bisa lihat dari siapa pemiliknya atau founder-nya, kegiatan-kegiatan seminar atau love education yang dilakukan atau review penggunanya. Jadi, coba untuk tetap positif dan yakin kalau mungkin ini memang ikhtiar yang mesti kita tempuh. Kalau kita sudah yakin dan hendak memulai registrasi, usahakan seminimal mungkin kita tidak terlalu mengumbar informasi tentang diri kita. Jangan lantas kita ingin cepat ada orang yang mengenal kita, kita terlalu banyak menceritakan siapa diri kita di bagian profil. Ingat, safety is still priority. Gunakan nama samaran untuk nama profil kamu. Tips ini pernah saya peroleh dari internet. Saya bukannya mengajarkan untuk berbohong, tapi nama samaran bisa kita gunakan dari nama panggilan yang orang tidak tahu. Jika namamu Ratna Wulandari, coba gunakan nama Ari misalnya. 


JANGAN BURU-BURU MENJATUHKAN CINTA

Saya ngerti kalau banyak dari mereka yang mendaftar online dating adalah mereka yang pada dasarnya sudah siap menikah, jadi mereka cenderung tidak ingin bertele-tele dan terlalu lama menjalin hubungan. Hanya saja, situs perjodohan yang saya bahas di sini berbeda dengan sistem ta'aruf yang memang lebih aman. Mengapa? Karena di dalam sistem ta'aruf, kita nggak hanya berhadapan dengan sang "calon" tetapi kita didampingi oleh orang ketiga yang sudah kenal dengan sang "calon" dan diri kita. Orang ketiga tersebut bisa orang tua, murobbi, saudara atau teman dekat. Bahkan seringkali orang ketiga yang berperan sebagai perantara dalam memilihkan sang "calon". Jadi, komunikasi yang terjalin tentunya akan lebih aman karena kerahasiaan akan dijaga oleh orang ketiga ini. Namun, di situs perjodohan online, kita sudah bisa langsung berkomunikasi dengan sang "calon". Kita "mau-nggak-mau" harus telah siap menghadapi sang "calon" dengan tangan kosong, karena informasi yang kita tahu selama ini tentang dia hanya bisa kita lihat melalui profilnya di situs. Oleh karena itu, kita jangan langsung buru-buru menjatuhkan cinta dan "menembak" ingin serius dengan dia, ataupun sebaliknya, seolah-olah kita sudah yakin bahwa dia jodoh kita *uhuk. Tetap jelaskan pada sang "calon" bahwa kecocokan yang terlihat dari situs tetap harus dibuktikan dengan proses pengenalan yang lebih jauh. Kita juga harus sampaikan bahwa jika nanti di dalam proses tersebut, ada hal yang membuat kita tidak yakin dan tidak terjadi kecocokan, kita bisa mengakhiri proses ke arah yang lebih serius tersebut. 


FIRST IMPRESSION TELLS EVERYTHING

Pertemuan pertama kali mungkin akan jadi hal yang sangat dinanti. Dari seringnya komunikasi via online, akhirnya kita bisa bertatap muka langsung dengan sang "calon" untuk pertama kalinya. Deg-degan? Pastinya ya, hehe. Tapi jangan salah, pertemuan pertama inilah yang sebenarnya menjadi kesempatan kita untuk menemukan hal-hal menarik dari dirinya yang tentunya menjadi kunci penting apakah kita perlu melanjutkan proses pengenalan ini ke arah yang lebih jauh atau tidak. Hmm, mungkin kita sudah sedikit demi sedikit mengenal dia dari komunikasi yang terjalin via online tapi kita tak akan pernah tahu bagaimana dia dalam bersikap kalau kita nggak melihatnya secara langsung 'kan? Cobalah memaksimalkan pertemuan pertamamu dengan si dia dengan mencari tahu banyak hal tentangnya. Jangan lupa perhatikan juga ekspresinya dan bagaimana dia menanggapi semua ceritamu. Salah satunya, jika dia seorang muslim yang baik, dia akan berusaha mengajakmu untuk menunaikan shalat wajib terlebih dahulu. Banyak contoh lain yang bisa kamu coba untuk lebih mengenal karakternya dan sedikit "mengetes" dirinya. Tapi, saran saya, be honestAlways! Jangan pernah berbohong tentang dirimu hanya untuk memberikan first impression yang bagus kepadanya. Sebaliknya, kamu juga harus tetap waspada mana tahu dia yang ternyata sedang berbohong untuk bisa memikat hatimu.


DOUBLE DATE IS (ALWAYS) PREFERABLE

Alangkah lebih baik jika setiap momen pertemuanmu dengannya dijalani bersama orang lain. Tujuannya balik lagi ke nomor satu, safety first. Mungkin kita akan kehilangan sisi romantisme dari pertemuan-pertemuan itu, tapi kita harus kembali ingat bahwa yang kita temui adalah orang asing. Titik. Bagaimana pun lancarnya kalian berkomunikasi via SMS, BBM atau Whatsapp, tapi kita nggak akan pernah tahu bagaimana dia yang sebenarnya jika tidak bertemu langsung. Cobalah untuk mengajak teman dekat atau saudaramu setiap bertemu dengannya, apalagi jika kalian baru bertemu satu atau dua kali. Hal ini juga akan membantumu mendapatkan masukan dari teman dekat atau saudaramu tentang pandangan mereka terhadap sang "calon". Yakinkan dia agar juga mengajak teman dekat atau saudaranya. Jika kita merasa lebih nyaman bertemu dengan ditemani orang lain, katakan saja sejujurnya. Seharusnya sang "calon" paham atas pilihan kita tersebut, karena kalian 'kan baru kenal. Hitung-hitung kamu juga bisa tahu bagaimana pergaulannya dan seperti apa teman-temannya. 


WHEN IT COMES TO A DECISION...

Menurut saya, kita perlu sedikit lebih serius dengan diri kita. Maksudnya di sini kita jangan terlalu membiarkan diri kita terbuka untuk kemungkinan-kemungkinan yang kita sendiri nggak yakin. Apalagi kita baru kenal dia dalam hitungan hari atau minggu. Kalau kamu merasa sudah cukup mengenal dia dan kamu nggak merasakan kecocokan dengannya atau kamu merasa dia bukan jodoh yang tepat, maka putuskan segera, apakah tetap dilanjutkan atau tidak. Jika kita sendiri sudah ragu, tapi tetap berusaha menunggu ada keajaiban dengan menemukan hal-hal yang baik tentang dirinya, hmm.. lebih baik jangan dilanjutkan. There always comes a point where you should make a decision in many parts of your life. Kita akan selalu bertemu dengan satu waktu di mana kita harus membuat keputusan-keputusan penting dalam hidup, termasuk dalam hal kelanjutan hubungan melalui online dating ini. Apalagi jika niat kita untuk mencari calon pendamping hidup, kita nggak akan mungkin main-main bukan. Jangan pernah malu atau enggan meminta pendapat dari orang terdekat, khususnya orang tua. Biasanya orang tua itu punya instinct yang kuat terhadap anaknya sehingga akan lebih baik jika kita bisa mempertimbangkan pendapat mereka. Perbanyaklah berdo'a dan tak lupa berserah diri kepada Tuhan agar senantiasa diberikan petunjuk. Bagi yang muslim, melakukan amalan-amalan sunah seperti menjalankan shalat istikharah dan shalat hajat adalah beberapa hal yang bisa dilakukan agar bisa diberikan keyakinan atas kegundahan dan kegalauan terhadap pilihan yang ada. Jika memang tidak berhasil, maka jangan putus asa. Jangan pernah merasa ragu dan lelah dalam berikhtiar dan berdoa kepada Tuhan. Sertakan selalu hati dan prasangka yang baik agar Tuhan membukakan hati kita untuk bisa menangkap jawaban dari setiap ikhtiar dan doa yang kita minta kepada-Nya :)

Thursday, December 17, 2015

RESEP CHURROS


Hi food lovers,

Kali ini saya akan membagikan resep makanan ringan yang sayang untuk dilewatkan. Ada yang pernah mencicipi Churros? Makanan ringan asal Spanyol ini sekarang mulai banyak dijual di Indonesia. Teksturnya yang hampir mirip dengan kue soes, memang cocok jika disantap bersama secangkir kopi atau teh. Perbedaannya adalah cara menikmati kue Churros yang umumnya dicelup ke dalam cairan coklat. 

Dalam resep aslinya, Churros dibuat dengan cara digoreng dalam minyak cukup panas lalu diberi taburan gula halus. Namun di beberapa tempat, Churros dibuat dengan cara dipanggang agar dapat menghasilkan bentuk Churros yang lebih lurus dan lebih garing di permukaan jika dibandingkan dengan cara digoreng. Rasanya? Hmm, menurut saya sih sama saja. 

Nah, biar nggak penasaran bagaimana cara membuatnya, yuk dilihat resep berikut. Saya mengadopsi resep asli Churros yang digoreng. Bahan-bahan dasarnya dijamin nggak susah kok, hanya butuh sedikit tenaga saat mencampur adonan. Selamat mencoba ya! :)

CHURROS

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF

Bahan-bahan:

1/2 cup mentega tawar
1 cup air matang
1 cup tepung terigu
3 butir telur
1 sdm gula pasir
1 sdt vanila esens


Cara membuat:
  1. Lelehkan mentega dan air di dalam panci. Sisihkan.
  2. Tanpa menunggu dingin, masukkan tepung terigu ke dalam panci kemudian aduk bersama lelehan mentega.
  3. Aduk terus menerus hingga tidak ada gumpalan. Pindahkan adonan ke dalam wadah, lalu diamkan sebentar agar adonan dalam suhu ruangan.
  4. Setelah itu, masukkan telur satu per satu sambil diaduk rata. 
  5. Tambahkan gula pasir dan vanila esens, aduk rata kembali.
  6. Siapkan piping bag atau plastik segitiga dengan spuit bintang besar. Masukkan adonan Churros yang sudah tercampur rata tersebut ke dalam plastik sampai hampir penuh. Pastikan tidak ada sisa udara di dalam plastik.
  7. Panaskan minyak dengan api sedang. Semprotkan adonan Churros langsung ke dalam minyak yang sudah panas. Panjang Churros dapat disesuaikan sesuai selera. Gunakan pisau atau ujung sendok untuk memutus adonan yang disemprotkan tadi.
  8. Goreng Churros sambil sesekali dibalik selama kurang lebih 1-2 menit hingga Churros matang dan berwarna coklat keemasan.
  9. Jika sudah matang, angkat Churros lalu tiriskan di atas tisu kertas.
  10. Churros pun dapat dihidangkan dengan cara diberi taburan gula halus, atau campuran gula pasir dan bubuk kayu manis saat baru diangkat.
Mentega yang dilelehkan bersama air

Tepung terigu dimasukkan ke dalam lelehan mentega

Tepung terigu diaduk rata bersama dengan lelehan mentega

Telur dimasukkan ke dalam adonan yang sudah agak dingin satu per satu

Adonan yang sudah lumayan tercampur rata

Adonan dimasukkan ke dalam piping bag

Adonan digoreng di dalam minyak cukup panas dengan api sedang

Churros yang baru diangkat, siap dihidangkan

Monday, October 19, 2015

28: A TURNING POINT

Bagi sebagian orang, momen pergantian usia adalah salah satu momen paling menyenangkan dalam hidup. Ucapan selamat bertabur do'a sering menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu. Apalagi jika ada yang memberikan bingkisan cantik bertuliskan Happy Birthday to You! Indahnya. Namun, terlepas dari itu semua, pernahkah kita merasakan bahwa usia kita merefleksikan perubahan yang terjadi pada diri kita?

Suatu ketika saya pernah membaca sebuah artikel di internet berjudul Why Age 28 is A Turning Point for Many Single Woman yang ditulis oleh Pauline Millard. Terdengar berat ya? Ah, sebenarnya tidak juga. Ketika saya membacanya sampai selesai, saya langsung memiliki pemikiran, inikah yang terjadi juga pada saya? Ketika di sekeliling saya, teman-teman sekolah sudah banyak yang terlihat memajang foto bersama keluarga di media sosial. Ketika di Whatsapp grup pun, topik pembicaran sudah beralih ke pembicaraan tentang ribetnya mengurus rumah tangga. Kemudian tiba-tiba, saya merasa tersesat. Ada di kehidupan manakah saya saat ini?

Menurut Pauline, wanita di perkotaan pada umumnya mulai (serius) memikirkan masa depan ketika usia mereka beranjak 30 tahun. Masa depan di sini memang tidak melulu soal pernikahan, namun bagaimana mencapai tujuan hidup berikutnya, yakni memiliki sebuah keluarga. Wanita seperti itu biasanya telah mencapai fase yang optimal dalam pendidikan maupun karir mereka (khusus bagi mereka yang bekerja). Namun, bukan tidak mungkin mereka juga akan mengalami a quarter life crisis, sebut Pauline. Masih ingat salah tembang yang dinyanyikan Britney Spears berjudul I'm Not A Girl, Not Yet A Woman? Nah, mungkin itu salah satu tandanya. Ketika hal-hal kecil yang berbau perencanaan keuangan mulai sangat kamu pikirkan. Atau ketika kamu mulai sulit menentukan pilihan dalam hidupmu, misalnya memilih antara memenuhi keinginan hobi travelingmu dengan kesempatan membangun karir pekerjaanmu. Bagimu, menjadi dewasa (sangatlah) menakutkan. So, what next? 

Alhamdulillah, saya sendiri belum (dan inshaAllah tidak) merasa sampai seperti di atas tadi. Di usia yang ke-28 ini saya justru semakin ingin terus membenahi diri saya, termasuk bagaimana cara saya menyikapi hidup. Singkatnya, saya mulai merasakan bagaimana saya bersikap dewasa, termasuk bagaimana mengontrol diri dan emosi, mengatasi permasalahan dalam pekerjaan hingga merespon apapun perkataan orang lain terhadap saya. Saya pun kini merasa lebih berani. Saya ingat bagaimana hasil personality test yang iseng saya ikuti di media sosial. Hasilnya membuat saya tercengang. Berikut kutipannya.

You can adapt to new situations with striking ease. You can find a common language with people, and very rarely feel lonely. You strongly value all expressions of love, as well as friendly relationships.

You try not to judge people by their appearance, and always strive to get to know them better. You can easily get carried away, but in your personal life you know how to solve the puzzle in order to get everything you need. You're also a very strong person. If something bad happens, you don't lose your head – instead you do your best to get to the root of the problem.

Right now you are seeing an increase in your emotional reserves. Perhaps, you've fallen in love, or you're simply reaching the peak of your physical and spiritual well-being. Your glass is always half full, and that's just wonderful!

Mungkin saya memang benar sedang mengalami fase The Half Full Glass atau saat ini saya memang tengah mengalami tingkatan paling tinggi secara emosional, fisik maupun spiritual. Pendidikan master di luar negeri sudah saya raih, status peneliti pun tinggal menunggu hitungan bulan serta pencapaian-pencapaian lain yang sudah saya peroleh hingga detik ini telah menjadi momen yang berarti bagi saya, tepatnya di usia yang ke-28. A turning point, atau momen perubahan ini inshaAllah akan membawa saya menjadi wanita yang siap lahir dan batin menuju fase kehidupan yang lebih tinggi lagi, yaitu membangun sebuah keluarga. Aamiin :)

Sunday, October 4, 2015

RESEP SOP BUNTUT



Masih seputar dunia per’daging’an, kali ini saya akan share resep sop yang pastinya sangat istimewa, yaitu Sop Buntut. Sop buntut adalah salah satu menu favorit saya dari begitu banyak menu masakan Indonesia yang pasti enak-enak (he he, ketahuan kalau saya doyan makan). Sampai sekarang saya nggak tahu tempat asal masakan ini, tapi terakhir kali saya mencicipi sop buntut yaitu di Rumah Makan Bu Ugi di kawasan dataran tinggi Tawangmangu, Jawa Tengah. Jadi, sebenarnya sop buntut bisa kita temukan di berbagai wilayah di pulau Jawa.

Kalau dari harga, masakan ini memang masuk daftar makanan Indonesia kelas mahal. Saya ingat sekali harga satu porsi sop buntut plus nasi di warung makan dekat kantor saya cuma sekitar 30 ribuan, tapi kalau sudah dijual di restoran, harganya bisa sampai dua kali lipat, sekitar 60-70 ribu. Nggak heran, harga buntut sapi juga tergolong mahal, jadi memang sebanding. Eits, tapi jangan sering-sering juga mengonsumsinya ya, nanti kolesterolnya bisa naik, he he he.

Nah, kalau kamu lagi dermawan sekali sama perut kamu, nggak ada salahnya lho sesekali memanjakan lidah kamu dengan sop buntut, apalagi buatan sendiri. Jadi, bagaimana kalau kamu coba membuatnya di rumah? InshaAllah nggak kalah deh rasanya sama yang kamu cicip di restoran. Bahan-bahannya juga nggak sesulit yang dibayangkan. Yuk, silahkan disimak resepnya :)



RESEP SOP BUNTUT

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF


Bahan-bahan:

Bahan utama:
  1. 1 kg buntut sapi (oxtail)
  2. 2,5 liter air (kurang lebih)
  3. Minyak sayur secukupnya, untuk menumis
  4. 1 batang kayu manis
  5. 5 butir cengkeh
  6. 1 sdt pala bubuk
  7. 250 gram (+/- 3 buah) wortel ukuran besar, kupas lalu potong
  8. 250 gram (+/- 3-4 buah) kentang, kupas lalu potong menjadi 8 bagian
  9. 1 sdm lada putih halus
  10. Garam dan gula pasir secukupnya
Bumbu halus:
  1. 8 butir bawang merah
  2. 5 butir bawang putih
  3. 1/2 buah bawang bombai
  4. 2 cm jahe
Bahan pelengkap:
  1. 1 buah tomat, buang bijinya lalu potong dadu
  2. 2 buah daun bawang, potong tipis
  3. 2 buah daun seledri, potong tipis
  4. Jeruk nipis limau, belah memanjang
  5. Bawang goreng
  6. Sambal kecap (campuran dari kecap manis dan irisan cabai rawit)

Cara membuat:
  1. Didihkan air bersama dengan buntut sapi yang sudah dipotong-potong dan dibersihkan. Jika sudah mendidih, kecilkan api kemudian masak dengan api sedang selama kurang lebih 2 jam.
  2. Setelah matang, keluarkan daging dari panci kemudian saring air rebusan daging. Sisihkan terlebih dahulu.
  3. Panaskan minyak sayur dan tumis bumbu halus, kayu manis, cengkeh dan pala bubuk hingga harum selama kurang lebih 5 menit. Sisihkan.
  4. Masak kembali daging bersama air rebusannya yang sudah disaring di atas api sedang. Masukkan tumisan bumbu. Masak hingga mendidih.
  5. Masukkan wortel dan kentang, kemudian bumbui dengan garam, gula pasir dan lada putih bubuk. Kecilkan api lalu masak hingga wortel dan kentang matang. Jika rasanya belum pas, bisa ditambahkan garam atau gula pasir kembali.
  6. Setelah mendidih dan semua bahan masak sempurna, matikan api. Hidangkan sop bersama dengan irisan tomat, daun bawang, daun seledri dan bawang merah goreng. Sop juga bisa dinikmati dengan menambahkan perasan air jeruk nipis limau dan sambal kecap.

Sunday, September 27, 2015

HOMEMADE BAKSO SAPI


Orang Indonesia mana yang nggak suka dengan bakso sapi? Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa pasti sudah pernah mencobanya. Bahkan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, setuju dengan pendapat saya ini. Bakso adalah satu makanan Indonesia favoritnya. Nah, jika kamu adalah salah satu pecinta kuliner bakso dan juga demen masak, nggak ada salahnya sesekali mencoba membuat bakso sapi di rumah. Yang pasti bakso sapi buatan sendiri terbebas dari bahan pengawet dan inshaAllah lebih sehat dibandingkan membelinya di tukang jualan.

Oke, membuat bakso sapi saya akui susah-susah gampang. Saya sudah pernah beberapa kali mencoba membuatnya saat saya masih tinggal di Sydney. Sekedar tips, saya dulu hanya berbekal daging sapi cincang yang masih segar, air es dan tepung bakso instan yang bisa saya beli di toko Asia. Hasilnya? Enak dan yang pasti membal. Meski perjuangan yang ditempuh agar bisa disantap di mulut tidaklah mudah, he he he. 

Jadi, jika kamu memang ingin mencoba membuat bakso di rumah, nggak ada salahnya lho menggunakan tepung bakso yang beredar di pasaran. Selain praktis, semua bumbu yang dibutuhkan sudah ada di dalam tepung tersebut. Namun, jika kamu orang yang hobi memasak dan punya waktu luang lebih di rumah, nggak ada salahnya juga untuk mencoba membuat bakso sapi tanpa menggunakan bahan instan. 


Sumber: https://epenshare.files.wordpress.com/2013/06/probaso.jpg


Dalam tulisan ini, saya akan coba menjelaskan rahasia pembuatan bakso sapi rumahan yang dijamin... tanpa menggunakan pengawet dan bahan kimia pengenyal bakso. Hasil bakso yang saya buat ini memang masih belum bisa menyamai bakso yang dijual di tukang bakso (masih jauh deh dari hasil akhir yang saya harapkan) tapi dari segi rasa dan tekstur, alhamdulillah sudah bisa dikatakan, "I can make bakso" So, berikut adalah rahasia cara membuat bakso sapi ala Chef Nisa :) Resep yang saya gunakan kali ini adalah hasil modifikasi resep buatan mbak Ricke Indriani dan mbak Endang, dalam websitenya, justtryandtaste.com.


Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
RESEP BAKSO SAPI

Bahan-bahan:
  1. 1 kg daging sapi segar, pilih bagian tanpa lemak 
  2. 300 ml air es
  3. 2 putih telur
  4. 8 sdm bawang putih bubuk
  5. Garam, lada halus, gula pasir
  6. 1 sdt soda kue
  7. 200 gr tepung sagu tani

Cara membuat:

Haluskan daging menggunakan food processor sambil sedikit demi sedikit ditambah air es sebanyak 100 ml. Kebetulan karena food processor saya ukurannya kecil, saya membagi jumlah daging yang akan dihaluskan ke dalam tiga bagian, begitu pula bahan lainnya, tak terkecuali air es. Jadi, saya lakukan tiga kali penggilingan daging.

Jika daging sudah agak halus, tambahkan bawang putih bubuk, putih telur dan bumbu seperti garam, lada halus dan gula pasir. Giling daging kembali sambil ditambah dengan sisa air es sedikit demi sedikit. 


Terakhir masukkan tepung sagu tani dan soda kue. Giling daging hingga daging benar-benar halus dan lembut seperti bubur pasta.

Didihkan air di dalam panci. Jika sudah mendidih, kecilkan api. Ambil satu genggaman daging menggunakan telapak tangan yang sudah dibasahi dengan air es. Hal ini untuk mencegah adonan tidak terlalu lengket di tangan. Bentuk dari satu genggaman daging tadi menjadi bulatan bakso, kemudian ambil menggunakan sendok. Masukkan bulatan bakso ke dalam panci berisi air mendidih.

Masak selama kurang lebih 5 menit hingga bakso mengapung. Angkat bakso dan rendam selama 1 menit di dalam air es agar bakso tetap padat. Lakukan terus hingga adonan habis. Jika bakso sudah selesai dimasak, dinginkan bakso pada suhu ruang kemudian simpan di dalam freezer untuk dapat diolah kembali.





PSST, YOU NEED TO KNOW THESE!
  1. Penjual bakso biasanya menggunakan "biang bakso" atau "obat bakso" (kalau tidak salah disebut juga dengan poly bakso), untuk menciptakan bakso yang kenyal dan membal. Bahan makanan ini memang merupakan bahan kimia, tapi penggunaannya sendiri saya tidak pernah tahu seberapa banyak. Oleh karena itu, akan lebih aman jika kita tidak menggunakan bahan-bahan tersebut untuk membuat homemade bakso. 
  2. Salah satu kunci dalam membuat bakso yang kenyal tanpa bahan yang mengandung kimia adalah dengan menggunakan daging sapi yang segar. Selain itu, pemilihan daging sapi tanpa lemak dan urat dimaksudkan agar proses penggilingan daging bakso menjadi lebih mudah dan tekstur bakso yang dihasilkan juga menjadi lebih mudah halus.
  3. Kenapa harus pakai air es? Air es memang menjadi bahan wajib dalam proses pembuatan bakso. Hal ini dikarenakan suhu air es dapat mencegah rusaknya protein daging akibat panas yang ditimbulkan dari putaran pisau saat menggiling adonan. Selain itu, air es berfungsi untuk mengikat serat daging sehingga lemak tetap keras dan bakso menjadi kenyal.
  4. Penggunaan soda kue bertujuan untuk menaikkan pH adonan daging sehingga daging bakso menjadi lembut dan padat. Sementara itu, putih telur digunakan sebagai perekat adonan daging.
  5. Membasahi tangan dengan air es saat membentuk adonan dapat mempermudah proses mengeluarkan adonan dari genggaman tangan setelah selesai dibentuk. 
  6. Cara merebus bakso tidak boleh langsung direbus atau dimasukkan pada air yang sedang bergolak, melainkan harus dimasukkan ke dalam air panas yang sebelumnya telah dimasak hingga mendidih. Tipsnya, didihkan air dalam panci, lalu kecilkan api hingga air tidak lagi bergolak dan suhu api menjadi stabil. Hal ini mencegah adonan bakso tidak buyar dan tetap padat saat dimasak.
  7. Jika kamu tidak yakin dengan rasa dari adonan bakso yang kamu buat, cobalah untuk merebus satu atau dua buah bakso terlebih dahulu lalu cicipi. Jika bumbunya kurang pas, maka dapat dibumbui kembali pada adonan daging yang belum dimasak.

Nah, begitulah rahasia dalam membuat bakso sapi rumahan. Sulit memang bagi pemula, tapi lama-kelamaan dengan semakin sering mencoba, maka bisa jadi kita akan memperoleh hasil yang (mendekati) sempurna. Saya akui, saya sepertinya melakukan beberapa kesalahan kecil dalam membuatnya sehingga hasilnya pun belum begitu sesuai dengan yang saya harapkan. Jika ingin bereksperimen lebih jauh, kamu bisa mencoba langsung resep aslinya di atas ya.

Good luck! ;)

Saturday, August 22, 2015

How-to Survive in Sydney (Part 1)


Adakah di antara kalian yang ingin sekali melanjutkan sekolah ke luar negeri? Saya yakin beberapa dari kalian akan menggangguk bahkan ada yang menjawab dengan lantang, "Ya, saya!", he he he. Great, lalu apakah Australia menjadi salah satu negara destinasi kalian untuk kuliah? Kalau iya, lantas di kota manakah itu? Jika Sydney jawabannya, maka ada beberapa survival tips yang patut kalian ketahui sebagai pelajar Indonesia. 

Sydney itu kota destinasi wisata nomor satu di Australia (versi 2015's Travelers Choice Tripadvisor). Selain itu, Sydney masih masuk dalam daftar 10 negara paling nyaman untuk ditinggali. Jadi, tak heran 'kan kalau banyak warga di seluruh dunia yang ingin sekali ke sana, termasuk warga Indonesia. Nggak hanya untuk sekedar berlibur, tetapi juga untuk melanjutkan studi. Bahkan menurut data Departemen Pendidikan Australia, jumlah pelajar Indonesia di Sydney meningkat seiring waktu hingga lebih dari 15 ribu pelajar (http://www.studiesinaustralia.com/studying-in-australia/why-study-in-australia/international-students-in-australia). Wuih, luar biasa! Semoga mereka ini yang akan menjadi calon agent of change Indonesia di masa depan ya. Aamiin. :)

Oke, Sydney itu emang destinasi favorit semua orang, tapi Sydney juga terkenal sebagai kota di Australia dengan biaya hidup paling mahal. What?! Yup, itu benar banget lho! Oleh karena itu, buat pelajar Indonesia yang sudah terbiasa memperoleh barang dengan harga murah di tanah air (seperti saya, he he he), harus pintar-pintar supaya bisa tetap survive tinggal di sana. Tips berikut adalah hasil pengalaman saya selama tahun 2014, jadi maaf kalau sedikit bersifat subjektif.  Mungkin saja tidak bisa diaplikasikan oleh semua orang. Maklum, saya sekolah karena menerima beasiswa, sehingga cara hidupnya akan berbeda dengan sebagian orang. Silahkan disimak ya!


MERUBAH MIND SET RUPIAH KE DOLLAR

Img source: http://topnews.net.nz/


Yang satu ini nih, susah banget nget nget. Mungkin kamu harus tinggal paling tidak lebih dari 6 bulan supaya kamu bisa membiasakan "berhitung" dalam Dollar, he he he. Mata uang Indonesia dan Australia memang jelas berbeda, yang satu pakai Rupiah, yang satu pakai Dollar (baca: Australian Dollar/AUD). Pecahannya pun berbeda. Kalau di tanah air, pecahan Rupiah itu mulai dari 100 Rupiah, nah kalau di sana, 5 sen pun masih ada lho. Meski penggunaannya terbatas, biasanya buat change atau kembalian. Biarpun begitu, barang-barang di sana rata-rata mulai dijual dari harga 1 AUD. Bahkan di Sydney, makanan jadi yang dijual di pinggir jalan, misalnya sandwich atau sushi dijual mulai dari 2 sampai 5 AUD. Ya.. kalo diconvert ke Rupiah sekitar 30-60 ribuan. Mihil ya? Sudah pasti. Kita aja bisa dapat bubur ayam komplit enak dengan harga 7 ribu atau kurang dari 1 AUD. Jadi, jangan lantas buru-buru kita menganggap hidup kita akan menderita saking mahalnya. Justru kalau mindset perhitungan kita diubah ke Dollar, kita akan cepat menyesuaikan diri dengan kehidupan di sana, dan lama-lama mengganggap, "Ah, cuma 2 AUD.", he he he.


SUSAH NEMU MAKANAN INDONESIA? MASAK SENDIRI!


Teman saya yang habis masak tumis sayur

Kalau ini mungkin udah jadi kebiasaan banyak pelajar Indonesia yang tinggal di Australia, nggak cuma di Sydney. Tapi berhubung Sydney itu kota mahal, jadi (sangat) diwajibkan untuk masak makanan sehari-hari sendiri. Bayangkan saja, satu porsi nasi ayam kremes yang bisa kita makan di Indo dengan harga sekitar 15-20 ribu Rupiah saja, di sana bisa seharga 10-15 AUD. Widih, fantastis! Maka dari itu, buat kamu yang nggak bisa jauh-jauh dari masakan rumah (apalagi masakan emak), tapi pengen tetap bisa menikmatinya tanpa membuat kantong cepat kempes, caranya ya masak sendiri. 


Pas lagi pengen Bubur Kacang Ijo tapi nggak ada yang jual, akhirnya masak sendiri :p











Hal ini juga berlaku buat kamu yang muslim. Kita pasti sangat paham bahwa Islam di Australia adalah minoritas, jadi makanan halal kadang menjadi barang langka di sana. Ada sih makanan halal seperti masakan Timur Tengah atau India yang bisa dikonsumsi. Tapi, kalau keseringan bosen juga, he he he. Oleh karena itu, tips aman supaya kamu tetap dalam koridor agama adalah dengan memasak makananmu sendiri. Saat ini, sudah banyak kok beragam bumbu jadi masakan Indonesia yang mudah ditemukan di supermarket Asia. Lumayan lah, kalau masak sendiri, makanannya bisa untuk 1-2 hari. Hemat 'kan?


Salah satu bumbu jadi yang dijual di pasar swalayan



MICROWAVE TO THE MAX

Percobaan saya membuat mug cake menggunakan microwave

Buat pelajar yang super sibuk, tentunya memasak akan sangat menyita waktu. Oke, I agree! Tapi, kita 'kan mau berhemat, jadi kenapa harus repot? Hampir di setiap tempat tinggal mahasiswa Indonesia  (bahkan di kampus!) biasanya terdapat microwave yang kegunaannya bahkan menandingi kompor lho! He he he, maaf saya lebay. Menurut saya, microwave itu patut dijadikan sebagai barang "berharga" karena memudahkan hidup kita. Misalnya, makanan yang kita beli atau masak hari ini atau semalam, bisa kita simpan di dalam kulkas lalu dihangatkan kembali esok hari untuk bekal ke kampus. Praktis 'kan? Tinggal membeli wadah kontainer untuk menyimpan makanan di kulkas. Microwave juga bisa menghangatkan roti yang sudah hampir expired. Biasanya, 2-3 hari sebelum expired, roti tawar saya simpan di kulkas. Kalau mau dimakan, tinggal dihangatkan dulu di microwave lalu dikasih isian selai dsb  ;)


JANGAN BOSAN INTIP KATALOG BELANJA


Katalog belanja supermarket Coles




Nah kalau tips yang satu ini saya terinspirasi dari dua orang teman saya, laki-laki dan perempuan. Tapi keduanya agak bertolak belakang. Teman saya yang laki-laki alasannya karena ingin berhemat, yang perempuan karena hobi belanja, he he he. Kalau saya? Ya boleh dibilang dua-duanya. Di Sydney, ada banyak supermarket lengkap dan terkenal, di antaranya ALDI, Coles, Woolworths (atau biasa disebut Woolies), IGA, Harris Farm hingga Supabarn. Selain itu, Sydney juga memiliki beragam department store sekelas Matahari hingga Metro atau Sogo, seperti Kmart, Target, Big W, Myer hingga David Jones. Biasanya supermarket atau department store ini akan menampilkan katalog belanja mereka setiap hari atau setiap minggunya. Bahkan canggihnya, mereka juga memiliki aplikasi ponsel (apps) yang bisa dengan mudah diunduh di handphone kamu sehingga kamu lebih mudah mengakses harga-harga terkini dari barang yang dijual di sana. Kalau sudah begitu, tinggal siapin catatan kebutuhan harian apa saja yang harus kita beli deh.


SAVE THE BEST FOR THE LAST


Berakhir pekan bersama teman-teman menikmati kuliner seafood di Sydney Fish Market

Maksudnya di sini, berhematlah pada waktu sibukmu dan simpan untuk akhir minggumu. Cara ini biasanya disiasati oleh mereka yang hobi traveling atau nongkrong sambil ngopi di cafe. Jangan salah, Sydney punya banyak cafe dan tempat ngopi asyik yang jadi favorit mahasiswa Indonesia, lho. Kalau saya sih dasarnya bukan pecinta kopi, jadi jarang banget ke tempat-tempat tersebut. Biasanya saya cuma lunch atau dinner bareng teman di resto, nonton di bioskop atau jalan-jalan keliling kota. Selain itu, kamu juga bisa ajak teman-temanmu untuk berpiknik pada saat musim panas (summer). Piknik sambil barbekyu (BBQ) (atau barbie istilah slangnya) adalah hal yang sangat menyenangkan. Sebagian besar taman dan tempat umum lainnya di Sydney sudah dilengkapi dengan public BBQ lho. Kamu bisa cek disini. Kamu tinggal bawa bahan makanan dan alat masak yang dibutuhkan, termasuk alat makannya. Jadi, anggap saja hal ini adalah reward dari kerja kerasmu dalam menjaga penghematan selama kuliah. Lagi pula nggak ada salahnya kok menikmati akhir pekan. Hari-hari tidak melulu diisi dengan belajar, tetapi juga perlu refreshing supaya pikiran nggak penat dan kita juga nggak bosan. 

Kegiatan piknik sambil barbekyu di salah satu taman pinggir kota bersama teman jemaah pengajian
(img source: arsip Pengajian USYD-UTS)







So far, itu dulu survival guides di Sydney versi saya ya. InshaAllah nanti ada lanjutan tulisannya di part ke-2. Jadi stay tune terus, oke?! Jika ada di antara kamu yang mau tanya-tanya lebih jauh, boleh silahkan. Semoga bermanfaat :)
    

SEBLAK BASAH ENDESS


Assalamu'alaikum.


Siapa yang tak kenal Bandung? Kota dengan sebutan Paris van Java ini memiliki segudang kuliner yang enak dan maknyus. Salah satunya kuliner yang satu ini, Seblak. Buat orang Bandung atau Sunda, mereka pasti udah nggak asing sama Seblak. Seblak itu sebenarnya krupuk godog atau krupuk yang nggak digoreng melainkan direbus. Krupuk yang telah direbus itu pun kemudian dimasak bersama bumbu-bumbu yang membuatnya terasa gurih dan pedas. Endess deh pokoknya! Hehehe. Saya pun terinspirasi dari penjual Seblak di dekat rumah yang kalau saya perhatikan tiap hari, antriannya sampai ke jalan. Padahal tempat jualnya juga cuma warung sepetak. Usut punya usut, ternyata yang membuat orang ketagihan sama makanan ini adalah karena kepedasannya. Akhirnya, karena lapar sehabis pulang bekerja, kemarin sore saya mencoba membuat Seblak versi basah atau kalau dalam bahasa Jawa, Seblak Nyemek, hehe. Tingkat kepedasannya saya juga coba kurangi. Maklum, saya nggak terlalu tahan sama pedas. Hasilnya... kenyal-kenyal gurih pedas endess! Sepiring aja rasanya kok kurang, hehe. Oke, supaya kamu nggak kelamaan ngiler, bagaimana kalau sambil dicoba resep Seblak buatanku kemarin. Yuk..!



Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
SEBLAK BASAH BANDUNG



Bahan-bahan:

100 gram (2 genggam) krupuk bawang mentah
2 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 ruas kecil kencur, kupas
5 buah cabe rawit merah (atau sesuai selera, boleh ditambah atau dikurangi)
1 butir telur
3 buah bakso (optional, bisa juga diganti sosis)
1 buah daun bawang, iris-iris
2 sdm air asam jawa (optional)
1/2 sdt kaldu bubuk
air secukupnya
garam secukupnya
gula secukupnya


Cara membuat:
  1. Rebus krupuk dalam air mendidih sampai layu dan lembek. Angkat, tiriskan lalu tuang ke dalam air es. Diamkan sejenak.
  2. Haluskan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kencur dan cabe rawit hingga halus. 
  3. Tumis bumbu halus hingga matang dan wangi, tambahkan potongan bakso dan seblak yang sudah ditiriskan airnya, aduk rata. 
  4. Tambahkan air matang lalu masukkan kaldu bubuk. Bumbui dengan garam dan gula secukupnya.
  5. Masukkan telur, lalu buat orak-arik. Aduk rata.
  6. Terakhir, masukkan daun bawang dan air asam jawa (jika ingin agak asam). Aduk kembali hingga air mulai menyusut dan matang.
  7. Sajikan selagi hangat.

Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...