Saturday, April 9, 2016

BEFORE WE GO (SEBUAH KOMITMEN & CINTA YANG TAK TERDUGA)


Sumber: http://nytimes.com
"If you're committed to somebody, you won't allow yourself to look for perfection to someone else." - Nick Vaughan 

"Sometimes you have to just make the choice and jump." - Brooke Dalton

Kutipan di atas adalah quote yang paling mengena di saya saat menonton film, Before We Go, film yang disutradarai oleh salah satu aktor Hollywood terkenal, Chris Evans. Yup, the actor is actually the director of the movie. How cool is that? Saya kebetulan menonton film ini di pesawat ketika sedang dalam perjalanan kembali dari Jepang. Karena penasaran dengan judulnya, akhirnya di 3 jam sisa perjalanan saya ke Jakarta, saya memilih film bergenre romansa ini. Agak aneh juga saat tahu bahwa pemainnya adalah Chris Evans, aktor yang biasanya bermain dalam film action dan superhero. Film yang tayang perdana tahun 2015 lalu ini hanya dibintangi oleh dua pemain utama, yaitu Chris Evans dan Alice Eve. Selebihnya, adalah pemain pembantu yang hanya muncul beberapa kali dalam keseluruhan scene.

Pada film Before We Go ini, Chris Evans membintangi tokoh Nick Vaughan, seorang pemusik jalanan yang secara tidak sengaja bertemu dengan Brooke Dalton (Alice Eve) di sebuah stasiun kereta di kota New York. Before We Go sendiri menawarkan sebuah kisah romansa sederhana, yang tidak jauh dari cerita cinta konvensional antara laki-laki dan perempuan. Namun, konsepnya menurut saya menarik, karena film ini dipenuhi scene jalan-jalan dan obrolan sepanjang malam antar kedua pemeran utamanya. Kedengarannya memang membosankan, tapi setelah saya tonton sampai selesai, ada banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik dari kisah Nick dan Brooke ini - arti sebuah komitmen. Penasaran tentang kisahnya? Jadi, begini sinopsisnya...

Pada sebuah malam, Nick Vaughan seperti biasa memainkan terumpetnya di hall sebuah stasiun kereta di New York. Namun tiba-tiba dia bertemu secara tidak sengaja dengan Brooke Dalton pada saat wanita tersebut menjatuhkan ponsel di depannya ketika hendak mengejar kereta terakhir ke Boston. Sayangnya, Brooke kurang beruntung dan harus tertinggal kereta. Di sisi lain, dia juga baru saja mengalami kesialan karena tasnya telah dicopet oleh seseorang di bar. Merasa iba dengan kemalangan yang menimpa Brooke, Nick kemudian menawarkan diri untuk membantu Brooke agar bisa kembali ke rumahnya di Boston. Masalahnya, Nick sendiri sebenarnya tidak bisa banyak membantu. Dia menawarkan diri membayarkan taksi untuk Brooke agar bisa sampai ke Boston namun uang yang ada di dompetnya tinggal $40 dan dua kartu kreditnya sudah melewati batas. Nick kemudian mencoba menghubungi temannya agar datang meminjamkan uang namun baterai ponselnya sudah habis. Nick juga menawarkan Brooke agar menginap semalam di hotel, tapi wanita itu tetap bersikeras untuk pulang ke rumah sebelum pagi hari. Usaha Nick untuk membantu Brooke tetap dilanjutkan dengan menemani Brooke mencari tasnya yang telah hilang. Tapi usaha Nick pun tetap sia-sia, malah berakhir dengan memar di wajahnya akibat pukulan para preman.

Yang kemudian bisa dilakukan Nick hanya membantu Brooke melewati malam dan menemaninya sembari berbincang tentang banyak hal, mulai dari pekerjaan hingga masalah percintaan. Dari perbincangan tersebut, akhirnya diketahui bahwa Brooke telah menikah dan dia tengah menghadapi masalah dalam pernikahannya. Dia menceritakan pada Nick bahwa suaminya telah lama berselingkuh dan dia mengetahui perselingkuhan tersebut. Frustasi, Brooke lantas pergi ke New York pada saat suaminya tidak berada di rumah. Dia pun hendak meninggalkan surat kepada sang suami yang berisi keinginannya untuk mengakhiri pernikahan, namun surat tersebut masih dia titipkan pada seorang temannya di Boston. Menyadari akan kesalahannya, melalui telepon sang suami akhirnya meminta Brooke untuk rujuk kembali. Oleh sebab itu, Brooke bersikeras harus berada di Boston esok paginya agar bisa bertemu dengan sang suami. Namun, pada kenyataannya, dia justru terjebak di New York semalaman bersama orang yang tak dikenalnya, yaitu Nick tanpa pernah menyangka bahwa perlahan benih-benih asmara mulai tumbuh di antara mereka.

Sementara itu, Nick ternyata memiliki masalah percintaannya sendiri. Nick selama ini masih memendam perasaan cinta terhadap mantan kekasihnya, Hannah, yang tak disangka-sangka ditemuinya dalam acara resepsi pernikahan teman sahabatnya yang dia datangi malam itu. Maksud kedatangan mereka sebenarnya adalah untuk meminjam uang pada teman Nick yang hadir saat itu, namun Nick justru tenggelam dalam kegalauan cinta masa lalunya setelah bertemu kembali dengan Hannah. Setelah dibujuk oleh Brooke, Nick kemudian memberanikan diri menyatakan cintanya yang masih terpendam selama 6 tahun kepada Hannah. Namun, sayangnya, Hannah sudah menikah dan tengah hamil. Kesempatan Nick pun kandas. Nick akhirnya kembali melewati malam bersama Brooke. Mereka mencari cara agar bisa menghubungi teman Brooke untuk memberitahukannya agar dia tidak menyerahkan surat yang Brooke tinggalkan untuk sang suami. Permasalahan Brooke pun teratasi setelah mendatangi seorang cenayang dan dia berhasil menghubungi temannya tersebut. Namun, kemudian mereka justru tenggelam dalam perasaan cinta yang tak terduga. Hingga pada akhirnya Brooke menyadari akan cintanya pada sang suami dan memutuskan untuk tidak membiarkan dirinya mencintai Nick terlalu dalam. Mereka pun berpisah keesokan paginya dan Brooke meninggalkan kecupan terakhirnya pada Nick. 

Kisah Nick dan Brooke di atas somehow seperti kisah cinlok yang kerap terjadi di sekeliling kita, tapi yang namanya komitmen tetap nggak bisa ditawar. Meskipun jika dilihat dari endingnya, mereka berdua sebenarnya berharap bisa kembali melewati mesin waktu dan bisa bersama selamanya. Well, film ini reviewnya cukup beragam. Overall, film ini dinilai terlalu lemah dalam hal penciptaan emosi dan karakter pemainnya. Namun, bagi saya, film yang kisahnya simpel semacam ini secara tidak langsung telah memperlihatkan saya tentang sebuah proses kehidupan, yaitu tentang bagaimana mempertahankan komitmen terhadap pasangan. Ya, masalah itu selalu ada dan godaan akan selalu datang. Tapi orang yang bertahan tentunya akan selalu jadi pemenang.

Hmm... Seandainya saya yang jadi sutradaranya, apakah mereka berdua justru berjodoh? Bisa jadi...

Wednesday, April 6, 2016

10 TIPS LIBURAN TANPA TOUR KE JEPANG

Pemandangan indah gunung Fuji dengan berlatar pagoda merah Arakura, Fujikawaguchiko-machi

Halo pembaca sekalian! 

Sudahkah kamu merencanakan liburan untuk tahun ini? Apakah Jepang jadi salah satu dalam daftar listing negara yang akan kamu kunjungi? Jika iya, maka kamu perlu tahu tips mengenai liburan ke Jepang, khususnya untuk kamu yang akan pergi tanpa tour (a.k.a ngeteng sendiri).

Minggu lalu saya dan keluarga baru saja menghabiskan liburan ke Jepang. Sebenarnya kemarin itu bukan lah waktu liburan yang tepat, tapi di Jepang sendiri bulan Maret-Mei adalah waktu yang tepat untuk melihat bunga sakura mekar. Saya dan keluarga pun memutuskan untuk pergi sendiri alias ngeteng tanpa tour. Bukan hanya karena dari segi biaya, namun juga lebih ke pemanfaatan waktu selama di sana. Pasalnya, berpergian sendiri memberikan lebih banyak kebebasan dan ruang untuk mengeksplor tempat-tempat wisata.

Untuk itu, saya coba merangkum apa saja kira-kira tips yang perlu kamu ketahui seandainya kamu berencana liburan sendiri ke Jepang. Silahkan disimak ya!


  1. Kenali musim dan waktu yang tepat untuk berkunjung ke Jepang. Waktu yang menyenangkan untuk pergi ke Jepang adalah saat musim semi atau ketika bunga sakura mulai bermekaran. Namun, mengunjungi beberapa tempat di Jepang saat musim gugur atau dingin juga sama menyenangkannya kok, seperti bermain ski di Sapporo, berendam air panas di onsen (mata air panas) saat musim dingin di prefektur Nagano atau menikmati keindahan momiji matsuri (pepohonan berwarna-warni) saat musim gugur. Biasanya kedua musim ini bukan tergolong sebagai 'peak season' di Jepang. Hindari musim panas jika kamu nggak mau menikmati panasnya Jepang yang bisa hampir 40 derajat Celcius.
  2. Berburu tiket murah di travel fair. Sekarang udah nggak sulit untuk mendapatkan tiket promo alias murah ke luar negeri. Pasalnya, travel fair yang diadakan baik oleh maskapai penerbangan tertentu maupun oleh beberapa bank atau agen perjalanan wisata (travel) kini sudah mulai menjamur, salah satunya adalah event Garuda Travel Fair yang saya datangi saat membeli tiket Jepang kemarin. Satu tips buat kamu jika ingin mendatangi travel fair, siapkan tanggal keberangkatan secara pasti dan bawa serta paspor kamu! Karena di sana tentunya kita harus langsung memesan tiket pesawat dan membayarnya di tempat. Jadi jangan lupa juga menyiapkan cukup uang tunai atau paling tidak membawa kartu debit atau kredit yang saldonya mencukupi ya!
  3. Mencari akomodasi di airbnb. Jika menginap di hotel terlalu 'fancy' buat kamu, maka menyewa apartemen adalah alternatif terbaik yang bisa kamu lakukan. Airbnb adalah salah satu situs penyewaan akomodasi seperti apartemen atau flat yang dilakukan oleh perorangan atau individu. Menyewa apartemen melalui situs ini memungkinkan kamu untuk bisa menghemat biaya akomodasi, khususnya jika kamu berencana datang ke Jepang bersama teman atau rombongan mencapai 3-6 orang. Fasilitas yang disediakan juga beragam dan harganya bervariasi. Tips tambahan dari saya adalah pilihlah akomodasi yang dekat dengan stasiun kereta api! Hal ini tentunya akan memudahkan kamu untuk mengakses transportasi di sana, yang notabene lebih banyak mengandalkan kereta api. Selain itu, sewalah apartemen yang paling tidak memiliki elevator (lift), seandainya kamu nantinya mungkin terlalu berat untuk mengangkat koper saat naik-turun tangga. Pastikan pula apakah ada mini market di dekat akomodasi tersebut! Saya yakin hal ini akan sangat berguna saat kamu perlu membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari. 
  4. Pelajari kebudayaan dan kebiasaan orang Jepang. Jepang memang memiliki bahasa nasional sendiri yakni bahasa Jepang, dan inilah yang seringkali menjadi kendala bagi turis mancanegara termasuk turis asal Indonesia yang akan berlibur ke sana sendiri. Pastinya akan sulit berkomunikasi dengan orang lokal yang jarang bisa berbahasa Inggris. Namun, jangan langsung stress ya! Cobalah untuk mengenali dengan baik apa saja yang berlaku di Jepang, yaitu dengan melakukan browsing di internet. Misalnya saja, tahu tentang bagaimana kebiasaan orang Jepang saat berpergian, cara menaiki bus maupun kereta, cara makan menggunakan sumpit dan masih banyak lagi. Hal ini penting mengingat kamu akan berada di negara yang bahasanya tidak terlalu familiar di telinga. Dengan mengetahui kebudayaan dan kebiasaan masyarakat di sana, kamu setidaknya nggak akan dilanda 'cultural shock' dan inshaAllah akan lebih mudah berinteraksi dengan mereka. Bawalah pocket dictionary atau minimal daftar percakapan sehari-sehari dalam bahasa Jepang yang bisa kamu print saat masih di Indonesia atau bisa kamu unduh melalui ponsel. 
  5. Siapkan itinerary dengan cermat. Itinerary berguna dalam menyusun rencana-rencana berpergian kamu selama di Jepang. Pada prinsipnya, prepare, prepare dan prepare! Buatlah list mana saja tempat yang akan kamu kunjungi kemudian tambahkan detail waktu untuk mempermudah pengaturan jadwalnya. Saran saya, tuliskan pula alamat lokasi tempat-tempat tersebut atau bahkan detail transportasi yang akan digunakan, contohnya nama stasiun dan kereta, nama line atau jalurnya serta jam keberangkatan. Kalau perlu, buatlah itinerary sefleksibel mungkin. Siapkan plan A dan B seandainya kamu tidak sempat mengunjungi beberapa tempat yang sudah kamu list. Setidaknya buatlah alternatif tempat lain jika ternyata cuaca tidak mendukung dsb. Siapkan selalu catatan kecil dan pulpen beserta print-out itinerary di tasmu sehingga memudahkanmu mencatat hal-hal penting tentang jadwalmu tersebut. 
  6. Gunakan internet di manapun dan kapan pun. Selama di Jepang, internet akan menjadi andalan kamu selalu. Ponsel smartphone di Jepang hampir sebagian besar dijual dengan sistem paket bundling, sehingga tidak mudah untukmu mencari kartu prabayar di sana. Kalau pun ada kamu harus menyewa! Untuk mensiasatinya, kamu bisa menyewa ponsel atau pocket wifi selama berada di Jepang. Tapi jangan salah lho! Biaya sewa ponsel juga tidaklah murah. Harga sewa satu hari bisa dipatok hampir ¥970 atau setara dengan kira-kira Rp120.000,-. Itu pun belum termasuk biaya administrasi dan asuransi jika ada kerusakan. Nah, enaknya kalau kamu menginap di akomodasi via airbnb, kamu bisa diberikan fasilitas free pocket wifi dari host-nya. Asyik kan? Internet sendiri akan sangat membantu kamu saat kamu mencari lokasi tempat wisata atau restoran yang ingin kamu datangi. Selain itu, internet akan sangat berguna saat kamu menggunakan aplikasi-aplikasi ponsel yang penting seperti Accu Weather, Hyperdia, Kyoto Rail Map Lite, Kyoto Simple Bus dll. FYI, Hyperdia adalah aplikasi yang selalu menjadi andalan saya untuk melihat jadwal kereta api di seluruh wilayah Jepang, jadi jangan lupa untuk menginstalnya ya! 
  7. IC card, JR pass atau one-day pass? Bingung sama banyaknya kartu transportasi yang disediakan di Jepang? Hmm.. iya saya juga sih. Tapi don't worry! Buat kamu yang akan berpergian ke Tokyo, cobalah untuk menggunakan IC card selama di sana. Kenapa? Karena IC card akan lebih memudahkan kamu untuk menggunakan segala jenis transportasi umum seperti kereta dan bus, kecuali taksi. Apalagi kereta di Tokyo memiliki banyak sekali jalur/line (what??) Yup, setelah saya perhatikan ada lebih dari 10 jalur kereta yang melintasi daratan kota Tokyo. Daripada repot membeli tiket tiap akan menaiki kereta dan menentukan fare/biayanya, lebih mudah pakai IC card. IC card sendiri bermacam-macam. Kalau di wilayah Tokyo, namanya adalah Suica card. Kartu ini dikeluarkan oleh JR East. Sementara di Kyoto, namanya Icoca card dan dikeluarkan oleh JR West. Yang mesti diperhatikan, meskipun kartu ini sama-sama keluaran JR dan bisa digunakan di seluruh kereta JR line, kamu tidak bisa merefund-nya sesuka kamu. Suica card sendiri hanya bisa dikembalikan di wilayah JR East, begitu pula dengan Icoca. Jadi perhatikan ketika kamu hendak berpindah kota dan kamu menggunakan IC card. Khusus untuk Kyoto, transportasi bus masih lebih umum digunakan untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata di sana, jadi tidak ada salahnya kamu menggunakan tiket city bus one day pass yang bisa kamu gunakan untuk berkeliling ke Kyoto seharian penuh. Mengingat tarif bus di Kyoto itu juga flat (jauh-dekat ¥230 khusus dewasa) maka menggunakan tiket pass adalah pilihan yang baik. Bagaimana dengan JR pass? Nah JR pass ini 'kan memang priviledge buat turis-turis asing termasuk orang Indonesia yang akan berplesir ke Jepang. Tapi yang mesti kamu ketahui adalah JR pass ini punya masa berlaku (7, 14 dan 21 hari) dan akan sangat menguntungkan jika kamu berencana ke beberapa kota di Jepang serta menggunakan kereta cepat (Shinkansen).
  8. Cek selalu ramalan cuaca. Pada beberapa musim di Jepang, cuaca seringkali berubah. Kadang dalam satu hari cuaca panas, tapi bisa juga berawan atau hujan. Pastikan kamu selalu mengecek ramalan cuaca sehari sebelum berpergian. Apalagi jika kamu berencana mengunjungi Gunung Fuji di musim semi atau panas. Cuaca di sekitar gunung Fuji dikenal cepat berubah. Pagi hari biasanya langit di sekitar gunung tampak cerah, namun dalam sekejap siang atau sore harinya ditutupi awan tebal. Jadi, pastikan kamu sudah mengecek ramalan cuaca sebelum berpergian ke sana ya, dan siap-siap mereschedule jadwal itinerary-mu jika ternyata kamu sama sekali tidak bisa berangkat karena cuaca. Sama seperti pepatah, sedia payung sebelum hujan.. hehe.
  9. Cerdik mencoba berbagai makanan Jepang. Siapa yang tak kenal sushi, sashimi atau tempura? Kamu tentunya sangat mengenali makanan khas dari negeri sakura tersebut, bahkan sudah sering mencicipinya di tanah air. Tapi, kamu tentunya harus mencoba berbagai makanan Jepang di negeri asalnya. Tentunya banyak jenis makanan yang dapat kamu coba, mulai dari yang murah sampai mahal sekali pun. Wah, kalau mahal apa masih bisa mencicipi? Tentu bisa! Daging wagyu Jepang, misalnya, biasanya dibandrol dengan harga yang cukup mahal untuk sekali makan. Satu set yakiniku atau Japanese grilled meat yang menyuguhkan empuknya daging sapi wagyu panggang khas Jepang bisa berharga hingga ¥5000 atau sama dengan sekitar Rp600.000. Namun jika kamu cerdik memilih waktu makanmu di restoran semacam ini, kamu akan mendapat harga yang lebih murah. Cobalah untuk makan saat jam makan siang karena biasanya restoran menyediakan menu lunch set yang umumnya lebih terjangkau dibandingkan dinner set. Untuk pagi harinya, tentu kamu tidak perlu menghabiskan uangmu untuk jajan banyak terlebih dahulu. Satu buah onigiri seharga ¥180 yang dijual di hampir seluruh mini market atau convinient store (konbini) bisa mengganjal perutmu sebelum memulai aktivitas. Lebih hemat, bukan?
  10. Pintar-pintarlah menyisihkan uangmu untuk belanja. Lho, emang kenapa? Harga barang-barang di Jepang itu mahal. Jadi, kalau kamu berpikiran ingin membawa oleh-oleh ke Indonesia, hmm sepertinya kamu juga perlu berpikir dua kali. Apalagi jika kamu senang berbelanja barang elektronik atau produk fashion seperti pakaian atau sepatu yang terkenal modis-modis. Usahakan untuk membeli oleh-oleh di toko 100 yen yang menjual barang-barang dengan harga rata-rata ¥100, contohnya Daiso, Seria atau Cando. Kalau beruntung, kamu bisa mendapatkan barang-barang menarik yang tentunya "made in Japan". Tapi, jangan salah harga per barangnya biasanya masih ditambah dengan pajak sebesar ¥8. Kalau souvenir dirasa mahal, kamu juga bisa membeli makanan snack atau panganan manis khas Jepang seperti rice cracker, mochi dan cookies lidah kucing aneka rasa sebagai buah tangan. Atau, alat tulis Jepang umumnya memiliki desain menarik dan multifungsi yang juga bisa jadi pilihan kamu. Di tambah lagi, produk-produk seasonal yang sayang untuk dilewatkan. Yang penting, kamu harus selalu ingat sisa saku di dompet ya! :) 
Bunga sakura yang sudah mulai bermunculan di Ueno Park, Tokyo saat awal musim semi 

Suica card, IC card yang saya gunakan selama berada di Tokyo

Suasana salah satu bagian di Kyoto station sesaat sebelum kami kembali ke Indonesia menuju Kansai airport di Osaka

Menu lunch set menu tempura rice dengan komplemen white miso soup khas Kyoto seharga ¥1500 saja

Aneka souvenir menarik dan barang tradisional khas Jepang yang dijual di Nakamise st., Tokyo

Mata aimashou, Japan! See you again one day! Arigatou~


Tuesday, January 26, 2016

FLUFFY LEMON PANCAKE



Assalamu'alaikum.

Dear food lovers,

Kalau diminta memasak pancake, saya nggak akan pernah bosan. Mengapa? Because I love pancake!! Kamu juga suka nggak? Pancake itu sebenarnya relatif mudah dibuat dan nggak memerlukan bahan yang banyak. Namun, kalau kamu ingin mendapatkan hasil pancake yang empuk, fluffy dan airy, kamu perlu tahu tipsnya. Untuk mendapatkan hasil pancake yang empuk, kamu perlu menggunakan buttermilk. Jika tidak ada, nggak perlu khawatir! Kami bisa menambahkan asam (acidity) ke dalam susu cair (dapat berupa cuka apel atau sari jeruk lemon). Nah, kali ini saya akan membagikan resep variasi pancake yang harus kamu coba. Selain coklat dan pisang, pancake dan lemon adalah sebuah perpaduan yang istimewa. Saya selalu suka jika ada sentuhan lemon di dalam kue atau hidangan buatan saya. Resep yang satu ini tentunya mengkolaborasikan resep dasar pancake dan lemon yang rasanya inshaAllah bakal teman-teman suka. Yuk silahkan disimak resepnya berikut ini dan selamat mencoba ya!


LEMON PANCAKE
Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF


Bahan-bahan:

1 cup tepung terigu
1/3 cup gula halus (bisa ditambahkan 1/3 cup lagi jika menginginkan pancake yang lebih manis)
3 sdm mentega, lelehkan
1 butir telur
1 1/2 sdt baking powder
1/2 sdt baking soda
1/4 sdt garam halus
2/3 susu cair
1 sdm cuka apel (apple cider vinegar), bisa diganti dengan 1 sdm air jeruk lemon
1 sdt vanila ekstrak
1 buah lemon, diambil sari jusnya
1 sdt parutan kulit lemon


Cara membuat:
  1. Siapkan buttermilk dengan cara mencampur susu cair dengan cuka apel. Jika tidak ada cuka apel, maka dapat diganti dengan air jeruk lemon. Diamkan selama 5 menit.
  2. Campur semua bahan kering seperti tepung terigu, gula halus, baking powder, baking soda dan garam halus. Aduk rata.
  3. Lelehkan mentega kemudian campur dengan susu cair. Masukkan telur lalu kocok lepas agar semua tercampur. 
  4. Masukkan campuran susu, mentega dan telur ke dalam campuran bahan kering sedikit demi sedikit sambil diaduk. Tambahkan vanila ekstrak.
  5. Masukkan parutan kulit lemon dan sari jus lemon. Aduk kembali sampai rata dan tidak ada gumpalan.
  6. Diamkan sesaat sambil memanaskan wajan bundar anti lengket.
  7. Tuang kurang lebih satu centong sedang adonan ke dalam wajan, kemudian masak pancake menggunakan api kecil.
  8. Masak kurang lebih 2 menit di salah satu sisinya. Tunggu hingga muncul lubang udara di atas permukaan pancake. Balik pancake kemudian masak kembali di sisi lain kurang lebih 2 menit hingga matang kecoklatan.
  9. Angkat pancake jika telah matang. Ulangi kembali hingga adonan pancake habis.
  10. Tata 2-3 pancake di atas piring saji. Siram dengan sirup maple dan hidangkan dengan olesan mentega tawar di atasnya.

Saturday, January 16, 2016

5 THINGS I LEARNED FROM ONLINE DATING


Buat kamu yang jomblo (*nunjuk ke diri sendiri), menemukan cinta sejati pasti menjadi hal yang sangat dinanti. Apalagi jika umurmu sudah terbilang tidak belia lagi. Pemikiranmu tentu saja sudah mengarah ke tahap yang lebih jauh, yaitu menemukan calon pasangan hidup. Bagi saya, pembahasan tentang pasangan hidup bisa jadi pembahasan yang cukup serius dan saya suka give up kalau membicarakan tentang hal yang satu ini. Soalnya ada rahasia Tuhan yang nggak akan bisa kita ketahui tentang jodoh kita.

Nah, bicara perihal mencari cinta sejati, adakah di antara kalian yang pernah mencoba online dating? Ada yang pernah berhasil? Atau justru malah gagal? Jujur saja, saya salut sama orang-orang yang berikhtiar mencari jodoh dengan cara ini. Mereka itu tergolong orang yang berani karena mau open sama orang yang baru saja dikenal. Memang sih, nggak bisa dipungkiri, semakin umur kita bertambah, tanpa kita sadari semakin terbatas ruang lingkup pertemanan kita. Yang saya maksud di sini adalah jika kita sudah bekerja dan banyak teman-teman sekolah kita yang sudah menikah, maka ruang lingkup pertemanan juga terbatas. Kecuali kalian adalah orang yang tergabung di komunitas tertentu atau sangat aktif mengikuti kegiatan sampingan di sana-sini, baik kegiatan sosial atau kewirausahaan, kalian akan dengan mudah bertemu dengan orang baru. 

Maka tak heran jika jaman sekarang banyak laki-laki dan perempuan single yang berhasil menemukan pasangan dengan cara dijodohkan teman atau keluarga bahkan melalui online dating. Dalam tulisan ini, saya akan mencoba mengulas sedikit hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membangun hubungan percintaan melalui online dating, termasuk plus dan minusnya. Tips ini murni berdasarkan pengalaman saya yang pernah sekali menjalaninya. Awalnya saya ragu, tapi entah mengapa saya terdorong juga untuk mendaftar ke salah satu situs perjodohan online terkenal di Indonesia. Saya nggak menyangka ada tiga pria yang cocok dengan saya pada saat itu dan ketiganya sama-sama berniat untuk menikah. Hanya saja, dari ketiga pria tersebut hanya satu yang (berani) memulai. Hmm, singkat cerita, hubungan saya dengan pria tersebut sayangnya nggak bisa diteruskan. Tapi, jangan khawatir ada juga kok contoh pasangan di luar sana yang justru malah berhasil membawa hubungan mereka ke jenjang pernikahan. So, berikut 5 hal yang saya pelajari dari proses online dating yang pernah saya jalani. Mudah-mudahan bisa membantu memberikan gambaran kepada teman-teman yang berniat mencoba ikhtiar dengan cara ini.



SAFETY FIRST

Being safe adalah hal utama yang mesti diperhatikan oleh para pencari jodoh melalui online dating. Kita harus paham betul bahwa kita akan berhadapan dengan orang asing. Boro-boro sudah kenal, kita cuma bisa dapat informasinya pertama kali dari situs perjodohan tersebut, yang kita nggak tahu mereka jujur apa nggak! Nah, kalau itu yang bikin kamu maju-mundur ikhtiar dengan cara ini, saya yakin kalian nggak akan pernah mau nyoba. Iya kan? Hehe. Pilihlah situs perjodohan yang memang dikenal memiliki kualitas baik. Hmm, biasanya sih rekomendasi paling bagus itu ya dari promosi mulut ke mulut, misalnya ada teman kita yang pernah mencoba dan berhasil. Kita juga bisa lihat dari siapa pemiliknya atau founder-nya, kegiatan-kegiatan seminar atau love education yang dilakukan atau review penggunanya. Jadi, coba untuk tetap positif dan yakin kalau mungkin ini memang ikhtiar yang mesti kita tempuh. Kalau kita sudah yakin dan hendak memulai registrasi, usahakan seminimal mungkin kita tidak terlalu mengumbar informasi tentang diri kita. Jangan lantas kita ingin cepat ada orang yang mengenal kita, kita terlalu banyak menceritakan siapa diri kita di bagian profil. Ingat, safety is still priority. Gunakan nama samaran untuk nama profil kamu. Tips ini pernah saya peroleh dari internet. Saya bukannya mengajarkan untuk berbohong, tapi nama samaran bisa kita gunakan dari nama panggilan yang orang tidak tahu. Jika namamu Ratna Wulandari, coba gunakan nama Ari misalnya. 


JANGAN BURU-BURU MENJATUHKAN CINTA

Saya ngerti kalau banyak dari mereka yang mendaftar online dating adalah mereka yang pada dasarnya sudah siap menikah, jadi mereka cenderung tidak ingin bertele-tele dan terlalu lama menjalin hubungan. Hanya saja, situs perjodohan yang saya bahas di sini berbeda dengan sistem ta'aruf yang memang lebih aman. Mengapa? Karena di dalam sistem ta'aruf, kita nggak hanya berhadapan dengan sang "calon" tetapi kita didampingi oleh orang ketiga yang sudah kenal dengan sang "calon" dan diri kita. Orang ketiga tersebut bisa orang tua, murobbi, saudara atau teman dekat. Bahkan seringkali orang ketiga yang berperan sebagai perantara dalam memilihkan sang "calon". Jadi, komunikasi yang terjalin tentunya akan lebih aman karena kerahasiaan akan dijaga oleh orang ketiga ini. Namun, di situs perjodohan online, kita sudah bisa langsung berkomunikasi dengan sang "calon". Kita "mau-nggak-mau" harus telah siap menghadapi sang "calon" dengan tangan kosong, karena informasi yang kita tahu selama ini tentang dia hanya bisa kita lihat melalui profilnya di situs. Oleh karena itu, kita jangan langsung buru-buru menjatuhkan cinta dan "menembak" ingin serius dengan dia, ataupun sebaliknya, seolah-olah kita sudah yakin bahwa dia jodoh kita *uhuk. Tetap jelaskan pada sang "calon" bahwa kecocokan yang terlihat dari situs tetap harus dibuktikan dengan proses pengenalan yang lebih jauh. Kita juga harus sampaikan bahwa jika nanti di dalam proses tersebut, ada hal yang membuat kita tidak yakin dan tidak terjadi kecocokan, kita bisa mengakhiri proses ke arah yang lebih serius tersebut. 


FIRST IMPRESSION TELLS EVERYTHING

Pertemuan pertama kali mungkin akan jadi hal yang sangat dinanti. Dari seringnya komunikasi via online, akhirnya kita bisa bertatap muka langsung dengan sang "calon" untuk pertama kalinya. Deg-degan? Pastinya ya, hehe. Tapi jangan salah, pertemuan pertama inilah yang sebenarnya menjadi kesempatan kita untuk menemukan hal-hal menarik dari dirinya yang tentunya menjadi kunci penting apakah kita perlu melanjutkan proses pengenalan ini ke arah yang lebih jauh atau tidak. Hmm, mungkin kita sudah sedikit demi sedikit mengenal dia dari komunikasi yang terjalin via online tapi kita tak akan pernah tahu bagaimana dia dalam bersikap kalau kita nggak melihatnya secara langsung 'kan? Cobalah memaksimalkan pertemuan pertamamu dengan si dia dengan mencari tahu banyak hal tentangnya. Jangan lupa perhatikan juga ekspresinya dan bagaimana dia menanggapi semua ceritamu. Salah satunya, jika dia seorang muslim yang baik, dia akan berusaha mengajakmu untuk menunaikan shalat wajib terlebih dahulu. Banyak contoh lain yang bisa kamu coba untuk lebih mengenal karakternya dan sedikit "mengetes" dirinya. Tapi, saran saya, be honestAlways! Jangan pernah berbohong tentang dirimu hanya untuk memberikan first impression yang bagus kepadanya. Sebaliknya, kamu juga harus tetap waspada mana tahu dia yang ternyata sedang berbohong untuk bisa memikat hatimu.


DOUBLE DATE IS (ALWAYS) PREFERABLE

Alangkah lebih baik jika setiap momen pertemuanmu dengannya dijalani bersama orang lain. Tujuannya balik lagi ke nomor satu, safety first. Mungkin kita akan kehilangan sisi romantisme dari pertemuan-pertemuan itu, tapi kita harus kembali ingat bahwa yang kita temui adalah orang asing. Titik. Bagaimana pun lancarnya kalian berkomunikasi via SMS, BBM atau Whatsapp, tapi kita nggak akan pernah tahu bagaimana dia yang sebenarnya jika tidak bertemu langsung. Cobalah untuk mengajak teman dekat atau saudaramu setiap bertemu dengannya, apalagi jika kalian baru bertemu satu atau dua kali. Hal ini juga akan membantumu mendapatkan masukan dari teman dekat atau saudaramu tentang pandangan mereka terhadap sang "calon". Yakinkan dia agar juga mengajak teman dekat atau saudaranya. Jika kita merasa lebih nyaman bertemu dengan ditemani orang lain, katakan saja sejujurnya. Seharusnya sang "calon" paham atas pilihan kita tersebut, karena kalian 'kan baru kenal. Hitung-hitung kamu juga bisa tahu bagaimana pergaulannya dan seperti apa teman-temannya. 


WHEN IT COMES TO A DECISION...

Menurut saya, kita perlu sedikit lebih serius dengan diri kita. Maksudnya di sini kita jangan terlalu membiarkan diri kita terbuka untuk kemungkinan-kemungkinan yang kita sendiri nggak yakin. Apalagi kita baru kenal dia dalam hitungan hari atau minggu. Kalau kamu merasa sudah cukup mengenal dia dan kamu nggak merasakan kecocokan dengannya atau kamu merasa dia bukan jodoh yang tepat, maka putuskan segera, apakah tetap dilanjutkan atau tidak. Jika kita sendiri sudah ragu, tapi tetap berusaha menunggu ada keajaiban dengan menemukan hal-hal yang baik tentang dirinya, hmm.. lebih baik jangan dilanjutkan. There always comes a point where you should make a decision in many parts of your life. Kita akan selalu bertemu dengan satu waktu di mana kita harus membuat keputusan-keputusan penting dalam hidup, termasuk dalam hal kelanjutan hubungan melalui online dating ini. Apalagi jika niat kita untuk mencari calon pendamping hidup, kita nggak akan mungkin main-main bukan. Jangan pernah malu atau enggan meminta pendapat dari orang terdekat, khususnya orang tua. Biasanya orang tua itu punya instinct yang kuat terhadap anaknya sehingga akan lebih baik jika kita bisa mempertimbangkan pendapat mereka. Perbanyaklah berdo'a dan tak lupa berserah diri kepada Tuhan agar senantiasa diberikan petunjuk. Bagi yang muslim, melakukan amalan-amalan sunah seperti menjalankan shalat istikharah dan shalat hajat adalah beberapa hal yang bisa dilakukan agar bisa diberikan keyakinan atas kegundahan dan kegalauan terhadap pilihan yang ada. Jika memang tidak berhasil, maka jangan putus asa. Jangan pernah merasa ragu dan lelah dalam berikhtiar dan berdoa kepada Tuhan. Sertakan selalu hati dan prasangka yang baik agar Tuhan membukakan hati kita untuk bisa menangkap jawaban dari setiap ikhtiar dan doa yang kita minta kepada-Nya :)

Thursday, December 17, 2015

RESEP CHURROS


Hi food lovers,

Kali ini saya akan membagikan resep makanan ringan yang sayang untuk dilewatkan. Ada yang pernah mencicipi Churros? Makanan ringan asal Spanyol ini sekarang mulai banyak dijual di Indonesia. Teksturnya yang hampir mirip dengan kue soes, memang cocok jika disantap bersama secangkir kopi atau teh. Perbedaannya adalah cara menikmati kue Churros yang umumnya dicelup ke dalam cairan coklat. 

Dalam resep aslinya, Churros dibuat dengan cara digoreng dalam minyak cukup panas lalu diberi taburan gula halus. Namun di beberapa tempat, Churros dibuat dengan cara dipanggang agar dapat menghasilkan bentuk Churros yang lebih lurus dan lebih garing di permukaan jika dibandingkan dengan cara digoreng. Rasanya? Hmm, menurut saya sih sama saja. 

Nah, biar nggak penasaran bagaimana cara membuatnya, yuk dilihat resep berikut. Saya mengadopsi resep asli Churros yang digoreng. Bahan-bahan dasarnya dijamin nggak susah kok, hanya butuh sedikit tenaga saat mencampur adonan. Selamat mencoba ya! :)

CHURROS

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF

Bahan-bahan:

1/2 cup mentega tawar
1 cup air matang
1 cup tepung terigu
3 butir telur
1 sdm gula pasir
1 sdt vanila esens


Cara membuat:
  1. Lelehkan mentega dan air di dalam panci. Sisihkan.
  2. Tanpa menunggu dingin, masukkan tepung terigu ke dalam panci kemudian aduk bersama lelehan mentega.
  3. Aduk terus menerus hingga tidak ada gumpalan. Pindahkan adonan ke dalam wadah, lalu diamkan sebentar agar adonan dalam suhu ruangan.
  4. Setelah itu, masukkan telur satu per satu sambil diaduk rata. 
  5. Tambahkan gula pasir dan vanila esens, aduk rata kembali.
  6. Siapkan piping bag atau plastik segitiga dengan spuit bintang besar. Masukkan adonan Churros yang sudah tercampur rata tersebut ke dalam plastik sampai hampir penuh. Pastikan tidak ada sisa udara di dalam plastik.
  7. Panaskan minyak dengan api sedang. Semprotkan adonan Churros langsung ke dalam minyak yang sudah panas. Panjang Churros dapat disesuaikan sesuai selera. Gunakan pisau atau ujung sendok untuk memutus adonan yang disemprotkan tadi.
  8. Goreng Churros sambil sesekali dibalik selama kurang lebih 1-2 menit hingga Churros matang dan berwarna coklat keemasan.
  9. Jika sudah matang, angkat Churros lalu tiriskan di atas tisu kertas.
  10. Churros pun dapat dihidangkan dengan cara diberi taburan gula halus, atau campuran gula pasir dan bubuk kayu manis saat baru diangkat.
Mentega yang dilelehkan bersama air

Tepung terigu dimasukkan ke dalam lelehan mentega

Tepung terigu diaduk rata bersama dengan lelehan mentega

Telur dimasukkan ke dalam adonan yang sudah agak dingin satu per satu

Adonan yang sudah lumayan tercampur rata

Adonan dimasukkan ke dalam piping bag

Adonan digoreng di dalam minyak cukup panas dengan api sedang

Churros yang baru diangkat, siap dihidangkan

Monday, October 19, 2015

28: A TURNING POINT

Bagi sebagian orang, momen pergantian usia adalah salah satu momen paling menyenangkan dalam hidup. Ucapan selamat bertabur do'a sering menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu. Apalagi jika ada yang memberikan bingkisan cantik bertuliskan Happy Birthday to You! Indahnya. Namun, terlepas dari itu semua, pernahkah kita merasakan bahwa usia kita merefleksikan perubahan yang terjadi pada diri kita?

Suatu ketika saya pernah membaca sebuah artikel di internet berjudul Why Age 28 is A Turning Point for Many Single Woman yang ditulis oleh Pauline Millard. Terdengar berat ya? Ah, sebenarnya tidak juga. Ketika saya membacanya sampai selesai, saya langsung memiliki pemikiran, inikah yang terjadi juga pada saya? Ketika di sekeliling saya, teman-teman sekolah sudah banyak yang terlihat memajang foto bersama keluarga di media sosial. Ketika di Whatsapp grup pun, topik pembicaran sudah beralih ke pembicaraan tentang ribetnya mengurus rumah tangga. Kemudian tiba-tiba, saya merasa tersesat. Ada di kehidupan manakah saya saat ini?

Menurut Pauline, wanita di perkotaan pada umumnya mulai (serius) memikirkan masa depan ketika usia mereka beranjak 30 tahun. Masa depan di sini memang tidak melulu soal pernikahan, namun bagaimana mencapai tujuan hidup berikutnya, yakni memiliki sebuah keluarga. Wanita seperti itu biasanya telah mencapai fase yang optimal dalam pendidikan maupun karir mereka (khusus bagi mereka yang bekerja). Namun, bukan tidak mungkin mereka juga akan mengalami a quarter life crisis, sebut Pauline. Masih ingat salah tembang yang dinyanyikan Britney Spears berjudul I'm Not A Girl, Not Yet A Woman? Nah, mungkin itu salah satu tandanya. Ketika hal-hal kecil yang berbau perencanaan keuangan mulai sangat kamu pikirkan. Atau ketika kamu mulai sulit menentukan pilihan dalam hidupmu, misalnya memilih antara memenuhi keinginan hobi travelingmu dengan kesempatan membangun karir pekerjaanmu. Bagimu, menjadi dewasa (sangatlah) menakutkan. So, what next? 

Alhamdulillah, saya sendiri belum (dan inshaAllah tidak) merasa sampai seperti di atas tadi. Di usia yang ke-28 ini saya justru semakin ingin terus membenahi diri saya, termasuk bagaimana cara saya menyikapi hidup. Singkatnya, saya mulai merasakan bagaimana saya bersikap dewasa, termasuk bagaimana mengontrol diri dan emosi, mengatasi permasalahan dalam pekerjaan hingga merespon apapun perkataan orang lain terhadap saya. Saya pun kini merasa lebih berani. Saya ingat bagaimana hasil personality test yang iseng saya ikuti di media sosial. Hasilnya membuat saya tercengang. Berikut kutipannya.

You can adapt to new situations with striking ease. You can find a common language with people, and very rarely feel lonely. You strongly value all expressions of love, as well as friendly relationships.

You try not to judge people by their appearance, and always strive to get to know them better. You can easily get carried away, but in your personal life you know how to solve the puzzle in order to get everything you need. You're also a very strong person. If something bad happens, you don't lose your head – instead you do your best to get to the root of the problem.

Right now you are seeing an increase in your emotional reserves. Perhaps, you've fallen in love, or you're simply reaching the peak of your physical and spiritual well-being. Your glass is always half full, and that's just wonderful!

Mungkin saya memang benar sedang mengalami fase The Half Full Glass atau saat ini saya memang tengah mengalami tingkatan paling tinggi secara emosional, fisik maupun spiritual. Pendidikan master di luar negeri sudah saya raih, status peneliti pun tinggal menunggu hitungan bulan serta pencapaian-pencapaian lain yang sudah saya peroleh hingga detik ini telah menjadi momen yang berarti bagi saya, tepatnya di usia yang ke-28. A turning point, atau momen perubahan ini inshaAllah akan membawa saya menjadi wanita yang siap lahir dan batin menuju fase kehidupan yang lebih tinggi lagi, yaitu membangun sebuah keluarga. Aamiin :)

Sunday, October 4, 2015

RESEP SOP BUNTUT



Masih seputar dunia per’daging’an, kali ini saya akan share resep sop yang pastinya sangat istimewa, yaitu Sop Buntut. Sop buntut adalah salah satu menu favorit saya dari begitu banyak menu masakan Indonesia yang pasti enak-enak (he he, ketahuan kalau saya doyan makan). Sampai sekarang saya nggak tahu tempat asal masakan ini, tapi terakhir kali saya mencicipi sop buntut yaitu di Rumah Makan Bu Ugi di kawasan dataran tinggi Tawangmangu, Jawa Tengah. Jadi, sebenarnya sop buntut bisa kita temukan di berbagai wilayah di pulau Jawa.

Kalau dari harga, masakan ini memang masuk daftar makanan Indonesia kelas mahal. Saya ingat sekali harga satu porsi sop buntut plus nasi di warung makan dekat kantor saya cuma sekitar 30 ribuan, tapi kalau sudah dijual di restoran, harganya bisa sampai dua kali lipat, sekitar 60-70 ribu. Nggak heran, harga buntut sapi juga tergolong mahal, jadi memang sebanding. Eits, tapi jangan sering-sering juga mengonsumsinya ya, nanti kolesterolnya bisa naik, he he he.

Nah, kalau kamu lagi dermawan sekali sama perut kamu, nggak ada salahnya lho sesekali memanjakan lidah kamu dengan sop buntut, apalagi buatan sendiri. Jadi, bagaimana kalau kamu coba membuatnya di rumah? InshaAllah nggak kalah deh rasanya sama yang kamu cicip di restoran. Bahan-bahannya juga nggak sesulit yang dibayangkan. Yuk, silahkan disimak resepnya :)



RESEP SOP BUNTUT

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF


Bahan-bahan:

Bahan utama:
  1. 1 kg buntut sapi (oxtail)
  2. 2,5 liter air (kurang lebih)
  3. Minyak sayur secukupnya, untuk menumis
  4. 1 batang kayu manis
  5. 5 butir cengkeh
  6. 1 sdt pala bubuk
  7. 250 gram (+/- 3 buah) wortel ukuran besar, kupas lalu potong
  8. 250 gram (+/- 3-4 buah) kentang, kupas lalu potong menjadi 8 bagian
  9. 1 sdm lada putih halus
  10. Garam dan gula pasir secukupnya
Bumbu halus:
  1. 8 butir bawang merah
  2. 5 butir bawang putih
  3. 1/2 buah bawang bombai
  4. 2 cm jahe
Bahan pelengkap:
  1. 1 buah tomat, buang bijinya lalu potong dadu
  2. 2 buah daun bawang, potong tipis
  3. 2 buah daun seledri, potong tipis
  4. Jeruk nipis limau, belah memanjang
  5. Bawang goreng
  6. Sambal kecap (campuran dari kecap manis dan irisan cabai rawit)

Cara membuat:
  1. Didihkan air bersama dengan buntut sapi yang sudah dipotong-potong dan dibersihkan. Jika sudah mendidih, kecilkan api kemudian masak dengan api sedang selama kurang lebih 2 jam.
  2. Setelah matang, keluarkan daging dari panci kemudian saring air rebusan daging. Sisihkan terlebih dahulu.
  3. Panaskan minyak sayur dan tumis bumbu halus, kayu manis, cengkeh dan pala bubuk hingga harum selama kurang lebih 5 menit. Sisihkan.
  4. Masak kembali daging bersama air rebusannya yang sudah disaring di atas api sedang. Masukkan tumisan bumbu. Masak hingga mendidih.
  5. Masukkan wortel dan kentang, kemudian bumbui dengan garam, gula pasir dan lada putih bubuk. Kecilkan api lalu masak hingga wortel dan kentang matang. Jika rasanya belum pas, bisa ditambahkan garam atau gula pasir kembali.
  6. Setelah mendidih dan semua bahan masak sempurna, matikan api. Hidangkan sop bersama dengan irisan tomat, daun bawang, daun seledri dan bawang merah goreng. Sop juga bisa dinikmati dengan menambahkan perasan air jeruk nipis limau dan sambal kecap.

Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...