Sunday, May 15, 2016

KELAS INSPIRASI - BERBAGI PROFESI, BANGUNKAN MIMPI


Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Halo semua!

Apakah cita-cita kalian saat di bangku sekolah dulu? Adakah di antara kalian yang ingin menjadi seorang dokter, hakim, polisi atau bahkan seorang presiden? 

Saya yakin di antara kita semua pernah memiliki sebuah cita-cita. Cita-cita itu pun mungkin selalu kita serukan ketika di sekolah. Namun, saat itu, apakah pernah terpikir oleh kita, seperti apakah cita-cita kita tersebut di masa depan? Bagaimanakah seorang dokter itu? Apakah hanya sekedar mengobati pasien? Lantas, bagaimana dengan seorang polisi atau insinyur? Apakah pernah terbayangkan oleh kita bagaimana profesi tersebut? Apa saja yang dilakukan oleh seorang insinyur? 

Hmm, jawabannya mungkin tidak! Kebanyakan dari kita semasa anak-anak mungkin belum sepenuhnya memahami profesi yang kita cita-citakan itu. Bagaimanapun juga, anak-anak tetaplah anak-anak, sebuah buku tanpa debu yang masih harus diisi oleh berbagai ilmu lewat tulisan yang digoreskan di dalamnya. Jadi marilah kita goreskan seberkas ingatan tentang cita-cita terhadap mereka (dalam hal ini profesi), agar nantinya mereka mampu bangunkan mimpi-mimpi besar di masa depan :)


MENGAJAR PROFESI SEHARI, MEMBANGUN MIMPI ANAK NEGERI

Tanggal 2 Mei 2016 lalu tidak hanya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, namun juga merupakan salah satu hari yang paling berkesan bagi saya. Pagi itu, saya dan ke-25 teman saya lainnya memberikan suasana yang berbeda di sebuah Sekolah Dasar (SD) di wilayah padat penduduk, Cilincing, Jakarta Utara. Hangatnya mentari menemani keseharian kami di SD tersebut sejak pagi hingga siang hari. Rutinitas tak biasa kami lakukan di sana yaitu mengajar... iya mengajar! Ah tapi tunggu, mungkin di antara kami ada yang terbiasa dengan rutinitas itu, tetapi tidak bagi saya dan banyak teman lainnya.

Tim relawan JKT 48 Kelas Inspirasi Jakarta 5 di antara ratusan relawan lainnya (Photo credit: Zara Zavira)


Seluruh relawan Kelas Inspirasi Jakarta 5 (Photo credit: Desriana Juvita)

Kami yang tergabung dalam Kelompok 48 Kelas Inspirasi Jakarta 5 pagi itu harus bersiap diri untuk menjadi guru sehari dan mengajar masing-masing profesi kami kepada para siswa di SDN Kalibaru 01 Pagi. Profesi kami pun bermacam-macam, mulai dari Sales Manager, Bankir, Art Director, Trainer, Engineer, Psikolog, Dokter Hewan, Perawat, Penulis hingga Konsultan Hukum. Mengajar mungkin bukanlah pekerjaan mudah bagi kebanyakan dari kami. Banyak hal yang tentunya harus dipersiapkan menjelang hari H, mulai dari lesson plan (rencana pengajaran), properti mengajar, jadwal hingga koordinasi bersama pihak sekolah. Dari 25 orang profesional yang datang, tidak semua menjadi tim relawan pengajar, empat di antaranya ambil bagian menjadi tim dokumentasi dan dua lainnya berperan sebagai fasilitator. 

Penampakan halaman SDN Kalibaru 01 Pagi (Photo credit: Prasetyo)

Spanduk kegiatan Kelas Inspirasi menyambut para siswa (Photo credit: Prasetyo)

Dimulai dengan pelaksanaan upacara bendera, siswa terlihat begitu antusias oleh kedatangan kami. Lambaian dan sapaan para inspirator mengobarkan semangat dan rasa keingintahuan mereka. Satu per satu dari kami pun diperkenalkan, baik kepada guru maupun siswa. Kami kemudian mengajak mereka untuk masuk ke dalam kelas untuk memulai pengajaran. Para relawan pengajar yang berjumlah 19 orang terbagi ke dalam 3-4 kelas dan diberikan waktu 45 menit untuk satu kali mengajar. Di dalam kelas, kami tidak hanya menjelaskan kepada siswa tentang profesi kami masing-masing, tetapi juga mengajak mereka untuk berinteraksi dan ikut merasakan profesi yang kami jalani.

Senin itu saya kebetulan mendapat bagian mengajar empat kelas, yaitu kelas 2, 4, 5 dan 6. Sejak awal, saya sebenarnya sangat antusias mempersiapkan bahan ajar saya, tapi sejujurnya saya merasa kebingungan dan kesulitan dalam mengembangkan metode pengajarannya. Saya sendiri baru dapat membayangkan bagaimana saya akan mengajar nanti pada H-3. Metode mengajar pun saya coba susun sesimple mungkin tanpa meninggalkan esensi profesi yang ingin saya kenalkan kepada mereka, yaitu seorang peneliti. Uniknya, banyak dari mereka yang mengganggap peneliti itu adalah seorang ilmuwan, bahkan ada yang mengira tukang jahit. Mungkin meneliti agak sedikit mirip dengan kata 'peniti' he he he, who knows! Tapi yang pasti saya sangat tertantang selama mengajar di kelas, apalagi saat mengajar siswa kelas 2 yang memerlukan keahlian khusus menghadapi ributnya anak-anak, he he he.


Name tag relawan pengajar


Properti mengajar


Saya bersiap diri untuk menjadi guru sehari

Keseharian profesi saya yang sering terkait dengan data-data kesehatan memberikan saya ide untuk membuat semacam simulasi analisis data sederhana. Saya kebetulan menyiapkan seperangkat alat ukur antropometri (alat ukur tinggi badan dan berat badan) yang digunakan untuk menganalisis status gizi para siswa. Metode ini kebetulan hanya saya berikan kepada siswa kelas 4, 5 dan 6, sedangkan untuk siswa kelas 2 saya hanya ajak bermain menarik kesimpulan dari story card tentang penyakit diare yang saya bagikan kepada mereka, meskipun pada akhirnya mereka lebih banyak ribut dan bermain sendiri dengan kartu bergambar tersebut, he he he.

Di kelas 4, 5 dan 6, saya mencoba memulai sesi pengajaran di dalam kelas dengan perkenalan diri dan profesi, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang bagaimana lika-liku keseharian seorang peneliti. Simulasi analisis data pun lalu dimulai dengan membagi siswa ke dalam 9-10 kelompok. Dalam simulasi tersebut, saya ajak mereka untuk mengumpulkan data, yaitu data berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) teman sekelompok mereka. Di situ saya kembali membagi peran mereka masing-masing, ada yang menjadi peneliti dan ada yang menjadi responden dan diukur BB dan TB-nya. Nah, ketika itulah terjadi keributan dan kegaduhan dalam kelas. Mereka pun saling berebut untuk menjadi responden, tapi ada juga yang berebut ingin menjadi penelitinya. Namun, alhamdulillah, pada perjalanannya kelas bisa kembali kondusif.   

Siswa yang bertindak sebagai peneliti kemudian mencatat BB dan TB teman satu kelompoknya yang menjadi responden. Setelah seluruh kelompok mencatat, saya kemudian mengajak mereka untuk menganalisis data tersebut. Analisis yang dilakukan yaitu dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) yang diperoleh dari rumus BB / TB x TB (dalam meter). Untuk mempercepat waktu, saya pun akhirnya membantu menghitung IMT seluruh kelompok satu persatu-satu menggunakan kalkulator lalu meminta mereka mencatatnya. Dari situ, saya kemudian meminta salah satu perwakilan dari masing-masing untuk memaparkan hasil perhitungan IMT-nya. Mereka pun terlihat sangat bersemangat saat menempelkan hasil pada sebuah diagram tally yang sengaja saya buat dari karton berukuran cukup besar. Hasil IMT masing-masing kelompok diumpamakan sebagai stiker post-it warna-warni.

Tugas mereka berikutnya adalah menginterpretasi hasil yang mereka peroleh dan memberikan kesimpulan yang dilihat dari jumlah stiker pada masing-masing kolom indikator status gizi yakni kurus, normal dan gemuk. Berdasarkan hasil yang didapat, terlihat bahwa dari seluruh kelas, rata-rata siswa memiliki status gizi normal dan beberapa di antaranya tergolong gemuk. Di antara mereka yang gemuk, paling banyak adalah siswa laki-laki. Setelah dijabarkan kesimpulan seperti itu, alhamdulillah mereka menjadi lebih paham bagaimana kerja peneliti itu. Mereka menjadi lebih bisa membayangkan bahwa peneliti menganalisis masalah-masalah kesehatan yang ada di lingkungan sekitar. Peneliti memerlukan ketelitian dalam bekerja, termasuk pada saat mengambil data, mengolah dan menyimpulkannya. 

Selesai sesi pengajaran di dalam kelas, tim inspirator lalu membagikan awan cita-cita yang harus diisi oleh para siswa. Awan-awan tersebut kemudian akan mereka bawa pulang dan simpan di rumah sebagai pengingat bahwa pada hari itu mereka telah membangun sebuah mimpi untuk masa depan.... yaitu sebuah cita-cita yang akan mereka ingat sepanjang hayat mereka. Awan-awan tersebut juga diharapkan dapat mengingatkan mereka untuk terus belajar menggapai cita-cita yang telah mereka tuliskan. Tak lupa kami juga mengabadikan momen hari itu dengan berfoto bersama di lapangan. Teriknya matahari tak menyurutkan semangat siswa untuk menuangkan rasa bahagia mereka dengan teriakan dan jeritan yel-yel seraya berfoto. Ah... rindu rasanya saya ingin kembali ke sekolah itu, atau sekolah lain yang perlu saya tularkan semangat dan motivasi yang sama. Dengan begitu, saya berharap mereka dapat membangun mimpi mereka sedini mungkin.

Para siswa berbaris di lapangan untuk foto bersama sebelum pulang ke rumah masing-masing


Barisan siswa, guru dan relawan KI yang siap melakukan foto bersama (Photo credit: Jafar Fakhry)


Foto bersama dengan para guru (Photo credit: Jafar Fakhry)


Foto bersama dengan beberapa siswa (Photo credit: Jafar Fakhry)


Wajah-wajah bahagia para relawan KI setelah kegiatan selesai

Hmm... Saya sungguh bersyukur, setelah gagal saat melamar menjadi relawan inspirator Kelas Inspirasi yang pertama kali tahun 2015 lalu, tahun ini alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk mengajar di sebuah SD marginal di Jakarta. Sungguh pengalaman yang luar biasa! Di samping itu, saya juga memperoleh keluarga baru. Saya mengakui bahwa untuk menjadi relawan KI sama sekali tidak mudah. Ketulusan hati para relawan tercermin saat mempersiapkan segala sesuatunya selama 2 minggu, mulai dari briefing pertama dengan seluruh relawan di SCBD Jakarta, virtual meeting rutin di grup whatsapp, survei lapangan, kopi darat sekaligus temu diskusi hingga pertemuan-pertemuan informal lain yang dilakukan bersama.

Terima kasih kepada teman-teman tim relawan JKT 48 Kelas Inspirasi Jakarta 5, baik tim fasilitator, inspirator hingga dokumentasi yang tak jemu membangun kebersamaan hingga detik ini. Semoga Tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk terus menularkan inspirasi kepada siswa SD di seluruh belahan bumi pertiwi! Sampai jumpa di Kelas Inspirasi berikutnya! 


Cuplikan video 1 Kelas Inspirasi 5 JKT 48 yang spesial dibuat oleh tim dokumentasi

Sunday, May 8, 2016

WISATA MALAM DI TOKYO & OSAKA YANG PATUT DICOBA


Assalamu'alaikum.

Hi guys!

Apa kabar liburan panjang 4 hari kemarin? Ada yang sempat menghabiskan waktu di luar kota? Masih ngomongin soal liburan, entah mengapa saya nggak pernah bosan untuk berbagi cerita dan pengalaman tentang perjalanan wisata saya ke Jepang Maret lalu. Kali ini saya akan memberikan sedikit ide berwisata di sekitar Tokyo dan Osaka khususnya pada malam hari. Tempat-tempat wisata di Jepang umumnya memang dibuka sejak pagi hingga sore hari, tapi kamu tentunya juga bisa berwisata di Jepang saat malam hari. Malam di Jepang tidak selalu harus dihabiskan di tempat-tempat hiburan seperti pub, club atau karaoke. Kamu juga bisa melakukan hal menarik lainnya. Beberapa ide berikut mungkin dapat menambah referensi kamu yang akan berencana menikmati indahnya suasana malam di kota Tokyo - Osaka. 

WISATA KULINER

Jepang memiliki banyak pilihan surga wisata kuliner malam yang sayang untuk dilewatkan. Banyak restoran atau kedai makan yang sengaja buka lebih lama saat malam hari. Di Osaka, misalnya, ada sebuah daerah yang sangat populer dengan pusat wisata kulinernya. Penasaran?


1.  Takoyaki & Okonomiyaki di Dotonbori, Osaka

Menyusuri malam dan menikmati kuliner di kawasan Dotonbori

Tempat yang satu ini mungkin menjadi salah satu destinasi wajib wisatawan yang datang ke kota Osaka. Osaka dikenal merupakan kota asal kuliner Jepang berbahan dasar gurita. Yup, apalagi kalau bukan Takoyaki dan Okonomiyaki. Rasanya nggak afdhol jika nggak sempat mampir mencicipi makanan khas negeri Sakura ini. Di Osaka, terdapat kawasan yang merupakan surga Takoyaki dan Okonomiyaki, apalagi kalau bukan jalan Dotonbori. Di kawasan ini sendiri, terdapat berbagai kedai Takoyaki dan Okonomiyaki yang hampir-hampir mirip cara penyajiannya, lengkap dengan proses pembuatan Takoyaki yang dilakukan di depan kedai sehingga pengunjung bisa melihat langsung. Kedai makannya pun terbilang unik dan antik, dengan berbagai ornamen gurita yang terpasang di atas kedai, menandakan secara jelas bahwa kedai tersebut menjual Takoyaki dan Okonomiyaki. Seru ya?!

Lokasi: Creo-ru Takoyaki and Okonomiyaki, Dotonbori, Osaka


2.  Crepés di Takeshita - Harajuku, Tokyo


Etalase crepés yang menggugah selera di Marion Crepés, Harajuku

Kalau tadi kita udah icip makanan yang enak di kota Osaka, kali ini saya mengajak kamu berwisata kuliner yang patut kamu coba di sekitaran Tokyo. Siapa yang nggak pernah mendengar daerah Harajuku? Daerah ini merupakan salah satu pusat belanja dan wisata malam yang seru banget. Harajuku sendiri berdekatan dengan jalan Omotesando yang juga merupakan pusat belanja di Tokyo. Kalau ngomongin soal wisata kuliner di Harajuku, maka kamu perlu mampir ke jalan Takeshita (Takeshita Dori). Pasalnya di sini banyak penjual Crepés yang tentunya bisa kamu coba. Salah satunya yang terkenal adalah Marion Crepés. Yang menarik adalah semua menu Crepés yang dijual bisa kamu liat di depan etalase toko tersebut. Wah, pastinya menggoda banget ya! Saya sendiri sampai bingung mau pilih yang mana. Harga seporsi Crepésnya terbilang cukup terjangkau, yaitu sekitar ¥300-¥800. Jadi, kamu mau pilih yang mana nih?

Lokasi: Marion Crepés, Takeshita dori, Harajuku


3.  Cat Cafe di Shinjuku, Harajuku dan Ikebukuro, Tokyo

Bermain bersama kucing sepuasnya di Mocha Café

Mocha Café di Harajuku

Ingin menghabiskan malam yang nggak biasa di Tokyo? Maka mengunjungi Neko Cafe atau kafe kucing bisa jadi alternatif kamu lho! Sesuai namanya, cafe ini memberikan kesempatan kepada pengunjungnya untuk bisa bermain dengan berbagai jenis kucing yang dipelihara oleh pemilik cafe tersebut. Pastinya kamu akan betah berlama-lama berada di dalam cafe karena kamu nggak cuma disuguhi makanan dan minuman yang enak tapi juga teman yang nggak biasa. Di Neko Cafe sendiri kamu bisa bermain dengan kucing sepuasnya dengan cukup membayar biaya rata-rata ¥1000-1200 per jam. Kamu tentu saja bisa menyesuaikan waktu bermain kamu bersama si kucing. Beberapa cafe bahkan menyediakan waktu yang lebih fleksibel, misalnya Mocha Cafe di Harajuku, Tokyo menawarkan waktu minimal yaitu 10 menit yang akan ditambahkan biayanya untuk 10 menit berikutnya, dan seterusnya, dengan lama kunjungan maksimal 1 jam atau seharga ¥1200. Jadi kamu tidak perlu menghabiskan waktu hingga 1 jam di sana. Buat saya, 40 menit saja sudah cukup untuk membuang kepenatan setelah seharian berjalan kaki menyusuri Meiji Jingu. Mocha cafe sendiri memiliki banyak cabang di Tokyo, di antaranya Shibuya, Ikebukuro dan yang baru saja dibuka adalah cabang Harajuku. Meskipun bukan salah satu kafe kucing tertua di Jepang, Mocha cafe memberikan nuansa cafe yang modern tapi tetap nyaman.
Tips: Buat kamu yang suka banget sama kucing dan ingin berinteraksi dengan mereka, belilah beberapa makanan kucing karena itu akan membuat para kucing berlari mendekatimu, hi hi hi.   
Lokasi: Mocha cafe berada di seberang exit gate Meiji Jingu arah Harajuku station. Berada di gedung  yang sama dengan Docomo, lantai 4. Website http://catmocha.jp/


4.  Japanese Wagyu BBQ di Shibuya, Tokyo

Japanese BBQ di Gyumon, Shibuya

Butuh sedikit energi setelah lelah beraktifitas seharian di jalanan Tokyo? Jika iya, berarti kamu perlu mencicipi Japanese Wagyu BBQ (baca: Yakiniku). Yakiniku adalah salah satu magnet kuliner di Jepang. Ciri khasnya cuma satu, yakni penggunaan daging wagyu khas Jepang. Daging wagyu Jepang sangat terkenal akan kualitasnya. Hal ini ditandai dari tekstur daging yang serupa dengan marble, maka tak heran jika daging ini juga sering disebut dengan istilah the marble meat. Daging wagyu Jepang yang sangat terkenal tentu saja berasal dari Kobe, namun beberapa daerah lain seperti Kagoshima, juga terkenal sebagai penghasil daging wagyu yang amat empuk.

Sebenarnya di Tokyo sendiri, ada banyak tempat yang bisa kamu kunjungi untuk mencicipi lembutnya daging wagyu panggang, namun perlu dicatat ya buat kamu yang Muslim, tidak semua restoran tersebut halal. Restoran Gyumon di daerah Shibuya, Tokyo mungkin bisa menjadi alternatif pilihan kuliner malam kamu di Tokyo. Restoran halal ini pun ternyata cukup terkenal di kalangan Muslim Malaysia dan Indonesia yang tinggal di Tokyo. Meskipun tempatnya agak sempit dan sering sekali penuh, it's totally worth trying! Harga seporsi satu set yakiniku yang biasanya dibandrol sekitar ¥4000-¥5000, di restoran ini cuma dihargai ¥3000. Dari jenis daging yang digunakan memang terlihat bukan salah satu yang premium, tapi yakiniku-nya betul-betul juara lho! Dagingnya masih juicy dan empuk. Pokoknya kamu patut datang dan mencoba sendiri ya! 
Tips: Agar lebih hemat, kamu bisa menikmati yakiniku dengan cara sharing! Kamu tidak harus memesan satu set yakiniku untuk tiap orangnya, tapi cukup beberapa set saja lalu kamu share bersama teman dan keluarga. 
Lokasi: Gyumon Halal Japanese BBQ, 3-14-5 Shibuya, Tokyo


WISATA BELANJA

Selain surga makanan, Jepang juga dikenal sebagai salah satu surga belanja di dunia. Berbagai macam produk mulai dari fashion, barang elektronik dan gadget hingga kitchenware bisa kita temukan di kota Tokyo dan Osaka. Produk buatan Jepang memang terkenal unik dan sophisticated. Nah, kalau kamu enggan menghabiskan waktu belanjamu di siang hari, kamu tentu saja bisa melakukannya di malam hari. Beberapa lokasi belanja seperti Shibuya, Shinjuku atau Omotesando adalah deretan tiga terbaik. Di Shibuya sendiri kamu bisa mengunjungi beberapa pertokoan dan shopping mall yang berada tidak jauh dari Shibuya crossing, di antaranya Shibuya 109, Shibuya Parco, Shibuya Marui dan masih banyak lagi. Sama halnya dengan Shibuya, Shinjuku juga menyuguhkan berbagai daya tarik yang sayang untuk dilewatkan oleh kamu lho para shopaholic. Jika ternyata kamu nggak sempat untuk datang ke kawasan Shibuya, maka kamu bisa menyambangi beberapa department store di dekat stasiun Shinjuku, seperti ISetan, Lumine atau Keio. Psst, tahu nggak kalau ternyata stasiun kereta Shinjuku merupakan stasiun tersibuk di negeri Sakura! Jadi, kamu jangan sampai nyasar ya!

Selain Shibuya dan Shinjuku, Tokyo juga memiliki lokasi surga belanja lainnya yaitu Omotesando. Nah, kalau yang ini, produk yang dijual rata-rata adalah produk impor atau yang bermerek internasional. Jadi barang-barangnya memang lebih branded dan obviously mahal. Beberapa merek produk yang bisa kamu temukan di sini antara lain Prada, Louis Vuitton, Alexander McQueen dan Gucci.
Tips: Jika kamu berkunjung ke kawasan Shibuya menggunakan kereta subway, jangan lupa untuk singgah dan berfoto sejenak di patung Hachiko. Kamu bisa mendapati lokasi patung tersebut persis setelah keluar dari exit Hachiko statue. Selain itu, jangan lupa untuk mengabadikan momenmu bersama ratusan pejalan kaki yang berjalan di Shibuya crossing. Mau dapat foto yang iconic? Cobalah untuk mampir ke Starbucks yang persis berada di seberang stasiun dan memotret pemandangan tersebut dari lantai 2 gedung. Dijamin foto kamu persis seperti yang ada di majalah-majalah, he he he. 

WISATA JELAJAH KOTA

Menikmati malam di kota Tokyo dan Osaka tidak selalu harus dihabiskan dengan kegiatan belanja dan makan. Tokyo dan Osaka adalah dua kota di Jepang yang sama-sama menghadirkan keindahan malam sudut-sudut kotanya yang patut kamu jelajahi. Tiga tempat berikut mungkin bisa menjadi daftar tempat yang perlu kamu sambangi.

1. Tokyo Sky Tree

Pemandangan kota Tokyo yang cantik dari ketinggian 350 meter

Menara Tokyo Sky Tree adalah menara kedua yang ada di Jepang setelah Tokyo Tower. Konon, menara ini adalah menara tertinggi di dunia lho! Dengan ketinggian mencapai 634 meter, Tokyo Sky Tree menjadi salah satu objek wisata di Jepang yang patut kamu datangi jika kamu melancong ke Tokyo, khususnya pada malam hari. Dari kejauhan saja, menara ini terlihat cantik bermandikan cahaya lampu. Kamu bisa masuk ke dalam menara dan naik ke ketinggian 350 meter atau 450 meter agar bisa memandangi kota Tokyo yang indah di malam hari. Selain itu, di dalam menara kamu juga bisa menikmati hiburan lain seperti pementasan tari atau drama.
Tips: Setelah puas melihat berbagai sudut kota Tokyo di malam hari dari ketinggian 350 atau 450 meter, jangan lupa untuk berfoto di halaman Tokyo Sky Tree sebelum meninggalkan tempat ya!
Lokasi: Tokyo Sky Tree berada tidak jauh dari stasiun Tokyo Sky Tree. Kamu bisa mengaksesnya dengan menaiki kereta monorail khusus dari stasiun Asakusa atau stasiun Kita Senjyu. Tokyo Sky Tree buka pada hari kerja mulai jam 8 hingga 10 malam. Biaya tiket masuk menara adalah ¥2060 untuk ketinggian 350 m (Tembo Deck) dan tambahan ¥1030 untuk ketinggian 450 m (Tembo Galleria).

2. Odaiba (Rainbow Bridge)

Photo credit: Tripadvisor

Salah satu tempat indah berikutnya di Tokyo adalah Odaiba. Tempat ini patut menjadi destinasi wajib bagi kamu penikmat wisata malam. Di Odaiba sendiri, kamu bisa menemukan berbagai tempat wisata seperti mall dan pertokoan Decks Tokyo Beach, Museum Maritim dan DiverCity Tokyo Plaza dimana kamu bisa berfoto dengan Gundam raksasa. Tapi, ada satu spot foto yang iconic dan cantik jika dilihat pada malam hari, yaitu Rainbow Bridge. Saat liburan kemarin, sayangnya saya nggak sempat untuk mampir ke sana. Jembatan tersebut menghubungkan Odaiba dengan pusat kota Tokyo. Kenapa dibilang Rainbow Bridge? Mungkin karena efek cahaya lampu yang dipasang di jembatan tersebut berwarna-warni seperti pelangi. Tapi saya nggak tahu juga benar atau tidak, he he he. Yang pasti Rainbow Bridge pastinya akan mengingatkan kamu pada salah satu jembatan yang terkenal di Amerika Serikat. Hmm, kira-kira jembatan apa ya?
Tips: Kamu bisa mendapatkan foto Rainbow Bridge yang indah dari atas Decks Tokyo Beach, gedung Fuji TV atau Museum Maritim di Odaiba.

3. Osaka Castle

Keindahan Osaka Castle di malam hari

Siapa bilang Osaka Castle cuma bisa dinikmati pada pagi dan siang hari saja? Kalau kamu punya terlalu banyak daftar itinerary dan nggak sempat untuk menikmati keindahan Osaka Castle pada siang hari, maka cobalah untuk datang menjelang malam hari. Meskipun tidak memungkinkan untuk masuk ke dalam castle pada malam hari karena sudah tutup, tapi buat kamu yang hobi fotografi dan demen hunting foto, kamu tentu saja masih bisa menangkap foto Osaka Castle yang cantik! Dengan bermandikan cahaya lampu, istana Osaka Castle sangatlah menawan saat malam hari. Pastikan kamu tidak lupa membawa kamera poket atau DSLRmu ya! Dijamin nggak kecewa! :)

Thursday, April 21, 2016

SELAMATKAN KARTINI INDONESIA



Assalamualaikum.

Pasti kamu sangat mengenali sosok Ibu Kartini, seorang tokoh pejuang yang telah menginspirasi banyak perempuan Indonesia dan telah mempelopori kebangkitan emansipasi wanita. Ya, namanya begitu harum dan hari lahirnya selalu kita peringati setiap tahun. Tapi, tahukah kamu apa yang telah merenggut hidupnya sehingga dia harus meninggal di usia yang terbilang masih cukup muda yaitu 25 tahun?

Lahir sebagai keturunan bangsawan pada 21 April 1879, Kartini dikenal sebagai sosok perempuan yang pintar dan berjiwa sosialis. Beliau sangat memikirkan bagaimana nasib perempuan pribumi sebayanya yang kurang beruntung sepertinya. Banyak hal yang telah beliau perjuangkan demi memajukan kehidupan mereka, termasuk salah satunya buku fenomenal yang beliau tulis berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang, yang merupakan kumpulan surat yang pernah beliau kirimkan ke teman-temannya di Eropa. Surat-surat tersebut merefleksikan pemikiran Kartini tentang kondisi perempuan pribumi pada saat itu, termasuk kondisi sosial mereka yang kemudian mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa.

Menikah di usia 24 tahun tidak menghentikan semangat Kartini untuk mendorong kebangkitan kaum perempuan di sekitarnya. Dengan seizin suami, beliau pun mendirikan sekolah wanita di beberapa tempat, termasuk salah satunya di tempat kelahirannya, Rembang. Semangatnya tersebut pula lah yang menginspirasi W.R. Soepratman untuk menciptakan lagu nasional berjudul Ibu Kita Kartini, yang kini kerap dinyanyikan anak-anak di sekolah pada saat memperingati hari kelahiran Kartini.

Lantas, apa yang telah menghentikan perjuangan beliau?

Ibu Kartini meninggal pada usia 25 tahun akibat komplikasi persalinan yang dialaminya saat melahirkan putra pertama. Beliau mengalami preeklampsi yang merupakan salah satu penyebab kematian ibu tertinggi di Indonesia. Preeklampsi dikenali sebagai komplikasi kehamilan akibat tekanan darah tinggi yang kemudian memicu kerusakan organ di dalam tubuh (umumnya ginjal dan hepar). Satu-satu cara mengobati preeklampsi pada kehamilan memang dengan cara melahirkan si bayi. Tapi, umumnya banyak ibu yang kemudian berakhir dengan mengalami komplikasi saat bersalin lalu meninggal. 

Sebenarnya banyak kisah kontroversial tentang kematian Ibu Kartini, salah satunya ditampilkan dalam tulisan Kartini, Champagne and Maternal Mortality yang pernah ditulis oleh Julia Suryakusuma dalam harian The Jakarta Post dua tahun lalu. Namun, yang seharusnya menjadi perhatian kita semua adalah kematian beliau masih sangat umum terjadi di Indonesia hingga saat ini. Lalu, apakah kita harus membiarkan banyak "Kartini" lainnya yang mati sia-sia oleh karena penyebab yang sebenarnya dapat dicegah? 

Data 2012 mencatat bahwa dari 100.000 kelahiran hidup ada lebih dari 300 kematian ibu akibat kehamilan dan persalinan yang terjadi di Indonesia (sumber: laporan SDKI 2012). Angka ini terus menerus dipantau sebagai salah indikator status kesehatan serta untuk melihat pencapaian program kesehatan ibu yang telah berjalan di tanah air. 

Kematian ibu sungguh tragis dan seringkali kisahnya tertutup oleh maraknya berita perpolitikan tanah air. Padahal kematian ibu tidak harus sampai terjadi jika kompleksitas penanganannya bisa teratasi. Toh, ibu melahirkan adalah hal yang normal dan akan terus kerap terjadi hingga sudah tidak ada lagi manusia di bumi ini. Jadi, jika ada satu ibu yang meninggal akibat kehamilan atau persalinannya, seharusnya kita perlu serius berkaca! Tidak kasihankah kita kepadanya?! 

Seorang ibu sudah terlalu lelah membawa beban janin yang ada di dalam tubuhnya selama kurang lebih 9 bulan, kemudian dia harus dihadapkan kembali pada keputusan hidup dan mati pada saat persalinan yang seringkali dianggap sebagai takdir yang harus diterima? Andai saja ibu-ibu tersebut bisa memlih, mereka akan memilih untuk bisa bersalin secara sehat dan aman. Tapi pilihan terkadang tak memihak dan mereka sekali lagi harus pasrah terhadap keadaan akan tidak adanya transportasi untuk bersalin, tidak adanya tenaga kesehatan terlatih atau fasilitas persalinan yang mumpuni. 

Apakah kita akan terus membiarkan hal tersebut terjadi? 

Kartini adalah simbol emansipasi wanita di Indonesia. Tapi, jangan biarkan beliau juga merupakan simbol dari jutaan perempuan Indonesia yang masih sia-sia meninggal secara tragis saat melahirkan. Mari sama-sama kita berjuang menyelamatkan 'Kartini' Indonesia! 

Selamat Hari Kartini!

THINGS I WANT TO LEARN


Assalamu'alaikum.

Halo semuanya!

Menjelang pertengahan tahun kok rasanya banyak hal baru yang ingin saya pelajari. Bukan soal bahasa atau pelajaran, tapi hal yang berbau hobi dan seni. Kayaknya otak ini setiap hari sudah dipenuhi oleh beban pekerjaan. Jadi sepertinya si otak perlu penyeimbang. 

Bicara soal hobi, saya memang senang membuat scrapbook, baik yang online maupun printed. Saat kuliah di Sydney saja, saya masih sempat menekuni hobi saya ini, mulai dari mencari bahan-bahan kertas, pita, lem dan pulpen warna-warni di toko scrapbook hingga membeli bingkai foto sebagai pelengkap di toko kertas. Selain itu, saya juga hobi memasak. Kalau sudah akhir pekan, saya justru lebih senang mengeksplor website kuliner atau buku resep, dibandingkan mengeksplor cafe dan tempat makan setempat.

Nah, di tahun ini saya tertarik untuk mencoba mempelajari hobi baru. Hmm.. apa saja ya?



WATERCOLOUR TYPOGRAPHY

Saya selalu suka deh sama tulisan atau gambar yang dibuat dengan cat air (watercolour). Sejak masih di bangku SD, saya memang senang menggambar dan pernah menjuarai beberapa lomba menggambar. Saya juga senang mengunjungi galeri seni dan melihat berbagai lukisan. Saya sendiri sebenarnya paling senang menggambar dengan cat air meskipun terlihat lebih sulit, yang airnya bisa bleber lah dll.. huft. Nah, karena sekarang saya sering menemukan jenis font yang terinspirasi dari seni tulisan menggunakan cat air (watercolour typography), saya jadi ingin belajar tentang watercolour lettering ini. Beberapa contoh watercolour lettering sebenarnya bisa ditemukan di website, salah satunya Pinterest yang selalu jadi andalan saya buat browsing hal-hal unik. Tapi, next mungkin saya akan coba cek tutorial dasarnya di Youtube. Atau kamu punya saran dan tips untuk pemula seperti saya? Let me know ya! :)


FOOD PHOTOGRAPHY

Who doesn't love to see delicate and tasty-looked food?! I do! Bagi seorang blogger, foto sangat membantu dalam membuka ruang imajinasi pembaca, apalagi bagi seorang food atau lifestyle blogger yang kerap memposting foto makanan atau resep favoritnya (hmm, langsung ngiler). Coba deh bayangkan kalau kamu menceritakan sesuatu tentang makanan kesukaanmu atau memposting resep kue andalanmu tapi kamu tak menyertakan foto makanan tersebut? Pasti pembaca akan bertanya-tanya, "eh, makanannya mana?" atau "lho, hasil jadinya mana?" Jadi, foto itu ternyata penting ya. Terus gimana ya supaya foto makanan yang mau kita tampilkan bisa terlihat menggunggah selera? Ternyata ada ilmunya ya teman-teman, yakni food photography. Food photography sebenarnya agak berbeda dengan jenis fotografi lainnya karena nggak cuma membutuhkan teknik pencahayaan yang baik ditambah kamera yang sedikit sophisticated, tapi juga memerlukan sedikit effort dalam hal properti seperti piring ataupun gelas yang cantik agar foto yang dihasilkan juga jadi terlihat menarik. Hmm, sepertinya saya harus menyiapkan kamera dan piring cantik dulu nih, he he he.


ZUMBA DANCE

Kalau ditanya soal olahraga apa yang kamu jalani saat ini, wah saya give up deh. Saya sudah lama banget absen berolahraga rutin. Duh, malu juga sebenarnya secara saya kerja di sektor kesehatan tapi buat rutin olahraga saja malasnya minta ampun! tutupmata Tahun lalu, jujur saya masih rajin ngegym, paling nggak dua kali seminggu sepulang kerja, atau seminim-minimnya ikut senam ibu-ibu yang diadakan di lapangan mesjid dekat rumah tiap hari Minggu. Tapi, makin ke sini saya jadi malas. Alasannya sepele, sudah capek kalau pulang kerja. Hmm, sebenarnya karena saya bosan juga sama pola olahraga fitness yang saya lakukan yang cuma bisa melakukan treadmill dan sepedaan, he he he. Kadang saya juga masih suka berenang tapi mostly tergantung cuaca. Buat ikut yoga pun rasanya sudah nggak sanggup dan badan sudah nggak sefleksibel tiga tahun lalu. OMG! Ya sudahlah, saya cari alternatif lain saja ya. Nah, alternatifnya adalah senam Zumba! Saya pernah beberapa kali mengikuti senam ini meski nggak rutin dan ternyata menyenangkan sekali. Soalnya Zumba nggak cuma menawarkan olahraga fisik layaknya senam lainnya, tapi juga memberikan semacam teknik tarian latin yang.... huh, sexy :) Oh ya, teman-teman ada yang tahu tempat senam zumba di daerah Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan sekitarnya?


BAKING

Mungkin banyak orang yang mengenal saya akan bertanya, "ngapain lagi Nis belajar baking? kan kamu sudah bisa masak?" Eits, I am not gifted as a baker saudara-saudara, he he he. Menurut saya, belajar membuat kue atau baking perlu bekal ilmu yang cukup karena baking nggak cuma membutuhkan logika terhadap rasa (contohnya, bumbunya udah pas apa belum ya) tapi juga takaran bahan yang pas, sehingga jika ada takaran yang tidak sesuai tentu akan mempengaruhi hasilnya. Lho, apa susahnya? 'Kan tinggal liat resep lalu diikuti? Iya betul! Sebenarnya kita sudah bisa sukses membuat kue hanya dengan mengikuti resep. Tapi ada hal lain yang sebenarnya mempengaruhi proses tersebut, misalnya saja ketepatan dalam penggunaan oven atau keahlian mengulen adonan. Adonan yang terlalu lama atau sebentar  diuleni bisa ada pengaruhnya juga lho terhadap hasil makanan. Jadi sepertinya saya perlu belajar baking supaya bisa jadi chef terkenal sekelas Anna Olson ya! ;)

Friday, April 15, 2016

7 FAVORITE FONTS FOR SWEET BLOG HEADER



Hi guys!

Sejak memulai blog, saya sudah tertarik dengan dunia Typography, apalagi sama tulisan yang menggunakan font-font berjenis tulisan tangan (handwritten font) yang manis dan meliuk-liuk. Saya seringkali menggunakan font semacam itu baik untuk kepentingan desain, pembuatan scrapbook hingga header pada blog. Sebenarnya banyak sekali font yang saya sukai, tapi berikut ini saya akan berbagi 7 handwritten font favorit yang pernah saya gunakan pada blog saya. Nggak cuma manis dan meliuk-liuk, tapi font-font yang saya share di sini juga cocok untuk desain header pada blog dan tentunya bisa kamu unduh secara gratis alias free.

Font-font tersebut bisa kamu temukan di sini: Magnolia Sky // Brusher // Little Cutie // Shorelines // Sophia // Modesty // Justin Road.

Apakah kamu terinspirasi menggunakan salah satu font di atas untuk header blog kamu? Silahkan berbagi link blogmu di sini ya dan let me know! :)

Note: Untuk header pada blog ini, saya menggunakan Magnolia Sky

Saturday, April 9, 2016

BEFORE WE GO (SEBUAH KOMITMEN & CINTA YANG TAK TERDUGA)


Sumber: http://nytimes.com
"If you're committed to somebody, you won't allow yourself to look for perfection to someone else." - Nick Vaughan 

"Sometimes you have to just make the choice and jump." - Brooke Dalton

Kutipan di atas adalah quote yang paling mengena di saya saat menonton film, Before We Go, film yang disutradarai oleh salah satu aktor Hollywood terkenal, Chris Evans. Yup, the actor is actually the director of the movie. How cool is that? Saya kebetulan menonton film ini di pesawat ketika sedang dalam perjalanan kembali dari Jepang. Karena penasaran dengan judulnya, akhirnya di 3 jam sisa perjalanan saya ke Jakarta, saya memilih film bergenre romansa ini. Agak aneh juga saat tahu bahwa pemainnya adalah Chris Evans, aktor yang biasanya bermain dalam film action dan superhero. Film yang tayang perdana tahun 2015 lalu ini hanya dibintangi oleh dua pemain utama, yaitu Chris Evans dan Alice Eve. Selebihnya, adalah pemain pembantu yang hanya muncul beberapa kali dalam keseluruhan scene.

Pada film Before We Go ini, Chris Evans membintangi tokoh Nick Vaughan, seorang pemusik jalanan yang secara tidak sengaja bertemu dengan Brooke Dalton (Alice Eve) di sebuah stasiun kereta di kota New York. Before We Go sendiri menawarkan sebuah kisah romansa sederhana, yang tidak jauh dari cerita cinta konvensional antara laki-laki dan perempuan. Namun, konsepnya menurut saya menarik, karena film ini dipenuhi scene jalan-jalan dan obrolan sepanjang malam antar kedua pemeran utamanya. Kedengarannya memang membosankan, tapi setelah saya tonton sampai selesai, ada banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik dari kisah Nick dan Brooke ini - arti sebuah komitmen. Penasaran tentang kisahnya? Jadi, begini sinopsisnya...

Pada sebuah malam, Nick Vaughan seperti biasa memainkan terumpetnya di hall sebuah stasiun kereta di New York. Namun tiba-tiba dia bertemu secara tidak sengaja dengan Brooke Dalton pada saat wanita tersebut menjatuhkan ponsel di depannya ketika hendak mengejar kereta terakhir ke Boston. Sayangnya, Brooke kurang beruntung dan harus tertinggal kereta. Di sisi lain, dia juga baru saja mengalami kesialan karena tasnya telah dicopet oleh seseorang di bar. Merasa iba dengan kemalangan yang menimpa Brooke, Nick kemudian menawarkan diri untuk membantu Brooke agar bisa kembali ke rumahnya di Boston. Masalahnya, Nick sendiri sebenarnya tidak bisa banyak membantu. Dia menawarkan diri membayarkan taksi untuk Brooke agar bisa sampai ke Boston namun uang yang ada di dompetnya tinggal $40 dan dua kartu kreditnya sudah melewati batas. Nick kemudian mencoba menghubungi temannya agar datang meminjamkan uang namun baterai ponselnya sudah habis. Nick juga menawarkan Brooke agar menginap semalam di hotel, tapi wanita itu tetap bersikeras untuk pulang ke rumah sebelum pagi hari. Usaha Nick untuk membantu Brooke tetap dilanjutkan dengan menemani Brooke mencari tasnya yang telah hilang. Tapi usaha Nick pun tetap sia-sia, malah berakhir dengan memar di wajahnya akibat pukulan para preman.

Yang kemudian bisa dilakukan Nick hanya membantu Brooke melewati malam dan menemaninya sembari berbincang tentang banyak hal, mulai dari pekerjaan hingga masalah percintaan. Dari perbincangan tersebut, akhirnya diketahui bahwa Brooke telah menikah dan dia tengah menghadapi masalah dalam pernikahannya. Dia menceritakan pada Nick bahwa suaminya telah lama berselingkuh dan dia mengetahui perselingkuhan tersebut. Frustasi, Brooke lantas pergi ke New York pada saat suaminya tidak berada di rumah. Dia pun hendak meninggalkan surat kepada sang suami yang berisi keinginannya untuk mengakhiri pernikahan, namun surat tersebut masih dia titipkan pada seorang temannya di Boston. Menyadari akan kesalahannya, melalui telepon sang suami akhirnya meminta Brooke untuk rujuk kembali. Oleh sebab itu, Brooke bersikeras harus berada di Boston esok paginya agar bisa bertemu dengan sang suami. Namun, pada kenyataannya, dia justru terjebak di New York semalaman bersama orang yang tak dikenalnya, yaitu Nick tanpa pernah menyangka bahwa perlahan benih-benih asmara mulai tumbuh di antara mereka.

Sementara itu, Nick ternyata memiliki masalah percintaannya sendiri. Nick selama ini masih memendam perasaan cinta terhadap mantan kekasihnya, Hannah, yang tak disangka-sangka ditemuinya dalam acara resepsi pernikahan teman sahabatnya yang dia datangi malam itu. Maksud kedatangan mereka sebenarnya adalah untuk meminjam uang pada teman Nick yang hadir saat itu, namun Nick justru tenggelam dalam kegalauan cinta masa lalunya setelah bertemu kembali dengan Hannah. Setelah dibujuk oleh Brooke, Nick kemudian memberanikan diri menyatakan cintanya yang masih terpendam selama 6 tahun kepada Hannah. Namun, sayangnya, Hannah sudah menikah dan tengah hamil. Kesempatan Nick pun kandas. Nick akhirnya kembali melewati malam bersama Brooke. Mereka mencari cara agar bisa menghubungi teman Brooke untuk memberitahukannya agar dia tidak menyerahkan surat yang Brooke tinggalkan untuk sang suami. Permasalahan Brooke pun teratasi setelah mendatangi seorang cenayang dan dia berhasil menghubungi temannya tersebut. Namun, kemudian mereka justru tenggelam dalam perasaan cinta yang tak terduga. Hingga pada akhirnya Brooke menyadari akan cintanya pada sang suami dan memutuskan untuk tidak membiarkan dirinya mencintai Nick terlalu dalam. Mereka pun berpisah keesokan paginya dan Brooke meninggalkan kecupan terakhirnya pada Nick. 

Kisah Nick dan Brooke di atas somehow seperti kisah cinlok yang kerap terjadi di sekeliling kita, tapi yang namanya komitmen tetap nggak bisa ditawar. Meskipun jika dilihat dari endingnya, mereka berdua sebenarnya berharap bisa kembali melewati mesin waktu dan bisa bersama selamanya. Well, film ini reviewnya cukup beragam. Overall, film ini dinilai terlalu lemah dalam hal penciptaan emosi dan karakter pemainnya. Namun, bagi saya, film yang kisahnya simpel semacam ini secara tidak langsung telah memperlihatkan saya tentang sebuah proses kehidupan, yaitu tentang bagaimana mempertahankan komitmen terhadap pasangan. Ya, masalah itu selalu ada dan godaan akan selalu datang. Tapi orang yang bertahan tentunya akan selalu jadi pemenang.

Hmm... Seandainya saya yang jadi sutradaranya, apakah mereka berdua justru berjodoh? Bisa jadi...

Wednesday, April 6, 2016

10 TIPS LIBURAN TANPA TOUR KE JEPANG

Pemandangan indah gunung Fuji dengan berlatar pagoda merah Arakura, Fujikawaguchiko-machi

Halo pembaca sekalian! 

Sudahkah kamu merencanakan liburan untuk tahun ini? Apakah Jepang jadi salah satu dalam daftar listing negara yang akan kamu kunjungi? Jika iya, maka kamu perlu tahu tips mengenai liburan ke Jepang, khususnya untuk kamu yang akan pergi tanpa tour (a.k.a ngeteng sendiri).

Minggu lalu saya dan keluarga baru saja menghabiskan liburan ke Jepang. Sebenarnya kemarin itu bukan lah waktu liburan yang tepat, tapi di Jepang sendiri bulan Maret-Mei adalah waktu yang tepat untuk melihat bunga sakura mekar. Saya dan keluarga pun memutuskan untuk pergi sendiri alias ngeteng tanpa tour. Bukan hanya karena dari segi biaya, namun juga lebih ke pemanfaatan waktu selama di sana. Pasalnya, berpergian sendiri memberikan lebih banyak kebebasan dan ruang untuk mengeksplor tempat-tempat wisata.

Untuk itu, saya coba merangkum apa saja kira-kira tips yang perlu kamu ketahui seandainya kamu berencana liburan sendiri ke Jepang. Silahkan disimak ya!


  1. Kenali musim dan waktu yang tepat untuk berkunjung ke Jepang. Waktu yang menyenangkan untuk pergi ke Jepang adalah saat musim semi atau ketika bunga sakura mulai bermekaran. Namun, mengunjungi beberapa tempat di Jepang saat musim gugur atau dingin juga sama menyenangkannya kok, seperti bermain ski di Sapporo, berendam air panas di onsen (mata air panas) saat musim dingin di prefektur Nagano atau menikmati keindahan momiji matsuri (pepohonan berwarna-warni) saat musim gugur. Biasanya kedua musim ini bukan tergolong sebagai 'peak season' di Jepang. Hindari musim panas jika kamu nggak mau menikmati panasnya Jepang yang bisa hampir 40 derajat Celcius.
  2. Berburu tiket murah di travel fair. Sekarang udah nggak sulit untuk mendapatkan tiket promo alias murah ke luar negeri. Pasalnya, travel fair yang diadakan baik oleh maskapai penerbangan tertentu maupun oleh beberapa bank atau agen perjalanan wisata (travel) kini sudah mulai menjamur, salah satunya adalah event Garuda Travel Fair yang saya datangi saat membeli tiket Jepang kemarin. Satu tips buat kamu jika ingin mendatangi travel fair, siapkan tanggal keberangkatan secara pasti dan bawa serta paspor kamu! Karena di sana tentunya kita harus langsung memesan tiket pesawat dan membayarnya di tempat. Jadi jangan lupa juga menyiapkan cukup uang tunai atau paling tidak membawa kartu debit atau kredit yang saldonya mencukupi ya!
  3. Mencari akomodasi di airbnb. Jika menginap di hotel terlalu 'fancy' buat kamu, maka menyewa apartemen adalah alternatif terbaik yang bisa kamu lakukan. Airbnb adalah salah satu situs penyewaan akomodasi seperti apartemen atau flat yang dilakukan oleh perorangan atau individu. Menyewa apartemen melalui situs ini memungkinkan kamu untuk bisa menghemat biaya akomodasi, khususnya jika kamu berencana datang ke Jepang bersama teman atau rombongan mencapai 3-6 orang. Fasilitas yang disediakan juga beragam dan harganya bervariasi. Tips tambahan dari saya adalah pilihlah akomodasi yang dekat dengan stasiun kereta api! Hal ini tentunya akan memudahkan kamu untuk mengakses transportasi di sana, yang notabene lebih banyak mengandalkan kereta api. Selain itu, sewalah apartemen yang paling tidak memiliki elevator (lift), seandainya kamu nantinya mungkin terlalu berat untuk mengangkat koper saat naik-turun tangga. Pastikan pula apakah ada mini market di dekat akomodasi tersebut! Saya yakin hal ini akan sangat berguna saat kamu perlu membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari. 
  4. Pelajari kebudayaan dan kebiasaan orang Jepang. Jepang memang memiliki bahasa nasional sendiri yakni bahasa Jepang, dan inilah yang seringkali menjadi kendala bagi turis mancanegara termasuk turis asal Indonesia yang akan berlibur ke sana sendiri. Pastinya akan sulit berkomunikasi dengan orang lokal yang jarang bisa berbahasa Inggris. Namun, jangan langsung stress ya! Cobalah untuk mengenali dengan baik apa saja yang berlaku di Jepang, yaitu dengan melakukan browsing di internet. Misalnya saja, tahu tentang bagaimana kebiasaan orang Jepang saat berpergian, cara menaiki bus maupun kereta, cara makan menggunakan sumpit dan masih banyak lagi. Hal ini penting mengingat kamu akan berada di negara yang bahasanya tidak terlalu familiar di telinga. Dengan mengetahui kebudayaan dan kebiasaan masyarakat di sana, kamu setidaknya nggak akan dilanda 'cultural shock' dan inshaAllah akan lebih mudah berinteraksi dengan mereka. Bawalah pocket dictionary atau minimal daftar percakapan sehari-sehari dalam bahasa Jepang yang bisa kamu print saat masih di Indonesia atau bisa kamu unduh melalui ponsel. 
  5. Siapkan itinerary dengan cermat. Itinerary berguna dalam menyusun rencana-rencana berpergian kamu selama di Jepang. Pada prinsipnya, prepare, prepare dan prepare! Buatlah list mana saja tempat yang akan kamu kunjungi kemudian tambahkan detail waktu untuk mempermudah pengaturan jadwalnya. Saran saya, tuliskan pula alamat lokasi tempat-tempat tersebut atau bahkan detail transportasi yang akan digunakan, contohnya nama stasiun dan kereta, nama line atau jalurnya serta jam keberangkatan. Kalau perlu, buatlah itinerary sefleksibel mungkin. Siapkan plan A dan B seandainya kamu tidak sempat mengunjungi beberapa tempat yang sudah kamu list. Setidaknya buatlah alternatif tempat lain jika ternyata cuaca tidak mendukung dsb. Siapkan selalu catatan kecil dan pulpen beserta print-out itinerary di tasmu sehingga memudahkanmu mencatat hal-hal penting tentang jadwalmu tersebut. 
  6. Gunakan internet di manapun dan kapan pun. Selama di Jepang, internet akan menjadi andalan kamu selalu. Ponsel smartphone di Jepang hampir sebagian besar dijual dengan sistem paket bundling, sehingga tidak mudah untukmu mencari kartu prabayar di sana. Kalau pun ada kamu harus menyewa! Untuk mensiasatinya, kamu bisa menyewa ponsel atau pocket wifi selama berada di Jepang. Tapi jangan salah lho! Biaya sewa ponsel juga tidaklah murah. Harga sewa satu hari bisa dipatok hampir ¥970 atau setara dengan kira-kira Rp120.000,-. Itu pun belum termasuk biaya administrasi dan asuransi jika ada kerusakan. Nah, enaknya kalau kamu menginap di akomodasi via airbnb, kamu bisa diberikan fasilitas free pocket wifi dari host-nya. Asyik kan? Internet sendiri akan sangat membantu kamu saat kamu mencari lokasi tempat wisata atau restoran yang ingin kamu datangi. Selain itu, internet akan sangat berguna saat kamu menggunakan aplikasi-aplikasi ponsel yang penting seperti Accu Weather, Hyperdia, Kyoto Rail Map Lite, Kyoto Simple Bus dll. FYI, Hyperdia adalah aplikasi yang selalu menjadi andalan saya untuk melihat jadwal kereta api di seluruh wilayah Jepang, jadi jangan lupa untuk menginstalnya ya! 
  7. IC card, JR pass atau one-day pass? Bingung sama banyaknya kartu transportasi yang disediakan di Jepang? Hmm.. iya saya juga sih. Tapi don't worry! Buat kamu yang akan berpergian ke Tokyo, cobalah untuk menggunakan IC card selama di sana. Kenapa? Karena IC card akan lebih memudahkan kamu untuk menggunakan segala jenis transportasi umum seperti kereta dan bus, kecuali taksi. Apalagi kereta di Tokyo memiliki banyak sekali jalur/line (what??) Yup, setelah saya perhatikan ada lebih dari 10 jalur kereta yang melintasi daratan kota Tokyo. Daripada repot membeli tiket tiap akan menaiki kereta dan menentukan fare/biayanya, lebih mudah pakai IC card. IC card sendiri bermacam-macam. Kalau di wilayah Tokyo, namanya adalah Suica card. Kartu ini dikeluarkan oleh JR East. Sementara di Kyoto, namanya Icoca card dan dikeluarkan oleh JR West. Yang mesti diperhatikan, meskipun kartu ini sama-sama keluaran JR dan bisa digunakan di seluruh kereta JR line, kamu tidak bisa merefund-nya sesuka kamu. Suica card sendiri hanya bisa dikembalikan di wilayah JR East, begitu pula dengan Icoca. Jadi perhatikan ketika kamu hendak berpindah kota dan kamu menggunakan IC card. Khusus untuk Kyoto, transportasi bus masih lebih umum digunakan untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata di sana, jadi tidak ada salahnya kamu menggunakan tiket city bus one day pass yang bisa kamu gunakan untuk berkeliling ke Kyoto seharian penuh. Mengingat tarif bus di Kyoto itu juga flat (jauh-dekat ¥230 khusus dewasa) maka menggunakan tiket pass adalah pilihan yang baik. Bagaimana dengan JR pass? Nah JR pass ini 'kan memang priviledge buat turis-turis asing termasuk orang Indonesia yang akan berplesir ke Jepang. Tapi yang mesti kamu ketahui adalah JR pass ini punya masa berlaku (7, 14 dan 21 hari) dan akan sangat menguntungkan jika kamu berencana ke beberapa kota di Jepang serta menggunakan kereta cepat (Shinkansen).
  8. Cek selalu ramalan cuaca. Pada beberapa musim di Jepang, cuaca seringkali berubah. Kadang dalam satu hari cuaca panas, tapi bisa juga berawan atau hujan. Pastikan kamu selalu mengecek ramalan cuaca sehari sebelum berpergian. Apalagi jika kamu berencana mengunjungi Gunung Fuji di musim semi atau panas. Cuaca di sekitar gunung Fuji dikenal cepat berubah. Pagi hari biasanya langit di sekitar gunung tampak cerah, namun dalam sekejap siang atau sore harinya ditutupi awan tebal. Jadi, pastikan kamu sudah mengecek ramalan cuaca sebelum berpergian ke sana ya, dan siap-siap mereschedule jadwal itinerary-mu jika ternyata kamu sama sekali tidak bisa berangkat karena cuaca. Sama seperti pepatah, sedia payung sebelum hujan.. hehe.
  9. Cerdik mencoba berbagai makanan Jepang. Siapa yang tak kenal sushi, sashimi atau tempura? Kamu tentunya sangat mengenali makanan khas dari negeri sakura tersebut, bahkan sudah sering mencicipinya di tanah air. Tapi, kamu tentunya harus mencoba berbagai makanan Jepang di negeri asalnya. Tentunya banyak jenis makanan yang dapat kamu coba, mulai dari yang murah sampai mahal sekali pun. Wah, kalau mahal apa masih bisa mencicipi? Tentu bisa! Daging wagyu Jepang, misalnya, biasanya dibandrol dengan harga yang cukup mahal untuk sekali makan. Satu set yakiniku atau Japanese grilled meat yang menyuguhkan empuknya daging sapi wagyu panggang khas Jepang bisa berharga hingga ¥5000 atau sama dengan sekitar Rp600.000. Namun jika kamu cerdik memilih waktu makanmu di restoran semacam ini, kamu akan mendapat harga yang lebih murah. Cobalah untuk makan saat jam makan siang karena biasanya restoran menyediakan menu lunch set yang umumnya lebih terjangkau dibandingkan dinner set. Untuk pagi harinya, tentu kamu tidak perlu menghabiskan uangmu untuk jajan banyak terlebih dahulu. Satu buah onigiri seharga ¥180 yang dijual di hampir seluruh mini market atau convinient store (konbini) bisa mengganjal perutmu sebelum memulai aktivitas. Lebih hemat, bukan?
  10. Pintar-pintarlah menyisihkan uangmu untuk belanja. Lho, emang kenapa? Harga barang-barang di Jepang itu mahal. Jadi, kalau kamu berpikiran ingin membawa oleh-oleh ke Indonesia, hmm sepertinya kamu juga perlu berpikir dua kali. Apalagi jika kamu senang berbelanja barang elektronik atau produk fashion seperti pakaian atau sepatu yang terkenal modis-modis. Usahakan untuk membeli oleh-oleh di toko 100 yen yang menjual barang-barang dengan harga rata-rata ¥100, contohnya Daiso, Seria atau Cando. Kalau beruntung, kamu bisa mendapatkan barang-barang menarik yang tentunya "made in Japan". Tapi, jangan salah harga per barangnya biasanya masih ditambah dengan pajak sebesar ¥8. Kalau souvenir dirasa mahal, kamu juga bisa membeli makanan snack atau panganan manis khas Jepang seperti rice cracker, mochi dan cookies lidah kucing aneka rasa sebagai buah tangan. Atau, alat tulis Jepang umumnya memiliki desain menarik dan multifungsi yang juga bisa jadi pilihan kamu. Di tambah lagi, produk-produk seasonal yang sayang untuk dilewatkan. Yang penting, kamu harus selalu ingat sisa saku di dompet ya! :) 
Bunga sakura yang sudah mulai bermunculan di Ueno Park, Tokyo saat awal musim semi 

Suica card, IC card yang saya gunakan selama berada di Tokyo

Suasana salah satu bagian di Kyoto station sesaat sebelum kami kembali ke Indonesia menuju Kansai airport di Osaka

Menu lunch set menu tempura rice dengan komplemen white miso soup khas Kyoto seharga ¥1500 saja

Aneka souvenir menarik dan barang tradisional khas Jepang yang dijual di Nakamise st., Tokyo

Mata aimashou, Japan! See you again one day! Arigatou~


Tips Untuk Membuat Tamu Rumah Liburan Merasa Senang Di Rumah Anda

Pernahkah Anda memiliki perasaan tidak pasti bepergian ke suatu tempat untuk tinggal bersama keluarga yang tidak Anda kenal dengan baik? ...